Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
128


__ADS_3

Cerita Geril dan mita kita tinggalkan dulu ya kakak kakak,karena mereka berdua sedang menikmati bulan madu mereka dengan bahagia.


Pagi sudah menyapa Negara D,tengah malam semalam rombongan Damar sudah tiba di kediaman utama keluarga Danu pratama,yang membuat nathan kembali mengingat masa bahagianya bersama mama mereka dulu. Pagi ini mereka semua sudah berkumpul di ruangan makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum mereka menemui Tuan Danu di rumah sakit.


"sayang jangan lari lari nanti kamu jatuh sayang..." teriak Damar melihat anaknya berlarian menuju mereka.


"Daddy keysa nggak mau suster yang suapin..." rengek keysa di pangkuan Damar.


"kenapa nggak mau..?,katanya mau ketemu opa,keysa harus sarapan dulu." ucap damar memberitahu anaknya.


"keysa maunya bunda yang suapin keysa mamamnya.." ucap keysa menunjuk ke arah maora,maora tersenyum kearah keysa.


"Sini sayang,mau di suapin bunda ya..?" tanya maora yang saat itu sudah memangku keysa.


"Iya bunda." jawab keysa membuat maora sangat gemas sekali melihat keysa.


"Baiklah,makannya di habiskan ya..," ucap maora lansung di angguki keysa kemudian maora mengambil makanan yang di berikan suster kepadanya lalu mulai menyuapi keysa makan.


Aaa..hap..makanan itu lansung masuk kemulut keysa.melihat itu Damar yang lain menengok kearah moara saat itu tengah menyuapi keysa.


"Maaf maora sudah merepotkan kamu.." ucap Damar.


"Tidak apa apa kak,aku nggak keberatan sama sekali malahan aku senang kak" jawab maora.


tampa bicara lagi mereka semua sarapan bersama.nathan mengambil banyak makanan di piringnya dengan perlahan dia ingin menyuapi maora membuat maora terkejut.


"Makanlah aku akan menyuapi kamu,


kita sama sama makan..,kalau nunggu keysa selesai makan,makanan ini dingin saja." ucap nathan yang membuat maora membuka mulutnya menerima makanan yang nathan suap kemulutnya.melihat kejadian itu Damar dan Dion tersenyum karena melihat nathan begitu perhatiannya dengan calon istrinya.


"kamu juga makan nath.." ucap maora setelah selesai mengunyah makananya,


mendengar itu nathan lansung menyuapi makanan kemulutnya sendiri.


"Aaa...kakak ipar aku tidak menyangka kak Damian seromantis ini,aku bahagia harimau kutub kami sudah di taklukan." ucap Dion menggoda maora membuat wajahnya lansung memerah malu.

__ADS_1


"Diamlah kau anak kecil,makan saja makanan mu.." ucap Nathan membuat Dion kembali membuatkan Idenya untuk mengerjai nathan.


"kakak ipar,apa aku boleh meminta mu menyu.." ucapan Dion terputus.


Huk..huk..huk..


Dio tersedak makanan karena ulah nathan tiba tiba menyuapi makanan kemulutnya .


"itu kan mau kamu," ucap Nathan menajamkan matanya kearah Dion membuat Damar geleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan adiknya.


"Kak Damian sungguh terlalu,aku kan hanya bercanda kak..,kalau aku mati tersedak tadi gimana..?" kesal Dio masih merasa sesak dadanya karena tersedak makanan.


"manusia bodoh yanh bisa mati karena tersedak makanan" serkah nathan.


"Kak Damian..."


"Dion..sudah,cepat selesaikan makan mu." ucap Damar menghentikan adiknya yang ingin membuat nathan kesal lagi. Mendengar itu dion melirik kearah nathan lalu memakan kembali sarapannya. Berapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka.setelah itu mereka lansung menuju rumah sakit menemui Tuan Danu.


Setelah menempuh perjalanan berapa belas menit lalu,ahkirnya mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Tuan Danu pratama.mereka lansung menuju ruangan Tuan Danu sedang di rawat.


"Kau saja dulu,sebentar lagi aku menyusul." jawab nathan tiba tiba hatinya di penuhi keraguan untuk bertemu ayahnya,melihat itu maora mendekati nathan lalu memegang tangan nathan yang saat itu sangat dingin sekali.


"Baiklah.." ucap Damar kemudian dia masuk kedalam bersama Dion menemui ayah mereka. Sedangkan nathan masih di luar bersama maora,mereka berdua duduk terlebih dahulu.


"Ada apa nath,kamu ragu mau manemuinya..?" tanya maora kekasihnya.


"entah kenapa aku merasa sesak dan ingin marah maora. " ucap nathan jujur dengan perasaan yang dia rasakan saat ini.


"Tarik napasmu perlahan lalu buang.., lakukan tiga kali berulang" ucap maora yang lansung di ikuti nathan.


"udah tenang...?" tanya maora yang di angguki nathan.


"Nath..mungkin ini tidak akan mudah bagimu tapi kau juga tidak bisa selalu menaruh kebencian padanya,dia disana juga kesakitan karena bersalah menyakiti kamu.iklaskan dan maafkan semua kesalahan yang papa kamu lakukan pada mu,hilangkan kebencianmu padannya agar hidupmu tidak di penuhi rasa amarah dan demdam." ucap maora lalu membawa nathan kedalam pelukannya untuk memberikan ketenangan.


Di dalam ruangan,Damar dan dion mendekati papa mereka yang saat itu tengah melihat mereka dengan penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Pa.." panggil Damar.


"Dimana Damian ?" Tanya Tuan Danu lemah.


"Papa tenanglah,Damar sudah memenuhi permintaan papa untuk membawa Damian kemari,Damian masih di luar pa.., mungkin dia masih menyiapkan diri bertemu dengan papa lagi." ucap Damar menjelaskan kepada papanya, mendengar itu Tuan Danu mengeluarkan air matanya menangis terharu karena tau anaknya yang sudah lama menghilang karena dirinya dulu mau menemuinya.


Krek..pintu terbuka terlihat maora muncul lalu perlahan nathan muncul di belakang maora dan mereka berjalan mendekati Tuan Danu yang saat itu melihat kearah mereka berdua dengan penuh kebahagiaan dan banyak pertanyaan karena melihat wanita bersama nathan.


"kau bicaralah dengan papa,kami akan keluar.." ucap Damar.


"Tidak perlu.kalian tetap disini karena ada sesuatu yang akan aku katakan nanti." ucap nathan dengan wajahnya tidak menampilkan senyuman sama sekali.mendengar itu Damar mengikuti kemauan Nathan.Tuan Danu mencoba ingin bangun dengan cepat Damar dan dion membantu papa mereka untuk sedikit duduk.dengan berderai air matanya,Tuan Danu terus melihat kearah nathan.


"Damian..ini kah kamu..?" ucap Tuan danu pertanya kepada nathan,melihat nathan tidak menjawab maora menyentuh tangan nathan untuk segera menjawab ucapan ayahnya.


"Iya" jawab nathan tapi matanya tidak mau melihat kearah Tuan Danu.


"Terimakasih kau masih hidup nak,


terimakasih kau mau menemui aku yang membuatmu pergi." ucap Tuan Danu sedih,mendengar itu nathan bingung mau menjawab apa karena hatinya merasa sakit mengingat kejadian yang dulu. Perlahan dia mengontrolkan emosinya.


"cepatlah sembuh,saya tidak mau menjadi alasan yang membuat anda sakit seperti ini,saya kemari bukan saya ingin kembali tapi karena saya memenuhi permintaan calon istri saya,


jika anda bertanya saya memaafkan anda,iya saya sudah memaafkan anda tapi untuk menjalin hubungan ini kembali baik mungkin tidak mudah karena hati saya masih sakit mengingat anda yang tega menuduh saya membunuh mama saya sendiri. Saya juga ingin mengatakan jika saya akan segera menikah dan wanita di sebelah saya ini,


dia adalah calon istri saya. " ucap Nathan membuat Tuan sedih dan juga senang mendengar anaknya akan menikah.


"Om perkenalkan nama Saya Maora Gilbert Edizon,saya calon istrinya nathan." ucap maora ramah mendekati Tuan Danu,perlahan tangan Tuan Danu terangkat mengelus kepala Naira.


"Terimakasih nak sudah membujuknya mau menemuiku,terimakasih karena keluarga mu yang sudah memberikan kehidupan yang sangat bahagia untuk anak ku." ucap Tuan Danu tersenyum dengan air matanya berderai.


"Om tidak perlu meminta maaf, ini sudah tugasku yang akan menjadi istrinya,aku ingin meminta pengertian dari kalian untuk memberikan waktu kepada nathan,karena ini semua sangatlah tidak mudah bagi nathan untuk menerimanya dengan cepat. Kita akan menjadi sebuah keluarga,aku tidak ingin masih ada masalah menyelimuti dalam keluarga kita. Om cepatlah sehat biar bisa menghadiri acara pernikahan kami nanti karena aku sebagai calon menantu om sangat berharap om hadir di pernikahan kami." ucap maora membuat Tuan Danu merasa sangat terharu bahagia karena nathan di pertemukan dengan wanita yang sangat baik dan pengertian seperti maora,membuat dia kembali mengingat alm menantunya dulu yang sama menyuruh Damar mau memaafkannya.


*******************************


hay kakak semua sambil menunggu lanjutan episode novel ini,jangan lupa mampir juga di novel ku ini. Ceritanya juga menarikπŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1



__ADS_2