
Amira saat ini sudah sampai di rumahnya.sekarang dia sudah mengemas beberapa pakaiannya juga keperluannya yang lain di bantu bundanya.merasa semuannya sudah di simpannya,amira memanggil abang juga ayah membantunya mengangkat koper serta lainnya untuk di masukan kedalam mobil.setelah itu mereka lansung menuju Apartemen yang akan amira tempati nantinya.hampir 30 menit perjalanan mereka tempuh karena macet ahkirnya mereka sampai disana,Amira memberikan kartunya kepada petugas disana bahwa dia merupakan menghuni di salah satu Apartemen tersebut.Hesti,kakak Ipar amira lansung bicara kepada adik iparnya saat mereka sudah sampai di area parkiran.
"Astaga dek kamu tinggal disini?,yang kakak tau Apatemen paling mahal juga megah ini dek,beruntung sekali kamu dek.." Ucap hesti sambil menatap kagum gedung itu.
"Aku juga baru tau kak,kalau ini tempat tinggal aku.Ya sudah kita masuk,ayo ayah bunda,abang" Ucap amira.
Amira membawa keluarganya masuk kedalam menuju Lif,setelah masuk amira memencet tombol nomor 9 untuk menuju Apartemen yang akan dia tempati.berapa menit kemudian mereka sampai disana lansung mencari pintu yang bernomor 999 yang dimana ruangan itu paling pojok.setelah ketemu amira lansung mengesek kartu acsesnya dan memasukan pinnya.pintu itu pun terbuka sendirinya.Amira dan keluarganya lansung masuk kedalam dengan membawa barang barang mereka.sampai disana mereka terpana melihat kemewahan seluruh ruangan juga perabotan yang sangat mahal dan bagus disana .setelah selesai berkeliling mereka kembali menuju Sofa di ruang tamu dan duduk disana.
"Dek,beruntungnya kamu dapat kerjaan sekarang di kasi faselitas tempat tinggal semewah dan sebagus ini,abang sangat bangga sama kamu dek" Ucap marsel bahagia.
"Iya nak,apa yang nak marsel bilang itu benar,Ayah sangat bahagia melihat kamu sekarang sudah dewasa,sekarang punya kerjaan berarti punya penghasilan sendiri,Tapi ingat jangan lupa bersyukur dengan yang kamu punya sekarang " ucap ayah.
"Makasih ayah,abang,ini semua berkat kalian selalu membimbing aku.makasih sudah mendidik ami sampai sekarang." Ucap Amira.
"Sama sama nak,bunda sama ayah kan juga orangtua kamu sampai kapan pun." ucap bunda saat ini memeluk amira yang juga di tanggapi ayah dengan Anggukan kepala sambil tersenyum.
"Iya dek benar kata bunda sama ayah,
jangan pernah berpikir ayah bunda kakak orang lain kami adalah keluarga kamu.bahagialah dek dengan hidup kamu sekarang jangan ingat masa lalu lagi mereka akan menyesal telah menelantarkan kalian berdua terutama ibu kalian "
Ucap Hesti tau adik dan suaminya sedih dengan ibu mereka tidak pernah mau mempertahankan mereka apalagi menemui mereka berdua sekarang.
Amira mendengar kakak iparnya bicara, dia lansung menangis terharu juga mengangguk dengan setuju dalam pelukan bunda begitu juga marsel lansung memeluk istrinya karena dia lebih beruntung di pertemukan dengan wanita baik yang mau dengannya dengan tulus juga kedua mertuanya.
"Makasih yank" Hanya itu kata yang marsel ucapkan di selah tetesan air matanya.Ayah yang melihat itu dia juga ikut meneteskan air matanya.berapa menit kemudian ayah berbicara.
"Sudah jangan bersedih lagi,ini hari bahagia ami pindah kesini jadi kita harus bahagia.sekarang kita berdoa dulu untuk tempat tinggal amira ini,
semoga rumah ini penuh berkah
,di limpahkan cinta kasih,rejeki juga kesehatan." ucap Ayah.
"Baik ayah." ucap mereka serempak.
__ADS_1
Mereka sekeluarga saat ini sedang berdoa.setelah selesai,mertua kakaknya dan kakaknya duduk di ruang tamu untuk menonton Tv sambil minum teh sedangkan kakak iparnya saat ini sedang istirahat dikamar sebelah,
maklum ibu hamil harus banyak istirahat jadi tidak boleh beraktivitas terlalu banyak nanti mudah lelah.
Di Apartemen yang amira tempati hanya memiliki 2 kamar tidur,ruang dapur, ruang tamu lansung dengan ruang tv dan Ruang belakang untuk bisa bersantai melihat pemandangan kota.Amira saat ini sedang di kamarnya merapikan sedikit demi sedikit barangnnya,Amira melihat jam sudah menujuk pukul 17:20 dia lansung menghentikan kegiatannya setelah itu keluar menuju ruang Ruang tamu disana ada keluarganya berkumpul.
"Ayah kita jadi ya makan malam di luar,kali ini ami yang bayarin" Ucap amira.
Wis.."adek sekarang dah banyak uangnya ayah sampai mau traktir kita makan.." ucap hesti mengoda iparnya.
Ah.."kakak ini bisa aja,Anggap saja aku berbagi rejeki pada kalian,Mau kan..." ucap amira bertanya.
"Gimana yah,bunda sih mau aja " ucap bunda.
"Iya..ayah ngikut aja sama yang punya uangnya" ucap ayah juga mengoda amira.
Hahahaha Mereka tertawa bersama.
"Dek boleh kan kakak yang nentukan tempatnya,kakak pengen makan suhsi disana" Ucap Hesti.
"Restoran jalan x " Ucap hesti.
marsel yang mendengar permintaan istrinya lansung ikut bicara.
"Yank Resto itu kan sangat mahal harga makananya."ucap marsel yang tau soal restoran itu.
"Tapi mas,Aku pengen.." ucap hesti merengek.
"Tapi yank,___"terputus.
"Udah bang ngak apa apa kita makan disana aja,kasian kakak kan lagi hamil pasti itu maunya dedek bang nanti kalau ngak di ikutin ileran bang" Ucap amira.
"Tapi uangmu dek__"
__ADS_1
"Udah bang jangan di pikirin,kasian kakak" ucap amira lagi.
"Ayah nanti bantu bayarnya" Ucap Ayah.
"Baiklah yah" Ucap marsel pasrah.
"Ya sudah kalau gitu kita mandi dan bersiap siap,jam 7 kita berangkat" ucap amira.
Kini mereka bersiap karena sebentar lagi mereka akan makan malam diluar.
kurang lebih dua puluh lima menit kemudian mereka sudah rapi dengan pakaian mereka siap untuk pergi makan malam.
"Sudah siap semuannya,Ayo kita pergi" Ucap amira yang di jawab keluarganya serempak dengan mengatakan sudah siap.
mereka pun keluar dari Apartemen menuju tempat yang kakak iparnya amira inginkan.sekitar sepuluh menit mereka ahkirnya tiba disana dan lansung masuk mencari tempat yang kosong,setelah mendapat tempat duduk,mereka sekeluarga lansung saja memesan makanan.dalam beberapa menit pesanan mereka datang.sebelum makan tidak lupa Ayah memimpin doa makan,setelah itu barulah mereka makan.
"Dek makasih sudah mau mengikuti permintaan kakak." Ucap hesti
"Ya kak sama sama,demi ponakanku is oke.Ayah bunda abang ayo kita makan " Ucap Amira.
"Nak kamu memesannya terlalu banyak" Ucap bunda.
" Iya nak, ini kalau tidak di makan semua sayang kan mubasir." Ucap ayah juga bicara.
"Ngak apa apa bunda,sekali kali kan kita pesan makanan begini,soal siapa yang akan makannya tenang aja kan ada abang bantu makan ini kan juga permintaan cucu kalian,abang demi dedek.." ucap Amira sambil meledek abangnya.
"Ami..ami.."ucap bunda di selah bunda ingin mengambil menu makanannya.
Sekarang mereka makan dengan canda tawa mereka,tampa mereka sadari ada seseorang di ujung sana dari awal mereka datang menatap kearah mereka, dan saat ini dia tersenyum melihat seketaris mungilnya tertawa lepas entah kenapa membuatnya ikut bahagia.Rendi yang di sampingnya merasakan jika Andreu selalu menatap kearah meja yang lain, karena penasaran Rendi mengikuti arah pandangan Andreu yang ternyata sedang melihat amira bersama keluarganya makan disana juga.
"Ternyata kalau di lihat lihat seketaris Tuan cantik Tuan" Andreu yang mendengar ucapan Rendi lansung mengalihkan matanya menatap Rendi dengan tatapan membunuh.
"Maaf Tuan muda tapi saya berkata dengan faktanya" Ucap Rendi lagi. Andreu yang masih menatap tajam.
__ADS_1
"Sekali lagi kata itu keluar dari mulutmu, gajimu saya potong" Ancam Andreu.
"Ya Tuan.saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rendi takut gajinya akan dipotong.