
Di kota C semenjak amira menghilang belum di temukan mommy tidak pernah mau bicara dengan maora,setiap kali maora ingin mengajak bicara mommy selalu menghindar.Maora sangat sedih dan menyesal karena sudah melakukan kesalahan yang membuat semua keluarganya membencinya.
Di perusahaan Daddy Jhon dan Rendi sangat di sibukan dengan Urusan kantor, semenjak Andreu tidak bekerja daddy yang kembali mengurus perusahaan pusat maupun anak perusahaan yang lain.
Di tempat yang lain keluarga amira meskipun mereka sedang dalam keadaan bersedih karena Amira yang Di culik belum di temukan,mereka mendapat kabar kebahagiaan dari istri abangnya amira karena sudah melahirkan anak pertama mereka melalui Operasi Caesar dengan selamat semuanya.
Hesti melahirkan duluan dari perkiraan dokter akibat tergelincir dari lantai kamar mandi di restoran mereka.
Masrel sangat bahagia mengetahui istri dan anaknya selamat semua.
Di ruangan ICU,Hesti baru saja sadar perlahan membuka matanya untuk melihat dimana dia berada.
"Mas.." Hesti memanggil suaminya. Mendengar istrinya sudah sadar marsel lansung menghampiri istrinya.
"Puji Tuhan kamu sadar Sayank..,mas panggilkan dokter sebentar ya.." ucap marsel memberitahui istrinya kemudian lansung memanggil dokter,tidak lama dokter pun datang lansung memeriksa Hesti.
"Semuanya baik pak, sekarang istri bapak sudah bisa di pindahkan keruangan rawat inap biasa untuk pemulihan kesahatan pasca Operasi." Jelas dokter memberitahui Marsel yang membuat marsel merasa senang.
"Baik Dok,terimkasih dok." Marsel senang istrinya tidak mengalami hal yang lain pasca Operasi yang di lakukan kemarin menyelamatkan istri dan anaknya.
"Sama-sama pak,nanti suster akan melepas semua alatnya setelah itu baru bisa di pindahkan,kalau begitu saya permisi. Ibu cepat sehat ya.."
Ucap dokter memberitahu marsel lagi dan dia tidak lupa menyapa Hesti yang di tanggapi hesti dengan anggukan kepala dan senyumannya.
suster mulai melepaskan alat yang masih melekat di tubuh Hesti,setelah itu Hesti lansung di pindahkan keruangan rawat inap biasa.
Hesti sudah di pindahkan keruangan rawat inap biasa dengan fasilitas VVIP yang di berikan.
"Mas anak kita mana?" Tanya Hesti yang belum melihat anak mereka dari tadi.
"Sebentar ya sayank suster sedang membawa anak kita kesini." ucap marsel memberitahui istrinya,belum lama suster datang membawa bayi mungil mereka masuk dan lansung di ambil marsel kedalam gendongannya menuju istrinya lalu di letakannya di samping pembaringan istrinya.
"lihat Sayank anak kita cantik sekali mirip sekali dengan kamu" ucap marsel melihat wajah mungil anak mereka mirip sekali dengan istrinya,Hesti menganggukan kepalanya menjawab ucapan suaminya.
"Iya mas,cantik seperti tantenya" jawab Hesti dengan raut wajahnya yang sedih kemudian mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
"Mas yakin amira pasti bisa Andreu temukan,kita doakan semoga saja amira tidak apa-apa begitu juga dengan kandungannya,hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini." ucap marsel sambil menghapus air mata istrinya.
Hesti sangat menyayangi adik iparnya yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Iya mas,aku berharap begitu mas, aku sedih di saat kita mendapatkan kebahagiaan lahirnya anak kita ami ngak ada di sisi kita mas." ucap hesti mengungkap kesedihannya membuat marsel juga ikut mengeluarkan air matanya yang tertahan tadi.
"Jangan bersedih mommy yakin Andreu bisa menemukan menantuku" ucap mommy Tarisa mengejutkan mereka berdua,mommy tarisa tadi sudah mengetuk pintu namun tidak ada jawaban,ahkirnya mommy memutuskan lansung membukakan pintu ruangan Hesti tetapi dia lansung mendengar pembicaraan marsel dan istrinya membicarakan menantunya yang belum juga ada kabarnya.marsel yang melihat mertua adiknya datang lansung menghapus air matanya lalu menghampiri mommy Tarisa.
"Tante.."
Ucap marsel menyapa mommy Tarisa lalu menyalami tangan mommy Tarisa.
"mommy marsel!!,panggil saya dengan mommy seperti Glory" ucap mommy tarisa ingin di panggil kakak amira dengan sebutan mommy juga.
"Iya Tant..e mommy,maaf saya belum terbiasa." jawab marsel membuat mommy sedikit tersenyum.
" Nanti akan terbiasa.Bagaimana kondisi istrimu?" tanya mommy yang saat itu sudah duduk di dekat Hesti.
"Baik momm.,tinggal menunggu masa pemulihan saja." jelas marsel.
Cepat sehat ya nak" ucap mommy mengusap pucuk kepala Hesti.
"Iya mommy" jawab hesti
"Oh ya mommy ada bawakan sedikit perlengkapan bayi untuk anak kalian." ucap mommy kemudian menyuruh pengawalnya membawa masuk semua puper bag yang berisikan perlengkapan bayi itu dan setelah itu memberikan puper bag itu kepada marsel.
"Ya ampun..,ini bukan sedikit momm ini sangat banyak sekali." marsel terkejut melihat sepuluh puper bag besar yang di bawa masuk keruangan istrinya.
"Nggak apa-apa,semoga bermanfaat" ucap mommy lagi dengan tersenyum.
"Makasih banyak momm,saya merasa tidak enak jadinya." ucap marsel yang merasa tidak enak kepada keluarga suami adiknya yang begitu baiknya kepada mereka,bahkan rumah sakit ini yang jadi tempat istrinya melahirkan di berikan dengan faselitas VVIP semua.
"Tidak perlu merasa tidak enak hati,kalian juga anak mommy seperti Glory menantu mommy." ucap mommy lagi.
"Makasih oma cantik untuk hadiahnya" ucap Hesti menirukan suara bayi.
__ADS_1
mommy duduk kembali di dekat Hesti kemudian memegang tangan mungil anak marsel.
"Sama-sama cucu oma,kamu cantik sekali sayang...,boleh mommy menggendongnya.?" ucap mommy sambil menoel pipi anak marsel karena gemas melihatnya yang baru lahir saja segembul itu.
"Boleh kok momm" ucap Hesti
,mendengar itu mommy lansung mengambil anak marsel membawa bayi gembul itu kedalam gendongannya
"Cantiknya kamu sayang seperti tante Glory.." ucap mommy yang sangat senang sekali menggendong anak marsel.marsel tersenyum melihat itu tetapi di dalam hatinya penuh dengan kesedihan memikirkan adiknya belum ada kabarnya.
Amira semoga kamu baik-baik saja dek, abang berharap kamu kembali dengan selamat.
Hesti yang menyadari suaminya melamun dengan raut wajah penuh kesedihan perlahan mengulurkan tangannya mengusap belakang suaminya memberikan kekuatan kepada suaminya.Namun kemudian marsel tersadar mengingat dia belum memberitahu mertuanya jika istrinya sudah sadar dan sudah di pindahkan keruangan rawat biasa.Marsel meminta ijin kepada istrinya dan mommy tarisa untuk keluar ingin menghubungi mertuanya.sampai di luar marsel lansung menghubungi mertuannya dan memberitahukan keadaan istrinya yang membuat mertuanya sangat bahagia, dan mengatakan jika mereka akan segera kerumah sakit sebentar lagi.
Setelah selesai menelepon marsel kembali kedalam ruangan istrinya dan mengobrol dengan mommy tarisa.
Hampir setengah mereka mengobrol tiba-tiba ponsel mommy berdering yang lansung mommy lihat,seketika itu mommy sedikit menegang.
"Ada apa momm?" Tanya marsel melihat perubahan raut wajah mertua adiknya.
"Andreu" jawab mommy.
"Sebentar mommy angkat telepon andreu dulu" ucap mommy ingin keluar namun di hentikan marsel.
"Di sini saja my saya mau mendengar kabar apakah amira sudah di temukan atau belum" pinta marsel yang lansung di setujui mommy tarisa kemudian lansung mengangkat telepon dari andreu.
"Ya And,gimana ada kabar mengenai menantu mommy And??" tanya mommy Tarisa lansung menanyakan menantunya kepada anaknya. Sedangkan Andreu disana lansung membertahui mommynya.
"APAAA!!"
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ yang membuat Author semangat
update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ
__ADS_1