
Di Negara B.
Bareil setiap hari mencari cara untuk bisa membuat seketarisnya itu bisa pergi darinya,namun usahanya selalu Gagal karena Sofia selalu mengetahui niat Bareil yang ingin membuatnya tidak betah bekerja disana. Seperti ini hari ini Bareil memarah Sofia karena dia membuatkan kopi terlalu pahit padahal tidak sebenarnya.
"Kalau kau tidak bisa membuat kopi bilang,bukannya memaksa membuatnya.
ini sangat pahit." ucap Bareil pedas namun Sofia tidak mengambil hati Bareil marah padannya.
"maafkan saya" dia lansung berjalan keluar menuju pantri menyuruh Pertugas disana membuatkan kopi untuk Bareil
"Benar benar wanita ini,membuatku semakin kesal." ucap Bareil lalu melanjutkan lagi pekerjaannganya. Sofia datang lagi keruangan Bareil dengan secangkir kopi yang baru.
"Ini Kopinya Tuan." ucap sofia lalu meletakan Cangkir itu di depan Bareil.
"Tuan Setengah jam lagi anda metting bersama Tuan Dapa" ucap Sofia memberitahu Bareil.
"Siapkan saja berkasnya." ucap Bareil.
"Sudah saya siapkan,sebentar lagi kita akan pergi Tuan,pertemuannya di Restoran x" ucap Sofia lagi.
mendengar itu Bareil melihat jamnya lalu bangun dan memakaikan kembali jasnya.
"kita pergi sekarang" Mereka berdua lansung keluar untuk menuju restoran X. Saat dalam perjalanan menuju restoran tiba tiba Hidung sofia mimisan membuat Bareil lansung menghentikan mobilnya.
"Hidung kau berdarah" ucap Bareil.
Sofia segera mengelap ngelapnya sampai darahnya tidak lagi keluar.
"Saya tidak apa apa Tuan" ucap Sofia tersenyum,melihat itu ada rasa khuatir Bareil melihat sofia yang mimisan.
"saya antar kau kerumah sakit." ucap Bareil ingin berbelok namun di tahan oleh Sofia bersamaan dengan gelengan kepalanya.
"Jangan,saya tidak apa apa Tuan,
sekarang kita lanjutkan lagi kerestoran saja,kasian pak dapa sudah menunggu." ucap sofia.
"Baiklah." Bareil kembali melajukan mobilnya menuju restoran yang mereka Tuju.tidak lama mereka pun sampai disana dan lansung menuju ruangan yang di pesan Barei dan Dapa untuk mereka berdua metting.
"Tuan Barel,senang sekali bisa bertemu dengan anda." ucap dapa menyalami tangan Bareil lalu dia ingin menyalami tangan sofia namun seketika itu dia terkejut.
"So.." sofia lansung menajamkan matanya kearah dapa membuat dapa mengerti.
"Nona.ini seketaris anda Tuan Bareil?" tanya dapa.
__ADS_1
"Ia.dia seketaris saya." jawab Bareil.
"Bisa kita mulai?" ucap Bareil yang di ia kan oleh dapa,Metting pun di mulai hingga satu jam kemudian baru selesai.
"Maaf Tuan saya permisi sebentar?" ucap Sofia berpamitan ingin ketoilet.
Sedang Bareil masih mengobrol bersama dapa,tidak lama dapa berpamitan untuk kembali,begitu juga Bareil dia juga keluar dari sana menunggu sofia di mobilnya.
"Tunggu Sofia?" panggil Dapa.
"Kamu bekerja dengan Bareil,Apa Om dan tante tau?" Tanya dapa.
"Tau kak,mereka mengijinkan aku bekerja,aku ingin menghabiskan sisa waktuku." ucap Sofia dengan tersenyum,
mendengar itu dapa lansung memeluk adik sepupunya itu.
"Jangan bicara seperti itu, kamu pasti bisa sembuh,jangan lupa kamu terus melakukan pemeriksaan rutin,kakak yakin kamu bisa sembuh." ucap Dapa masih memeluk tubuh sofia.
"Iya kak,tiap minggu aku rutin memeriksanya bersama Hero, mama papa juga sering menemuiku kesini." ucap sofia.
"Baiklah,mainlah kerumah pasti kakak iparmu akan senang melihat kamu,dia sedang hamil sudah memasuki bulan ke tujuh." ucap dapa memberitahu tentang istrinya.
"Ia kak,besok aku ajak Hero kesana, sampaikan saja salamku kepada kakak ipar." ucap Sofia.
"Ia kak,kalau pun nggak ada,Aku iklas kak." ucap Sofia dengan tersenyum.
"Yakini saja sebentar lagi pasti dapat,
kamu kerja lihat juga kesehatamu oke,
kalau begitu kakak duluan,sepertinya Bareil juga sudah menungu kamu di mobil." ucap Dapa.
"Ia kak" ucap Sofia lalu mereka berdua pun berpisah,tampa menyadari sejak tadi Bareil melihat mereka berdua dan juga mendengar jelas ucapan Mereka membuat Bareil terdiam berpikir apa maksud dari ucapan Sofia dan Dapa barusan.
"Sofia sakit??" Guman Bareil.
awalnya Bareil menunggu sofia di mobil entah kenapa tiba tiba saja dia menyusul sofia ketoliet namun sampai disana dia terkejut melihat dapa memeluk sofia namun kemudian dia memahami kalau sofia saudara sepupunya dapa.
Bareil kembali menuju mobilnya,sampai disana dia melihat sofia sudah menunggunya.tampa bicara Bareil masuk kedalam di ikuti sofia juga masuk kedalam mobil,tampa bicara mereka lansung pergi dari sana.
***
Di kantor juandra,tepatnya masih di kamar.
__ADS_1
"Apa Kau menyukaiku??"tanya juandra membuat keyra mengerutkan keningnya bingung.
"Aa?..maksud kakak??" tanya keyra yang terkejut,juandra tidak menjawab tetapi dia malah bangun yang di ikuti keyra juga bangun dari baringannya,juandra mengambil sebuah kotak persegi enam berwarna hitam di lacinya,kemudian dia mengambil tangan keyra lalu meletakan kotak tersebut di telapak tangan keyra.
"Apa ini kak?" tanya keyra semakin bertambah bingung dengan juandra.
"Jika kau menyukaiku,pakailah ini selama aku tidak menyuruhmu melepasnya tapi jika kau tidak menyukaiku,kau boleh buang saja cincin ini dan kau jangan pernah muncul di hadapanku lagi." keyra sangat terkejut mendengar ucapan juandra,sejenak dia bepikir untuk memahami arti dari ucapan juandra padanya kemudian dia ahkirnya mengerti apa yang juandra katakan padanya. Keyra membuka kotak tersebut melihat sebuah cincin berlian yang tidak main main harganya.
"kakak melamarku?" tanya keyra yang menebak ucapan dari juandra.
"Aku bukan pria yang romantis.Yes. will you marry me?." ucap juandra menatap wajah cantik keyra,seketika itu keyra tersenyum kearah juandra membuat juandra tiba tiba jantungnya berdebar kuat.keyra menganggukan kepalanya.
"Yes i want to marry you" jawab keyra dengan meletakan jari manisnya di depan juandra sambil tersenyum,
juandra lansung menyematkan cincin tersebut di jari manis keyra.
"Cincin ini sudah di pakaimu berarti mulai sekarang kamu hanya miliku sampai selamanya." ucap juandra serius yang lansung di anggukan keyra kepalanya,melihat itu juandra tersenyum kearah keyra, yang membuat keyra terpaku rasanya dia ingin berteriak karena ini pertama kali dia melihat senyuman juandra yang benar benar jelas.perlahan juandra menarik tubuh keyra lalu di dudukanya di atas pangkuannya.
Cup...juandra mencium kening keyra dengan mesranya dengan begitu lama, keyra merasa begitu tenang dengan ciuman yang juandra berikan,setelah itu barulah juandra melepas ciumannya dengan masih menatap wajah keyra.
" Aku mau istirahat sebentar." ucap juandra lalu kembali membawa tubuh keyra berbaring dan memeluknya dengan mesra.juandra mulai memejamkan matanya sedangkan keyra,dia tidak bisa tidur,dia terus memandang cincin berlian yang barusan juandra sematkan di jari manisnya.
"Rasanya aku sedang bermimpi..?tapi kalau aku bermimpi kenapa ini nyata..?" Guman keyra masih belum percaya kalau dirinya di lamar oleh juandra yang baru berapa hari dia menyadari kalau dia menyukai juandra.
"Apa begini ya rasanya di lamar?" tanya keyra terus melihat jarinya. Juandra mengeratkan pelukannya di tubuh keyra.
"Kenapa kau tidak bisa diam,kau bisa membangunkan sesuatu yang tidur" ucap juandra menatap kerya membuat dia terdiam mendengar ucapan juandra.
"I..ia aku akan diam" sahut keyra kemudian dia benar diam,dia tidak menyadari juandra tersenyum diatas kepalanya.juandra mengangkat sedikit wajah keyra agar bisa melihat kearahnya.
"Mau pulang sekarang?" tanya juandra.
"Apa kakak bisa mengantar aku pulang sekarang..?" tanya keyra.
"Hmm.." ucap juandra bangun dari baringannya lalu menuju kamar mandi, membuat keyra juga bangun lalu kembali melihat lagi kearah jari manisnya dengan tersenyum, Tidak lama juandra keluar dari kamar mandi melihat keyra yang terus memandang cincin pemberiannya.
menyadari jika dirinya sedang di lihat, keyra melihat kearah juandra.
"Sudah puas memandangnya?" Tanya juandra dengan wajahnya sedikit mengukir sunyuman,keyra menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan pernah puas." jawab keyra yang membuat juandra duduk mendekati keyra.
"terus saja melihatnya,bagaimana denganku?" Ucap juandra yang membuat pipi keyra menjadi merah.juandra mengacak rambut keyra karena gemas.
__ADS_1
"Ayo kita pulang" ajak juandra. Kemudian mereka berjalan keluar tapi tidak lama,Juandra lansung mengendong tubuh keyra sampai kebawah. Setelah memasukan tubuh keyra kedalam mobi, juandra pun ikut masuk lalu mereka pun pergi dari sana menuju kediaman Dio.