Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
38


__ADS_3

Di kediaman marsel,pagi itu Evelyn bangun dari tidurnya,terusik mendengar suara ponselnya berdering.dengan matanya masih mengantuk Evelyn lansung mengangkat telepon itu.


"Hallo.." jawabnya.


"Jam segini kamu baru bangun.." evelyn lansung terkejut mendengar suara yang sangat dia kenal.


"Emm kamu..,Ya aku baru bangun semalam sudah subuh pulangnya.." jawab evelyn masih terbaring. Pria itu mengalihkan telepon mereka dengan vedio call yang lansung di setujui evelyn.


"Aku masih mengantuk .." ucap evelyn manja.


"Mau aku tidurkan..?" ucap pria itu membuat evelyn tersenyum.


"Bagaimana,kau saja jauh disana.." ucap evelyn menanggapi candaan pria itu.


"Sebentar lagi kita bertemu lagi." mendengar itu evelyn bangun lansung terduduk.


"Jangan bilang kamu mau kesini.Ia??" ucap evelyn membuat prianya tersenyum disana.


"Ia..Nanti malam saya berangkat kesana.."jawabnya.


Aa..!!"benaran..Nggak bohongkan?" tanya Evelyn lagi.


"Untuk apa Berbohong,apa aku pernah membohongi kamu!!"jawab pria itu.


"Baiklah..aku tunggu!" jawab Evelyn bahagia.


"Hmm..Bangun gih.mandi dulu nanti baru lanjutkan lagi istirahatnya." ucap pria itu.


"Hmmm..Ia..aku bangun." ucap evelyn.


"Ya sudah aku jalan dulu,mau melihat pekerjaanku disini." ucap pria itu ingin menyudahi vedio call mereka,yang di angguki evelyn.


Evelyn tersenyum sendiri,tidak menyadari ayahnya sedari tadi melihat tingkahnya dan juga pembicaraannya dengan prianya.


"Sepertinya ayah akan segera punya menantu.." ucap Marsel mengejutkan evelyn.


"Ayah.." evelyn lansung bergelanyut di papanya.


"Boleh ayah tau..?" ucap marsel ingin mengetahui siapa yang baru saja teleponan dengan putrinya. Awalnya marsel menemui putrinya ingin menyuruh putrinya menjemput adiknya nanti siang karena dia lepas dinas hari ini.


"Ayah..tidak akan marah..?" Tanya evelyn ragu ingin memberitahu ayahnya. Marsel tersenyum kearah putrinya.


"Jika dia pria yang baik untuk apa ayah marah dengannya." ucap marsel mengusap kepala putri sulungnya.


evelyn mengambil ponselnya lalu membuka album poto lalu di perlihatkannya poto pria itu kearah Ayahnya. Marsel melihat poto itu, seketika itu dia melihat kearah putrinya.


"bukankah dia.." evelyn lansung menganggukan kepalanya.


"Ia Ayah,aku sudah tau." ucap Evelyn.

__ADS_1


"Ayah tidak setujukah evelyn berhubungannya dengan dia..??" tanya evelyn merasa cemas.marsel terdiam sejenak bagaimana dia menjawab ucapan putrinya.


"Kamu sudah lama mengenal dia..?" tanya ayahnya.


"Sudah Yah,sejak tahun ketiga evelyn kuliah dan sampai sekarang..,awalnya eve pikir dia seorang duda..Ternyata bukan. Eve juga terkejut saat mengetahui kalau ternyata dia keluarganya Om andreu." jelas evelyn,marsel memegang tangan putrinya.


"sudah lama rupanya..lalu bagaimana sikapnya terhadap kamu.?" tanya marsel lagi.


"Sejak awal kita ketemu dan sampai sekarang,eve pikir dia pria yang sangat baik Ayah..,dia sangat menghormati eve,dia tidak pernah bicara yang vulgar, dia sangat dewasa.itulah yang membuat eve merasa nyaman dengannya ayah.." jelas evelyn kepada Ayah.


"Ayah..dia akan kesini untuk menghadiri acara pernikahan juandra,ayah mau bertemu dengannya?,eve bisa beritahui dia,pasti dia mau ayah ketemu dengan ayah." sambung evelyn.Marsel mengusap kepala putrinya.


"Bisa..,pertemukan dia dengan ayah. ayah juga ingin mengenal dia,kalau benar menurut penilaian kamu,tentu saja ayah tidak keberatan dengan hubungan kalian." ucap marsel tersenyum.


"Iya ayah.makasih ayah.ayah memang sangat mengerti aku." ucap evelyn bahagia ayahnya tidak mempersalahkan hubungannya dengan prianya.


"Sama sama sayang.." jawab marsel.


"Oh ya ayah menemui eve,ada apa ayah?" ucap evelyn menanyakan ayahnya masuk kekamarnya.


"Ayah hampir lupa,Kamu lepas dinaskan?


Bisa nanti jemput adek kamu,dia pulang. Ayah nggak bisa jemput,ini ayah mau kerestoran,puji tuhan restoran kita semakin ramai.." ucap ayahnya.evelyn memeluk erat ayahnya.


"Syukurlah ayah..nanti soraya biar aku yang jemput" ucap evelyn.


"Oke..kalau begitu ayah berangkat dulu."ucap marsel lalu mencium kening putrinya kemudian dia pergi dari kamar evelyn menemui istrinya yang sudah menunggunya.


"Bisa...,ayo kita berangkat.." ucap marsel lalu berpamitan dengan kedua mertuanya,lalu mereka pergi menuju Restoran mereka.


****


Di tempat lain.


Juandra sudah dulu bangun,dia terus memandang wajah cantik tunangannya.


"Bangun.." bisik juandra ketelinga keyra membuat keyra mengerak gerakan tubuhnya.


"Masih ngantuk ma.." jawab keyra belum menyadari dimana dia tidur. mendengar itu juandra memainkan bulu mata keyra Membuat keyra kembali terusik lalu perlahan membuka matanya,seketika itu keyra terkejut lalu melihat kiri kananya,


barulah sadar dia sedang berada di Apartemen milik tunangannya.


"Apa setiap hari mama yang membangunkan kamu??" tanya juandra masih terus menatap kearah keyra.


"Terkadang,kalau aku pulangnya larut malam." jawab keyra jujur.


juandra menelusuri wajah cantik keyra dengan tangannya lalu memegang dagu keyra.


Cup...juandra kembali mencium bibir keyra,ciuman mereka semakin dalam,

__ADS_1


juandra terus berkelana di dalamnya.


setelah merasa sudah cukup dengan aksinya,juandra ahkirnya menghentikan esapannya.


"mandilah.setelah sarapan kita lansung ke butik." ucap juandra kemudian juandra memberikan ciumannya di kening kerya dengan sangat lembut. Setelah itu dia merangkak bangun, membuat keyra menegang karena tidak sengaja melihat kebawah juandra,Melihat sesuatu yang berharga milik juandra tengah bangun.


Juandra menyadari tatapan keyra kearah Rudalnya setengah aktif.


"Pagi begini dia memang sering bangun.." ucap juandra mengedipkan matanya menggoda keyra,mendengar itu wajah keyra lansung berubah merah.dia pun lansung bangun lalu berlari menuju kamar mandi meninggalkan juandra sedang tersenyum sudah berhasil menggoda calon istrinya itu.juandra keluar dari kamarnya menuju kamar mandi di luar untuk membersihkan dirinya disana.


Di dalam kamar mandi,keyra tidak lansung mandi tetapi dia masih melamun dengan memegang pipinya.


"Ya ampun kenapa juga mata ini harus lihat kesitu" guman keyra, dia kembali mengingat kejadian barusan.


Aaa.."Apa yang aku pikirkan,tidak..., aaa kenapa tiba tiba aku nyilu ya.." guman keyra bergidik ngerik,lalu dia segera membersihkan tubuhnya. sepuluh menit kemudian dia baru menyelesaikan mandinya,lalu segera berganti pakaian dan juga berdandan tipis. Setelah selesai dia keluar lagi menemui juandra,dia melihat juandra sudah rapi dengan pakaian kantornya.


Juandra lansung menarik punggung keyra lalu menghempitkannya ketubuhnya.


"Pasangkan Dasi untukku" ucap juandra meletakan dasinya di atas lehernya. Perlahan keyra memasangkan dasi itu untuk juandra.


"Sudah selesai." ucap keyra,namun juandra belum juga melepaskan pelukannya.


"kita sarapan dulu" ucap juandra lalu memegang tangan keyra mengajaknya berjalan menuju sofa yang sudah tersedia sarapan untuk mereka berdua.


"kapan kakak memesan makanan ini?" tanya keyra.


"Asisstenku yang mengantar kesini,Ayo kita sarapan" jawab juandra lalu mulai memakan sarapannya begitu juga keyra,


sepuluh menit kemudian barulah mereka selesai sarapannya.


"Kak boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap keyra.


"Katakan saja.."jawan juandra.


"Kalau kita sudah menikah,bisakah aku tetap bekerja.." ucap keyra meminta ijin kepada juandra kalau dirinya masih ingin bekerja.juandra tidak lansung menjawab,sudah jadi kebiasaan juandra sekarang ya..dia mengangkat tubuh keyra keatas pangkuannya.


"Baiklah..,tapi setiap hari kamu harus memberikan aku makanan penutup." mendengar itu keyra kebingungan.


"Makanan penutup,maksudnya.??" juandra mendekatkan wajahnya kearah telinga keyra lalu membisikan kata yang membuat keyra melototkan matanya.


"Itu wajar di lakukan suami istri." ucap juandra lalu membelai rambut panjang keyra.


"Ingat Aku tidak memaksamu bekerja, keinginanmu akan aku penuhi,tapi ingat statusmu dan juga siapa kamu nanti.semua ini hanya milikku.jangan mengira aku tidak tau setiap kali kamu berintraksi dengan siapa di rumah sakit." ucap juandra menunjuk tubuh keyra memberitahu status keyra dan kewajibannya.


"Emm..aku tau.ini semua juga hanya milikku."ucap keyra serius mengikuti ucapan juandra yang menunjuk tubuh juandra membuat juandra tersenyum.


"Tentu saja hanya kau memilikinya." ucap juandra lalu kembali mengecup bibir keyra dan menyesapnya hingga mereka berdua sangat menikmatinya.


"Ayo kita pergi." ucap juandra sudah menyudahi ciuman mereka,karena kalau tidak,juandra tidak tau akan terjadi apa nantinya. Mereka berdua pun lansung keluar ingin menuju Butik menyusul Mamy dan mama Keyra sudah berada disana.

__ADS_1



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐Ÿ‘๐Ÿ‘,dan komentar๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.


__ADS_2