Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
87


__ADS_3

Pagi itu Geril dan istrinya tengah mengantar kepulangan Gerson dan Ayura putri mereka keNegara asal Gerson.


"Pa Ayura berangkat dulu,papa jaga kesehatan,jangan terlalu lelah kerjanya." Ucap Ayura dalam pelukan papanya.


"Iya sayang,kamu juga jaga kesehatan disana,jangan lupa makan kalau kerja." ucap Geril mengusap belakang putrinya.


"Iya pa,Nanti Ayura ada balik kesini lagi." Ucap ayura.


"Tidak perlu,jika disana nyaman tidak usah kemari.biar papa mama yang akan sering kesana." Ucap Geril lalu melepaskan pelukan dengan putrinya.


kini Geril menghampiri Gerson lalu memeluk calon menantunya itu.


"Jaga putriku dengan baik,Aku sangat mengharapkanmu Gerson." Ucap Geril sambil menepuk belakang Gerson.


"Tidak perlu Papa beritahu,aku pasti akan menjaga Calon istriku." Jawab Gerson.


"Iya papa percaya kamu." Ucap Geril.


"Mama pasti akan merindukan kamu sayang..,jaga kesehatan kamu disana." Ucap mitha memeluk erat tubuh Ayura memberitahu putrinya.


"Iya Ma,mama juga jaga kesehatan." Ucap Ayura.


"Iya sayang." Ucap mitha.


"Gerson,Sekarang Mama serahkan keselamatan putriku padamu." Ucap Mitha.


"Baik Mama." Jawab Gerson.


"Kami berangkat Ma,papa." Ucap Ayura yang di iyakan Geril dan mitha.


Mereka berdua masuk kedalam pesawat pribadi milik Gerson sambil melambaikan tangan mereka berdua.


Tidak lama Pesawat mereka berangkat menuju Negara yang akan mereka tuju.


"Pa kenapa papa ngomong begitu,bilang Yura nggak usah balik kesini lagi..?" tanya mitha.


"Ya nggak kenapa napa,kamu lihatlah putri kita lebih nyaman disana dari pada disini." Ucap Geril.


"Papa masih marah dengan ucapan juandra?." tanya mitha.


"Apa kamu melihat wajahku seperti orang marah?." tanya Geril balik.


"Iya,wajahmu nampak tua jadinya." Ucap Mitha membuat Geril menarik pinggang istrinya.


"Wajah Tua inilah yang membuat kamu mendesah setiap malam." bisik Geril yang lansung mendapat pukulan dari istrinya.


"Dasar mesum.." Ucap Mitha malu dan Geril tersenyum kemenangan.


Mereka berdua kembali menuju rumah mereka.sampainya disana,Geril dan mitha saling pandang melihat ada anak kecil bermain di rumah mereka.


"Dean.." Ucap Mitha sudah mendekat kearah Dean putra juandra.


"Oma.." Dean menyalami tangan mitha juga Geril.


"Dean sama siapa kemari..?" tanya Mitha.


"Sama Daddy." jawabnya.


Mendengar itu Geril masuk kedalam rumahnya menemui juandra.


"Ayo kita masuk sayang.." Ucap Mitha membawa Dean masuk kedalam.


"Om.." Ucap Juandra.

__ADS_1


"Kenapa kau kemari?." tanya Geril duduk menghadap kearah juandra.


"Masalah semalam,Saya minta maaf, saya mengakui ucapan saya salah.


maafkan saya Om." Ucap Juandra tulus.


"Lupakan,Aku tidak marah padamu.tapi lain kali berpikirlah dulu sebelum mengeluarkan setiap kata dari mulutmu." Ucap Geril.


"Aku akan mengingat itu Om." Jawab Juandra.


"Dimana Ayura dan Tunangannya?" tanya Juandra.


"Ayura dan Gerson sudah kembali." jawab Geril membuat Juandra menatap Geril.


"Om tidak berbohong,kami baru saja mengantar mereka kebandara." Sambung Geril lagi.


"Iya Om,Baiklah kalau begitu Aku pamit dulu." ucap Juandra.


"Baiklah." jawab Geril.


"Daddy boleh Dean tinggal bersama Oma,opa disini?." tanya Dean.


Juandra melihat kearah Geril dan Mitha.


"Kalau dia masih mau disini biarkan saja." Ucap Geril.


"Baiklah, Daddy ijinkan, Nanti sore Opa akan menjemput kamu." jawab juandra.


"Biar kami yang mengantar Dean nanti." Ucap Geril.


"Baiklah,kalau begitu aku permisi Om karena aku mau lansung kembali keNegara C." ucap Juandra.


"Berhati hatilah Nak juan." Ucap Mitha.


"Baik tante." jawab juandra lalu keluar dari rumah Geril.


"Hubby yakin mau berangkat kesana sendirian?" Tanya Amira saat itu tengah mengantar suaminya ingin terbang keNegara Gerson.


"Iya kak,biarkan aku ikut bersama kamu." Ucap nathan.


"Tidak nath,itu akan membuat juandra curiga,biarkan aku sendiri karena Gerson hanya mengijinkan Aku saja pergi kesana." jawab Andreu tidak mau membawa siapa pun kesana menuruti perintah Gerson.


"Aku menitipkan keselamatan istriku dan cucuku padamu nath,jaga mereka selama aku pergi." Ucap Andreu.


"Tentu saja kak.kakak berhati hatilah disana,kalau ada apa apa cepat kabari kami." Ucap Nathan memeluk tubuh andreu.


"Hmm,tentu saja."


"Aku berangkat honey.." ucap Andreu memeluk istrinya lagi.


Cup..andreu mengecup kening istrinya setelah itu dia masuk kedalam karena pesawat yang akan membawanya menuju Negara Gerson akan segera berangkat.


Penjalanan yang begitu panjang tidak membuat semangat Andreu lelah menuju negara tujuannya.


***


Pagi itu Andreu baru tiba di Negara Gerson yang saat itu lansung di jemput oleh anak buah Gerson di bandara.


"Selamat datang Tuan,silahkan anda ikut kami." sapa orang kepercayaan Gerson.


"Terimakasih." ucap Andreu.


mobil yang menjemput andreu melaju menuju rumah kediaman Ayura dan Gerson.

__ADS_1


"Uncle.." Ucap Ayura menyalimi tangan Andreu.


"Rumahmu nyaman sekali yura suasananya." Ucap Andreu melihat kiri kanan dalam rumah Ayura.


"Gerson yang mendesain semuanya uncle, Aku hanya menatanya agar terlihat lebih nyaman untuk betah di rumah." Ucap Ayura sambil bercanda.


"Kerjasama yang baik,Kemana Dia?" tanya Andreu menanyakan Gerson.


"Dia sudah kekantornya uncle.uncle tunggu disini yura buatkan minuman." Ucap Ayura.


"Baiklah." Ucap Andreu duduk sambil matanya melihat hiasan dinding dan poto disana namun dia menatap poto yang menarik perhatiannya.


"Kenapa anak ini tidak asing wajahnya?." Guman Andreu.


"Uncle ini minumannya." Ucap Ayura.


"Terimakasih.Yura,Uncle mau bertanya siapa pria ini?" Tanya Andreu menunjukan poto pria muda yang ikut berpoto bersama dengan Ayura dan keluarga Gerson.


"Ini ponakan dari istrinya Om Daren sahabatnya Papi Jordan,mamanya saudara sepupu dengan istri Om Daren,Kalau tidak salah keluarga mereka banyak menjadi dokter om." Jelas Ayura.


"Wajahnya sangat tidak asing." ucap Andreu.


"Dulu dia pernah bekerja di Negara C sebagai dokter Bedah di salah satu rumah sakit disana tapi aku tidak tau rumah sakit mana,tapi sudah lama dia mengundurkan diri om." jelas Ayura.


"Mengundurkan diri karena apa??" tanya Andreu penasaran.


"Aku tidak tau juga om,Aku baru berapa kali bertemu dengannya om,Tapi__" Ayura menutup mulut karena ingat dengan ucapan Gerson.


"Tapi kenapa Yura?." tanya Andreu manatap Ayura.


"Maaf om yura ngak bisa cerita sama om karena itu masalah keluarga Gerson." jawab Ayura.


"Baiklah."


Tidak lama ponsel Ayura berdering.


"Hallo Nder..?" jawab Ayura.


"kamu kekantor bawa Tuan Andreu kemari?."Tanya Gerson.


"Baiklah,tapi setelah makan gimana?, uncle juga baru saja sampai Nder.." Ucap Ayura.


"Baiklah,buatkan aku makanan sayang yang spesial ya darimu." Ucap Gerson membuat Ayura tersenyum.


"Baiklah." jawab Ayura lalu mereka mengahkiri teleponan mereka berdua.


"Uncle senang sekali melihat kamu sekarang sudah bahagia Yura dengan pria yang begitu mencintai kamu.Uncle minta maaf atas apa yang terjadi dulu." Ucap Andreu serius.


Ayura tersenyum,mendengar ucapan Andreu.


"Uncle tidak perlu meminta maaf,dulu Ayura memang salah,bahkan jahat dan sangat bodoh uncle,belum memahani artinya cinta atau obsesi,tapi aku bersyukur aku belum terlambat menyadari kesalahananku,jika tidak aku tidak tau bagaimana hidup aku sekarang." ucap Ayura.


"Hmm..Uncle senang kamu sekarang memahami semuanya,berbahagialah dengan Gerson,dia pria yang sangat tulus mencintai kamu Ayura." Ucap Andreu.


"Terimakasih uncle.Dia memang pria yang sangat baik yang pernah Aku temui,pria yang tulus bahkan sabar denganku." Ucap Ayura tersenyum.


"Aku hampir lupa,Gerson menyuruhku membawa Uncle kekantornya,tapi sebelum itu uncle mandi dan makanlah terlebih dulu,aku sudah memasak untuk uncle." Ucap Ayura.


"Baiklah." jawab Andreu.


Ayura mengantar Andreu kekamar tamu,


setelah itu dia berjalan menuju dapur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏


__ADS_2