
Didepan, Andreu sadar ada perserta yang hanya diam dari tadi tampa menulis apapu, membuat dia menaikan sedikit ujung bibirnya membentuk senyuman tampa sepengetahuan mereka yang ada di dalam ruangan tersebut kecuali Rendi.
Dalam hati Andreu juga bicara.
"Gadis ini ternyata cerdas juga,tapi sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya, emm bukan kah dia pelayan itu?,Menarik"
Rendi sadar tatapan Tuan mudanya mengarah ke peserta wanita mungil itu, alisnya pun terangkat sebelah dan lansung paham dengan tatapan Tuan mudanya.
"Ada apa Tuan?" Tanya Rendi yang tau maksud Tuan mudanya.
"Sepertinya ada kelinci yang tidak mudah masuk kedalam perangkap."ucap Andreu.
"Dia memang berbeda dari perserta lain Tuan muda."
Andreu tidak menjawab ucapan Rendi.
Tidak terasa waktu yang ditentukan sudah berahkir.
"Selesai,silahkan maju mulai dari perserta pertama untuk perserta nomor lima akan di alihkan paling terahkir" ucap Rendi.
Saat ini setiap peserta sedang bergantian mempresentasikan apa yang mereka catat. semuanya sama hanya saja perbedaannya ada yang bukan mencatat poin pentingnya saja malah merankungnya seperti catatan sekolah saja.tidak terasa kini giliran amira yang maju tetapi sebelum dia kedepan andreu terlebih dahulu berbicara.
"Dari tadi saya tidak melihat anda mencatat apapun,apa yang anda pikirkan,jelaskan padaku jangan memberikan sesuatu penjelasan yang berbelit kau tau resikonya"
ucap Andreu sedikit menekan dan sangat tajam tatapannya.
Mendengar itu perserta lain berbisik bisik meremehkan amira ,ada juga yang mengatakan bahwa amira bodoh dan tidak berguna menyia nyiakan kesempatan.
"Baik Tuan ,sebelumnya terimakasih untuk waktu yang di berikan.lansung saja saya jelaskan menurut suara vedio ini berbicara tentang seorang seketaris yang bermain curang dengan bosnya sehingga bosnya itu mendapatkan kekalahan dalam memenangkan tender besar sampai perusahaannya di ambang kehancuran,Tetapi coba kalian perhatikan baik baik mohon maaf saya akan balik posisi gambarnya,sebenarnya melihat ilustrasi gambar ini menunjukan bos itu sedang berbicara dengan wajah yang sumringah mengucapkan terimakasih kepada seketaris dan asisstennya atas keberhasilan mereka membantunya memenangkan Tender yang sangat besar. sekian dan terimakasih."
Jelas Amira kemudian kembali ketempat duduknya.mereka yang mendengar penjelasan amira terdiam,
sedangkan Andreu tersenyum kecil sangat puas dengan penjelasan amira.
__ADS_1
"Sekarang sesi terahkir untuk penentuan, saya ingatkan sekali lagi hanya 1 yang akan terpilih, tulis jawaban kalian untuk kerja sama tersebut." Ucap rendi.
semua perserta mengikuti apa yang di perintahkan pak Rendi,sedangkan amira lagi lagi tidak mengikuti arahan yang di berikan pak Rendi.
"Setelah mendengar semua penjelasan dari perserta lain jawabannya sama tidak jauh berbeda,untuk nona amira bisa jelaskan apa jawaban anda?" Ucap Rendi bertanya.
"Yang pasti Disini seketaris Atau asissten direktur seharusnya lebih teliti saat menerima berkas kerjasama yang di ajukan rekan bisnis,sebelum berkas tersebut di berikan kepada atasan kita,terlebih dahulu di pantau,di baca dengan teliti dan juga di pelajari dalam setiap arti kata, sebuah laporan bisa dimanipulasi dengan tulisan yang sangat rapi tetapi mengandung sebuah arti dan tujuan lain.tidak semua Atasan akan melihat kerja sama yang di ajukan di pelajari terlebih dahulu karena merasa sudah percaya sepenuhnya pada seketaris dan asisstennya." Jawab amira dengan jelas.
Semua yang mendengar penjelasan amira, hanya terdiam dan bertanya kenapa jawaban amira selalu berbeda dengan mereka.sedangkan Andreu sangat puas dengan jawaban amira dan lansung memantapkan diri pilihannya tidak akan salah.
"semua tahap tes hari ini sudah selesai, sekarang kita akan mendengar keputusan dari Tuan muda siapa yang akan layak menempatkan posisi seketaris nanti,untuk peserta yang tidak lolos Tuan muda bermurah hati memberikan kompensasi untuk waktu kalian masing masing sebanyak Rp.5.000.000.00 yang akan lansung di kirim kerekening masing masing peserta.
silahkan Tuan muda." Ucap r
Rendi.
"Sebelum mengikuti tahap ini saya juga memantau kalian di tahap sebelumnya
,keputusan saya ambil sesuai dengan kelayakan,kecerdasan,juga kejelian peserta.jadi saya putuskan yang layak menjadi seketaris saya nona Glorya Amira Putri." ucap Andreu tegas yang masih mengarahkan pandangannya kearah amira.sedangkan amira mematung merasa tidak percaya dia akan di terima kerja di perusahaan ini.
mereka lain sudah keluar dari ruangan tersebut,sedangkan sekarang yang ada di ruangan itu tinggallah amira,Andreu dan juga Rendi.
"Selamat bergabung di perusahaan ini Nona,silahkan anda tandatangani surat ini." ucap Rendi sambil menyodorkan surat perjanjian kerja.
"Te..terimakasih Tuan" ucap amira sedikit gugup sambil mengambil surat tersebut lalu membuka dan membacanya. semua terlihat wajar namun poin terahkir membuat kening Amira mengkerut.Denda sebanyak 1 M jika berhenti secara mendadak,Atau tampa alasan.dan juga ada poin yang isinya mengurus keperluan pribadi tuan muda.
"bisa saya bertanya sesuatu tuan?" tanya Amira.
"Silahkan." Jawab Andreu.
"Maksud mengurus keperluan pribadi Tuan itu gimana?" tanya amira.
"simpan jauh jauh pikiran kotormu,
__ADS_1
keperluan pribadiku cukup kau bersihkan Apartemenku,pakaian kotorku kau cukup antar ke laundry dan siapkan aku sarapan pagi.Aku tidak suka orang lain mengurus Apartemenku apalagi barang milikku.Anggap saja kau mengganti pekerjaan Rendi selama ini." Ucap Andreu jelas.
"Iya Nona,benar apa yang Tuan muda katakan.Mulai besok nona sudah mulai bekerja juga harus segera pindah keApartemen yang sudah disediakan." ucap rendi.
"Baiklah Tuan." Ucap Amira.
"Apa ada yang ingin anda tanyakan lagi nona,jika tidak ada silahkan ada kembali dan ingat jangan sampai anda telat besok pagi." Ucap rendi.
"Tidak ada Tuan.kalau begitu saya pamit undur diri,selamat malam " Ucap Amira.
Amira yang sudah di ijinkan pulang lansung keluar berjalan menuju parkiran mobilnya, karena sekarang waktu sudah menunjukan pukul 19:45 malam.
Di rumah Anggota keluarganya sudah berkalut kenapa sampai sekarang amira belum pulang,dan juga tidak bisa di hubungi sehingga membuat abangnya yang baru tiba di rumah keluar lagi menuju parkiran menyalakan mobilnya lansung pergi mencari adiknya.karena sudah di beritahu oleh istrinya dimana alamat perusahaan tempat amira interviu kerja hari ini,marsel lansung melajukan kendaraannya kesana,hampir 25 menit baru tiba disana,sampai disana marsel lansung bertanya ke satpam yang berjaga disana.
"Permisi pak saya sedang mencari adik saya tadi siang ikut interviu kerja disini namun sampai sekarang belum kembali pak." ucap marsel menjelaskan.
"Begini pak,untuk peserta yang mengikuti interviu tadi sudah banyak yang pulang setengah jam yang lalu tetapi ada 1 orang yang masih di dalam pak karena mobilnya masih ada di parkiran,mungkin itu adik anda pak,atau nggak biar saya antar anda melihat mobilnya untuk memastikannya" ucap satpam menjelaskan juga.
"Baik pak,saya ingin melihatnya." ucap marsel yang masih panik.
"Mari pak" Ucap satpam.
Marsel berjalan mengikuti satpam yang mengantarnya keparkiran untuk memastikan itu mobil adiknya atau bukan.saat bersamaan Amira juga baru keluar dari perusahaan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.jelas apa yang di lihat itu abangnya sedang berjalan kearahnya.
"Abang,kok abang disini?" tanya amira.
"Puji tuhan adek kamu dalam keadaan baik baik saja,kamu tau bunda,ayah dan istri abang kuatir kamu belum pulang jadi abang menyusul kesini setelah istri abang memberi alamat perusahaan ini." ucap Marsel.
"Maaf ya bang,ami ngak ngasi kabar ponsel ami mati dan juga di dalam di larang memegang ponsel, ya sudah kita pulang aja nanti sampai rumah ami jelaskan." ucap amira.
"Baiklah kalau begitu,Oh ya pak terimakasih banyak ya sudah membantu saya." ucap marsel pada satpam itu.
"Sama sama pak"
__ADS_1
"kalau begitu kami pamit ya pak,selamat malam" Ucap amira begitu juga marsel.
" Baik nona" balas mereka.