Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
58


__ADS_3

satu minggu sudah Bareil mencari keberadaan sofia namun belum juga dia menemukan seketarisnya itu pergi kemana,bahkan dia sempat pergi menemui Sofia kerumahnya yang ada di Negara G namun Bareil tidak mendapati sofia bahkan keluarganya juga tidak ada disana.


"Dimana kamu sofia?,Apa lebih baik aku minta bantuan juandra." Guman Bareil lalu menghubungi kakak sepupunya itu.


Sial.."Jam segini kau masih bertempur?" omel Bareil mendengar suara serak juandra.


"menikah sana kalau kau ingin,Ada apa menghubungiku sepagi ini.?" tanya juandra.


"Bantu aku menemukan sofia." juandra lansung mengkerut keningnya.


"Bukannya kau senang dia pergi dari kehidupan mu?kenapa sekarang ingin mencarinya?" tanya juandra.


"Bantu saja aku memcari dia." ucap Bareil.


"Hmm.."juandra lansung mematikan telepon Bareil karena dia masih ingin melanjutkan kegiatannya dengan istrinya.mereka berdua sudah tiga hari ini honeymoon di tempat yang istrinya inginkan yaitu markas juandra.


"Dasar pengantin baru tidak ingat waktu bahkan pagi begini masih bertempur." Gerutu Bareil bangun menuju kamar mandinya karena dia akan berangkat kekantor.


Saat ini Nathan sekeluarga sarapan bersama di meja makan.


"Gimana B kamu sudah dapat informasi mengenai Sofia?" tanya mamanya.


"Belum ma,tapi aku sudah meminta bantuan juandra melacak keberadaannya." jawab Bareil.


"Pa ma B berangkat dulu." ucap Bareil yang ingin berangkat saat itu.


"Iya Hati hati" jawab mamanya. Bareil lansung berangkat menuju Kantornya, sampai di kantor Bareil lansung di hampiri satpam penjaga kantornya.


"Tuan ini ada surat di kirim untuk anda." bapak itu lansung menyerahkan ketangan Bareil.


"Siapa yang mengirim pak?" tanya Bareil.


"Tidak tau saya Tuan,tadi kurir yang mengirimnya Tuan." jelas pak satpam itu.


"Baiklah." Bareil lansung membawa surat tersebut masuk kedalam menuju ruangannya.sampainya di dalam Bareil membuka jas terlebih dahulu,setelah itu barulah dia membuka surat tersebut. Saat dia membacanya Bareil lansung terdiam.


"Dia mengundurkan diri tampa memberitahuku,tidak.ini tidak bisa,aku satu minggu ini pusing mencarimu seenaknya saja kau mau mengundurkan diri." Guman Bareil.


Tring....bunyi ponsel Bareil berdering.


"Ya Zarel bagaimana?"


"Saya sudah menemukan Nona Sofia Tuan muda,Dia sedang di rawat di rumah sakit milik Tuan Dion Di Negara D." jelas zarel.

__ADS_1


"Terimakasih Zarel." ucap Bareil.


"Yogi Aku akan pergi keNegara D,siang aku kembali,kau handle semua pekerjaanku." ucap Bareil kepada asistennya.


"Baik Tuan." jawab asistennya.


Bareil kembali memakaikan jasnya setelah itu dia lansung berjalan menuju lantai atas,dia lansung menuju bandara, sampainya di bandara. Dia lansung terbang mengunakan Jet pribadinya menuju Negara D. Tiga jam mengudara Bareil ahkirnya sampai di negara kekuasaan paman Damar nya.tampa mengulur waktu dia lansung menuju rumah sakit menemui Sofia yang ternyata sedang di rawat oleh Dego sahabat kakak sepupunya.


"Dego.." Bareil mengejutkan keluarga Sofia.


"Dia siapa pa?" bisik mamanya sofia.


"Tuan muda kedua keluarga Gilbert." jawab suaminya.


"Jangan menyalahkan ku,kau tidak mengatakan jika wanita itu adalah sofia pasienku." ucap Dego.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Bareil.


"Masih berusaha mencari pendonor yang cocok untuk hatinya." jawab Dego jujur membuat Bareil terdiam. Bareil beralih melihat orangtua Sofia.


"Tuan Wiro Saya Bareil tirta pratama, apa Tuan tau putri anda bekerja dengan saya?" tanya Bareil.


"Saya Tau Tuan muda,itu adalah permintaannya ingin bekerja dengan anda." jawab papa Sofia jujur.


"Maaf Tuan jika sebelumnya anak saya merepotkan anda.ini semua permintaan dari sofia sendiri untuk menymbunyikan penyakitnya. Sekali lagi saya maaf Tuan."


Ucap papanya sofia tulus meminta maaf.


"Saya tidak marah pada anda,saya merasa bersalah sudah memperkerjakan dia dalam keadaan sakit. Kedatangan saya kesini ingin melihat keadaannya." ucap Bareil.


"Iya Tuan,kami sebenarnya juga tidak mengijinkan dia bekerja tapi dia tetap bersikeras ingin bekerja dengan anda." ucap papa sofia lagi.


"Hmm..,Saya mau menemuinya." ucap Bareil yang di angguki papa sofia. Bareil masuk keruangan perawatan sofia, sampai disana terlihat Wanita cantik itu berubah pucat di tengah lelap tidurnya. Merasa ada kehadiran seseorang di dekatnya sofia perlahan membukakan matanya,dia lansung terkejut siapa orang yang ada di sampingnya.


"Tu..Tuan Bareil.."


Bareil menatap lekat wajah pucat sofia.


"Lain kali jangan sembunyikan apapun dariku."


Deg..jantung sofia berdetak kencang, dia bertanya tanya apa maksud ucapan Bareil itu pikir Sofia.


"Aku akan membantu mencari pendonor untuk mu,Aku kesini memberitahu mu,aku menolak pengunduran dirimu. Kau akan tetap bisa bekerja setelah kau sembuh." ucapan Bareil membuat Sofia terpaku kenapa Bareil jadi baik begini bicarannya.Bareil masih menatap sofia.

__ADS_1


"Beristirahatlah,Aku tidak lama kesini, sebentar lagi aku akan kembali." ucap Bareil ingin keluar namun lengannya lansung di pegang oleh sofia.


"Tuan Bareil bisakah kamu menemaniku sampai tidur." mendengar itu Bareil membalikan tubuhnya menghadap kearah Sofia lagi.


"Tidurlah aku akan menemanimu" ucap Bareil lalu duduk di samping ranjang sofia.


"Sejak kapan kamu sakit seperti ini?" tanya Bareil.


"Sudah lama,sejak SMA." jawab Sofia.


"Sudah lama.Tapi aku salut kau bisa menahannya selama ini bahkan saat kuliah aku tidak melihat mu pernah sakit." ucap Bareil.


"Pernah tapi aku lansung meminum obatku." jawab Sofia lagi.


"Hmm..Baiklah. Kau tidurlah." Ucap Bareil lalu menyuruh sofia tidur.


"Terimakasih datang menjengukku." ucap Sofia menghilangkan rasa malunya, jujur dia sangat senang melihat kehadiran Bareil disana,pria yang sangat Sofia sukai sejak dulu sampai sekarang.


"Iya.tidurlah.setelah kau tidur aku akan kembali lagi.kalau tidak sibuk aku akan datang menjengukmu lagi." Ucap Bareil yang di angguki sofia. Sepuluh menit kemudian sofia terlelap tidur,barulah Bareil pergi dari ruangan Sofia.


"Tuan Bareil,anda sudah mau kembali.? Terimakasih sudah menjenguk putriku,


dia pasti sangat bahagia melihat kehadiran anda." ucap papa sofia.


"Saya akan kembali,saya akan membantu mencari pendonor untuk sofia. " jawab Bareil.


"Terimakasih Tuan Bareil." ucap papanya sofia yang di angguki Bareil.


"Saya permisi." ucapnya setelah itu Bareil lansung pergi dari sana. Bareil masih menuju ruangan Dego.


"Sesulit itukah mencari pendonornya?" tanya Bareil lansung.


"Resikonya B,kalau gagal sofia juga tidak akan selamat. Aku sudah menyuruh juandra membantuku mencari pendonor nya, sudah lima orang bersedia tapi kita harus memeriksanya apa di antara mereka benar cocok atau tidak dengan sofia." jelas Dego.


"Baiklah,Aku percaya dengan mu. Aku akan kembali," ucap Bareil.


"Baiklah,kau tidak mampir kerumah kakek.?" Tanya Dego.


"Nanti saja,pekerjaanku sibuk." ucap Bareil lalu berlalu dari ruangan Dego. Dia kembali menuju bandara untuk kembali kenegara asalnya.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐Ÿ‘๐Ÿ‘,dan komentar๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.

__ADS_1


__ADS_2