
"MAORAAAA!!"
Triak andreu Menggema di ruang utama yang baru saja tiba di rumah kediaman orangtuanya,mendengar triakan andreu mommy dan daddy yang sedang menonton lansung menghampiri andreu.
"And ngapain kamu triak triak begini hah..??" Tanya daddy sedikit kesal.
"Panggil Maora sekarang!!, jika tidak,
aku sendiri yang akan menyeretnya kesini" tekan andreu bicara tidak menghiraukan pertanyaan daddynya.
"And ada apa and?,kenapa kamu marah seperti ini ?" Tanya mommy.
"MAORAA KELUAR KAU" lagi lagi andreu berteriak memanggil adiknya.
"And..,apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya mommynya lagi,bingung dengan Andreu terus memanggil Maora dengan sangat marah.
"Ada apa sih kak?" tanya maora yang baru tiba disana yang lansung di hampiri andreu dengan menodongkan sejatanya tepat kearah kening maora membuat maora terkejut begitu juga orangtuanya.
"Annd.." triak mommynya terkejut.
"And turunkan senjatamu" perintah daddy, meminta andreu menurunkan senjatanya di kening maora.
"Jangan ikut campur,cukup dengarkan apa yang akan aku tanyakan padanya." ucap andreu tidak ingin orang tuanya ikut campur dengan apa yang sedang dia lakukan kepada maora.
"Katakan padaku sejujurnya apa yang kau katakan pada istriku,jika kau berbohong maka peluru ini akan bersarang di kepalamu" ucap andreu sangat serius dan sangat menakutkan.
"And..." panggil mommy bingung ingin menghentikan anaknya,namun tangan andreu lansung di angkatnya memberitahu mommy untuk tetap diam di tempatnya.
"Diamlah momm," ucap andreu kapada mommynya.
"A..apa maksud kakak,A..aku tidak mengerti apa yang kakak katakan!." maora masih berpura pura tidak tau apa yang dia lakukan kepada istri kakaknya.Mendengar itu andreu menampil senyuman yang menyeramkan kearah Maora.
Door....prang....
Sebuah tembakan lepas di sisi kanan maora mengenai Guci kesayangan mommynya membuat orangtua mereka berdua terkejut.
"And__"triak daddynya.
"Aku bilang kalian diam Dadd,cukup dengarkan saja." andreu benar-benar sudah di pengaruh rasa amarahnya tidak lagi mendengarkan ucapan apapun dari orangtuanya.
"Masih tidak mau mengakui kesalahanmu,bagimana kau bisa sejahat ini maora padaku HAHH..??" Tanya andreu dengan kembali menodongkan senjatanya kearah kepala maora.
"KATAKAN!!"bentak andreu membuat maora ketakutan,begitu juga dengan orangtuanya.
"And kendalikan dirimu,ini bisa di bicarakan dengan baik-baik" Ucap daddy mencoba menenangkan putranya.
"Baiklah.kau tidak mau mengakui sebenarnya,maka aku akan memberitahu mereka apa yang kau lakukan pada istriku." ucap andreu yang membuat maora melototkan matanya karena berpikir pasti kakaknya sudah mengetahui pertemuannya dengan Amira tadi.
Andreu lansung mengambil ponselnya lalu membuka rekaman cctv pertemuan amira dan maora,lalu memutarnya dengan membesarkan volume suaranya yang terdengar oleh orangtuanya dari awal sampai selesai.
__ADS_1
Plak..plak...Dua tamparan lansung di berikan mommy di pipi kanan da kiri maora yang membuat maora lansung terhuyung kelantai.
"Keterlaluan kamu maora,apa mommy pernah ngajarin kamu begini,
mommy sangat kecewa sama kamu" Ucap mommy sangat marah sekali kepada maora.
"Mom..gara-gara dia aku tidak suci lagi,gara-gara dia aku depresi Mom,
memangnya aku salah menyuruh dia pergi.."Ucap Maora sambil menahan saki kedua pipinya.
"MAORA!!" Bentak daddy Jhon karena melihat putrinya sama sekali tidak merasa bersalah sedikit dengan apa yang telah dia lakukan.
"Daddy sangat kecewa sama kamu,
kamu melakukan tindakan yang sangat memalukan." ucap daddy Jhon yang tidak mau membela maora,dia sangat kecewa sama seperti mommy dengan apa yang di lakukan putrinya.
"Dadd aku sudah melakukan hal benar dadd untuk___" terputus.
"MAORAA" Andreu kembali menodongkan senjatanya kearah maora.
"Karena ulah kau sampai sekarang istriku belum bisa di temukan,Dia culik Puas kau maora puas..!!" triak andreu sangat marah sekali,sedangkan maora sedikit merasa bersalah namun karena rasa kebenciannya lebih besar membuat dia tidak bisa merasakannya.
Tak...
Andreu melempar kasar amplop cokelat lansung ketubuh Maora,
disana tertulis Hasil pemeriksaan Maora Gilbert Edizon.
"And...tunggu nak... And....." triak mommy mengejar andreu namun andreu mempercepat langkahnya keluar dari rumah orangtuannya sehingga mommy tidak bisa mengejar andreu.mommy memilih kembali masuk kedalam menemui maora yang masih terduduk di lantai.
"Kamu sendiri tidak mau mendengar penjelasan mommy selama ini,jangan menyesal setelah mengetahui kebenarannya nanti," setelah itu mommy lansung meninggalkan maora yang masih terdiam kaku.
"Baca surat itu,tapi setelah itu pergilah ketempat pamanmu untuk semantara waktu,karena daddy tidak bisa mencengah kakakmu jika dia kembali mengamuk kerumah ini,apalagi sekarang istrinya belum juga di temukan." ucap daddy memberitahui putrinya kemudian daddy juga pergi dari sana.
Semantara maora masih terdiam, perlahan membuka amplop yang sama selalu maora tolak selama ini tidak ingin mengetahui hasilnya.
Tertulis disana hasil permeriksaan dirinya.Maora pun mulai membacanya sampai selesai dengan berderai air matanya.
"Glory...." hiks...hiks...hiks...hiks....
Maora menangis kuat meluapkan penyesalanya sudah salah membenci amira dan menyalahkan semuanya kepada amira sehabatnya yang sekarang menjadi kakak iparnya.
Aaaaakh...hiks...hik...hiks...
Maora berteriak dalam tangisannya.
"Bodohnya aku,jika aku mau mendengar penjelasan mommy, semuanya tidak akan sepertinya,
Glory.....maafkan aku,maafkan aku..." Ucap Maora menjadi jadi tangisannya
__ADS_1
hiks....hiks....hiks....
Maora sangat menyesali atas prilakunya yang tidak mau mendengarkan penjelasan orangtuanya mengenai hasil pemeriksaan dirinya beberapa bulan lalu sampai sekarang.mommy selalu berusaha ingin menjelaskan kepada maora tapi dia selalu tidak mau di ajak bicara. Hasil pemeriksaan itu menyatakan Maora tidak mendapat pelecehan dari Kejadian penculikan yang dia alami.maora sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan kepada amira,perlahan dia bangun untuk kembali kedalam kamarnya sambil mengingat apa yang sudah dia katakan kepada amira tadi siang.
"Bukk.."
Maora lansung menjatuhkan tubuhnya di tepi ranjangnya,kembali menangis dengan rasa penyesalannya.
"Glory...." hiks...hiks..hiks..
"Tidak.aku tidak boleh pergi dari sini,
aku..aku akan menerima apapun hukuman dari kakak,ini semua salahku.Glory.. Maafkan aku.."
Hiks....hiks...hiks...
"Maafkan aku,karena aku kamu..
kamu di culik dan..dan..calon ponakanku dalam bahaya sekarang..,
Maafkan aku Glory..."
Maora benarbenar merasa sangat bersalah,menyesal karena tidak mau mendengar ucapan mommynya.
****
Di tempat lain andreu sudah sampai di markasnya.
"Tuan muda."panggil Bobby saat mengetuk pintu ruangan Bosnya.
"Masuk"
Bobby lansung masuk menemui Andreu yang saat itu tengah memegang poto istrinya.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya andreu yang juga lansung di jawab boby.
"Saya hanya masih menduga Tuan, sepertinya Tuan Errol ada di balik semua kejadian ini karena dia pasti tidak terima atas kematian anaknya." jelas boby membuat andreu lansung berpikir ada kemungkinan benar apa yang boby katakan.
"Hubungi orang kepercayaan kita,
untuk menyusup kediaman errol" Ucap andreu yang lansung di jalankan bobby.
"Baik Tuan" jawab bobby kemudian ingin keluar.
"Tunggu"ucap andreu menghentikan langkah kaki boby.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,jangan lupa klik tanda sukaππ,dan komentarππ yang membuat Author semangat A
__ADS_1
update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ