
"Tuan Andreu!" Tuan Zidan sangat terkejut melihat andreu berada di hadapannya,sejak tadi wajahnya di tutup dengan kain hitam,ketika kain hitam itu di buka dari kepalanya Tuan Zidan lansung terkejut melihat Andreu yang ada di hadapannya.
"Tuan Andreu,saya merasa tidak pernah menyinggung keluarga anda,kenapa anda menahan saya dan istri saya?" Andreu belum menjawab pertanyaan Zidan,dia masih santai meneguk minumannya sampai habis di gelasnya. Kemudian dia menatap tajam kearah Zidan rekan bisnisnya itu.
"Bawa dia kemari." perintah Andreu menyuruh anak buahnya membawa serly kehadapannya.tidak lama Serly di bawa kehadapan Andreu dan orangtuanya, Tuan Zidan sangat terkejut melihat putrinya juga berada disitu.
"Serly.." panggil Zidan terkejut sedangkan serly hanya menunduk menangis,mulutnya masih di tutup dengan lakban.
"Tuan Andreu,jelaskan pada saya apa kesalahan putri saya..?" tanya Tuan Zidan lagi.
"Kau sudah tau Zidan, aku paling tidak suka ada orang sedikit saja berani menyentuh keluargaku." Andreu menghentikan Ucapannya lalu melirik sekilas kearah serly.
"Putrimu ini sudah berani melakukan kesalahan yang sangat tidak aku suka Zidan" Andreu menatap tajam kearah serly lalu beralih menatap Zidan.
"Putrimu berusaha mencelakai menantuku bahkan ingin membunuhnya.!!" Ucap andreu menajam.
Duar....Tuan Zidan dan serly sangat terkejut mendengar penjelasan Andreu,
Zidan terkejut karena Andreu mengatakan dia sudah memiliki menantu,Begitu juga Serly terkejut mengetahui faktanya kalau juandra sudah menikah.Zidan lansung berpikir apakah itu istri dari Tuan muda Juandra putra tunggal mereka?,kedua dia terkejut anaknya sudah berani berurusan dengan keluarga Gilbert.
"A..apa!,Me..menantumu?" Tanya Zidan masih dalam keterkejutannya.
"Aku tidak suka mengulang kata kataku Zidan." Andreu masih menatap tajam kearah Zidan.
"Tuan Juandra,Saya sungguh tidak tau apa yang anak saya lakukan kepada menantu anda,saya juga sangat terkejut mendengar ini, sungguh saya benar benar tidak mengetahuinya Tuan,jika saya tau saya tidak akan mungkin membiarkan dia menyinggung anda Tuan Andreu begitu juga keluarga anda." ucap Zidan jujur dia benar tidak mengetahui apa yang sudah putrinya itu lakukan.
"Kau tau aku orang seperti apa Zidan, apa yang putrimu lakukan sangat membuatku marah,aku tidak akan mengampuninya." Zidan terpaku mendengar ucapan Andreu, dia melihat kearah putrinya yang saat itu masih menangis.
"Hansel rusak wajahnya,potong kedua tangannya." perintah Andreu.
"Jangan Tuan!!,saya mohon ampuni anak saya Tuan,Tuan bisa merusak wajah saya dan memotong tangan saya jangan anak saya Tuan.." Triak istri Zidan histeris mengetahui anaknya akan di eksekusi Andreu.mendengar itu Andreu tersenyum menyeringai.
"Kau dengar Zidan,bahkan istri mu tidak merasa bersalah sedikit pun.dia bahkan ingin menggantikan putrimu yang kau tidak ketahui sudah menjadi ****** seperti jejak istrimu, dia memikat semua rekan bisnismu dengan Tubuhnya, bahkan istrimu lah yang membuat rencana ini.Apa begini caramu mendapatkan rekan bisnis? Sangat menyedihkan dan memalukan Zidan.."
Andreu memperlihatkan bukti kepada Zidan mengenai istri dan anaknya lakukan ingin mencoba membunuh Keyra tadi.Zidan tidak bisa bicara lagi,dia sangat terkejut mengetahui apa yang istri dan putrinya lakukan. Zidan menatap tajam kearah istrinya yang saat itu mengeleng gelengkan kepalanya sambil menangis.
__ADS_1
Hiks..hiks.."Tidak suamiku,itu tidak benar suamiku,jangan percaya dia.."
"DIAM!!" Bentak Zidan sangat marah sekali kepada istrinya.
"Kau memang ****** sela,tapi kenapa kau juga menbuat putri kita menjadi ******.. Hah..,Kenapa!!" triak Zidan marah kepada istrinya. Semantara istrinya masih menangis karena apa yang dia lakukan terbongkar. Sela menghapus air matanya lalu menatap tajam kearah Andreu.
"Kau...kau sudah puas?? Kau sudah puas membuat keluargaku berantakan??, Aku tidak terima kau menghancurkan keluargaku Andreu keparat, kau harus mati...."
Dor..Dor.. Hansel lansung menembak mati istri Zidan karena dia ingin mencoba menusuk Andreu saat itu dengan belati miliknya entah sejak kapan dia membawanya. Zidan hanya Terdiam melihat istrinya sudah bersimbah darah tidak sadarkan diri,dia bahkan tidak menangisi istrinya,
semantara serly memberontak ingin lepas dari pegang anak buah andreu karena melihat mamanya meninggal namun dia tidak Bisa lepas.
"Aku tidak perduli kau mau melakukan apa padannya,di bunuh pun aku tidak peduli." ucap Zidan menatap tajam putri Tirinya itu.
"Seperti apa yang aku katakan tadi, Aku akan tetap menghukum putrimu ini." Zidan masih menatap tajam kearah putrinya.
"Berikan pistolmu padaku." pinta Zidan namun andreu belum memberikan apa yang Zidan minta.
"Biar aku sendiri yang akan menghukumnya." ucap Zidan lagi. Mendengar itu andreu memberikan kode kearah Hansel untuk memberikan satu senjata kepada Zidan.
Zidan sendiri yang menghabisi putri tirinya itu,yang sudah dia anggap menjadi anak kandungnya.
Hukk..hukk..huk..Serly lansung terbatuk Darah karena tembakan Papanya. Perlahan Serly menghembuskan naoas terahkirnya.
"Lepaskan Dia" Andreu membebaskan Zidan.
"Kenapa kau melepaskan aku?, kenapa tidak sekalian saja membunuhku Andreu!" ucap Zidan.
"Kembalilah kepada keluargamu,mereka pasti akan menerimamu. aku memberimu kesempatan hidup untuk memperbaiki kesalahanmu" Andreu bangun dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan itu. Sedangkan Zidan terdiam kaku dengan matanya mulai mengalir air matanya.
*
*
*
__ADS_1
keyra bangun dari tidurnya dengan tangannya meraba raba tempat tidur di sampingnya,merasa suaminya tidak ada di sampingnya,keyra lansung membuka matanya dan duduk. Dengan matanya masih sayu keyra melihat sekeliling kamar itu.
"Suamiku..." panggil keyra namun tidak ada jawaban.
"Dia kemana?" Guman keyra.
Dia bangun lalu berjalan menuju kamar mandi namun sampai di dalam,dia tidak juga menemukan suaminya.
"Mungkin masih keluar" pikir keyra mulai membasuh wajahnya dan juga buang air kecil,keyra merapikan rambutnya. Saat itu juga dia terkejut Dua tangan kekar suaminya memeluknya dengan hidung suaminya mengendus tengkuknya.
"Anak anak dan mamy sudah lapar?, Daddy membawakan makanan untuk kalian." ucap Juandra, keyra membalik badannya kearah suaminya.
"Kamu ninggalin aku tidurkan tadi?" ucap keyra dengan wajah cemberutnya,
juandra menyelipkan anak rambut istrinya.
"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dengan Berto, setelah itu aku membuatkan makanan untukmu dan anak anak." juandra mengendong tubuh istrinya membawanya menuju sofa di kamar itu,juandra menurunkan istrinya dengan perlahan. Mereka berdua sudah duduk saat ini.
"Makan Ya setelah itu kita pulang, papi dan mamy meminta kita menginap di rumah utama." ucap juandra memberitahu istrinya dengan tangannya memberikan istrinya segelas air putih. Keyra menyambut gelas itu lalu meminumnya setengah.
"Iya suamiku,Aku juga kangen masakan mamy." ucap keyra tersenyum.
"Kamu mau mamy masakin apa?,biar sekarang lansung kasi tau mamy." tanya juandra.
"Aku mau.." keyra masih berpikir makanan apa yang ingin dia makan.
"Sup daging cincang,Pun cake,marmer cake, sama kebab suamiku." juandra menaikan sebelah alisnya mendengar permintaan istrinya.
"Semua itu?"
"Iya.." jawab keyra. Juandra mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada mamynya mengenai pesanan istrinya. Setelah itu juandra mengajak istri makan bersama.sepuluh menit kemudian mereka berdua keluar dari restoran itu pulang menuju rumah utama Gilbert.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1