
setibanya juandra di kantor,dia lansung menuju ruangan papinya karena tadi dia mendapat pesan dari papinya untuk segera menemuinya.Juandra masuk keruangan papinya.
"Dari mana saja kamu son?" tanya papinya yang tengah melihat pekerjaannya.juandra duduk di depan papinya.
"Baru saja dari rumah sakit."jawaban juandra membuat andreu menaikan sudut bibirnya.
"kapan??,papi siap menemui om kamu son."Ucap papinya yang di mengerti oleh juandra.
"Tidak lama lagi pi.ada apa papi memanggilku?" Ucap juandra bertanya mengenai papinya menyuruhnya menemuinya,mendengar itu andreu menghentikan pekerjaannya lalu melihat kearah putranya.
"kenapa kamu sembunyikan berita tentang anak bajingan itu dari papi juan?" tanya papinya.
"Bukan menyembunyikan pi,tapi lebih tepatnya papi tidak perlu mengurus masalah itu,jika dia kembali mengusik kita biar itu menjadi urusanku, aku sendiri yang akan menghabisinya." jelas juandra kepada papinya.
"Baiklah,tapi ingat berhati hatilah. Dia pasti sudah membuat rencana untuk menyerang kita atas kematian ayahnya." pesan andrue yang angguki juandra.
"Papi tenang saja.juan sudah membuat semua rencana yang detik itu bisa di rubah." ucap juandra menyakinkan papinya.
"Papi percaya dengan kamu.hanya situ saja yang ingin papi tanyakan." ucap papinya.
"Dimana mamy.?" tanya juandra tidak melihat mamynya di ruangan itu.
"Mamy tiba tiba tidak enak badan,jadi papi suruh mamy beristirahat." ucap papinya mendapat senyuman kecil dari juandra.
"Jadwalmu terlalu padat pi makanya mamy kelelahan" ucapan putranya membuat andreu juga tersenyum lalu menatap kearah putranya itu.
"Kau akan mengetahui jika kau sudah seperti papi,jangan jangan kau lebih parah dari papi karena apa?,kau pasti tau sejak dalam kandungan mamy mu mengidam seperti apa sama papi??" ucap andreu mengingat amira hamil waktu itu mengidamnya membuat andreu keenakan.
"Setidaknya aku tidak seperti papi duluan mencicipinya." ucap juandra masih tersenyum kecil lalu berjalan keluar dari ruangan papinya menuju ruangannya sendiri.
"Kamu belum merasanya son,kalau sudah papi rasa di otakmu hanya itu.." ucap andreu masih tersenyum melihat punggung putranya sudah keluar dari ruangannya.
Juandra sudah sampai di ruangannya,
Hari ini pekerjaannya tidak terlalu padat jadi masih bisa dia bersantai.
"Zelo nanti jam 11 kau jemput keyra kerumah sakit." ucap juandra. Mendengar itu zelo melihat kearah Berto.
"Baik Bos..saya sendiri Bos.?" tanya Zelo.
"Iya.saya Tunggu disini. Berto pesankan makanan yang tidak ada campuran makanan laut nanti siang." ucap juandra lagi.
"Baik Bos." jawab Berto,kemudian mereka mengobrol masalah pekerjaan.
tiba tiba ponsel juandra berdering yang lansung dia angkat.
"Ada apa??" tanyanya.
__ADS_1
"Kakak..ngomongnya.. Kayak nggak boleh aku nelepon saja." omel soraya dari sana.
"Kuliah yang benar,jangan menanyakan Berto,dia masih hidup."
Huk..huk..Berto yang saat itu tengah meminum kopinya lansung tersedak mengetahui jika Juandra sedang di hubungi soraya.
"Kakak.. Jahat...aku cuma mau menanyakan kabarnya,tidak yang lain." ucap soraya.
juandra lansung mematikan sambungan telepon adik sepupunya itu,sedangkan disana soraya mengumpati juandra karena kesal juandra mematikan teleponnya.
"Bos..kenapa Bos menatap saya??" ucap Berto gugup.
Tak..juandra melempar bolpoinnya kearah kening Berto membuat dia mengaduh sedangkan Zelo tersenyum kecil melihat itu.
"Kau..,sampai kau menyakiti adikku,saat itu juga kepalamu aku penggal." ucap juandra menatap tajam kearah Berto.
"Apa artinya Bos mengijinkan saya berhubungan dengan Nona?" bukannya ketakutan Berto malah bertanya mengenai persetujuan juandra dirinya menjalin hubungan dengan soraya.
"Tidak untuk sekarang." jawab juandra lalu berjalan menuju meja kerjanya.
"Tidak masalah Bang,yang penting di Ijinkan" bisik Zelo yang di angguku Berto senang.
****
Di rumah sakit.
"Dokter keyra." panggilnya.
"Ya..Dokter roby.." ucap keyra juga menyapa Roby seorang dokter disana juga.
"Ternyata kamu sudah masuk lagi, memangnya benaran sudah sembuh?" tanyanya kepada keyra.
"Sudah Dok.." jawab keyra.Roby menganggukan kepalanya menanggapi ucapan keyra.
"Hmm..syukurlah.bagaimana kalau
akan siang nanti kita barengan..?" ajak Roby sudah lama sekali ingin mengajak keyra makan siang bersama.mendengar itu keyra terdiam lalu menampilkan senyumnya sedikit.
"Maaf Dokter roby sepertinya saya makan siang di ruangan saya saja,
soalnya saya belum bisa memakan makanan yang keras dulu.". Jawab keyra menolak dengan halus.
"Baiklah tidak apa apa,kalau tidak keberatan boleh saya bergabung nanti makan di ruangan dokter??"tanya roby lagi.
Ya ampun ini orang gimana ya jelasinnya.
Guman keyra dalam hatinya.
__ADS_1
"Sepertinya tidak dulu ya dokter,saya juga perlu beristirahat nantinya. Kalau begitu saya permisi ya dokter." ucap keyra lalu berpamitan dengan roby untuk segera pergi dari sana. Roby masih terus melihat keyra sampai keyra menjauh.
"kamu memang wanita yang menarik."
Guman Roby dengan senyumannya lalu juga melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan keyra dan asisstennya lansung menuju ruangannya.
"Dokter roby sepertinya menyukai dokter.." ucap susternya.
"Sok tau kamu sus..,kalau pun benar saya juga tidak mau sus..,Suster juga tau alasan saya kan?." ucap keyra.
"Dokter benar,saya juga tidak mau meskipun dia tampan.."keyra tersenyum mendengar ucapan susternya.
"Tampan terus yang kamu pikirkan sus.." ucap keyra geleng geleng kepalanya melihat kelakuan asistennya.
"saya itu dok kalau lihat laki laki tampan rasannya tidak perlu makan,
bawaannya sudah kenyang lihat wajah mereka." ucap asistennya sambil membayangkan wajah wajah idolanya.
"Serah kamulah sus." ucap keyra lalu pergi menuju ruangan istirahatnya karena dia tiba tiba merasa nyeri perutnya.saat dia beristirahat ponsel keyra berbunyi yang keyra lansung mengangkatnya.
"Hallo.." jawabnya.
"Bersiaplah,saya menjemputmu makan siang." ucap juandra membuat keyra terkejut saking kagetnya keyra lansung mengaduh.
"Aukh.." keluh keyra yang terdengar oleh juandra.
"Tunggu disana.lima menit saya sampai." juandra lansung mematikan sambungan teleponnya,juandra segera berjalan tergesa menuju kebawah untuk mengambil mobilnya tampa memperdulikan karyawan disana melihatnya yang tergesa gesa saat itu.
"Tuan muda kenapa ya sampai berlarian begitu?" tanya mereka sesama karyawan.
"mungkin ada sesuatu yang mendesak" jawab yang lainnya.
Begitulah pembicaraan mereka saat melihat juandra yang melewati mereka tadi.
Di tempat keyra,dia sedang mengobati lukannya yang tiba tiba kembali sakit. Tidak lama evelyn masuk keruangannya, evelyn baru saja di hubungi juandra untuk segera melihat keyra yang kesakitan,eve tidak mengetahui jika keyra sudah masuk karena dia juga belum lama masuk.
"Kamu nggak apa apa?,sini mbak lihat." ucap evelyn lalu perlahan membuka perban menutup bekas luka di perut keyra yang belum benar sembuh.
"keyra,kenapa memaksa kerja kalau masih sakit,kau juga tau luarnya saja sudah seperti sembuh tapi di dalam belum key,kau bahkan tau luka ini mengenai organ vital kamu." evelyn terus mengomeli keyra yang hanya terdiam saat itu mendengar omel evelyn,evelyn membantu keyra mengobati rasa sakit keyra.
Tidak lama juandra datang keruangan keyra yang saat itu melihat evelyn membantu keyra untuk duduk bersandar lagi.
"Juan Bawa saja keyra pulang,ini anak tau masih sakit memaksa kerja kayak orangtuanya nggak punya uang saja. Jangan masuk sebelum kamu benar sembuh." evelyn terus mengomeli keyra, sedangkan juandra hanya diam dengan menatap keyra dingin.
"Saya antar kau pulang" ucap juandra dengan wajah dinginnya,juandra menghampiri keyra lalu perlahan mengangkat tubuh keyra kedalam gendongannya lalu membawa keyra keluar dari ruangan itu dengan evelyn ikut juga mengantar mereka berdua membawakan barang barang keyra.
__ADS_1