Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
104


__ADS_3

Dio dan Elisa sedang dalam perjalanan menuju toko buah terlebih dahulu,


setelah itu barulah mereka mencari makanan.berapa menit kemudian sampailah mereka di toko buah buahan.


"Permisi ibu buah mangga mudanya ada nggak bu?" tanya Elisa kepada penjual buah itu.


"Ada mbak kebetulan baru saja datang, mbak Ngidam ya..??" tanya ibu itu yang membuat Dio dan Elisa saling pandang.


"Bukan saya yang ngidam buu tapi teman saya,dia lagi pengen makan buah mangga muda" jawab Elisa.


"Kirain Mbaknya.,,ini saya lebihkan buahnya,semoga kehamilan temannya di berikan kesehatan dan di lancarkan persalinannya." ucap ibu itu memberikan buah mangganya ke Elisa,


"Amin..,makasih ibu" jawab Elisa menyambut buah mangga itu dan ingin membayarnya namun di hentikan oleh Dio.


"Biar saya yang bayarnya.." ucap Dio kemudian memberikan uangnya kepada ibu itu.


"Ini kebanyakan Tuan" ucap ibu itu melihat Dio memberikan sekitar lima lembar uang untuk membayar buah mangganya.


"Ambil ibu saja,saya iklas" ucap Dio yang membuat ibu itu tertegun dan bahagia di berikan rejeki lebih hari ini.


"Terimakasih Tuan,saya doakan semoga istrinya Tuan bisa cepat hamil juga." ucap ibu itu yang lansung di angguki Dio.


"Terimakasih." jawab Dio.


kemudian mengajak Elisa berjalan ketoko lain untuk mencari buah jambu yang nyonya mereka pesan juga. Saat Elisa berjalan dia terus mengingat ucapan ibu itu kepada Dio tampa Elisa melihat arah jalannya kemana,Dio yang menyadari Kalau Elisa tengah melamun,


dio lansung menyadarkan Elisa agar dia tidak terjatuh.


"Eli.."


"Elisaa" panggil Dio kedua kalinya.


"Ya..,ada apa Dok..?" Tanya Elisa yang tersadar dari lamunannya.


"kamu ngapa melamun..?kalau saya nggak ada pasti kamu udah nabrak tiang depan ini" ucap Dio memberitahui Elisa.


"Nggak kok saya melamun,tadi saya hanya ada yang di pikirkan tapi lupa apa itu.?" Jawab Elisa asal,yang di tanggapi Dio dengan anggukan kepalanya, setelah itu dia lansung menyuruh elisa cepat memilihkan buah jambunya,karena barusan dia mendapatkan pesan dari Andreu,menyuruh mereka berdua segera membelinya dan membawa buah dan makanan pesanan andreu segera kerumah sakit karena amira terus merengek meminta buahnya,setelah selesai belanja Dio dan Elisa lansung kembali lagi menuju rumah sakit.


"Dok boleh saya bertanya sesuatu..?" Ucap elisa yang ingin menanyakan sesuatu kepada Dio.


"silahkan,Apa yang ingin kamu tanyakan..?" jawab Dio yang tengah serius menyetirkan mobil mereka.


"Dokter sudah punya istri?" tanya Elisa yang membuat Dio lansung tersenyum lucu karena mendengar pertanyaan dari Elisa.

__ADS_1


"menurut kamu memangnya saya seperti pria yang sudah memiliki istri?" Tanya Dio balik.


"emm,Nggak tau.bisa jadikan Dokter sembunyikan pernikahan dokter" ucap Elisa sedikit ngegas. Lagi lagi Dio hanya tersenyum yang membuat Elisa sedikit kesal.


"Saya belum menikah.kekasih saja saya belum memilikinya,bagaimana saya bisa menikah." jawab Dio sejujurnya dia memang belum memiliki kekasih maupun istri.


Dug...


Bunyi detak Jantung elisa bertedak kencang saat mendengar pengakuan Dio yang mengatakan dirinya belum memiliki kekasih maupun istri.Elisa sedikit merasa senang karena kemungkinan dia bisa memiliki kesempatan mendapatkan hati Dio.elisa tersadar saat mendengar ucapan Dio yang membuatnya terkejut.


"Kamu mau jadi istri saya?" tanya Dio serius tapi elisa hanya menanggapi ucapan Dio dengan kebingungannya.


"Dokter bilang apa tadi??" Tanya elisa agar Dio mau mengulangi ucapannya.


"Hmm sudahlah lupakan" ucap dio yang kemudian kembali pokus membawa mobilnya.semantara elisa bingung melihat sikap Dio yang lansung berubah dingin padanya,setelah itu mereka tidak lagi sama bicara sampai masuk keruangan amira.saat di dalam ruangan amira,elisa lansung menyiapkan buah buahan dan makanan yang ingin amira makan,setelah selesai elisa kemudian memberitahukan kepada andreu jika semuanya sudah siap untuk di makan.


"Ini Tuan muda Buah buahan dan makanannya sudah saya siapkan" ucap Elisa ,kemudian Andreu lansung mengambilnya lalu memberikan piring yang sudah ada irisan buah mangga muda kepada istrinya.tampa menunggu lagi amira lansung memakannya.


Emmm.."enak banget hubby.." beritahu amira jika dia nenyukai buah mangganya ,Andreu tersenyum melihat istri sangat senang karena sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Terimakasih Dokter Dio dan Dokter elisa sudah mau mencarikan buah ini untuk ku." ucap Amira tersenyum mengucapkan terimakasihnya kepada mereka berdua.


"Sama sama Nyonya." sahut mereka berdua bersamaan.


"Kalian berdua kenapa??" Tanya andreu menyelidik karena melihat Dio dan elisa tidak saling bertegur sapa sama sekali.


"Honey...kamu makannya di temanin Dokter eli sebentar ya,aku mau bicara dengan Dio, oke.." ucap Andreu memberitahu istrinya yang lansung di angguki amira.


Cuup.... Andreu mencium bibir istrinya dan ******* sebentar,membuat Dio dan elisa yang melihat lansung mengalihkan pandangan mereka.


"Pelan pelan makannya" andreu memberitahu istrinya untuk memakan buah buahnnya pelan pelan.setelah itu andreu lansung mengajak Dio keluar menuju ruangan Dio.sampai disana mereka lansung duduk.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Andreu mengenai hasil pemeriksaan ahkir istrinya tadi.


"menurut hasil pemeriksaan tadi kondisi istrimu sekarang sudah benar benar sehat,virus itu juga sudah hilang,begitu juga kandungan istrimu juga sudah sehat sekali,jadi besok pagi istri kamu sudah bisa pulang, tapi kamu harus tetap memperhatikan makanan yang dia makan" Jelas Dio yang membuat andreu merasa senang istrinya sudah bisa pulang.


"Baiklah.pasti aku akan melihat semua apa yang masuk ketubuh istriku apalagi saat ini dia tengah mengandung anakku." ucap andreu menanggapi ucapan Dio.


"Berapa bulan aku harus puasa?" tanya Andreu sebenarnya dia tidak bisa menahannya tapi demi kesehatan anaknya akan dia lakukan apa saja demi anaknya.


"tiga bulan awal kehamilan memang sangatlah rawan untuk melakukan hubungan badan,terlebih lagi istrimu kemarin hampir saja keguguran,kalau bisa tahan dulu 2 atau 3 kedepan,boleh saja melakukannya asal pelan pelan.,dan tidak sering sering tapi aku rasa kau.." jelas Dio namun lansung terputus.


"Apa!!,kau itu belum merasakannya,jika sudah kau pasti uring uringan sehari saja tidak bermain,menikah sana biar kau tau seperti apa rasanya."ucap Andreu sambil meledek Dio.

__ADS_1


"jangankan menikah kekasih saja tidak punya" celetuk Dio.


"kalau Mau ajak wanita menikah bukan begitu caranya,bodoh." Dio lansung terkejut mendengar ucapan Andreu.


"Kau..."


"Apa yang tidak bisa aku ketahui,jika kau benar benar menyukai Eli aku akan merestui kalian berdua." ucap Andreu lagi yang membuat Dio sedikit bingung.


"Apa lagi?" Tanya Andreu.


"Sepertinya Dia tidak menyukaiku And.." ucap Dio sedikit melemah.


"Jadi dokter kenapa sebodoh ini Hah..,jelas dia tidak mau menjawab pertanyaamu,kau bicara tidak lihat tempat." serkah Andreu yang melihat sahabatnya lebih bodoh darinya mengenai urusan wanita dan cinta.


"kau juga tidak romantis malah main nyosor duluan." ledek Dio kesal karena Andreu mengatainya.


"Tapi aku lansung bertanggung jawab,tidak seperti kau mau mengajak anak orang menikah seperti mengajak makan saja,sana pergi selesaikan urusanmu" ucap Andreu kemudian meninggalkan ruangan Dio kembali lagi keruangan Istrinya.sedangkan diruangan Dio,dia masih memikiran apa yang Andreu katakan padanya.


"Apa yang Andreu katakan ada benarnya,"


Haais.."Bodoh.benar bodoh" Gerutu Dio pada dirinya sendiri yang kemudian keluar dari ruangannya dan lagi lagi dia bertabrakan dengan Dokter Elisa.


Bukk..


Aukh..


Hap..,Dio lansung menangkap tubuh Elisa yang hampir terjatuh olehnya,dan membuat mereka berdua saling pandang.


"Dok.." panggil Elisa menyadarkan Dio yang kemudian melepaskan tubuh Elisa.


"maaf." yang lansung diangguki Elisa.


"Emm..,nanti malam ikut saya." ucap Dio ingin mengajak Elisa keluar.


"Kemana?" tanya elisa bingung yang membuat Dio tersenyum.


"Rahasia.nanti malam kamu akan Tau." Jawab Dio kemudian pergi meninggalkan Elisa yang masih penasaran dengan ucapan Dio.


Dokter Dio mau ngajak aku kemana ya,apa jangan - jangan...


Guman Elisa dalam hatinya.


Aaaaa....triak Elisa senang namun kemudian lansung menutup mulutnya takut terdengar yang lain lalu dia berjalan cepat menuju ruangannya.

__ADS_1



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2