
"Apa yang mau hubby tanyakan?"
"Apa yang mau papi tanyakan?"
Ucap Amira dan juandra bersamaan.
"Hanya pekerjaan saja." jawab andreu namun Juandra tidak percaya apa yang papinya katakan.
"Oh..." ucap Amira.
Tidak lama mereka sampai di kediaman Maora dan nathan,Bareil kembali menuju rumahnya menjemput anak istrinya karena mereka akan menginap di rumah orangtuannya.
****
Di rumah Geril pagi itu,mereka tengah sarapan bersama.
"Pa mama dengar dari maora tadi, Ami sama cucu cucunya kesini baru pagi ini mereka sampai." Ucap Mitha.
"Hmm.., baguslah,berarti kita bisa sekalian mengundang mereka makan malam bersama kita." Ucap Geril.
"Iya pa..mama Sudah bilang dengan Maora menyuruh Ami kesini nanti malam." Ucap mitha.
"Gerson mau nambah lagi sarapannya..?" Tanya Mitha menanyakan calon menantunya mau menambah sarapannya lagi atau tidak.
"Tidak Tante,ini sudah cukup." jawab Gerson.
"Sayang nanti bawalah Gerson berkeliling kota kita ini." Ucap Geril menyuruh Ayura membawa calon suaminya mengelilingi kota mereka.
"Iya pa." jawab Ayura menatap Gerson yang saat itu juga tengah menatapnya dengan mengedipkan sebelah matanya membuat Ayura melototkan matanya.
"Apa Om memiliki tempat belatih menembak.?" tanya Gerson.
"Om tidak memiliki itu,tapi punya kerabat om ada." jawab Geril.
"Bisa saya menggunakannya?,saya tidak pernah absen berlatih apalagi menembak sasaran di depan saya." Ucap Gerson masih menatap lekat wajah Ayura, sedangkan Ayura kembali melototkan matanya karena mengetahui maksud dari ucapan kekasihnya itu.
"Tentu saja,nanti Gerath akan mengantar kamu kesana." Ucap Geril.
"Baik Om." jawab Gerson.
Lima menit kemudian mereka sudah selesai sarapan,Geril dan istrinya menuju keruangan keluarga mengobrol bersama dengan orangtuanya.
__ADS_1
"Aku mau menghubungi nathan." ucap Geril lalu menelepon nathan.
"Ada apa Ger?" tanya nathan disana.
"Calon menantuku ingin memakai tempat latihanmu." Ucap Geril.
"Suruh saja Gerath mengantarnya kemari " jawab Nathan.
"Oke.mungkin agak siang mereka kesana." ucap Geril lagi.
"Baiklah." kemudian Geril menyudahi pembicaraan mereka,dia kembali melanjutkan obrolannya dengan orangtuanya,sedangkan Ayura mengajak Gerson menuju taman bunganya karena sejak semalam Gerson ingin pergi kesana. Mereka berdua sampai di taman bunga itu.
"Kamu kenapa bicara seperti itu di depan Papa?" tanya Ayura kesal dengan kekasihnya,Gerson bukannya menjawab dia malah menekan kedua tangannya di dinding mengurung tubuh ayura dengan mata tajamnya menatap wajah ayura.
"Bukankah aku memang harus terus belajar,jika tidak maka aku akan salah mengenai sasaran." Ucapnya perlahan mau mendekatkan wajahnya kearah Ayura.
"Ma...mau apa?" tanya Ayura gugup sambil menahan dada Gerson.
"Memakanmu." jawab Gerson.
"Co..Cobalah kalau kamu berani macam macam di rumah ini?" tantang Ayura.
"Nander turunkan aku." triak Ayura berapa kali sambil memukul Gerson,
sedangkan Gerson tidak menjawab ucapan Ayura sama sekali.
"Papa tolong Yura pa." triak Ayura Saat itu Gersong sudah menaiki tangga sedangkan Geril malah memberikan dua jempolan kepada Gerson. Gerson melanjutkan langkah kakinya menuju lantai atas.
"Pa...gimana kalau putri kita tertimpa Gerson,apa nggak penyet begitu" Bisik Mitha melihat putrinya yang mungil mendapatkan calon suaminya yang memiliki postur tubuh tinggi besar dari Geril suaminya bahkan dari juandra maupun pria lainnya dalam keluarganya.
Geril Tertawa lepas mendengar bisikan istrinya.
"Kamu kenapa Ge?" Tanya papanya.
"Istriku pa.." Geril kembali tertawa.
"Dia menghuatirkan Ayura memiliki calon suami seperti Gerson pa,takutnya Ayura tidak bisa mengimbangi Gerson."
Buk..mitha lansung memukul bahu suaminya membuat mama papa Geril tersenyum mengerti arah pembicaraan Geril dan istrinya.
"Mama juga berpikir begitu Mitha,saat melihatnya sore kemarin dia datang bersama Yura mama sangat terkejut sekali,mama masih tidak percaya ada ya manusia setinggi Dia dan badannya sangat bagus sekali seperti nak Gerson, Aa kalau mama bukan menghuatirkan penyet atau tidaknya Yura di ranjang tapi takut bagaimana nanti Yura menjaga suaminya dari mata wanita gatal melihatnya,lihatlah dia itu pria yang sangat sempurna,biar mata mama ini sudah bola 4 mama akui nak Gerson pasti banyak wanita yang menggilainya di luaran sana. ." Ucap Mama Geril ikut bicara.
__ADS_1
"Oh...jadi Mama pikir papa dulu nggak tampan begitu?" tanya papa Geril.
"Ih papa ini,jangan mulai deh. Mama kan ngomongnya benaran kok,kalian pikirin sendirilah." jawab Mamanya Geril.
"Mama tidak perlu terlalu menghuatirkan Ayura,lihatlah Gerson sepertinya dia sangat mencintai cucu mama,sikapnya saja sepertinya tidak perduli tapi Aku melihatnya kalau dia itu sangat perduli dengan putri kita." Ucap Geril.
"Mama harap begitu,taulah calon menantumu itu dia bahkan bukan orang sembarangan,wanita mana yang tidak mau dengannya,menginginkan dia,bisa saja mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan nak Gerson itu." Ucap Mamanya Geril.
"Mama terlalu Berpikir jauh Ma, percaya saja Gerson tidak akan mempermainkan cucu kita,kalau Dia tidak serius dengan Ayura untuk apa dia mau datang kemari, rela meninggalkan pekerjaannya yang sangat padat jam terbangnya. Mama bisa menilai dari situ,udah Gitu lihat tatapan matanya pada Ayura,dia begitu sangat mencintai cucu kita." ucap papanya Geril.
"Apa yang di bilang papa memanglah benar,mama tenang saja,Geril sangat percaya dengan Gerson Ma." Ucap Geril.
"Iya Ma mitha juga percaya sama Gerson,kalau mendengar cerita dari Yura kita,bukan Yura yang menginginkan Gerson,tapi Gerson lah yang mengejar ngejar Yura semenjak tahun pertama Yura tinggal disana." Ucap Mitha.
"Hmm iya mama bukannya tidak mempercayai anak itu,mama percaya sekali dengannya hanya saja takut Yura kita..kalian pasti mengertilah maksud mama." Ucap Mamanya Geril.
"Hmm sudah jangan pikirkan itu,biarkan semuanya mengalir apa adanya.. Setiap hubungan ataupun pernikahan pasti ada saja masalah yang akan mereka lewati tapi yang terpenting mereka bisa menghadapinya bersama sama." Ucap papa.
"Iya pa." jawab mereka bertiga.
Tidak lama mereka kedatangan Gerath dan istrinya kerumah itu. Mereka lansung bersalaman dengan mereka berempat.
"Dimana Ayura?" tanya Gerath.
"Dia sedang di atas bersama Gerson." jawab mamanya.
"Papa bilang Gerson mau belatih menembak.?" Tanya Gerath.
"Iya,kau antarlah dia nanti ketempat latihan Om nathan. Papa sudah mengubungi Om kamu,dia bilang pergilah kesana." Ucap Geril.
"Baiklah pa." ucap Gerath.
"Ma..Vani ingin meminta mama membuat kue marmer cake,sejak pagi tadi dia manangis meminta itu." Ucap Gerath.
"Kebetulan sekali mama ada membuatnya sayang,Ayo kita mengambilnya." Ucap maora mengajak menantunya menuju dapur. Gerath dan istrinya belum lama menikah,sekitar lima bulan yang lalu,dan sekarang Istrinya Gerath sudah hamil 4 bulan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
Episode selanjutnya akan berkaitan dengan novel *perjuangan Cinta.* Putra Tunggal dari Jordan Berneo murai dan Naira putri tama. tapi disini nggak banyak akan di ceritakan.
__ADS_1