
Di rumah sakit kedua orang tua Geril sedang berbicara dengan keluarga dan kerabat mereka yang barusan sudah menjenguk Geril,bersamaan dengan itu mereka di kejutkan kedatangan Mita untuk menjenguk Geril yang lansung menyapa mereka semua,tampa mereka ketahui Geril di dalam ruangan sedang mengerjapkan matanya perlahan mulai membukanya,masih dengan pengelihatan yang sedikit buram Geril memutarkan bola matanya kekiri dan kekanan untuk melihat dimana dia berada saat ini,berapa detik kemudian dia baru menyadari jika dia saat ini sedang berada di ruang perawatan rumah sakit.
siapa yang sudah menyelamatkan aku.
Geril bertanya dalam hatinya siapa yang sudah menolong dan menyelamatkan dirinya.
Terdengar Suara pintu ruangannya terbuka,mita perlahan masuk dengan menutup kembali pintu ruangan itu,dia belum menyadari Geril yang saat itu melihat kearahnya.ketika sudah membalikan tubuhnya berjalan menuju kearah ranjang Geril sedang terbaring mita lansung terkejut melihat Geril sudah sadar.
"Ge..Geril...,Kau sudah sadar..puji Tuhan,sebentar aku memberitahui orangtuamu dan dokter oke." ucap mita saat itu sangat terkejut dan senang melihat Geril sudah sadar,dia lansung ingin kembali keluar untuk memberitahui orangtua Geril namun tangannya lansung di tahan oleh Geril.
"Tidak usah bicara dulu kondisimu masih lemah,sebantar aku beritahu orangtuamu dulu dan dokter oke." ucap mita lagi,kemudian pelan melepaskan tangan Geril dari lengannya dan lansung keluar,sampai disana mita lansung menghampiri kedua orangtua Geril, melihat mita yang sedikit tergesa gesa Nyonya Cantika lansung bertanya dengan mita.
"Ada apa nak?" Tanya mama Geril.
"Tuan,Nyonya Tuan Geril sudah sadar" ucap mita membuat mereka berdua terkejut lansung masuk keruangan Geril untuk memastikan Ucapan mita,semantara mita setelah itu lansung pergi memanggil dokter untuk segera memeriksa Geril yang sudah sadar.dia juga tidak lupa mengabari Bosnya yang juga Sahabat Geril memberitahukan jika Geril sudah sadar,mendengar kabar itu Nathan lansung senang kemudian berpesan kepada mita untuk memberitahu Geril setelah menyelesaikan pekerjaannya dia akan kesana.Sesudah menelpon Bosnya Mita kembali menuju ruangan Geril,dia juga ingin mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Geril.sedangkan di ruangan Geril sebelumnya orangtua Geril lansung menghampiri Geril dengan rasa bahagia melihat anaknya sudah sadar.
"Son,Puji Tuhan kamu sudah sadar" ucap mama Geril bahagia anak sudah sadar,Geril hanya tersenyum kecil sambil mengangguk menanggapi ucapan mamanya.
"Jangan bergerak dulu son nanti lukanya terbuka" ucap Papa Johan,
Geril hanya mengangguk setuju ucapan orangtuanya.
Tidak lama kemudian dokter dan suster masuk kedalam ruangan itu dengan tersenyum lalu menyapa kedua orangtua Geril.
"Tuan,saya periksa dulu."
"Silahkan dokter.." jawab Tuan Eden.
Dokter itu lansung memeriksa semua tubuh Geril sambil menyuruh susternya mencatat semua yang dia periksa tadi di bagian tubuh Geril.
"Bagaimana Dok?" tanya Tuan Eden mengenai kondisi anaknya.
"Ini sungguh luar biasa Tuan,anak Tuan cepat sadar dari perkiraan kami melihat kondisinya saat itu yang mengalami banyak luka cukup dalam areal vitalnya,ini sungguh luar biasa,
sekarang kita tinggal menunggu pemulihannya saja, jadi sebaiknya sekarang di rawat disini saja dulu sampai berapa hari kedepan karena lukanya masih belum mengering dan agar kami bisa memantau perkembangan kesehatan anak anda Tuan" Jelas Dokter membuat kedua orangtua Geril dan mita lansung merasa lega mendengar kondisi Geril.
"Baik Dok,terimakasih Dokter,kami serahkan semuanya kepada dokter." ucap Tuan Johan.
__ADS_1
"Sama sama Tuan,Untuk makannya semantara hanya di perbolehkan makan bubur saja Tuan sampai anak Tuan benar benar sembuh,kalau begitu saya permisi" Ucap dokter kemudian berpamitan.
"Ia Dok" ucap kedua orangtua Geril.
Setelah kepergian Dokter dan suster sudah melepaskan peralatan medis yang menempel di tubuh anaknya,
Nyonya cantika lansung duduk mendekati anaknya kemudian mencium kening anaknya bersyukur masih di berikan Tuhan keselamatan kepada anaknya.
Cup...
"Cepat sehat son," Ucap mamanya,Geril hanya tersenyum kearah mamanya karena perutnya masih kuat terasa sakit.
"kamu mau apa?" Tanya mamanya lagi melihat Geril menunjuk kearah Gelas dengan segera mamanya lansung mengambil air dan membantunya minum.
setelah selesai Geril kemudian melihat kearah mita yang saat itu tengah berdiri di dekat pintu yang juga di ikuti mamanya melihat kesana.
"Oh ya kami hampir melupakan kamu nak,sini.." ucap mama Geril yang merasa tidak enak sudah melupakan mita yang juga berada disitu.
mendengar mama Geril menyuruhnya mendekat,Mita perlahan berjalan kearah mereka bertiga.
Sampai disitu Mita masih terdiam karena dia bingung mau bicara apa,
"Son karena mita ada disini kamu di temani dia dulu ya mama sama papa mau pulang sebentar,mita Ngak keberatan kan tante titip Geril sebentar?" ucap mama Geril memberitahu Geril yang lansung di angguki oleh Geril juga meminta mita menemani anaknya.
"Iya Nyonya,tidak apa apa" jawab mita dengan tersenyum.
"Ayo Pa"Ajak mama lansung menarik tangan suaminya untuk keluar,sampai di luar Tuan Eden menanyakan istrinya.
"Ma kitakan sudah pulang tadi kenapa pulang lagi..??" tanya Tuan Eden bingung.
"Papa ngak peka banget sih,ginilah kalau ngak pernah romantisin istrinya main nyosor aja,kita kekantin aja dulu nanti mama jelaskan" ucap mama cantika lalu membawa suaminya menuju kantin rumah sakit.semantara di dalam mita sedikit gugup tidak tau kenapa biasanya tidak seperti ini kalau bertemu Geril.
"Kamu kenapa??" tanya Geril melihat mita hanya diam saja dari tadi.
"Aku!,Aku ngak ada apa apa kok,emm...Cepat sembuh ya"ucap Mita mulai bicara pada Geril.
"Hmm,Terimakasih" Jawab Geril.
__ADS_1
"Berterimakasihlah nanti pada pak Nathan,dia sudah menolong kamu dan lansung membawa kamu kesini" ucap mita
"Termasuk kamu!" ucap Geril dengan tersenyum membuat wajah mita lansung bersemu merah merona.
"A..aku ngak tau kalau waktu itu sedang mencarimu,jangan bicara lagi lihat kamu kesakitan kan.." ucap mita menjelaskan dia juga menyuruh Geril tidak banyak bicara sekarang karena lukanya membuat Geril sering meringis kesakitan.
"kau cukup diam saja biar aku saja yang bicara" ucap mita kemudian mereka bicara santai yang hanya di jawab oleh Geril dengan Anggukan kepalanya.
Berapa menit kemudian suster datang mengantar makanan dan obat untuk Geril yang lansung di sambut oleh mita yang tidak lupa mengucapkan terimakasih pada suster itu,setelah itu dia mengambil mangkuk bubur yang masih panas itu.
"Makan ya biar kamu cepat pulih dan sehat lagi,aku suapi"ucap mita yang lansung di angguki oleh Geril.
mita sedang meniupkan bubur itu supaya cepat dingin,setelah dingin perlahan mita menyuap bubur itu kemulut Geril dengan serius tampa Sadar jika Geril sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Berapa menit kemudian mita baru selesai menyuap bubur kepada Geril dan juga memberinya obat.
Setelah membereskan semuanya mita kembali lagi duduk di dekat ranjang Geril kemudian dia melihat kearah jam tangannya ternyata jam sudah menunjuk pukul 7 malam
"Ada apa?" Tanya Geril pada mita karena dari tadi melihat kearah jam tangannya terus dan juga gelisah.
"Aku lupa mengabari Mama kalau aku berlalu kesini menjenguk kamu,
ponselku juga mati aku lupa membawa mengecasnya tadi." jawab mita kepada Geril.
"Pakai Ponselku saja carilah mungkin mama menyimpannya disana " Ucap Geril memberitahu Mita untuk melihat di laci dekat ranjangnya,mita lansung mencari Ponsel Milik Geril setelah menemukannya mita kemudian menghidupkannya.
"Ngak apa apa aku pinjam ponsel kamu?" Tanya mita yang di jawab Geril dengan anggukan kepalanya.
karena sudah mendapat persetujuan Geril,dia lansung menghubungi Mamanya yang lansung di jawab dari sana,benar dugaan mita Mamanya sangat kuatir lansung menanyakan keberadaanya saat ini yang juga lansung di Jawab oleh mita dan menjelaskannya kepada mamanya.
"Simpan Nomor Mama kamu di ponselku" ucap Geril Tiba tiba.
"Untuk Apa??" jawab Mita bingung, Namun Geril tidak menjawab lagi dia malah memejamkan matanya.
"Baiklah" Ucap mita kemudian menyimpan nomor Mamanya di kontak ponsel milik Geril,Geril melirik sekilas dengan tersenyum lalu kembali memejamkan matanya.
...****************...
__ADS_1
π€ππsepertinya sepertinya Geril....ππππ