Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
92


__ADS_3

Hari ini keberangkatan Ayura Dan Gerson menuju Kota A.


"Tuan muda semuanya sudah siap" ucap Rehan memberitahu persiapan mereka yang akan terbang menuju Kota A.


"Ayo Sayang.." Ucap Gerson merangkul Ayura masuk kedalam pesawat jet pribadinya.


Tidak lama mereka pun terbang menuju kota tujuan.Berapa jam kemudian mereka sampai di Kota itu yang lansung sampai di Villa pribadi milik Gerson.


"Aku mau mandi dulu Nder." ucap Ayura.


"Ia." jawab Gerson berjalan keluar dari kamar Ayura memilih mandi di kamar lain yang ada di Villanya.


Sepuluh menit kemudian barulah Ayura menyelesaikan mandinya,kemudian dia lansung menuju ruang ganti.


"Nander.." Ayura terkejut karena Gerson memeluknya.


"Kamu wangi sekali sayang." mendengar itu Ayura membalikan badannya kearah Gerson.


"Kamu juga wangi." ucap Ayura tersenyum lalu mengalungkan tangannya kearah Leher Gerson. perlahan Gerson mendekatkan wajahnya kearah Wajah Ayura mulai melahap habis bibir ayura yang sudah menjadi Candunya sekarang.mereka berciuman sangat mesra sampai berapa menit kemudian Gerson menyudahi ciuman mereka.


"Cepat pakai pakaianmu,setelah itu kita makan malam di luar." Ucap Gerson mengecup kening Ayura.


"Baiklah,ketempat biasa ya.." ucap Ayura.


"Tentu saja." jawab Gerson tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Ayura lalu dia keluar dari kamar itu.Ayura mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah tunangannya itu.Ayura cepat memakai pakainnya lalu mengeringkan rambutnya dan juga mengunakan mek up tipisnya,setelah itu dia keluar menyusul Gerson.


"Sudah Siap?" tanya Gerson.


"Sudah.." Gerson memegang erat tangan Ayura lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil.Gerson mulai melajukan mobilnya menuju Area pusat kota A itu.


Sampailah Mereka di restoran yang menjadi tempat pavorit Ayura dan Gerson disana. Mereka berdua masuk kedalam ruangan yang sudah Gerson pesankan sebelumnya,lalu mulai memesan makanan.tidak lama makanan mereka sudah datang.


"Nander dari mana kita mulai mencari keberadaan Roby?." tanya Ayura.


"Makanlah dulu sayang,nanti kita bahas masalah itu." ucap Gerson lalu menyuapkan makanan kearah mulut Ayura yang saat itu lansung diterima ayura.


Mereka berdua masih makan bersuap suapan sampai selesai mereka makan.


"Gimana udah kenyang atau mau nambah lagi..?"


"Tidak.Aku sudah kenyang sekali Nander."Jawab Ayura


"Baiklah.kamu tadi menanyakan masalah Roby,Dia masih disini di kota ini.sebelum kita kesini aku sudah menyuruh anak buahku melacak keberadaannya." Ucap Gerson.


"Mengenai wanita bersamanya waktu itu bagaimana?" tanya Ayura.


"Itu belum tau,selama berapa hari pengintaian dia tidak terlihat bersama siapa pun jika dia keluar." jawab Gerson.


"Apa dia bekerja disini Nander?" tanya Ayura mengenai pekerjaan roby diKota itu.

__ADS_1


"Dia masih bekerja menjadi dokter ternyata dirumah sakit milikku.Tapi menurut anak buahku, setiap pulang kerja dia selalu singgah di rumah kecil tidak jauh dari sebuah toko bunga mawar.Apa kamu tau tentang istrinya juandra,apa dia menyukai bunga mawar?." lanjut Gerson menceritakan sedikit informasi mengenai Roby.


"Aku tidak tau Nander,tapi aku coba menghubungi mama mungkin mama tau mengenai itu." jawab Ayura.


"Cobalah tanyakan." Suruh Gerson.


Ayura mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi mamanya malam itu.


"Ge.."Ahh.. Ahh..


"Hentikan dulu,putri kita menelpon,


mungkin ada sesuatu yang penting." Ucap Mita yang saat itu tengah menyuruh suaminya menghentikan permainan panas mereka di ranjang.


"Angkat saja,Aku akan diam tapi tidak mengeluarkannya sayang ini sangat enak.." Ucap Geril walau sudah berumur dia masih kuat dengan permainan panas mereka.


Is.."kamu ini pa,baiklah." Ucap Mita lalu mengangkat telepon dari putrinya.


"Halo sayang.." jawab Mita.


"Ma maaf ya aku ganggu tidur Mama papa malam malam begini,Aku mau menanyakan sesuatu mengenai istrinya kak Juandra ma." ucap Ayura.


"Apa yang mau kamu tanyakan sayang?" Tanya Geril yang ikut bicara.


"Apa kalian tau,Kak keyra menyukai bunga mawar,lebih tepatnya bunga mawar putih pa?." tanya Ayura.


memangnya kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Geril yang sedikit penasaran.


"Aku yang memintanya menanyakan itu papa mertua,kami sedang mencari informasi mengenai dia." jawab Gerson.


"Baiklah,seperti jawaban papa tadi dia memang menyukai bunga mawar putih." ulang Geril mengatakan jika istrinya juandra sangat menyukai bunga mawar putih.


"Baik pa,hanya itu saja kami tanyakan.


maaf menganggu aktivitas panas kalian." Gerson lansung mematikan sambungan telepon Ayura bersama orangtuanya.disana Geril dan mita saling pandang lalu tersenyum malu Karena ketahuan oleh calon menantu mereka jika mereka saat itu sedang melakukan aktivitas panas mereka, namun Geril tidak perduli,dia kembali membawa istrinya melanjutkan permainan yang belum tuntas dengan istrinya.


"Nander kamu ngomong apaan sih sama papa mama?" tanya Ayura namun dia lansung mendapatkan senyuman mengoda dari Gerson.


"Kamu ingin tau?."


"Iya." jawab Ayura lurus.


Gerson menarik tubuh ayura keatas pangkuannya,lalu mendekatkan wajah mereka berdua.ciuman lembut kembali Gerson berikan di bibir Ayura,esapan demi esapan manis mereka lakukan.


"Orangtuamu tadi mengangkat teleponmu,mereka sedang berhubungan intim." Bisik Gerson membuat ayura lansung melototkan matanya mengetahui penjelasan tunangannya itu.Gerson tersenyum melihat wajah terkejut tunangannya.


"kenapa harus terkejut Hmm,bukankah itu wajar di lakukan suami istri jika sudah malam begini.kita juga akan seperti itu nantinya sayang." Ucap Gerson menatap lekat wajah Ayura.


Buk..pukulan di dada Gerson oleh Ayura.

__ADS_1


"Apaan sih kamu." Ayura memalingkan wajahnya kelain membuat Gerson semakin gemas melihat tunangannya.


"Sepertinya aku tidak akan menunda pernikahan kita lagi,pulang dari sini kita daptarkan pernikahan kita,Aku juga sudah tidak sabar memberikanmu sesuatu yang luar biasa nanti." wajah Ayura semakin merah karena ucapan Gerson.


"Nander..." Ayura menyembunyikan wajahnya di dada tunangannya itu.


"Kenapa harus malu?.aku mengatakan hal yang benar. Kita akan mendaptarkan pernikahan kita,masalah resepsi setelah urusan ini selesai. Orangtuamu pasti akan setuju,apalagi orangtuaku." ucap Gerson serius lalu perlahan mendekatkan bibir kearah telinga Ayura.


"Mereka bahkan menginginkan kehadiran Gerson junior secepatnya." bisik Gerson membuat Ayura semakin gugup dan Malu.


"Nander.." ucap Ayura semakin menyembunyikan wajahnya di dada Gerson,sedangkan Gerson sangat senang sekali menggoda tunangannya itu.


"Ayo kita pulang sayang,atau kamu masih mau makan ketempat lain.?" Ucap Gerson menanyakan Ayura.


"Em bagaimana kalau kita pergi kedanau,sudah lama kita tidak kesana Nander." Ucap Ayura.


"Permintaanmu akan aku kabulkan." Gerson mencium kening ayura lalu membawa tunangannya itu keluar dari restoran itu.sampai di luar mereka masuk kedalam mobil lalu pergi dari sana menuju tempat yang Ayura inginkan.tidak lama mereka sampai disana dan masuk kedalam taman yang di tengah terletak Danau yang sangat indah pemandangannya.


Hmms.."Sangat nyaman sekali udara disini Nander." Ucap Ayura.


"Hmm apalagi bersama kamu seperti ini." Jawab Gerson sambil memeluk tubuh Ayura dari arah belakang,dia meletakan kepalanya diatas bahu Ayura dengan ayura mengusapnya.


"Nander terimakasih semuanya,


terutama kesabaranmu padaku." Ucap Ayura.


"Tentu saja,Aku tau siapa wanita yang aku perjuangankan." Ucapnya.


"Iya Nan__"terputus.


"Nander kamu dengar itu,kenapa ada suara tangisan seorang wanita?." tanya Ayura teralihkan dengan suara seseorang tidak jauh dari mereka.


"Mungkin dia putus cinta,biarkan saja urusannya." Ucap Gerson masih seperti posisi tadi.


Hiks..hiks.."Maafkan aku kak,Aku benar benar belum bisa sekarang."


"Nander kau dengar apa yang aku dengar..? Suaranya mirip__"


"Ikut aku." Gerson membawa ayura mencari suara yang mereka dengar barusan dari bunga kertas mengelilingi sekitaran tepian Danau itu.


"Jelaskan padaku kenapa kau belum juga mau menerimaku,Kita sudah lama menjalin hubungan ini,aku sudah menunggumu 4 tahun lisa,4 tahun." Ucap seorang pria itu.


"Maafkan aku berikan aku waktu, kau tau aku tidak memiliki keluarga, aku tidak tau dimana mereka." ucap wanita itu.


"Sudah aku katakan,hanya kamu yang hidup setelah kejadian kecelakaan itu, tidak ada yang tau keluargamu." ucap pria itu.


mereka berdua tidak sadar apa yang mereka bicarakan dilihat dan di dengar oleh Gerson dan Ayura.


"Nander wanita itu..Nander wanita itu kak key___" Gerson menutup mulut Ayura dengan tangannya karena pria itu melihat kearah mereka bersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2