Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
108


__ADS_3

"Nath...,kau..." maora sangat terkejut karena ternyata yang menganggu tidurnya adalah nathan,tangan nathan yang sudah membelai rambutnya tadi.


"Nath...Aku tidak bermimpi kan..kau sudah sadar..?" tanya maora belum percaya jika nathan benar sudah sadar,melihat itu nathan tersenyum kearah maora.


"Terimakasih." ucap nathan masih lemah.


Tit...Maora lansung memencet tombol yang terhubung dengan ruangan dokter merawat nathan.


"No..na.." panggil Nathan.


"Jangan bicara dulu,kau masih lemah..oke." ucap maora tidak menyuruh nathan berbicara,nathan pun menurut apa yang maora katakan.berapa detik kemudian dokter datang keruangan nathan di subuh malam itu.


"Saya periksa dulu ya pak" ucap dokter itu kemudian lansung memeriksa nathan menyeluruh.berapa menit kemudian dokter selesai memeriksa nathan.


"Bagaimana Dok..?" tanya maora yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi nathan sekarang.


"Nona kondisi pak nathan sangat bagus,dan stabil,ini sangat luar biasa kesembuhannya sangat cepat dan pak nathan tidak perlu lagi memakai alat ini hanya saja infusnya masih." jelas dokter memberitahu maora yang saat itu sangat senang mendengarnya.


" Terimakasih dokter,ini semua berkat kalian." ucap maora senang.


"Sama sama nona,setelah ini suster akan melepaskan alatnya,pak nathan juga sudah bisa di berikan makanan yang lembut,yang paling penting jangan lupa obatnya di minum agar pak nathan cepat pulih dan sehat kembali,Kalau begitu saya permisi nona." ucap dokter itu lagi..


"Iya dokter.. Sekali saya ucapkan terimakasih banyak" jawab maora.


"Iya Nona sama sama.cepat sembuh ya pak.., ucap dokter kemudian memberikan semangat untuk kesembuhan nathan,nathan hanya mengangguk menjawab ucapan dokter padanya.setelah itu dokter keluar dari ruangan itu,berapa menit kemudian suster selesai melepaskan alat yang menempel di tubuh Nathan.


"Sudah selesai ya nona,kalau begitu saya permisi" ucap suster itu berpamitan ingin keluar dari ruangan itu yang lansung di angguki maora.,maora perlahan mendekati nathan lagi.


"Nath..terimakasih kau mau kembali..." ucap maora melihat nathan kembali sadar,nathan hanya tersenyum melihat kearah maora.


Berkat kamu juga nona..aku bisa hidup lagi sekarang,terimakasih sudah masuk kedalam mimpi alam sadarku.


Guman nathan terus memandangi wajah cantik wanita pujaannya.


"Kenapa menatapku begitu,apa ada yang kau inginkan..?" tanya maora kepada nathan.


"Nona Nyo..nyonya..?" maora lansung mengerti ternyata nathan masih menghuatirkan amira,maora pun tersenyum manis menatap nathan.


"Glory selamat,dua hari yang lalu saat aku menuju kesini dia juga baru sadar, yang aku dengar kondisinya juga sudah baik baik saja,kau tidak perlu khuatir dengan kakak iparku,


mengenai kandungan kakak ipar juga baik baik saja." jelas maora semua kepada nathan membuat dia merasa lega,tetapi nathan masih saja menatap lekat wajah maora.


"Apa lagi yang ingin kau ketahui?" Tanya maora lagi.

__ADS_1


"Maafkan saya Nona.." ucap Nathan perlahan,dia belum mengetahui kejadian yang sebenarnya tentang maora.maora masih tersenyum kearah nathan.


"kau tau nathan kenapa kakak iparku sampai di culik waktu itu?..,itu karena perbuatanku nath..aku yang sudah menyuruhnya pergi dari kehidupan kami..aku menyalahkan dia atas kejadian yang menimpaku nath..,aku yang membuat Glory dan kandungannya hampir celaka nath..


Hiks...hiks... Seketika itu Tangisan maora pecah membuat nathan ikut bersedih juga.


"Aku yang salah nath,aku tidak mau mendengarkan penjelasan dari mereka bahwa ternyata sebenarnya aku masih suci,waktu kejadian penculikan itu aku sama sekali tidak mendapatkan pelecehan,sekarang kakak sangat membenciku nath...mungkin Glory juga pasti membenciku nath..."


Hiks...hiks...maora masih menangis sampai sesegukan..dengan perlahan nathan menarik tangan maora lalu mengemggamnya.


"Tenanglah..saya yakin Tuan dan nyonya akan memaafkan mu Nona." ucap nathan menenangkan maora.maora mengangguk kepalanya lalu mengusap air matanya,Berapa menit kemudian Maora tersadar karena tangannya masih di pegang dan di usap lembut oleh Nathan,yang membuat maora tiba tiba gugup.nathan yang menyadari itu perlahan melepaskan tangan maora.


"Kenapa di lepas? " ucap maora kelepasan bicara membuat nathan tersenyum senang.


"Apa pegangan saya sangat nyaman Nona?" goda nathan..


"is kau ini, masih sakit saja masih berusaha menggodaku." cetus maora kembali.


"Saya tidak bermaksud menggoda anda,tapi kenapa wajah nona lansung memerah..?" tanya Nathan tersenyum.


Bukk..maora yang replek memukul lengan nathan yang membuat nathan lansung meringis..


Isss auhkk..


Hap...nathan tiba tiba lansung menahan maora lalu menarik maora sampai maora terjatuh di atasnya dan saat itu juga wajah mereka menjadi sangat dekat.


"Nath..." ucap maora ingin melepaskan diri dari kumkuman Nathan.


"Apa..?" tanya nathan.


"Ja..jangan seperti ini,na..nanti ada yang lihat..la..lagi pula kau masih sakit." ucap maora yang tiba tiba gugup membuat nathan semakin tersenyum kearah maora.


"Tidak akan ada orang yang mau kesini di jam seperti ini" kilah nathan tidak ingin melepaskan maora.


"Nath..." ucap maora semakin gugup karena wajah mereka sangatlah dekat.


"Maora Gilbert Edizon apa kau mau menjadi istriku?" tanya Nathan yang tiba tiba membuat maora melototkan matanya.


"apa kau bilang??" Tanya maora ingin mememastikan apa yang dia dengar dari nathan.


"Lupakan.bangunlah" ucap Nathan dingin, mendengar itu maora perlahan bangun karena melihat nathan meringis kesakitan.


"nath aku keluar sebentar ya mau menghubungi daddy dan mommy dan juga sahabatmu memberitahu jika kau sudah sadar." ucap maora.

__ADS_1


"iya pergilah." jawab nathan.


Maora pun keluar untuk menghubungi keluarganya dan juga mita untuk memberitahu keluarga Geril jika nathan sudah sadar.


****....


Bodoh sekali kau nathan,kenapa kau seceroboh itu,mengatakan hal itu kepada nona..bodoh bodoh..,bagaimana ini apakah nona mendengar ya..,sial.


Nathan Menggerutu dalam hatinya karena sudah bicara seceroboh tadi.


semantara maora setelah mengirimkan pesan kepada orangtuannya dan mita dia masih bersandar di dinding di dekat pintu ruangan nathan.


"Aku sangat jelas mendengar ucapan nathan tadi,mengatakan apakah aku bersedia jadi istrinya.tapi kenapa sikapnya lansung berubah dingin seperti ini saat aku menyuruhnya mengulangi ucapannya?,apa kata katanya hanya candaan..?Ih.. Nathan...kau membuatku bingungkan jadinya..tidak,aku tidak menerima kalau dia hanya mengatakan itu sebagai candaan,dia pikir aku ini siapa..berani beraninya dia mempermainkan perasaan aku.. Awas ya nanti kau nathan jika sampai kau tidak memenuhi ucapan mu, siapa pun wanita yang ingin mendekatimu ,dia tidak akan selamat dari aku." maora terus mengomel kepada nathan,maora adalah wanita yang tidak mau di ajak bercanda dalam hal yang menurutnya serius. Apa yang dia inginkan harus bisa dia miliki. Setelah puas meluapkan semua kekesalanya maora masuk kembali keruangan nathan.


Sampai di dalam maora melihat nathan memejamkan matanya,maora mengira jika nathan tengah tertidur perlahan dia melangkahkan kakinya menuju sofa disana.


"kemarilah" ucap nathan menghentikan langkah maora.


Deg...


Tiba tiba jantung maora berdegug kencang,dengan rasa gugupnya maora berjalan mendekati nathan.


"Maaf.." ucap nathan menatap maora.


"maaf untuk apa?" tanya maora yang tidak mengerti maksud nathan.


"Maafkan saya sudah bicara yang tidak.." terputus.


"Oh saya mengerti.kau dengar baik baik ,Aku anggap perkataanmu bukan candaan melainkan serius,dan kau jangan pernah bermain main denganku,


kau tau aku siapa..?" ucapan maora mengandung sebuah ancaman kepada nathan, membuat nathan menatap lekat wajah maora.


"jangan bertanya apapun lagi,


beristirahatlah sekarang biar kau cepat pulih setelah itu penuhi ucapanmu kalau tidak aku akan menghabisimu." sambung maora lagi membuat nathan tersenyum senang dan menganggukan kepalanya.


"Baiklah Tuan putri" ucap nathan kemudian memejamkan matanya tampa mengetahui wajah maora sekarang sedang memerah seperti buah tomat yang matang.


😊😊😊nathan ❀️ maora.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2