
Ems.. "Apa dia pria yang baik menurut kamu..?" tanya Juandra.
"Pria yang baik,iya!.Saat aku sadar dari komaku dia mengatakan dia tunanganku." Ucap Lisa membuat Juandra semakin memanas.
"Kamu koma?,kamu pernah sakit,Sakit apa??" tanya Juandra lagi.
"Kata Roby aku mengalami kecelakaan mobil dengan keluargaku." jawab Lisa.
"Benarkah..??,Kamu percaya kamu kecelakaan mobil..?" ucap juandra membuat Lisa terdiam.
"Kenapa kakak tertarik sekali dengan itu?,padahal kita baru saja kenal."ucap Lisa.
Deg! Rasa teriris hati juandra mendengar ucapan Lisa padanya.
"Maaf aku terlalu ingin mengetahui kehidupan kamu." ucap juandra.
"Tidak apa apa kak,tapi Aku juga sering berpikir apakah aku sungguh kecelakaan atau tidak waktu itu,karena..." Lisa menghentikan ucapannya.
"Karena Apa??" tanya juandra.
Lisa menatap mata juandra dengan sangat lembut.
"Karena bekas luka yang aneh di tubuhku,seperti luka bekas tembakan atau operasi lainnya." jawabnya.
Deg..! lagi lagi Juandra semakin menegang,berpikir wanita yang ada di depannya ini kemungkinan benar istrinya, ingin rasa juandra melihat apa yang Lisa ceritakan saat itu juga. Juandra lansung mengontrol perasaannya.
"Apa kamu pernah bertanya mengenai hal itu dengan Siapa tadi..,a Roby?" tanya juandra.
"Pernah.dia mengatakan bekas luka itu karena aku terjepit disaat kecelakaan itu,dan di perutku luka mengangkatan rahimku akibat kecelakaan itu, rahimku rusak karena terbentur sangat kuat." jawab Lisa.
Juandra benar benar sangat geram sekali saat ini,perasaannya sudah bercampur aduk memikir Lisa dan ucapannya yang tidak masuk akalnya.
Emms.."Begitu." jawab juandra sambil menahan amarahnya,sedangkan Lisa tersenyum.
"Maaf kak,aku jadi menceritakan keadaanku sama kakak,tidak seharusnya aku begitu." Ucapnya.
"Hmm..tidak apa apa. Maaf aku harus keluar sebentar." ucap juandra lalu bangun berjalan menuju ruangan kerja Gerson.
"Papi.." Wajah Juandra sudah merah padam menahan amarahnya.
Akhhh.. ****.. "Bansat..." Juandra menarik rambutnya berulang ulang kali.
"Kendalikan Amarahmu Juandra." ucap Gerson.
"Kau tidak merasa di posisiku Ger.." Ucapnya meninju dinding ruangan Gerson.
"Kami mengetahui apa yang kau bicarakan dengan Lisa." Ucap Gerson.
Andreu mendekati putranya lalu membawa juandra kedalam pelukannya.
"Papi.." hiks...hiks..hiks.. Tangisan juandra lansung pecah.
"Papi kemungkin dia benar istriku pi, istriku..." ucap juandra dalam tangisannya.
"Kenapa sekejam ini pi..,aku benar tidak akan mengampuni mereka." ucap Juandra. Andreu memegang kedua bahu putranya lalu menatap juandra.
"Sebentar lagi kita akan mengetahuinya kalau dia benar istrimu,tenangkan dirimu son,kendalikan amarahmu." ucap Andreu.
"Baik pi.." Ucap juandra.
"Baiknya kau diam disini,kita lihat apa yang akan Ayuraku lakukan." ucap Gerson.Juandra dan Andreu duduk mendekati Gerson.
Di luar Ayura berjalan mendekati Lisa ingin mengajaknya makan.
__ADS_1
"Mbak makan yuk,aku ada masakin makanan untuk mbak.." Ucap Ayura.
"Kamu repot sekali masak buat mbak sih,kan Mbak jadi ngak enak.." ucap Lisa.
"Ngak apa apa,mbak tamuku tentu saja aku harus melayani mbak." ucap Ayura.
"Terimakasih banyak Ayura." Ucap Lisa.
"Mbak terimakasih terus,ayo kita makan. Eh kak juand kemana?" tanya Ayura lalu mengingat juandra tidak ada di dekat mereka.
"Katanya keluar tadi bilang mbak.." jawab Lisa.
"Oh..iyalah mbak.kalau gitu ayo kita makan."
"Keluarga kamu ngak di ajak makan?" tanya Lisa.
"mereka sudah makan semua mbak." jawab Ayura membawa Lisa menuju meja makan.
"Ayo mbak makan,silahkan di ambil makanannya,jangan malu malu.." Ucap Ayura,Lisa pun perlahan mengambil makanannya.
"kenapa sayur itu ngak di ambil mbak?" tanya Ayura sengaja memasak udang.
"Mbak Alergi makanan laut Ayura."
Deg..! Juandra di ruangan kembali menengang mendengar apa yang Lisa ucapkan.
"Papi dengar,dia sama dengan keyraku Alergi makanan laut pi.." ucap juandra, Andreu kembali mengusap belakang putranya.
Di meja makan Ayura dan Lisa saat ini sedang makan sambil mengobrol.
"Ayura masakan kamu enak banget.." Ucap Lisa.
"Makasih pujiannya mbak..," jawab Ayura tersenyum.
saat ini mereka sudah selesai dengan makan mereka.
"Mbak ngak apa apa?" tanya Ayura saat ini sudah menahan tubuh Lisa.
"Kepala Mbak sakit Ayu." Ucapnya.
"Ayo aku antar mbak kekamar,sepertinya Mbak harus beristirahat." Ucap Ayura lalu memapah Lisa menuju kamar. Sampai di kamar ayura membantu membaringkan tubuh Lisa keatas tempat tidur.
"Terimakasih Ayu,kamu banyak sekali membantu mbak.." ucap Lisa.
"Iya Mbak,ini di minum dulu air minum mbak,udah itu mbak istirahat aja." ucap Ayura yang di angguki Lisa. Dia menghabiskan air minumnya sampai tidak tersisa.
"Ya udah aku keluar dulu."
"Iya Ayu." jawab Lisa.
"Kenapa kepalaku semakin pusing ya,tapi apa bayangan tadi?,aku tidak bisa mengingat dengan jelas." Guman Lisa.
"Ya ampun mataku mengantuk juga." ucap Lisa baru saja menguap.
"lebih baik tidur saja,nanti baru ajak Ayura jalan mengelilingi rumahnya." Ucap Lisa mulai memejamkan matanya. Tidak lama Lisa tertidur lelap.
Juandra dan lainnya masuk kedalam kamar Lisa.
"Berapa lama dia tidak akan sadar?" tanya Juandra pada Gerson.
"Sampai besok pagi.gunakan kesempatan ini untuk memastikan dia istrimu atau bukan."jawab Gerson.
Tidak lama seorang dokter datang kedalam kamar itu juga.
__ADS_1
"Kamu periksa wanita ini,setelah itu beritahu kami apapun yang ada di tubuhnya." ucap Gerson.
"Baik ketua." jawab Dokter wanita itu.
Juandra,Gerson dan Andreu duduk di sofa yang tidak jauh dari Lisa di periksa dokter bersama 2 perawatnya.disisi mereka ada ayura ikut melihat. Setelah merapikan kain pembatas, dokter mulai memeriksa seluruh tubuh Lisa.terahkir dokter itu memeriksa rahim Lisa apakah benar sudah di angkat atau belum.
Satu jam kemudian,baru dokter selesai memeriksanya.
"Ketua sudah selesai." laporan dokter itu.
"Jelaskan semuanya" ucap Gerson.
"Sebenarnya kesehatan baik,dia sehat.
hanya saja dia sepertinya sengaja di berikan obat yang sangat keras untuk melupakan semua ingatannya,namun sekarang kadarnya sudah mulai berkurang,itulah membuatnya sering mengalami pusing.mengenai bekas luka yang ada di tubuhnya itu bukan luka bekas kecelakaan melainkan bekas luka tembakan,dan yang di bawah perutnya juga bukan luka bekas pengangkatan Rahim tetapi itu bekas luka pasca operasi melahirkan yaitu bekas Cesar. Mengenai yang ketua katakan Rahimnya sudah di angkat,itu tidaklah benar.
Rahimnya sangat baik baik saja." jelas dokter itu.
Deg! Juandra dan Andreu sangat terkejut sekali mendengar penjelasan dokter itu.juandra benar benar bahagia mengetahui fakta sebenarnya.
"Dokter saya mau memastikan sesuatu, ini untuk membuktikan kuat jika dia benar benar istriku." Ucap juandra bangun mendekati tubuh Lisa yang masih polos tidak menggunakan pakaian namun di tutupi selimut saat ini.
Juandra membuka selimut bagian bawah,dia melihat bagian bawah perut Lisa lalu merabanya dengan minyak yang dia bawa,dan saat itulah tato itu terlihat.Saat itu juandra lansung melototkan matanya dengan perasaan yang bahagia. Juandra kembali menutupi tubuh bawah lisa dengan selimut kembali. Juandra berjalan mendekati papinya lalu memeluk papinya.
"Papi dia memang benar istriku pi... Keyraku pi,keyraku pi.." Ucap juandra menangis bahagia mengetahui Lisa memang benar istrinya.Andreu juga meneteskan air mata bahagianya sambil mengusap belakang putranya.
Di samping mereka,Gerson tersenyum bersama ayura juga berpelukan bahagia mengetahui jika lisa benar istrinya juandra.
"Hmm..syukurlah kalau dia benar istrimu juandra." ucap Gerson.
Juandra tersenyum menganggukan kepalanya.
"Terimakasih Nak Gerson." Ucap Andreu sambil menghapus air matanya.
"Sama sama Tuan Andreu." jawab Gerson tersenyum.
"Sekarang yang harus kita lakukan meyakinkan dia,jika dia istrimu. Baiknya menunggu Besanmu datang Tuan andreu." Ucap Gerson.
"Kamu benar Nak,kita harus menunggu Dio." ucap Andreu.
"Baiklah,kalau begitu biarkan dia beristirahat." Ucap Gerson berdiri namum lansung mendapatkan pelukan dari juandra.
"Terimakasih Gerson,semua ini berkat bantuanmu.terimakasih." ucap Juandra.
Gerson mengangkat tangannya membalas pelukan juandra sambil mengusap belakangnya.
"Setelah ini jagalah keluargamu dengan baik."pesan Gerson.
"Tentu." jawab Juandra melepaskan pelukannya.
"Kami keluar dulu." ucap Gerson lalu membawa ayura keluar dari sana.
Puk.."Papi keluar son." ucap Andreu juga keluar.
Sekarang tinggallah juandra dan Keyra di dalam kamar itu,dia mendekati dan berbaring di dekat keyra lalu membawa tubuh keyra dalam pelukannya.
"Terimakasih baby,kamu benar benar masih hidup.aku mencintaimu. Maafkan aku baby,maafkan aku tidak benar mencari kamu.kali ini aku tidak akan pernah lengah menjagamu." Ucap Juandra benar benar bahagia sekarang, dia mencium kening keyra dengan sangat lembut.
"Anak anak kita pasti akan bahagia mengetahui mamy mereka masih hidup." ucap Juandra tersenyum lalu kembali mencium kening keyra lalu ikut terlelap bersama keyra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1
Bahagiaaaaanya.ahkirnya tembus 100 episode🙏🙏🙏🙏.
Hay kakak semua jangan lupa dukungan kalian,like dan komentar yang baik supaya author semangat Update.😊🙏