
Tok..tok..
"Nyonya " Panggil nathan sambil mengetuk pintu kamar tempat amira beristirahat.
krek..pintu terbuka.
"Ada apa pak Nathan?" tanya amira yang sudah membuka pintu kamarnya.
"Nyonya ini saya bawakan Sarapan untuk anda,makanlah setelah itu Nyonya harus segera ikut saya" ucap nathan memberikan sarapan kepada amira.
"Terimakasih.Apa kita akan kembali pak nathan?,apa suami saya sudah disini?" Tanya amira beruntun.
"Maaf Nyonya Tuan muda belum datang kesini." jawab nathan membuat amira lansung terdiam.
"Kenapa kita tidak pakai perahu saja keluar dari sini" Ucap amira ingin sekali pulang kembali bertemu dengan suaminya.
"Itu tidak mungkin saya lakukan nyonya,
sangat berbahaya membawa anda menggunakan perahu apalagi jarak pulau ini menuju kota sangatlah jauh akan menempuh waktu paling cepat Tiga hari baru kita akan sampai,di luar sana musuh Tuan pasti sedang mencari keberadaan anda sekarang."
Jelas Nathan membuat amira kembali diam.
"Nyonya Tenang saja Saya yakin Tuan sedang menuju kemari mencari anda, Nyonya ada yang ingin saya sampaikan,
saya memiliki fisarat bahwa akan ada yang menyerang pulau ini jadi saya harus segera membawa Nyonya ketempat yang aman." Jelas Nathan yang di mengerti oleh amira,setelah itu amira masuk kedalam kamarnya untuk segera memakan sarapannya.Setelah sepuluh menit kemudian amira sudah menyelesaikan sarapannya,semantara nathan sibuk memindahkan keperluan amira untuk di bawanya kedalam tempat yang akan menjadi persembuyian mereka.
"Pak Nathan saya sudah selesai" ucap amira memberitahu nathan.
"Mari ikut saya."
Nathan mengajak amira menuju ruangan bawah tanah yang tidak jauh dari rumah.sampai disana Amira lansung bertanya pada nathan karena merasa penasaran dengan tempat itu.
"Tempat apa ini pak Nathan?"
"Ini tempat ruang bawah Tanah,Tapi nyonya Tenang saja anda tetap akan mendapatkan oksigen karena di ujung Timur sana saya sudah membuat saluran Udara dari hembusan angin air laut." Jelas nathan kemudian membawa masuk amira sambil dia juga merapikan semua keperluan amira.
"Nyonya beristirahatlah di sini,saya akan kembali keatas untuk menyelesaikan pekerjaan saya,tapi jika dalam dua jam saya tidak kembali berjanjilah nyonya jangan pernah keluar dari sini sampai Tuan andreu datang menjemput anda." Ucap Nathan meminta amira untuk tidak keluar dari sana.amira mendengar penjelasan Nathan lansung sedih dan ketakutan.
"kenapa pak Nathan tidak di sini saja bersama saya,saya takut pak" ucap Amira ketakutan.
__ADS_1
"Saya mohon Nyonya ini demi keselamatan nyonya dan bayi dalam kandungan nyonya,Saya akan berusaha untuk kembali tapi jika tidak ingatlah yang saya tadi katakan jangan pernah keluar dari sini atau pun mencoba membuka pintu ini,saya mohon Nyonya. Berjanjilah" Mendengar ucapan Nathan memohon padanya demi melindunginya, amira lansung mengangguk mengikuti ucapan Nathan.
"Iya saya akan menepati janji bapak" jawab amira.Nathan kemudian berjalan untuk kembali keatas.
"bapak juga berjanjilah akan tetap hidup demi Maora." ucap amira berteriak menghentikan langkah Nathan kemudian lansung berbalik lagi kearah amira dengan senyuman manisnya.
"Saya akan usahakan nyonya, nyonya beristirahatlah jika anda lapar disana semua makanan sudah saya siapkan,
Saya pergi" ucap Nathan kemudian pergi naik kembali keatas.sampai di sana dia lansung merubah Tangga itu menjadi Tanah semula dan penuh rimbunan semak belukar kemudian menguncinya dengan desain anti bom.Nathan kembali menuju rumah membuat semua di dalam rumah seperti tidak ada yang datang,setelah itu dia melanjutkan lagi membuatkan jebakan yang menghalaukan musuh untuk mengulur waktu yang dia tentukan,Setelah selesai Nathan menuju kearah belakang rumah berpura pura mengurus anak-anak anjing miliknya.
Tak..Tak..
Indra pendengaran Nathan menangkap suara banyaknya langkah kaki menuju kearahnya.benar dugaannya lima menit kemudian Nathan sudah di kepung anak buah pria misterius itu.
"Tidak usah berpura-pura dimana kau sembunyikan Tawanan Tuan kami?" Tanya pemimpin dari anak buah pria misterius itu dengan menodongkan senjatanya kearah Nathan yang masih santai memandikan anak Anjingnya.
"Kalian datang tiba-tiba ketempat ini menanyakan sesuatu yang tidak saya mengerti,bagaimana saya harus menjawab." jawab Nathan masih santainya seperti tadi.
Cuih...
"Tempat ini sudah di kepung,kau tidak bisa lagi melarikan diri apa lagi mencoba membohongi kami." ucap pemimpin itu lagi kepada Nathan yang terdiam dengan mengepalkan tangannya.
"Sudah saya katakan saya tidak tau apa yang kalian cari,kalau tidak percaya Geledah saja semua yang ada disini" ucap Nathan menyuruh mereka memeriksa tempat yang ada di pulau itu. Pemimpin mereka lansung menyuruh anak buahnya mengeledah seluruh tempat yang ada di pulau tersebut.
Semantara pemimpin itu mendapat laporan memang benar tidak menemukan apapun yang mencurigakan,tetapi pemimpin itu tidak percaya dengan ucapan anak buahnya.
"saya tidak percaya,kau sudah menyembunyikan Tahanan Tuan kami,cepat katakan atau peluru ini menembus kepalamu." Ucap pemimpin itu dengan mengancam Nathan.
Huuuuuhs...
"3-2-1" Ucap Nathan berpura-pura meniupkan asap rokonya.
Boomm...
Suara ledakan Bom di Arah timur pulau itu tepat di tempat anak buah pria misterius itu bersembunyi menunggu perintah dari pemimpin mereka,tapi mereka duluan kehilangan nyawa mereka. Mendengar itu pemimpin itu naik pitam lansung menyerang Nathan dengan tembakan yang terus di hindari Nathan dengan berlindung di pepohonan dengan cepat tangan nathan mengaktifkan setiap jebakan yang membuat bom bom itu terus meledakan anak buah pemimpin itu.
"Jika benar kau pengikut wold sejati seranglah aku tidak menggunakan senjata" triak Nathan memancing emosi pemimpin itu,dengan sangat marah pemimpin itu lansung membuang seluruh senjatanya dan rompi anti pelurunya.
"Majulah" triak pemimpin itu,Nathan tersenyum menyeramkan lalu mulai bersiap menyerang pemimpin itu,
__ADS_1
Terjadilah duel yang sangat mengerikan antara Nathan dan pemimpin itu. Hampir satu jam mereka berduel dengan sudah Berguling berpindah-pindah tempat. Sampai kemudian Nathan lah jadi pemenangnya.
"Aku mengampuni mu karena aku memiliki hati,jadi pergilah dari sini " ucap Nathan yang sudah bangun.
semantara lelaki tadi dengan liciknya memberikan arahan kepada anak buahnya untuk menembak mati Nathan,
Nathan yang mengetahuinya lansung berlari berguling-guling menghindari banyak tembakan.
Door...door...dor..dor..
Tembakan terus di lepaskan musuh kearah Nathan.
"Sial..."
"Ini di luar dugaanku,ternyata keparat itu membuat lingkaran tiga Arah." ucap nathan masih berlindung di tiang besi.
Tembakan terus mengarah padanya sesekali Nathan membalas.
Dor...Dor..Dor.
Tampa nathan duga Tembakan datang dari arah belakangnya lansung menembus bahu kiri kanan dan perut kiri nathan membuat dia meringis kesakitan.dia lansung berguling lagi mencari tempat untuk berlindung tampa menghiraukan rasa sakitnya.
"Tinggalkan tempat ini,satu menit dari sekarang Bom akan meledak" triak pemimpin itu sengaja berteriak keras agar Nathan mendengarnya.Nathan terus mencoba merayap untuk mencari tempat berlindung dari ledakan bom besar yang mereka aktifkan di setiap sudut Pulau.
Nyonya saya berharap anda menepati janji anda,maafkan saya tidak bisa menepati janji saya.
Suara hati Nathan yang sudah mulai melemah tetapi dia tetap berusaha mengampai Gerbong anti bom yang sudah dia siapkan untuk berjaga-jaga didepan sana,terdengar suara Bom mulai meledakan pulau itu.
Boom...Boom...Boom..
Nathan sedikit lagi mencampai tujuannya,namun ketika dia sedikit lagi mencampai gerbom itu tiba-tiba.
Boooooooooom..
Suara ledakan Bom yang sangat dasyat dan besar itu menghancurkan semua yang ada di pulau itu.
πππNathaaaaan..
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ yang membuat Author semangat
update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ