Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
113


__ADS_3

Empat hari telah berlalu,hari ini hari yang di tunggu tunggu Geril dan mita sudah tiba,hari ini mereka akan mengikat hubungan mereka dengan sebuah ikatan pernikahan yang suci. Semua anggota keluarga Eden sudah berkumpul disana,begitu juga keluarga mita.


keluarga Gilbert juga sudah tiba semua di negara B itu untuk menghadiri acara pernikahan Mita dan Geril.


Di kamar mita saat ini sedang di dandani karena jam delapan pagi nanti pemberkatan pernikahan mereka akan segera di mulai.


Tring..


Jangan dandan terlalu cantik sayang, aku tidak mau mereka memandangmu dengan liar bila perlu nggak usah dandan deh.😘


Sebuah pesan yang Geril kirim kepada tunangannya mita.melihat itu mita tersenyum masam.


"nggak mungkin kan aku nggak dandan apa kata orang nanti seorang nyonya Gerilio dekil,dan jelek,dia memang suka sangat aneh.." Guman mita tersenyum sendiri.


"mbak kenapa senyum senyum sendiri?" tanya sepupunya mita melihat mita terus tersenyum semenjak mamainkan ponselnya.


"mbak hanya heran sama mas Geril mu masa iya mbak di larang dandan..aneh kan gimana nanti kata orang lihat mbak jelek.." ucap mita mengomel.


Hahahaha sepupunya lansung tertawa.


"mbak itu nama cinta ,dia maunya kamu itu terlihat cantik hanya di depanya saja.." jawab sepupunya.


Ck.."ada ada ja kamu dek..,iya tapikan ini acara penting seumur hidup hanya sekali" ucap mita..dan kemudian di kejutkan pintu ruangannya terbuka.


"mbak..."


"amira...,iii bumil..." ucap mita senang melihat amira menghampirinya.


"Tuan Muda.." sapa mita yang di angguki andreu saja.


"hubby aku mau mengobrol sebentar ya sama mbak mita.." ucap amira karena suaminya selalu tidak membiarkan dia sendiri berjalan,andreu sangat posesif parah semenjak amira hamil.


"Hmm.Baiklah tapi jangan kemana mana setelah itu,aku akan menemui keluarga kita yang ada disini." ucap andreu memberitahu istrinya,yang di angguki istrinya.


"Iya daddy baby.." sahut amira dengan suara bayi..


"Anak daddy jangan nakal ya.." ucap andreu menyahuti ucapan istrinya.


Cup...tampa rasa malunya andreu lansung mencium bibir istrinya dan ********** sebentar,mita yang melihat itu lansung mengalihkan pandangannya begitu juga Tim mek up yang ada disana,setelah selesai andreu kemudian keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Ami...,Gila Tuan muda apa setiap hari seperti ini.??" tanya mita yang sudah menyuruh amira duduk,dengan rasa malunya amira mengangguk kepalanya seketika itu mita tertawa kecil.


"Tapi mbak senang batu es itu mencair setelah kehadiran kamu ami.." sambung mita lagi.


" Iya mbak,semenjak aku hamil dia sangat posesif sekali mbak kemana mana saja harus sama dia." ungkap amira kepada mita.


"Nggak apa apa..,itu tandanya dia sangat mencintai kamu,kamu tau Geril juga begitu sekarang karena itu mbak sering kesal karena dia.." ucap amira.


"kenapa...?" tanya amira.


"kayak sekarang masa dia ngelarang mbak berdandan ami,inikan acara pernikahan kami ya harus buat momen terindahnya,apa kata orang aku nggak dandan.." ucap mita mengungkapkan kekesalanya sedikit oada tunangannya.


Hihi..."suamiku juga mbak..nih lihat aku aja nggak dandan, tapi mbak kan tau Geril memang posesif dan pemaksa,


jangan dengarin katanya mbak dandan aja yang cantik biar dia nggak pangling lihat mbak.."jawab amira dengan tertawa kecil.


"Iya juga sih..,"ucap mita,sedangkan amira perlahan mengambil tangan mita.


"Mbak...selamat ya sebentar lagi mbak akan menikah dengan pria yang mbak cintai,semoga pernikahan kalian langgeng selamanya,maaf sebelumnya jika aku pernah melukai hati mbak karena mbak kan tau dulu..maaf ya mbak." ucap amira membuat mita tersenyum.


"Ami kamu tidak perlu merasa tidak enak sama mbak,jodoh dan pendamping hidup Tuhan yang sudah mengaturnya bagaimana pun mbak memaksa jika Tuhan saja tidak berkehendak tidak ada gunanya kan..sekarang mbak bahagia di balik semua pengorbanan mbak kita semua jadi bahagia." mita memeluk tubuh amira.


"Emm..,iya mbak.." jawab amira kemudian mereka melepaskan pelukan.


" Oh ya ami..kandungan kamu udah berapa bulan?" tanya mita menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua.


"sudah mau memasuki empat bulan mbak.." jawab amira sambil memegang perutnya sudah sedikit buncit.


"mau empat bulan,ih tokcer benar Tuan muda ami..??" Goda mita kepada amira.


"kini Giliran mbak siap siap aja nanti malam nggak tidur..." amira balik menggoda mita,membuat mita lansung menegang dan terdiam.


Hahahaha....


tawa amira pecah seketika itu melihat wajah mita berubah merah dan tegang.


"Benaran mbak..,siap siap aja nanti malam di serang harimau buas..." Goda amira lagi..


"Amii mbak mau nanya.." bisik mita malu malu.

__ADS_1


"apa mbak??" tanya amira,mita menyuruh amira lebih dekat.


"Gimana rasanya saat pertama kali kamu,sakit nggak,jujur mbak kepikiran habis dengar kamu sama dari orang katanya sakit banget..mbak jadi nyilu dengarnya." Mendengar itu amira tersenyum kearah mita.


"Waktu pertama buka itu memang sakit banget mbak aku aja sampai nangis,tapi kemudian nggak kok malah bikin ketagihan.." ucap amira lurus membuat mita yang mendengar itu lansung melototkan matanya.


"benaran mbak..nanti mbak akan ngerasaainnya,aku aja sampai hampir pinsan saat malam pertama karena suamiku." ucapan amira membuat mita benar benar bertambah terkejut dan di bawahnya lansung berdenyut.


"Tapi kan sakitnya itu hanya semantara nanti kalau udah sering sering nggak bakalan lagi kok mbak malah bikin mbak ketagihan apalagi suami" sambung amira lagi. mita menelan ludahnya dengan kasar..


"Ami yang mbak pikirkan ini,kamu hampir pinsan jadi sebesar apa batangnya itu..ii mbak jadi ngerik ami dengarnya,dan nggak kebayang punya suami mbak nanti..." ucap mita ketakutan mengingat akan malam pertamannya sebentar lagi.


"Yang pastinya kalau di bayangin secara logika nggak bakalan masuk saking besarnya,tapi kenyataannya bisa..hehehe jujur ya mbak awalnya aku kesakitan maunya udahan tapi kemudian perlahan sakitnya hilang malah bikin ketagihan.." ucap amira sengaja untuk tidak membuat mita ketakutan membayangkan malam pertamanya.


"mbak benar benar nyiluk ami.. Trus gimana mulainya kamu kan udah pengelaman masalah ini.." ucap mita ingin tau.


"Nggak gimana nanti ikutin naluri aja mbak sama suami mbak nantinya..,nggak usah takut mbak..ini sudah kodrat kita memberikannya kepada suami kita.." ucap amira lagi.


"Iya sih ami...,makasih ya ami mau bagi pengalaman kamu." ucap mita


"Sama sama mbak,semoga cepat ngisi setelah ini biar ada kawanin anak aku." jawab amira.


"Amin ami..." ucap mita.


"Krek..."


"Ami..." sapa mamanya mita yang saat itu masuk menemui mereka.


"Tante..." sapa amira juga yang menerima pelukan dari mamanya mita.


"Kamu apa kabar nak?,sudah lama tidak melihat kamu...,tunggu... Kamu udah hamil nak.. " ucap mamanya mita lalu menengok keperut amira sudah terlihat membuncit sedikit.


"Kabar ami baik Tante,iya sekarang ami sudah hamil,baru menginjak empat bulan." jawab amira menjelaskan kehamilan..


"Tante senang dengarnya nak, sehat sehat ya nak sampai lahiran nanti..hay cucu nenek..sehat disana sama mamanya.." ucap mamanya mita kemudian mengusap pelan perut amira. Bersamaan dengan itu mama Geril juga datang keruangan mita dan lansung menyapa amira dan juga menanyakan menantunya apakah sudah siap. Mereka semua mengobrol bersama.amira juga banyak mendapatkan doa dari mereka semua atas kehamilannya.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2