Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
68


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu,Dua hari yang lalu sofia sudah sadar pasca operasinya berapa hari yang lalu. Orang pertama dia panggil adalah Bareil namun Bareil tidak berada disana sehingga orangtuanya memberitahu sofia kalau Bareil masih kembali keNegaranya. Tepatnya semalam Bareil datang menemui sofia setelah mendapat kabar Sofia sudah sadar.


Pagi itu sofia bangun dari tidurnya terkejut melihat Bareil tertidur duduk di sampingnya,perlahan tangan Sofia ingin mengusap kepala Bareil namun Belum sampai Sofia memegangnya,Bareil terbangun dari tidurnya.


"Hmms..Kau sudah bangun..?" ucap Bareil menegakan duduknya lalu merapikan bajunya.


"Kamu mau apa?" tanya Bareil melihat Sofia melihat kearahnya,dengan gelengan kepalanya,sofia memberitahu Bareil jika dirinya tidak menginginkan apa apa.


"Kapan kamu sampai?" tanya Sofia.


"Semalam saat kamu sudah tidur terlelap." jawab Bareil dengan matanya menatap lekat wajah pucat Sofia.


"Aku mau minum." ucap Sofia yang segera Bareil ambil lalu membantu sofia dengan perlahan meminumnya.


"Aku bersihkan wajahku dulu." ucap Bareil berjalan menuju kamar mandi dan lansung membasuh wajahnya. Sofia mengukir senyumannya,hatinya terasa bahagia pagi itu melihat kehadiran Bareil di hadapannya.


"Kenapa senyum senyum?" tanya Bareil mengejutkan Sofia lalu membuatnya terpaku diam.


"Kamu kenapa?" tanya Bareil lagi namun hanya mendapatkan Gelengan kepala dari sofia.


"Kau bahagia melihatku disini?" tebak Bareil membuat sofia melototkan matanya,ingin rasanya saat itu dia menengelam wajahnya kedalam air karena apa yang Bareil tebak adalah benar,dia jadi malu saat itu.


Kini giliran Bareil mengukir senyum kecil di bibirnya melihat sofia malu. Bareil berjalan mengambil nampan membawakan makanan itu mendekati sofia.


"Makan dulu setelah itu kau harus meminum obatmu." ucap Bareil meniup niup makanan itu. Sofia melihat apa yang Bareil lakukan saat itu. Bareil mulai menyuapi Sofia dengan sangat telaten.


"Nanti aku akan kembali,pekerjaanku tidak bisa aku tinggal terlalu lama." ucap Bareil memberitahu Sofia membuat wajah sofia menjadi berubah sedih. Bareil menyadari itu namun dia tidak menanyakan Sofia.


"Aku udah kenyang." ucap Sofia lalu perlahan membaringkan tubuhnya.


"Bagaimana bisa kau bisa kenyang dengan makan hanya lima suap..?" Bareil meletakan makanan itu lalu dia lansung mendekati tubuh sofia dia membantu sofia duduk kembali.


"Jika ingin terus bersamaku,makan yang banyak dan cepat sehat." ucapan Bareil membuat sofia menatap lekat wajah Bareil.


"Aku tau aku tampan,kau tidak perlu menatapku seperti itu."


Bukk..sofia memukul bahu Bareil dengan pelan membuat Bareil tersenyum,hal itu membuat sofia terpaku karena ini kali pertama dia melihat senyum dari Bareil.


Tak.. Aukh..." sakit..." keluh sofia saat keningnya di sentil Bareil.


"Makan.."Sofia membuka mulutnya dia kembali memakan makananya sampai suapin terahkir. Setelah itu Bareil membantu Sofia meminum obatnya.


"Papa mamaku kemana?" tanya Sofia.


"Aku menyuruh mereka pulang, adikmu ada di luar." jawab Bareil sambil mengemas semua bekas makan Sofia.


"Mau aku panggil adikmu?" tanya Bareil.


"Tidak perlu.."jawab Sofia.

__ADS_1


bersamaan dengan itu asissten Bareil mengetuk pintu ruangan sofia.


"Tuan muda." panggil yogi asissten Bareil.


"Masuk." jawab Bareil, mendengar itu asisstennya masuk kedalam.


"Ada apa?" tanya Bareil.


"kita sudah harus kembali Tuan, sore nanti anda akan ada undangan peluncuran produk Baru dari rekan bisnis anda." jelas asisstennya kepada Bareil, mendengar itu sofia lansung merasa sedih.


"Baiklah,kau boleh keluar." ucap Bareil yang di angguki asistennya. Bareil mendekati Sofia.


"Aku pulang dulu, mungkin aku dalam berapa hari kedepan tidak bisa menemuimu karena pekerjaanku.


Cepatlah sehat." ucap Bareil.


"Emm.." jawab Sofia.


Melihat kesedihan di wajah Sofia, Bareil duduk di dekat sofia lalu mengangkat wajah sofia supaya bisa melihat kearahnya.


Cup...Bareil mencium sekilas bibir sofia membuat sofia melototkan matanya.


Cup...Bareil kembali mencium bibir sofia,


kali ini dia masih menahanya,Bareil mengigit sedikit mulut sofia sepaya sofia membuka mulutnya, saat sudah terbuka,Bareil memperdalam ciumannya dengan sangat lembut,perlahan sofia membalas ciumannya juga.


Cup...Bareil mengecup kening sofia dengan sangat lembut.


"Jangan sedih,kamu cepatlah sembuh. Setelah itu aku akan menjemputmu lalu menjadikan Mu Nyonya Bareil Tirta pratama GE." ucap Bareil serius.


"Apa kamu serius?" tanya Sofia masih tidak percaya ucapan Bareil.


"Aku keturunan keluarga pratama dan Gilbert,Apa keluargaku pernah berbohong.?" pertanyaan Bareil membuat sofia lansung mengelengkan kepalanya.


"Apa ini artinya kamu melamarku?" tanya Sofia lagi.Bareil belum menjawab namun dia mengambil tangan kiri sofia yang sudah ada sebuah cincin Berlian sangat cantik dan harganya jangan di tanya berapa Bareil sematkan semalam saat sofia masih tidur. Sofia sangat terkejut melihat jari manisya.


"Kamu saja sudah memakai cincin yang aku sematkan di jari manismu,artinya kamu sudah setuju menikah denganku." ucap Bareil membuat sofia terpaku dia memegang jari manisnya setelah itu melihat kearah Bareil dengan menganggukan kepalanya,Bareil lansung memeluk tubuh sofia.


"Mulai sekarang kau hanya milikku." ucap Bareil.


"Hmm.."jawab sofia bahagia karena perasaanya terbalaskan oleh Bareil,


sofia benar benar bahagia saat ini karena orang yang sangat dia cintai melamarnya. Bareil melepaskan pelukan mereka berdua.


"Aku pulang dulu jaga kesehatanmu disini,cepatlah sembuh." ucap Bareil.


"Nanti kabari aku kalau sudah sampai." ucap Sofia.


"Tentu saja calon istriku." ucap Bareil dengan kedipan matanya.

__ADS_1


Cup...Bareil kembali mengecup lembut kening Sofia.


"Aku pergi.." ucap Bareil sebenarnya berat hati meninggalkan sofia tapi pekerjaannya sudah menantinya.


"Iya B berhati hatilah" ucap Sofia yang kemudian Bereil keluar dari ruangan Sofia,di luar lansung bertemu dengan kedua orang tua Sofia yang senyum senyum kepadanya.


"Om tante saya pergi.."


"Baik Tuan muda berhati hatilah." ucap papanya sofia yang di angguki Bareil, dia dan yogi lansung melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit itu. Semantara orangtua dan adik sofia lansung masuk menemui sofia.


"Anak papa sepertinya sangat senang sekali." ucap papanya duduk mendekati sofia.


"Pa..Ma.." sofia mengangkat tangan kirinya lalu memperlihatkan jari manisnya membuat orangtuanya dan adiknya terkejut.


"Apa ini kak?,Apa kak Bareil me...."


Sofia menganggukan kepalanya dengan senyuman yang sangat bahagia.


"Bareil melamar kakak dek Pa..ma.." ungkap sofia dengan perasan bahagianya begitu juga orangtuanya dan adiknya ikut bahagia mendengar kabar itu.


"Benarkah sayang... ?" tanya mamanya.


"Iya ma..Bareil melamarku,dia akan membawa orangtuanya menemui kalian setelah pekerjaannya selesai berapa hari kedepan." ucap Sofia.


"Papa ikut bahagia nak,kamu bisa akan bersatu dengan orang yang kamu sukai dan kamu cintai." ucap papanya memeluk tubuh Sofia.


"Iya Pa,aku sekarang percaya ucapan papa kalau kita bersabar akan ada waktunya kesabaran kita membuah hasil pa.." ucap Sofia.


"Iya sayang.." ucap papanya.


mereka masih mengobrol bersama sambil mengoda sofia. Di tempat lain Bareil terus mengukir senyumannya karena bahagia sudah melamar sofia menjadi calon pendamping hidupnya kelak.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐Ÿ‘๐Ÿ‘,dan komentar๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.



Hay kakak kakak semua yang selalu setia membaca novelku mendukung setiap apa yang aku tuliskan.


Hari ini aku ngeluarin Novel terbaru aku yang sedikit berbeda alur ceritanya dengan novel sebelumnya aku tulis,


Di novel ini akan sedikit membuat emosi dan bisa di anggap menguras air mata juga.


Ayuk simak kisahnya lihat di beranda aku ya,jangan lupa pavoritkan jika kalian suka๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.



![](contribute/fiction/5952763/markdown/23679799/1672737201742.jpg)

__ADS_1


__ADS_2