
"Hallo." andreu mengangkat telepon yang ternyata Bareil yang menghubunginya.
"Om.." terdengar suara Bareil bergetar, masih bingung bagaimana mengatakan pada omnya mengenai keadaan kakaknya.
"katakan apa yang sebenarnya terjadi.?" tanya andreu sudah merasakan kepanikan.
"Juandra terluka,sekarang masih di tangani Dego.." Bareil mengantung ucapannya,yang di ketahui oleh Andreu.
"katakan Bareil?.." Tanya Andreu.
"Juandra saat ini masih tidak sadarkan diri om." jawab Bareil.
Buk...amira lansung terjatuh pinsan mendengar putranya terluka bahkan tidak sadarkan diri,dengan sigap maora dan nathan lansung menahannya dan memapah amira kearah Sofa.
"Bawa dia secepatanya kembali kekota, kami akan terbang kesana." ucap andrue .
"Iya om, setelah operasinya selesai,kami akan segera membawa juandra kembali." ucap Bareil yang di iyakan Andreu,
setelah itu dia mematikan teleponnya.
Andreu lansung menghampiri istrinya yang sedang di tolong maora dan juga bibik untuk menyadarkannya.
"Bersiaplah kita akan terbang kenegara G sekarang juga" ucap andreu kepada semua orang.
Keyra menangis dalam pelukan mamanya,mengetahui keadaan suaminya.melihat itu papanya juga ikut menenangkan putrinya.
setengah jam kemudian mereka lansung berangkat menuju bandara.sampainya disana mereka masuk kedalam pesawat. Tidak lama pesawat yang membawa mereka lansung mengudara menuju Negara G.
***
Di kapal pesiar,Juandra masih di tangani Dego.sudah hampir tiga jam operasi itu belum juga selesai.
"Berto kenapa kau meninggalkan Bos tadi?" Tanya zarel.
"Aku tidak sengaja,sebenarnya aku juga tidak mau meninggalkan Bos sendirian, tapi Bos terus memaksa menyuruhku segera membawa Tuan Gerath dan Nona Ayura keluar dari sana,.kau juga tau riska seperti apa kalau dia mengamuk."jelas Berto.
"wanita itu benar benar,Aku masih belum percaya Jose berhianat pada kita juga,kurang apa Bos padanya." ucap Zarel masih tidak percaya anak buah juandra ikut berhianat.
"Kau benar.aku sudah tidak sabar mengulitinya." ucap Berto Geram.
"Bersiaplah kita pasti akan menerima hukuman dari Tuan Besar.semoga Bos bisa selamatkan oleh Dokter Dego" ucap Zarel berharap Juandra masih bisa di selamatkan.
__ADS_1
"Aku yakin Bos bisa di selamatkan Dokter Dego." jawab Berto.
Tidak lama Bareil datang menemui mereka berdua.
"Aku sudah menghubungi Om Andreu,
mereka akan segera berangkat menuju kesini.bagaimana Juandra,apa Dokter Dego belum selesai juga menanganinya?." mereka berdua hanya menggelengkan kepala lalu menoleh kearah ruang operasi yang terlihat lampu merah masih menyala.
Bareil mengusap kasar wajahnya.
"kau bersama juandra tadi,bagaimana ini bisa terjadi?,apa kalian tidak melihat ada yang mengintai kalian..?" tanya Bareil kepada Berto.
"Maaf Tuan muda,saya bersalah. saya dan Bos sudah menyadari ada yang mengintai kami dari jauh,tapi Bos terus memaksa saya untuk mengeluarkan Tuan Gerath dan Nona ayura dari sana, saya sudah menolak berapa kali tapi Bos terus saja memaksa saya,ahkirnya saya keluar membawa mereka berdua,
saya sungguh tidak menduga hal itu akan terjadi. Saya sangat tidak menyangka Jose anak buah kepercayaan Bos berhianat. Saya sungguh minta maaf Tuan muda." ucap Berto kembali dengan penyesalannya sudah mengikuti kata juandra,jika dia tadi tidak keluar,
mungkin juandra tidak akan terluka seperti ini.
"Baiklah.aku baru saja menemui Ayura tapi dia masih syok,bahkan dia tidak bisa bicara apa pun mengenai apa yang aku tamyakan,Gerath juga belum sadarkan diri." ucap Bareil.
Lampu ruang operasi berubah hijau,saat itu waktu sudah menunjukan subuh, hampir lima jam Dego menangani juandra di ruangan itu. Tidak lama Dego keluar membuat mereka bertiga berdiri lansung mendekati Dego.
"Bagaimana Dokter Dego,juandra baik baik saja kan..?" Tanya Bareil
Dego membuka maskernya kemudian melihat kearah mereka bertiga.
"Juandra Bisa aku selamatkan." mendengar itu mereka bertiga merasa lega dan sangat senang,zarel dan Berto sampai berpelukan mengetahui Bos mereka selamat.
"Tapi dia masih koma." sambung Dego membuat mereka kembali terdiam.
"Luka tusukan dan tembakan itu mengenai organ vitalnya,panah yang mengenai juandra di campur dengan racun yang sangat mematikan,itu yang menyebabkan dia sampai memuntahkan darah tadi.racun itu sangat mudah menyebar.aku sudah memberikan obat menghentikan racun itu tapi aku tidak yakin ini akan berhasil,karena itu dia koma. Dan sekarang ini dia masih dalam masa kritisnya.kita berdoa saja juandra bisa melewati masa ini."jelas Dego lagi.
Mereka bertiga tidak bisa berkata kata lagi.
"Berapa lama dia akan koma Dok?" tanya Bareil.
"Itu aku tidak tau, tergantung tubuhnya bisa atau tidaknya membawanya kembali sadar." Ucap Dego lalu meghembuskan napasnya. Tidak lama Dego kembali masuk lalu membawa juandra keluar berpindah menuju pesawat jet pribadi milik juandra untuk membawanya segera sampai di rumah sakit,mereka bertiga juga ikut mengantar juandra.
Siang itu Juandra sudah berada di ruangan ICU dengan pengawasan ketat oleh Dego dan juga mereka bertiga serta anak buah juandra.
Deringan ponsel Dego kembali berbunyi, terlihat Andreu yang sedang menghubunginya.
__ADS_1
"Hallo om" jawab juandra.
"Kalian sudah sampai?"tanya Andreu.
"Sudah om,Kalian lansung saja kerumah sakit,Juandra sudah saya tempatkan di ruangan ICU VIP 1" jawab Dego.
"Baik kami sedang menuju kesana." ucap andreu lalu mematikan teleponnya, mereka baru saja tiba di Negara itu, dengan rombongan keluarganya, andreu lansung membawa mereka menuju rumah sakit milik Dion. Setelah menempuh perjalanan setengah jam, ahkirnya mereka pun sampai disana dan lansung menuju ruangan juandra.
"Dego..Bagaimana keadaan juandra.?" tanya amira kepada Dego.
Dego melihat kearah mereka semua lalu melihat sekejap kearah istri sahabatnya yang sudah membekak matanya karena terus menangis.
"Juandra belum sadarkan diri, sekarang dia sedang dalam masa kritisnya, aku tengah memberikannya obat yang bisa netralkan racun dalam tubuhnya." jelas Dego membuat keyra kembali meneteskan air matanya,begitu mamynya juandra.
"Sayang temuilah suami kamu,kami akan belakangan.." ucap mamy amira menyuruh menantunya yang duluan menemui suaminya.
"Ruangan ini memiliki Dua tempat untuk beristirahat jadi semuanya boleh masuk,
tapi untuk di ruangan juandra hanya boleh 1 orang yang masuk" ucap Dego menjelaskan.
"Honey kalian masuklah,bawa menantu kita menemui juandra,aku mau bicara dulu dengan Bareil dan lain" ucap andreu yang di angguki amira lalu membawa keyra,elisa, maora masuk kedalam,Dego lansung membuka pintu ruangan juandra untuk mereka.
"kalian berempat ikutlah denganku." ucap andreu mengarahkan matanya kepada Bareil,zarel,Berto juga Dego.
Andreu,nathan,Dion,Dio dan juga Rendi menuju ruangan Dion berada.
sampainya di ruangan Dion,mereka semua lansung duduk.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi sampai juandra begini?" ucap andreu.
Berto Berdiri,mereka semua melihat kearah Berto.
"Tuan ini salah saya,jika saya tidak mengikuti apa yang Bos minta,ini tidak akan terjadi.," ucap Berto benar pasrah jika Tuannya menghukumnya.
"Ceritakan kejadiannya?" ucap Andreu.
"Baik om.akan saya ceritakan.." ucap Berto kemudian dia menceritakan semua kejadian dari awal sampai mereka bertiga masuk melihat juandra sudah terluka.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1
Upnya akan lama ya teman teman, karena lagi di sibukan dengan pekerjaanku.๐๐๐