Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
134


__ADS_3

Pagi ini di meja makan semua keluarga Gilbert sudah berkumpul disana untuk sarapan bersama.


"Bibik dimana buah manggaku?" tanya amira saat itu melihat di meja makan tidak menemukan irisan buah mangganya.


"Ini Nona Buah mangganya bibik baru selesai mengirisnya." ucap Bik suti meletakan piring berisikan buah mangga di depan amira yang saat itu lansung senang karena buah yang dia inginkan ada.


"Honey tidak bisakah satu hari saja tidak memakannya.." tanya andreu.


"Tidak.ini sangat enak hubby, emm enaknya.." ucap amira membuat mereka semua ngerik melihat amira pagi pagi sudah memakan buah mangga asam itu.


"Jangan banyak banyak honey,makan ini dulu" ucap andreu lalu menyuap istrinya makanan.


"Ah kalian tidak tau tempat bermesraan" gerutu maora membuat amira tersenyum.


"Ra itu yang di samping kamu, kalau kamu mau" ucap amira membalas Godaan maora membuat maora melirik kearah nathan lalu kembali melihat kearah amira.


"Harimau kutub" celetuk maora membuat nathan melihat kearah maora.


"Segera selesaikan makan kalian setelah itu baru kita bicara" ucap Daddy jhon membuat mereka lansung memakan sarapan mereka, Sepuluh menit kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka lalu berpindah menuju ruangan tamu.


"Nathan saya ingin bertanya dengan kamu,apa kamu yakin mau menikahi putri saya.?" tanya Tuan Jhon.


"Saya sangat yakin Tuan,sangat sangat mencintai putri anda." jawab nathan tegas.


"Apa kau bisa berjanji dengan saya membuat anak saya bahagia.?" tanya Tuan Jhon lagi.


"Saya tidak mau berjanji dengan anda dan Tuan muda tapi saya akan memastikan akan membahagiakan Nona maora seumur hidup dan hanya dia wanita saya cintai seumur hidup saya." ucap nathan jelas lagi.


"Baiklah kami akan mempercayakan itu,


saya menyetujui pernikahan kalian,saya mau kalian segera melansungkan pernikahan ini. Saya tidak mau kalian tidur bersama terus semantara kalian belum menikah." jelas Tuan jhon membuat nathan menegang karena ketauan mereka berdua sering tidur bersama meskipun tidak melakukan hal yang lebih dari ciuman,seperti samalam maora menyelinap kekamar yang nathan tempati .untuk ciuman mereka selalu melakukannya, maora dia juga terkejut mendengar daddynya mengetahui mengenai mereka sering tidur bersama ahkir ahkir ini. Maora melirik kearah kakak nya,pasti ini ulah kakaknya yang mengadu ke daddy mereka.sedangkan andreu yang mengetahui adiknya menuduhnya,dia hanya bersikap biasa biasa saja.


"Minggu depan pernikahan kalian akan di laksanakan" ucap Andreu ikut bicara.


"Apa tidak terlalu cepat And..?" tanya mommy kurang setuju rencana pernikahan putrinya di percepat.


"Tidak mommy,kalau kita menundanya terlalu lama putri mommy bisa cebol duluan sebelum menikah" ucap andreu membuat nathan saat itu menelan air ludahnya secara kasar mendengar ucapan andreu yang lansung menyinggungnya.


"Bagaimana Nath?" tanya andreu yang mengejutkan nathan.


"Saya setuju Tuan muda." ucap nathan tidak membantah malahan senang.

__ADS_1


"mengenai semua persiapannya kami akan mengurusnya kalian berdua tinggal mengikutinya saja" ucap andreu.


"Tapi apa aku boleh memilih Gaun ku sendiri?" tanya maora.


"kau pikir calon suamimu mau mengijinkan kau memakai Gaun seperti dalam pikiran mu itu?" sentak Andreu membuat maora cemberut,kakaknya selalu saja tau apa yang di dalam pikirannya.


"Tapi kak...mommy...?" ucap maora lalu meminta kepada mommynya untuk membujuk kakaknya.


"Apa yang bisa mommy lakukan, kita di kelilingi manusia kutub dan posesif." ucap mommy yang membuat daddy menatap istrinya.


"Apa Dadd?,apa mommy salah bicara? Tidak kan..?mulai dari daddy,Andreu sekarang menantu laki laki kita." ucap mommy lagi.


"ikuti saja,atau tidak menikah sama sekali" ucap andreu tampa menghiraukan kekesalan maora.


"Apa yang kakak kamu katakan benar mao..Nathan daddy sudah membicarakan ini dengan Andreu setelah pernikahan kalian, kau kembalilah memimpin perusahaan lagi,aku memberikan perusahaan Di negara B menjadi milik klian berdua " ucap daddy jhon menjelaskan kepada calon menantunya, mendengar itu nathan lansung terkejut.


"Tapi Tuan.." ucap nathan merasa tidak enak dengan calon mertuanya.


"Daddy,pangil aku daddy.maora putriku.


sebagian harta ku miliknya jadi kau sebagai suaminya nanti,kaulah yang akan kami percayakan menjalankan bisnis itu bersama dengan maora.kami percaya kau akan membahagiakan anak ku." sambung daddy jhon memberitahu nathan.


"jika tidak ada lagi yang di bicarakan aku mau berangkat kekantor dadd" ucap andrue mengalihkan pembicaraan santay daddynya.


"Iya pergilah,apa menantu juga akan ikut?" ucap Daddy lalu menanyakan amira.


Hehehe " iya Dadd,ami ikut kekantor.." ucap Amira tersenyum.


"And jangan terlalu sering" ucap daddy yang mengetahui jika sebenarnya bukan anaknya yang menginginkan itu sering di lakukan tapi menantunya.


"Aku Tau dadd,kami berangkat." ucap andreu kemudian amira berjalan kearah mommy.


"Jangan kelelahan ya sayang,jaga cucu mommy" ucap mommy memeluk tubuh menantunya dan kemudian mengelus perut amira. "Iya mommy" ucap amira lalu kembali mendekati suaminya. Setelah itu mereka lansung pergi menuju kantor Andreu.


"momm,apa maksud ucapan daddy?,


kakak sering melakukan apa?"Tanya maora Membuat mommy tersenyum gelik lalu melirik kearah suaminya.


"kakak ipar kamu ngidamnya bukan sering meminta makanan atau pun lainnya tapi dia juga menginginkan bermain setiap saat dengan kakak mu"


Huk...huk..huk..

__ADS_1


Mendengar penjelasan mommy tarisa nathan lansung tersedak minumannya, yang lansung di bantu maora mengeluskan belakang nathan.


"Bermain?,bermain bagaimana maksud mommy?" ucap maora benar tidak mengetahui maksud ucapan mommynya membuat nathan tersenyum.


"Kamu akan tau nanti sayang, ayok ma.." ucap daddy jhon lalu meninggalkan ruangan itu dimana maora yang masih belum menemukan jawaban yang dia inginkan dari mommynya.setelah mommy dan daddy menuju kamar mereka saat itu juga nathan lansung tertawa kecil tidak bisa lagi menahan kegeliannya.


"kenapa kamu tertawa nath?, memangnya ada yang lucu?" tanya maora membuat Nathan semakin gemas melihat kekasihnya.


"Kau ini pura pura tidak tau,atau serius tidak tau hm?" tanya nathan memegang dagu maora.


"Benar nath aku tidak tau apa maksud ucapan mommy,memangnya kamu tau?" tanya maora lagi,nathan bukannya menjawab dia malah menatap lekat wajah maora.


"Nathan..." panggil maora kesal.., nathan perlahan membelai rambut panjang kekasihnya.


"kamu mau ingin tau apa itu?" ucap nathan yang lansung di angguki maora.


"permainan itu,artinya berhubungan intim" ucap nathan membuat maora melototkan matanya.


"A..apa!!,itu kah maksudnya?" tanya maora kurang yakin namun seketika itu natham lansung menganggukan kepalanya.


"Benar itu artinya,aku tidak berbohong" ucap nathan membuat maora terdiam.


"Aku tidak percaya Glory seperti itu?" ucap maora masih terkejut dengan ngidamnya amira.


"mungkin ini bawaan kehamilannya, memangnya kamu nggak pernah baca artikel kehamilan?,Ngidam itu bukan saja makanan tapi banyak macam bentuknya." ucap nathan membuat maora mengeryitkan keningnya.


"kamu baca artikel kehamilan untuk apa??" tanya maora menyelidik,nathan lansung tersadar.


"Baca saja,biar tau bagaimana seorang wanita itu sangat sulit perjuangannya menjadi seorang ibu,biar menyadarkan kita supaya lebih menghormati mereka yang sudah berjuang melahirkan kita kedunia.." ucap nathan serius,maora terdiam mencerna ucapa nathan, apa yang nathan katakan adalah benar.


"kamu benar nath..,aku nggak kebayang nanti aku hamil gimana?" ucap maora,


dengan perlahan nathan menarik maora dalam pelukannya.


"Pasti aku akan bahagia saat itu tiba maora,aku akan menjaga kamu dan anak kita, akan mengurus kalian sepenuh hatiku" ucap nathan mencium pucuk kepala maora.


"Iya nath.." ucap maora membalas pelukan nathan.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2