
#4 Tahun kemudian.#
"Hay Baby Aku datang lagi,kamu pasti ingat Hari ini Hari ulang Tahun Anak anak." Juandra meletakan bunga kesukaan istrinya setelah itu juandra mulai menaburkan bunga kesukaan istrinya lalu menyiram air juga.
Hari ini,Hari memperingati kematian istrinya dan sekaligus Hari ulang tahun Putra putrinya yang ke 4 tahun.
Angin bertiup membuat dedaunan berjatuhan di kuburan tersebut.
"Aku Mau bercerita padamu Baby,
mengenai putra putri kita ,kamu tau mereka tidak mau merayakan Hari ulang tahun mereka tahun ini seperti sebelumnya,tapi mereka malah meminta padaku pergi berlibur Ke Negara B." Ucap juandra mengusap Batu nisan istrinya.
"Maaf Hari ini aku tidak membawa anak anak kemari,mereka tidak mau ikut bersamaku." Ucap Juandra lagi.
"Baby Aku sangat merindukanmu." Ucap Juandra lalu mencium batu Nisan istrinya.Juandra meneteskan air matanya.Dia kembali mengingat kenangan bersama istrinya yang sangat dia cintai.
"Ini sangat sulit bagiku baby." Ucap Juandra.
Sudah 4 tahun berlalu kepergian keyra,
tapi Juandra masih belum bisa mengiklaskan kepergian istrinya. Selama 4 tahun itu juga setiap hari juandra datang kemakam istrinya,
hidupnya di penuhi dengan kegelapan,
jika dia tidak memikiran anak anaknya, juandra bahkan tidak ingin pulang dari Makam istrinya.
"Besok kami akan berangkat menuju Negara B,kemungkinan kami berada disana selama seminggu,Aku harap kamu tidak marah padaku tidak datang kemari." Lanjut Juandra.
Angin kembali bertiup sampai menjatuhkan kelopak bunga mawar tepat di tangan juandra.Juandra lansung tersenyum.
"Terimakasih baby,kalau begitu aku pergi." Ucapnya lalu berjalan keluar dari makam pribadi milik keluarga Gilbert.
Hari ini juandra baru pulang awal setelah 4 tahun ini Dia terus pulang larut malam,Dia memutuskan pulang awal karena ingin mengajak anak anaknya jalan jalan.
Tidak lama Dia sampai di kediaman Utama keluarga Gilbert,namun saat dia sampai di depan pintu utama, dia lansung mendengar suara putrinya menangis.
"Daddy.." Triak Desya Gilbert Edizon berlari kearah juandra,juandra lansung berjongkok menerima pelukan putrinya.
"Putri Daddy yang cantik kenapa menangis Hmm?" Tanya juandra sambil menghapus air mata putrinya.
"Daddy kakak mematahkan bonekaku, ini kan pemberian Daddy" hiks..hiks..hiks Adunya kepada daddynya sambil menangis.
"Mungkin kakak tidak sengaja sayang,jangan menangis lagi nanti cantiknya hilang." Ucap Juandra menenangkan putrinya.
"Kakak marah padaku Daddy."Adu Deysa lagi.mendengar itu juandra menggendong putrinya lalu membawa putrinya masuk kedalam memghampiri putranya.
"Dean." Panggil Juandra mendekati putranya Dean Gilbert Edizon.
"Kakak marah kenapa dengan Adek Hmm..?" Tanya juand kepada Putranya, sedangkan Dean hanya menatap Tajam kearah daddynya.
__ADS_1
"Jawab Daddy son..?" tanyanya sekali lagi.
Dean menghempaskan robot mainannya yang baru saja di belikan juan tadi pagi sampai hancur lalu pergi menuju kamarnya. Begitulah putranya,begitu dingin dan sangat tertutup.
"Sayang kamu sama oma dulu ya..,Daddy mau menemui kakak kamu,ya.." Gadis kecil itu menganggukan kepalanya.
"Baik Daddy." Desya berlari mendekati mamy Amira.
"Jangan keras padanya son.." Ucap Amira mengingatkan Juandra,juandra lansung pergi masuk kedalam kamar putranya.
"Boleh daddy masuk..?" Tanya juand namun Dean tidak menjawab.
"Daddy masuk ya." Juandra berjalan mendekati putranya lalu mengangkat tubuh putranya keatas pangkuannya namun Dean kembali turun lalu duduk menjauh daddynya.
"Dean marah sama Daddy?" tanya Juand dengan lembut.
Hiks...hiks..hiks.. Dean lansung menangis membuat Juandra kebingungan karena putranya tidak pernah menangis seperti ini.
"Daddy Jahat,Apa Dean sama adek sangat nakal?,selama ini Daddy tidak pernah memperdulikan Kakak sama adek,Dean juga pengen seperti teman teman Dean,Sekolah di antarin daddy sama mamy,main bersama daddy sama Mamy. Dean tau mamy sudah jauh tinggalnya di surga kata Oma,tapi daddy yang dekat dengan kami menganggap kami tidak ada." triaknya dengan menangis.
Deg..Begitu sakitnya hati Juandra mendengar ucapan putranya yang selama ini tidak pernah bicara seperti ini sebelumnya kepadanya, Juandra lansung memeluk erat tubuh putranya setelah itu memegang kedua pipi putranya.
"maafkan daddy son,maafkan daddy." Ucap Juandra juga meneteskan air matanya yang saat itu lansung di hapus tangan kecil putranya.
"Maafin Dean daddy."Ucap Dean dengan linangan air matanya.
"Iya daddy." jawab Dean.
"Dean rindu mamy..?" Tanyanya. Putra kecilnya itu menganggukan kepalanya.
" Iya dadd,Apa mamy bisa kembali dari surga Dadd?" tanya Dean membuat juandra tersenyum.
"Mamy tidak bisa kembali bersama kita lagi son,tempat mamy dan kita sudah berbeda,tapi mamy akan selalu melihat Dean dan adek dimana pun kalian berada,Dean lihat bintang di langit itulah mamy melihat Dean bersama adek Desya." jawab juandra.
"Iya daddy."
"Daddy apa kita bisa berangkat sekarang kerumah Davin,kakak mau melihat adik Debora." Ucap Dean ingin mengajak juandra untuk sekarang pergi ke Negara B.
"Hmms...Dean sudah ingin sekali bertemu Davin?"
"Iya Dadd." Jawabnya.
"Baiklah,malam ini kita berangkat kesana."Ucap Juandra membuat Dean sangat senang sekali.
Yey...yey.."Makasih daddy, kakak tidak sabar bertemu mama Sofia sama Davin,sama Adek Debora." ucap Dean bahagia.
"Son.."Ucap Amira masuk kedalam kamar cucunya.
"Oma..oma,Kata Daddy malam ini kita berangkat kerumah mama sofia oma.." Ucap Dean Senang.
__ADS_1
"oh ya?,wah oma juga senang mendengarnya kakak." ucap Amira menanggapi ucapan cucunya.
"Juand apakah itu benar..?" tanya Amira.
"Iya mam,malam ini saja kita berangkat,
Dean sudah ingin sekali bertemu anak anak Bareil." jawab juandra.
"Baiklah,kalau begitu biar mamy suruh bibik siapkan barang anak anak kamu." ucap Mamy.
"Iya mam,kalau begitu aku kekamar dulu." Ucap juandra.
"daddy kekamar dulu son." Ucap Juandra memgusap kepala putranya lalu dia keluar dari kamar putranya.
"Dean sama suster dulu ya,Oma mau siapkan barang Dean sama Adek ya." ucap Amira .
"Baik Oma." jawab Dean.
Di luar,Andreu baru saja sampai kerumah,dia melihat beberapa pelayan sibuk mengemas mainan milik cucu cucunya kemudian dia melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
"Honey..," Andreu mengecup kening istrinya.
"Honey bukan kah besok kita berangkatnya?,kenapa sudah berkemas sekarang?" tanya Andreu.
"Juandra mengajak malam ini kita berangkat by,Dean tidak sabar ingin bertemu anak anak Bareil." Jawab Amira dengan tangannya sibuk mengemas semua barang barangnya dengan suaminya.
"Hmm,Baiklah jika itu sudah permintaan Dean maka kita tidak bisa menolak." Ucap Andreu lalu berjalan menuju kamar mandi. Tidak lama dia keluar lagi.
"Honey,Apa juandra hari ini pergi ke makam istrinya.?" tanya Andreu.
"Iya By,dia tadi pergi kesana sendirian, Dean sama Desya tidak mau ikut bersama Juand." jawab Amira membuat kening Andreu mengkerut.
"Tidak biasanya..?"Ucap Andreu.
"Dean baru tadi bicara dengan Juand Hubby.." Ucap Emma lagi.
"Emm lalu..?" tanya Andreu.
"Aku mendengar sekilas kalau Dean mengatakan semua perasaan rindunya pada mamynya,dia juga mengatakan kepada juandra keinginannya agar juandra banyak memberikan waktu untuk mereka berdua." jawab Amira.
"Hmm..iya Honey,aku tau dia sangat terpukul atas kepergian istrinya tapi papi menyayangkan sikap juand tidak terlalu memperdulikan cucu cucu kita. Lihatlah selama 4 tahun ini,Dia pergi pagi pulang malam,kemudian setiap hari kemakam istrinya lalu berlama lama disana semantara di rumah cucu cucu kita sangat mengharapkan sekali kehadirannya,entah itu mengajak mereka main bersama ataupun jalan bersama tapi kenyataannya dia datang kita sudah tidur semua." Ucap Andreu saat itu meluapkan kekesalannya kepada putra semata wayangnya itu.
"Sudalah Hubby,sekarang aku yakin juandra pasti akan berubah dan mau lebih memperhatikan cucu cucu kita.." ucap Amira mengelus belakang suaminya.
"Hmm aku berharap begitu honey." Ucap Andreu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
__ADS_1