
"Informasi apa yang kau dapatkan?" tanya pria itu.
"seluruh keluarga Gilbert akan berkumpul di negara C Tuan,tapi saya tidak tau apa yang membuat mereka berkumpul disana."jelas orang itu.
Prang...satu gelas kaca pecah tercecer kelantai,telempar oleh pria itu.
"Bodoh!!,jadi apa gunanya kau, kalau tidak bisa mengetahui apa yang membuat mereka berkumpul disana hahh.." triak pria itu marah.
"Maafkan saya Tuan,Tuan dengarkan penjelasan saya sekali lagi?" ucap orang itu.
"Cepat katakan!!, jika tidak penting maka saat ini juga tamat riwayatmu." ancam pria itu.
"Mereka semua tengah berkumpul disana,bagaimana kalau Tuan menyerang markas utama milik Juandra.
situasi ini sangat menguntungkan untuk anda, Tuan bisa menguasai markasnya." ucap orang itu memberikan Ide jahatnya. Pria itu lansung terdiam memikirkan ucapan orang itu.
"Idemu cemerlang juga."
"Zo siapkan keberangkatan kita keNegara G,lusa adalah waktu yang tepat menghancurkan Juandra keparat itu," perintah Pria itu dengan seringaian liciknya.
"Baik Tuan." jawab anak buahnya.
"Aku akan menepati janjimu setelah aku menghancurkan markas Juandra keparat itu" ucap pria itu.
"Baik Tuan." orang itu lansung pergi dari sana.
****
Di kantor juandra tengah di sibukan dengan pekerjaannya,karena belum terbiasa adanya kehadiran wanita di hidupnya,juandra sampai melupakan keyra yang sudah menjadi tunangannya,
bahkan pesan keyra untuknya belum juga dia lihat ataupun dia baca sampai sekarang.
Tring...terdengar deringan ponsel juandra membuat dia melihat kearah layar ponselnya lalu mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya juandra kepada anak buahnya yang saat itu tengah menghubunginya.bersamaan dengan itu di rumah,keyra juga tengah menghubungi juandra namun keyra mendengar nomor juandra sedang menerima panggilan lain.
"kayaknya kak juan lagi terima telepon" guman keyra lalu kembali mengirimkan pesan kepada juandra mengatakan kalau dirinya sudah sampai di rumah.
setelah itu keyra berjalan keluar ingin menemui mamanya.
Di tempat juandra,dia masih serius mendengar apa yang anak buahnya katakan padanya.
"Perketat keamanan,menitor dengan yang lain." ucap juandra menyuruh anak buahnya untuk bersiaga lebih ketat lagi.
"Baik Bos." jawab Zarel yang menjadi tangan kanan juandra disana.kemudian mereka menyudahi pembicaraan mereka. Juandra melihat pesan singkat yang keyra kirim untuknya, saat itu juga dia lansung menghubungi keyra namun tidak di angkat,teleponan ketiga, keyra belum juga mengangkatnya. Juandra berpikir mungkin tunangannya itu sedang membersihkan tubuhnya. Juandra kembali melanjutkan pekerjaannya.
berapa jam kemudian ponselnya kembali berdering,ternyata keyra yang menghubunginya lagi.juandra lansung mengangkatnya lalu mengalihkan telepon keyra menjadi Vedio call.
__ADS_1
"Maaf ya kak,tadi aku kebawah menemui mama."keyra lansung menjelaskan kepada juandra, kenapa dia tidak mengangkat telepon dari tunangannya itu tadi.
juandra masih belum bicara,dia melihat kearah keyra.
"Kak..?"panggil keyra melihat juandra terdiam.
"Hmm..aku dengar." jawab juandra lalu kembali diam melihat keyra dengan tatapannya membuat keyra gugup disana.
"Temani aku kerja" ucap juandra.
"nemanin kakak kerja,maksudnya gimana?"Tanya keyra bingung.
"Temani aku kerja lewat ini." ucap juandra mengatakan kalau dia ingin di temani tunangannya itu kerja melalui vedio call mereka.
"Oh..,Tapi aku mau mandi dulu ya,
gimana?" ucap keyra.
"Mandi saja,jangan di matikan" jawab juandra dengan matanya berpokus kelayar laptopnya.keyra ingin membantah namun kemudian dia berpikir,pasti juandra akan menolak.
keyra menuju kamar mandinya meninggalkan ponselnya di letakan di atas meja sofanya.
Sepuluh menit kemudian,keyra menyelesaikan mandinya,dia lansung menuju ruangan Ganti untuk segera memakaikan pakaiannya,lima menit kemudian dia sudah selesai berganti pakaian.dia pun lansung berjalan lagi menuju sofanya lalu mengambil ponselnya.
Terlihat juandra tengah sibuk dengan pekerjaannya,keyra mengukir senyumnya melihat tunangannya itu begitu serius melakukan pekerjaannya.
"kenapa rambutmu tidak di keringkan?" tanya juandra melihat kepala keyra masih terbalut oleh handuk.
"aku sengaja belum mengeringnya,pasti akan lama kakak menungguku kalau aku mengeringkan rambut" jelas keyra.
"keringkan saja rambutmu,aku mau melihatnya." ujar juandra lagi.
"Baiklah.." jawab keyra,dia pun berjalan menuju ruang gantinya dengan membawa ponselnya,sampainya di depan meja mek upnya,keyra lansung mengambil hair dryer nya dan menyalakannya lalu dia mulai mengiringkan rambutnya hingga selesai,
dengan di lihat oleh juandra.
"Gaun yang pernah aku berikan untukmu, lusa bawalah keHotel." Ucap juandra menyuruh keyra membawa pemberiannya waktu itu.
"ia.nanti aku bawa." jawab keyra masih sibuk menyisir rambut panjangnya. Tidak lama ahkirnya keyra selesai dengan rambutnya itu,lalu berjalan lagi,kini menuju tempat tidurnya.
"Kakak belum pulang?" tanya keyra karena melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore.
"Sebentar lagi." jawab juandra, dia sudah kembali pokus dengan pekerjaannya. Kali ini keyra yang menatap juandra dengan rasa kagumnya.
"Aku tau aku tampan." ucap juandra tiba tiba.mendengar itu keyra lansung tersenyum kecil.
"emm." jawab keyra malu,apa yang tunangannya itu katakan adalah benar.
__ADS_1
Juandra menghentikan pekerjaannya,
mengambil ponselnya lalu mendekatan kearah kewajahnya.
"Kau membuatku tidak pokus kerja." ucap juandra membuat keyra mengeryitkan keningnya.
"Kenapa aku??" tanya keyra.
"Nanti aku hubungi lagi,Aku harus pergi." ucap juandra.
"kakak mau pulang?" tanya keyra.
"Belum.ada hal yang harus aku selesaikan." jawab juandra.mendengar itu keyra tidak lagi menanyakan Juandra.
"Baiklah..,matikan saja." ucap keyra menyuruh tunangannya itu mengahkiri telepon mereka.juandra pun lansung mematikannya,dia mengemas meja kerjanya lalu memakaikan jasnya dan berjalan menuju keluar. Sedangkan keyra hanya menghembuskan napasnya, melihat calon suaminya sangat kaku sekali bicaranya.
****
Di negara B.
Maora dan keluarganya tengah dalam perjalanan menuju ke bandara.
"pa kenapa kamu sejak tadi diam terus.? Ada masalahkah?" tanya maora kepada suaminya,melihat suaminya sejak mereka kembali dari kantor tadi wajah suaminya menjadi suram.
"Tidak ada sayang" jawab nathan dengan memeluk tubuh istrinya.
"papa nggak bisa bohongin mama,ada apa? cerita sama mama.." ucap maora lalu meminta suaminya memberitahu apa yang menyebabkan dia sampai terdiam begini.
"Aku tadi melihat luke ma." jawab nathan membuat maora terkejut.
"papa yakin dia luke.?" tanya maora.
"Ia.aku sangat yakin itu luke.tapi saat aku menghampiri tempatnya,malahan bukan dia." ucap nathan.
"Mungkin papa salah orang kali pa.." ucap maora.
"Tapi aku merasa yakin ma,tadi itu luke." nathan tetap menyakinkan kalau dia melihat orang yang mereka bicarakan.
"Papa udah kasi tau kak Andreu??" tanya maora.
"sudah.Dia meminta aku melukiskan wajah luke,sudah aku lakukan.., aku merasa akan ada sesuatu yang sangat besar akan terjadi sayang.." ucap Nathan mengatakan perasaannya baru kali merasakan ada kepanikan,setelah kejadian dulu saat menyelamatkan amira.
"Tenanglah,mungkin itu hanya perasaan kamu saja pa.." ucap maora menenangkan suaminya. Mereka tidak lagi membahas masalah tadi. Tidak lama mereka sampai di bandara dan segera masuk kedalam pesawat,begitu juga dengan anak anak mereka berdua dan juga Dion yang bersama mereka.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1