
semua anak buahnya telah berpencar mencari keberadaan wanita itu, menelusuri seluruh tempat di pulau tersebut.Seperti sebelumnya,ternyata wanita yang menjadi tawanan Tuan bertopeng itu adalah amira istri dari Andreu.
belum tau apa tujuannya membawa amira kepulau yang sangat jauh dari kota B itu bahkan disana tidak memiliki akses sinyal internet maupun biasa.
kembali kesebelumnya, saat semua penjaga yang berjaga di depan kamar tempat amira di sekap sedang terlelap tidur pada waktu subuh itu, Amira perlahan membukakan pintunya dan pelan pelan berjalan mencari jalan untuk keluar dari sana,amira yang tengah berjalan tiba-tiba tidak sengaja masuk kesebuah gudang penuh dengan senjata dan obat obatan.karena takut ketahuan amira ingin keluar lagi, tampa sadar dia menekan sebuah tombol kecil di dinding gudang tersebut,perlahan dinding itu berubah menjadi sebuah pintu yang menuju lorong gelap.
Tampa berpikir lagi,dengan cepat amira masuk kedalam lorong yang gelap itu terus berjalan dengan melihat keadaan kiri kanannya,tampa amira ketahui juga ternyata lorong tersebut membawanya menuju kearah hutan yang sangat lebat. Awalnya amira ragu masuk kedalam hutan itu tetapi kemudian dia bertekat akan pergi,berharap suaminya segera menemukan keberadaannya. Hampir satu setengah Jam amira menelusuri jalan dalam hutan tersebut tetapi belum juga menemukan tanda-tanda bisa keluar dari hutang tersebut.
tampa memikirkan apakah akan ada binatang buas menyerangnya amira terus melangkahkan kakinya.
Aukh..."perutku..,sayang mammy baik baik ya di dalam sana bantu mammy untuk kuat,supaya kita bisa pergi dari sini oke." amira meringis kesakitan mungkin karena dia sudah berjalan terlalu lama,apalagi saat ini dia dalam keadaan hamil buah cintanya dengan andreu suaminya.amira perlahan mengusap perutnya dengan lembut supaya bisa mengurangi rasa sakitnya.setelah merasa nyaman, amira kembali melanjutkan perjalanannya takut anak buah orang misterius itu mengetahui keberadaannya.
Satu jam kemudian Sampailah amira di tepian pantai,dia melihat kearah lautan dari jarak yang sangat jauh ada sebuah pulau lagi berada disana,jika berenang lumayan mamakan waktu ataupun entah dia bisa selamat atau tidak sampai kesana.
Amira merasa tidak memiliki pilihan lain selain berenang untuk bisa kesana,dia bertekat ingin segera keluar dari pulau itui,hatinya juga mengatakan jika pulau yang ada di depannya ada orang yang akan membantu menyelamatan dirinya. Amira lansung mencembur diri kedalam air mulai berenang tampa memikirkan resiko yang akan di alaminya.
amira terus berenang dengan semangatnya sesekali dia bicara dengan kandungannya.
Semantara di sisi lain seorang pria tengah berada di dalam perahunya di tengah laut lepas untuk melakukan aktivitasnya yaitu memancing ikan sekaligus melihat situasi sekitarnya dengan Jarak lumayan jauh dari pulau yang dia tempati.awalnya dia serius dengan pancingannya tetapi kemudian matanya menangkap sesuatu yang aneh dari jarak yang sangat jauh,kemudian dia mengambil teropongnya lalu mengarahkan ketempat yang dia lihat tadi untuk memastikan apa yang dia lihat disana.
dia memfokuskan pengelihatannya, ternyata sepertinya ada seseorang tengah berusaha berenang melawan arus air laut.awalnya pria itu tidak ingin menyelamatkan orang itu karena orang itu berada dalam kawasan milik Musuh Tuannya,tapi hatinya entah kenapa ingin sekali menyelamatkan orang itu,setelah lama berpikir pria itu mulai mendayung perahunya dengan cepat menuju orang yang masih berusaha berenang itu.
sampailah dia di perbatasan pulau tersebut,demi tidak melanggar aturan perbatasan,pria itu turun dari perahunya lalu menyelam mendekat kearah orang yang akan dia tolong dengan semakin dekat jaraknya, kelihatan orang itu sudah melemah tubuhnya karena lemas.
Hup..
Pria itu menangkap tubuh orang itu ternyata dia adalah wanita ,lalu membawanya menuju perahunya,dia belum melihat wajah wanita itu karena tertutup oleh rambut panjangnya.
perlahan pria itu mengangkat wanita itu membawanya kedalam perahu.
ketika sudah diatas perahu dia melihat kearah wajah wanita itu, pria itu lansung terkejut luar biasa.
Deg...
"Nyonya muda,Bagaimana anda bisa disini,apa yang terjadi?,Ya Tuhan aku harus segera menyelamatkan Nyonya."
__ADS_1
dengan cepat pria itu mendayung perahunya untuk segera meninggalkan perbatasan musuh.
dalam benaknya sudah berpikir pasti nyonya mudanya sudah di culik dan di bawa musuh Tuannya kepulau itu.
"Tolong selamatkan aku" ucap amira yang lemah.
"Tenang saja nyonya anda aman sekarang bersama saya" jawab Nathan sambil mendayungkan perahunya.
beruntung dia tadi bertekat ingin menyelamatkan orang itu yang ternyata adalah Nonya mudanya.
pria itu adalah Nathan yang di beri hukuman oleh andreu tinggal di pulau terpencil miliknya dengan sebuah misi dari Tuannya.
sampai hari ini aku masih tidak mengerti mengapa Tuan muda menyuruhku mengawasi pulau itu,dan sekarang menjadi pertanyaanku bagaimana nyonya bisa berada di wilayah itu,apa yang sebenarnya terjadi,ada apa di pulau itu?
Guman Nathan dalam hatinya yang banyak dengan pertanyaan.
Hampir dua jam mendayung ahkirnya Nathan sampai di tepian pulau yang menjadi tempat tinggalnya dengan sebuah rumah kayu yang sangat besar dan bagus pemandangannya.
Tampa menunggu lagi Nathan lansung menggendong amira masuk kedalam rumah lalu mencari minyak kayu putih untuk bisa menyadarkan Nyonyanya yang pinsan saat perjalanan menuju kepulau tersebut.
"Nyonya..." panggil Nathan dengan pelan.
"Nyonya.." nathan kembali memanggil amira namun belum juga ada reaksi amira untuk sadar,membuat nathan kebingungan dan panik,kemudian dia mengambil sebuah kain tebal yang akan di jadikan alas tangannya untuk menekan dada amira untuk membuatnya sadar.
"Maafkan kelancangan saya nyonya tapi ini demi menyelamatkan nyawa anda."ucap Nathan kemudian memulai menekan dada amira supaya air yang masuk kedalam rongga mulut amira bisa keluar.lima menit kemudian amira lansung terbatuk dan sadar dari pinsannya.
Huk...huk...huek..huek..
"Syukurlah ahkirnya anda sadar" Ucap Nathan senang melihat amira sadar dari pinsannya.
"selamatkan anakku,
selamatkan..an..anakku."
mendengar ucapan amira membuat Nathan kembali terkejut mungkinkah istri Tuannya sedang hamil sekarang,
__ADS_1
jika memang benar berarti dia harus benar-benar menyelamatan nyonyanya.
"Nyonya buka mata anda,ini saya Nathan,saya akan menyelamatkan anda.." ucap nathan menyuruh amira membuka matanya melihat dimana dia sekarang.
amira yang masih sangat lemah perlahan membukakan matanya melihat kearah laki laki yang menyelamatkan dia,ketika dia sudah jelas melihat wajah Nathan amira lansung menangis..
Hiks...hiks..hiks...
"Selamatkan anak ku Tuan,perutku sakit sekali.." ucap amira lemah meringis perutnya kembali sakit.
melihat itu nathan sangat kebingungan lagi,dia tidak tau apa yang harus dia lakukan,kemudian dia bangun mencari apa yang bisa membantu agar perut nyonyanya tidak sakit lagi.Dengan apa yang dia tau,nathan mengambil air hangat yang sudah dia isikan kedalam botol dan juga segelas air minum lalu membawanya kearah amira,sampai disana nathan membantu amira untuk duduk bersandar.
"Minumlah nyonya supaya anda lebih bertenaga." amira mengikuti apa yang nathan suruh lalu meneguk air minum tersebut sampai habis kemudian nathan kembali menyodorkan sebotol minuman berisikan air hangat.
"Ini letaklah di samping perut anda nyonya,semoga membantu menghilangkan rasa sakitnya,nyonya sudah terlalu lama berada di dalam air yang menyebabkan anda kedinginan." mendengar itu amira mengangguk pelan lalu mengikuti apa yang nathan suruh dia lakukan.
"Terimakasih.." ucap amira kembali berderai air matanya bahagia karena sudah berada di tempat yang aman di temukan anak buah dari suaminya.
"Tidak perlu berterimakasih nyonya,
karena saya juga hampir membuat kesalahan besar,dimana tadi saya sempat tidak ingin membantu menyelamatkan yang ternyata adalah Nyonya,saya akan membawa anda pergi dari sini jika Nyonya merasa sudah lebih baik. jangan khuatir,saya akan menyelamatkan nyonya meskipun nyawa saya jadi taruhannya.saya akan mencari pakaian yang bisa anda pakai berganti"ucap nathan meyakinkan amira untuk tidak perlu khuatir lagi,dia sudah berada di tempat yang aman untuk semantara waktu.
"Nyonya anda harus segera berganti pakaian,pakailah ini sepertinya ini milik Nyonya besar Mertua anda."
Nathan kembali dengan membawakan satu set pakaian tidur panjang kepada amira yang sepertinya sangat kebesaran di pakai amira. Nathan membantu amira bangun untuk menuju kamar milik Mertuanya.sampai disana nathan perlahan membantu amira untuk duduk diatas tempat tidur,setelah itu dia lansung meninggalkan amira untuk berganti pakaian.
Amira perlahan berjalan menuju lemari mencari sesuatu yang ingin dia cari. seperti sudah di siapkan,amira menemukan dalaman baru masih berlabel milik mertuanya untuk bisa dia pakai,meskipun tubuh amira mungil tapi dia memiliki buah dada yang tidak jauh berbeda besarnya dari mertuanya.amira lansung berganti pakaian sambil mengelus perutnya bahagia karena sekarang tidak sakit lagi dan dia bahagia sudah di selamatkan anak buah dari suaminya.
"Terimakasih nak sudah membantu mamy tetap kuat,mamy bersyukur kita berhasil selamat berkat om Nathan" ucap amira merasa senang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,jangan lupa klik tanda sukaππ,dan komentarππ yang membuat Author semangat
update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ
__ADS_1