
Hari ini Dio dan istrinya sedang bersiap siap menuju bandara karena mereka akan pergi honeymoon keluar negeri.
Andreu memberikan waktu untuk mereka berdua selama dua minggu untuk pergi honeymoon.
setelah kembali andreu akan mulai mengajari Dio bagaimana mengurus perusahaannya sendiri karena setelah Dio sudah memahami semuanya,andreu akan melepaskan perusahaan rasdian Group untuk Dio yang memimpinnya lansung,mengenai rumah sakit andreu akan mengantikan posisi Dio dengan Elisa menjadi direktur rumah sakit miliknya. Mereka berdua sangat bersyukur di pertemukan dengan andreu,jika Dio sangat beruntung memiliki sahabat yang sangat baik seperti Andreu,dan elisa sangat beruntung mendapatkan atasan yang sangat baik padanya dan juga keluarganya.
pagi itu juga amira dan andreu sudah tiba di kediaman ayah dan bunda karena marsel menyuruh mereka pagi itu untuk segera kesana. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang tamu.
"Baiklah karena kita sudah berkumpul disini, Ayah,bunda ,Andreu aku ingin membicarakan masalah mama kami." ucap marsel.
saat itu mama anisa memberanikan dirinya menatap putrinya yang sejak tadi belum ada menyapanya,dalam hati mama anisa sangat bersyukur anaknya memiliki suami yang begitu mencintai anaknya,apalagi saat ini anaknya sedang hamil,mama anisa sangat bersyukur bisa melihat anaknya setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Mama anisa sudah menyiapkan dirinya untuk mampu bicara dengan anaknya. Amira cukup jauh berbeda dengan marsel sifatnya jika marsel tidak akan lama menyimpan rasa demdam dan juga rasa kecewanya,berbeda dengan amira,
dia akan selalu mengingat terus siapa yang pernah membuat hatinya kecewa maupun menyakiti perasaannya.
"Amira maafkan mama tidak hadir di pernikahan kamu,Mama sungguh minta maaf"mendengar itu amira hanya terdiam bahkan dia tidak mau menanggapi permintaan maaf mamanya. Melihat itu andreu memaklumi istrinya, karena istrinya memang sedang kecewa dengan mamanya.
"masalah Om Radit aku tidak bisa membebaskan dia begitu saja,dia tetap akan menjalankan proses hukum,karena dia sudah melakukan tindak kekerasan yang sangat fatal" ucap andreu tampa ekpresi senyum sedikitpun melihat kearah mertuanya.
"apa yang andreu katakan benar. Jadi saat ini kami ingin mendengar keputusan mama." ucap marsel tidak mau banyak bicara dulu.
"Mama akan mengikuti kemauan kalian, mungkin ini jalan terbaik." ucap mama anisa.
"Bukan jalan terbaik,tapi sangat tepat. Apa gunanya mempertahan laki laki seperti dia." ucap amira sudah terbawa emosi yang membuat andreu mengusap belakang istrinya.
"Honey...kendalikan dirimu" andreu mengingatkan istrinya.
"Hubby mama itu membuat aku sangat kecewa,dari dulu mama sering di perlakuan dengan tidak baik tapi mama masih saja mau bertahan dengan om radit,dia selalu mengatakan kasian dengan levin,bagaimana dengan kami ?,
__ADS_1
apa dia memikirkan keadaan dan perasaan kami yang tinggal sana sini bersama mereka om,bersyukur kami memiliki keluarga papa yang sangat baik menganggap kami bukan ponakannya melainkan seperti anak kandungnya. Aku tidak marah mengenai mama yang begitu menyanyangi levin,
tapi yang membuat aku sakit hati disini mama masih mau bertahan dengan keparat itu sampai mengorban dirinya,
mengorban kan kami." ucap amira lalu mulai berlinang air matanya membuat mama anisa juga ikut menangis mendengar kekesalan anaknya.
"Honey..ingat kamu sedang hamil kendalikan emosimu" ucap andreu lalu membawa istrinya kedalam pelukannya.
"Maafkan aku hubby" ucap amira,Andreu menghapus air matanya.
"Mama mengerti kamu sangat kecewa dengan mama Ami,Mama sungguh minta maaf kepada kamu dan marsel mama sangat bersalah sudah mengabaikan kalian.mama memang bukan ibu yang baik bagi kalian. Mama sungguh bersalah kepada kalian" mama anisa begitu menyesali apa yang dulu telah dia lakukan kepada anaknya,bahkan dia tidak sanggup harus bagaimana,malu sungguh sangat malu. Levin yang yang baru mengerti kenapa kakaknya begitu kecewa dengan mamanya ikut merasa bersalah,apalagi mendengar jika papa kandungnya sudah berbuat jahat dengan mereka sejak dia masih kecil belum tau apa apa.
"Kak atas nama mama levin meminta maaf kak,levin sungguh malu karena papa levin kalian begini bahkan mama juga ikut melakukan hal memalukan ini kepada kalian,levin sama sekali tidak ingin membela siapa pun, mama memang bersalah sudah mengabaikan kalian."ucap levin ikut sedih.
"Hubby aku mau pulang," ucap amira bangun lalu duluan berjalan menuju keluar rumah membuat semua melihat kearah amira.
"Maafkan istriku,mungkin karena dia sedang hamil jadi perasaan sangat sensitif,nanti aku akan memberikan dia pengertian mengenai masalah ini,
"Iya And..hati hati." ucap mereka yang di angguki andreu,lalu dia berjalan keluar menyusul istrinya.
Di luar andreu lansung masuk kedalam mobil melihat istrinya sedang menangis. Andreu lansung memeluk istrinya dan menghapus air mata istrinya.
"Jangan menangis nanti cantiknya hilang" andreu mencoba menghibur istrinya.
"Nggak lucu." kesal amira membuat amdreu tersenyum.
"mau lanjut ke kantor apa pulang kerumah?" tanya andreu dengan hati hati karena suasana hati istrinya sedang tidak baik..
__ADS_1
"Mau pulang ke apartemen," jawab amira mendengar itu,andreu lansung menyuruh supirnya melajukan kendaraan mereka menuju apartemen mereka.
kembali di rumah mertua marsel.
"Ma jangan sedih ya,ami hanya marah sebentar nanti tidak lagi, dia juga pasti baik baik saja,mama tidak perlu khuatir ada suaminya selalu ada menjaga dia." ucap hesti yang saat itu merangkul tubuh mertuanya,mama anisa tersenyum.
"Iya nak" ucap mama anisa.
"Apa yang Hesti bilang benar Bu, amira hanya marah sebentar,saya yakin nanti pasti dia akan mau bicara sama ibu" bunda ikut menghibur mama anisa.
"Iya besan,saya maklumin dia marah dengan saya,saya berharap suatu hari ami mau memaafkan saya." ucap mama anisa.
"Mengenai mama akan tinggal dimana, apa mama mau tinggal di rumah andreu siapkan ma?" tanya marsel kepada mamanya.
"Sebenarnya mama nggak enak mau tinggal di rumah itu sel tapi kalau nanti di tolak Amira dan suaminya pasti akan kecewa sama mama apalagi amira, Mama tinggal disana saja sel sama levin." ucap mama anisa memutuskan akan tinggal di rumah pemberian manantunya.
"Iya ma.nanti kita lihat rumahnya dulu" ucap marsel yang di angguki mama anisa. Marsel dan keluarganya masih mengobrol bersama.
Di sisi lain,andreu yang melihat istrinya terus melamun,dia memegang pelan tangan istrinya.
"Ada apa Honey,dari tadi diam?" tanya andreu membuat amira melihat kearah suaminya.
"Hubby apa aku salah sudah marah dengan mama,sungguh hati aku sakit mengingat kejadian dulu" ucap amira dengan berderai air matanya yang di hapus oleh andreu.
"Honey setiap orang pasti membuat kesalahan,begitu juga mama,apa kamu tidak bisa memberikan kesempatan untuk mama memperbaiki semuanya.
bagaimana pun dia adalah mama kandung kamu, baik buruknya dia tetap mama kamu,sekarang dia perlu dukungan kalian anaknya. Aku tidak mau kamu memiliki demdam dengan siapa pun apalagi dengan mama kamu honey." andreu mencoba memberikan pengertian dengan istrinya mengenai masalahnya dengan mamanya. Andreu tidak mau istrinya menaruh demdam apa lagi dengan ibu kandungnya sendiri seburuk apapun ibu anisa,dia adalah tetap mamanya,sebagai suami andreu ingin melihat istrinya bisa bahagia bertemu dengan mamanya bukanya memiliki jarak seperti ini.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ