
"Kau tidak akan mendapatkan informasi apa pun dariku meski aku mati sekali pun." ucap zero sudah kesekian kalinya,
saat di tanya oleh pria itu.
Sudah tiga hari ini dia di kurung di ruangan bawah tanah itu oleh musuh juandra.
"Baiklah,kalau kau tidak mau memberitahuku,Kau memang tidak bisa memberikan aku informasi penting,tapi kau bisa mendatangkan juandra kesini menemuiku." ucap pria itu dengan seringaiannya, membuat zero mengepalkan tangannya.
Sial..bedebah kau .
Guman Zero masih mengepalkan tangannya,dia lansung memikirkan Bosnya pasti akan kesini menyelamatkan dirinya tapi itu akan sangat membahayakan nyawa Bosnya.
"Terus awasi dia,jangan sampai lengah. Bisa bisa semua rencana kita akan gagal." ucap pria itu sambil melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu.
"Aku harus mencari cara keluar dari sini, jika Bos yang kesini,nyawanya dalam bahaya."Guman Zero kemudian berpikir untuk mencari cara agar dia bisa keluar dari sana.
***
Subuh itu Juandra dan rombongannya baru saja tiba Di negara G,mereka lansung pergi menuju tempat yang menjadi markas besar milik juandra.
Hampir dua jam perjalanan mereka menuju kesana, dengan melewati jalan yang di kelilingi hutan lebat yang gelap.
tibalah mereka di tengah hutan itu,
juandra menekan sesuatu yang ada di tangannya, yang lansung mengubah Hutan di depan mereka itu berubah menjadi jalanan,mereka pun masuk melalui itu.
"kau bilang ini jalan menuju markasmu?" tanya Bareil yang baru pertama kali ikut bersama juandra kesana.
"Hmm."
"kau menyebut ini markasmu?,tapi yang aku lihat hutan ini seperti hutan ilusi?" ucap Bareil mengangumi tempat tersebut.
"Bahkan tempat ini tau kau berpikir yang tidak baik,saat itu juga dia akan mencabut nyawamu." ucap juandra membuat Bareil melirik kearah juandra.
"Aku memang jenius,kau baru mengetahui itu?" ucap juandra mulai berulah,Bareil yang mendengar itu merasa menyesal karena telah memuji kakak sepupunya dalam hatinya.
Tidak lama mereka sampai, mereka lansung di sambut seluruh anak buah juandra yang berjaga disana.
"selamat Datang Tuan.." sapa seluruh anak buah juandra dengan membungkukan badan mereka,saat juandra memasuki Gerbang markas Utamanya.juandra berjalan menuju ruangan Zarel berada.
"Bos.." Ujar Zarel saat melihat juandra masuk,dia melihat kearah Berto lalu mereka berdua saling memberikan tinjuan tos mereka,sebuah salam untuk pertemuan mereka lagi.Zarel kemudian beralih melihat kearah Bareil.
"Dia Sepupuku." jelas juandra. Zarel lansung menunduk memberikan hormatnya pada Bareil.
__ADS_1
"selamat datang Tuan muda kedua." ucap Zarel yang mendapatkan anggukan Bareil.
"apa yang aku suruh,apa kau sudah mengerjakannya Rel?" ucap juandra menanyakan Zarel mengenai perintahnya untuk memberikan sejumlah uang kepada seluruh keluarga anak buahnya yang meninggal kemarin lalu.
"Sudah Bos,sesuai perintah anda.begitu juga semua biaya mengenai pendidikan anak mereka juga sudah saya urus." jawab Zarel.
"Hmm..,Bagaimana dengan keadaan Zero.?" tanya juandra sambil mendudukan dirinya di kursi miliknya.
"Aku sudah menemukan titip lokasinya, lokasi itu juga sudah aku periksa,
mereka membuat perangkap yang cukup berbahaya Bos,seluruh pulau mereka sudah di tanam alat pelacak dan juga Bom Bos." terang Zarel yang sudah meretas semua informasi kediaman musuh tampa mereka ketahui.
"Dia mempersiapkan itu untukku!" ucap juandra.
"Siapa yang kau maksud juan??" tanya Bareil yang penasaran.
"Luke putra zurd." jawab Juandra yang di pahami Bareil.
"Bagaimana rencananya nanti kalau sudah tau begini?" tanya Bareil lagi.
"Aku akan tetap menyelamatkan Zero." ucap juandra.
"Kau Gila!.kau tidak dengar apa yang dia katakan tadi, lokasi itu sudah di penuh alat pelacak dan Bom,kau mau mengantar mati?" ucap Bareil sedikit kesal dengan rencana kakaknya.
juandra bangun dari tempat duduknya.
"kau mau disini atau ikut denganku?" tanya juandra kepada Bareil.
"kau mau kemana?" tanya Bareil belum menjawab ucapan juandra.
"pertahanan satu." jawab juandra lalu berjalan membuat Bareil lansung bangun dan cepat mengejar langkah juandra.
"Benar benar tempat ini,bisa bisanya dia membuat tempat seperti ini,kalau lama lama disini mati saja.." Guman Bareil bergidik ngerik melihat elusi ruangan dalam bawah tanah itu.
mereka memasuki Lif menuju Gerbang rahasia pertahanan satu.tidak lama mereka sampai disana.
juandra terdiam dengan tangannya dia masukan semua kedalam saku celananya melihat kearah depan yang sudah rata dengan tanah.
"Benar benar rata dengan Tanah." ucap Bareil.
"Ini Bom yang aku rakit sendiri,dalam satu menit dia bisa meratakan satu kota." jawab juandra membuat Bareil kembali di buatnya bingung.
"Ada yang sudah menghinatiku,dia bahkan tau penyimpanan Bom itu Di pusaran Tiga ini." Ucap Juandra.
__ADS_1
"selain Zarel dan zero,siapa lagi yang kau percayakan mengenai apa yang kau lakukan disini?" tanya Bareil.
"Riska.dia sudah lama aku keluarkan dari sini karena kelalaiannya" jawab Juandra
"aku tidak percaya,Tidak mungkin karena itu saja,kau sampai mengeluarkan dia??" tanya Bareil menyelidik.
"Dia pernah hampir menjebakku dengan obat,saat itu aku masih sadar.kalau tidak dia akan mati." ucap juandra jujur dan baru pertama kali ini dia memberitahu masalah itu kepada siapa pun.dia percaya Bareil adik sepupunya itu bisa menjaga rahasianya..Bareil terdiam namun dia lansung menegang karena mengingat sesuatu yang sepertinya namanya kebetulan sama.
"Tunggu!!.kau tadi mengatakan namanya Riska..?" tanya Bareil.
"Iya.riska utarisma." sebut juandra nama panjang anak buahnya itu.
Deg....Bareil sangat terkejut karena mengetahui namanya sama persis sekali dengan seperti di dalam pikirannya.
"juan..kau tau apa yang aku pikirankan??" ucap Bareil.
"Hmm..,Siapa dia yang kau maksud sama??" tanya Juandra lalu beralih menatap Bareil.
***
Di negara C.
Sejak semalam sampai subuh ini keyra belum juga bisa memejamkan matanya,
Meskipun rasa kantuknya sudah melanda,dia terus melihat kearah ponselnya dengan banyak pertanyaan,
kenapa suaminya belum juga mengabarinya sampai subuh ini.
Tring. Sebuah pesan singkat masuk kedalam ponselnya,yang lansung dia membukanya.
aku tau kamu tidak bisa tidur memikirkan ku,tidurlah sekarang.saat kamu melihat pesanku ini.itu berarti aku sudah berada di negara G.jangan menghubungiku,setelah ini ponselku tidak akan aktif karena aku sedang menuju markasku. Nanti aku hubungi kamu dengan kode rahasiaku.
Istriku๐นโฅ๏ธ
Keyra begitu bahagianya melihat pesan dari suaminya,apalagi disana suaminya menyebutkan dirinya,Istrinya. Keyra mulai membaringkan tubuhnya lalu mulai memejamkan matanya. Tidak lama keyra sudah terlelap dalam tidurnya.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
Upnya akan lama ya teman teman, karena lagi di sibukan dengan pekerjaanku.๐๐๐
__ADS_1