Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
97


__ADS_3

Pagi itu Amira sudah bersiap siap mau mengantar cucu cucunya kesekolah mereka,namun saat dia masih di kamar, bibik pelayan memanggilnya.


"Nyonya..di luar Ada Tuan Dio dan istrinya." Ucap Bibik.


"Mereka kemari?,pagi pagi sekali lagi,apa mbak Elisa baik baik saja?." Guman Amira.


"Ia bik,bilang Mereka sebentar lagi aku turun." Jawab Amira.


"Ia Nyonya.." bibik pelayan pun turun menemui Dio dan istrinya memberitahu perintah nyonyanya,mendengar itu Dio mengiyakan ucapan bibik. Bibik pamit pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk Dio dan istrinya.


Tidak lama Amira datang,begitu juga Dean dan Desya.


"Kakek...Nenek.." teriak Desya sambil berlari.


"Aduh..sayang jangan berlari..! nanti jatuh.." triak Dio yang kemudian lansung menangkap Tubuh Desya dan Dean,


kemudian memeluk tubuh mereka berdua. Di dekat mereka bertiga Elisa hanya tersenyum kearah mereka.


"Desya kangen banget sama kakek..." ucap Desya.


"Kakek juga kangen sekali dengan kalian.." Ucap Dio kembali mencium kening kedua cucunya.


"Sekarang sayang Nenek kalian." Ucap Dio menyuruh cucunya mendekati Elisa.


mereka berdua mendekati Elisa yang kemudian mencium pipi Elisa.


"Nenek..." Ucap Dean dan Desya bersamaan,Elisa hanya tersenyum menganggukan kepalanya.


Sejak kepergian putrinya 4 tahun lalu,


Elisa lansung mengalami Depresi berat karena tidak menerima kenyataan jika putrinya sudah tiada.Tahun kedua dia juga mengalami stroke total tubuhnya membuatnya harus di rawat di rumah sakit. Namun sekarang perlahan keadaan Elisa sudah mulai membaik,


Depresinya beransur bisa di sembuhkan,


begitu juga stroke yang dia alami perlahan juga mulai bisa di sembuhkan. Elisa sekarang sudah bisa menggerakan tangannya, kakinya,dan juga sudah bisa bicara tetapi belum terlalu jelas.


"kakek sama nenek menginap disini?" tanya Desya.


"Tidak sayang,kakek hanya sebentar kesini ajak nenek ketemu kalian, tapi nanti kakek harus membawa nenek kalian kerumah sakit lagi." jelas Dio yang di angguki Desya.


"Cepat sembuh ya nenek biar nanti bisa main bareng adek sama kakak.." Ucap Desya kembali mencium pipi Elisa yang membuat Elisa tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


"Dean sama Desya sekolahnya sama tante vloya dulu ya,Oma masih mau bicara sama kakek nenek kalian. Tidak apa kan' sayang..?" ucap Amira.


"Iya Oma.." jawab mereka berdua.

__ADS_1


"Bilang kakek nenek dulu mau perginya.." ucap Amira.


"Kami sekolah dulu ya kakek,Nenek.." Ucap Dean dan Desya berpamitan dengan Dio dan Elisa yang di iyakan Dio dan Elisa.kemudian mereka lansung berangkat menuju sekolah mereka, Sedangkan Amira baru duduk mendekati Elisa.


"Mbak Apa kabar..?" tanya Amira.


"Baik Ami.." jawab Elisa dengan tidak jelas suaranya namun bisa di mengerti oleh Amira.


"Syukurlah,Aku senang lihat mbak sekarang ada kemajuan kesembuhan mbak, sudah bisa gerakin kaki tangan sama udah bisa ngomong juga..." Ucap Amira tersenyum meneteskan air matanya.Elisa mengangkat tangannya yang lansung Amira bantu,ternyata Elisa mau menghapus air mata amira.


"Jangan nangis.." Ucap Elisa tersenyum.


"Iya mbak,Aku terharu Mbak.." jawab Amira.


"Ini nyonya minumannya." ucap bibik pelayan meletakan minum untuk mereka bertiga.


"Minumannya Dio.." Ucap Amira.


"Iya Ami." ucap Dio.


"Dimana Andreu dan Juandra..?" tanya Dio.Amira masih terdiam bingung bagaimana menjawab pertanyaan Dio padanya.


"Andreu sama juandra pergi keNegara Gerson tunangan Ayura.." jawab Amira.


"Ayura sudah tunangan..?" tanya Dio yang tidak mengetahui masalah keluarga Geril lagi karena sibuk mengurus istrinya dan pekerjaannya.


"Aku merasa tidak asing dengan nama itu..?,Tunggu! Bukankah Pengusaha yang sangat kaya Raya di Negara Timur itu..?" tanya Dio.


"kalau nggak salah sih iya.." jawab Amira.


"Hmm.syukurlah Ayura mendapatkan pria yang tepat yang pasti tulus mencintai dia.." Ucap Dio ikut bahagia mendengar kabar putri Geril sudah mendapatkan jodohnya yang mungkin sebentar lagi akan segera menikah.


"Terus mengenai Andreu sama juandra kenapa mereka kesana?,bukankah setauku kalian tidak pernah menjalin hubungan bisnis dengan pengusaha bagian sana?,yang aku tau juga wilayah itu sangat susah di masuki orang sembarangan.." Ucap Dio sedikit penasaran Besan dan menantunya pergi kesana.


"Mereka...." tiba tiba Amira menangis.


"Ami kamu tidak apa apa__?" tanya Dio bingung melihat Besannya tiba tiba menangis lagi.


"Maaf Dio aku tidak bisa menyembunyikan apa pun dengan kalian.aku akan menceritakan kenapa Andreu dan juandra pergi kesana.." Jeda Amira menghapus air matanya.


"Sebenarnya kepergian suamiku dan juandra kesana bukan untuk mengurus pekerjaan. Kamu sebagai sahabat suamiku pasti tau suamiku selama ini tidak pernah percaya dengan fakta kematian putri kalian menantu kami karena kebakaran itu?.sampai saat ini dia masih merasa banyak kejanggalan dengan kejadian itu.Saat kami di Negara B minggu lalu, Andreu menemui Gerson secara pribadi meminta bantuannya untuk menyelidiki lagi kejanggalan kematian keyra kita. Dia menceritakan singkat kejadian Keyra kita kepada Gerson.tidak di sangka Gerson mau membantu Andreu dan dia lansung menyuruh andreu terbang keNegaranya. Sebelum itu Andreu di kejutkan Gerson mengatakan,mengatakan__" Amira menghentikan ucapannya lalu melihat kearah Elisa yang serius saat itu melihat kearahnya.


"Mengatakan apa Ami..?" tanya Dio.


"Mengatakan Keyra kita masih hidup,

__ADS_1


dan yang kita kuburkan bukan keyra.jika andreu tidak percaya ucapannya,Gerson menyuruhnya melakukan Autopsi dan DNA ulang. Andreu ragu dengan apa yang di katakan Gerson,namun Gerson kembali menyakinkan Andreu mengatakan kalau dia dan Ayura pernah melihat wanita yang sangat mirip sekali dengan Keyra kita.." Amira menghapus air matanya terjatuh.


Deg! Dio dan Elisa sangat terkejut mendengar apa yang Amira ceritakan pada mereka.


"Ba..bagaimana mungkin putriku masih hidup Amira?,kita semua melihat sendiri putriku sudah tiada Ami. Bagaimana mungkin..?" ucap Dio belum percaya dan pikirannya sudah mulai kacau.


"Awalnya aku juga begitu mengatakan hal sama sepertimu tapi kemudian andreu membuatku yakin Kerya kita masih hidup Dio,dia masih hidup." Amira menghapus air matanya terjatuh lagi.


"Aku masih tidak percaya Ami, ini tidak mungkin.." ucap Dio masih tidak percaya sedangkan Elisa sudah menangis.


"Tunggu disini aku akan memperlihatkan sesuatu pada kalian." Amira lansung berjalan menuju ruang kerja suaminya lalu mengambil laptop suaminya lalu kembali lagi menuju Dio.


"Lihatlah ini Vedio selama Andreu disana,dan juga penyelidikan Gerson dan Ayura sejak kemarin lalu di kota A." Amira memutarkan Vedio itu,dengan serius Dio dan Elisa menontonnya sampai selesai.


Elisa memukul mukul suaminya sambil menangis,dengan tangannya menunjuk kearah Laptop.Elisa mengatakan jika itu putri mereka Keyra,Sedangkan Dio sendiri masih mematung karena merasa apa yang dia lihat ini seperti mimpi.


"Jadi maksudmu,Andreu dan juandra kesana ingin menyelidiki pria yang bersama wanita yang mirip keyra kami, mereka juga akan mencari tau siapa dalang semua kejadian ini Ami..??" tanya Dio.


"Iya..." jawab Amira kembali manangis.


Dio mengusap wajahnya dengan kasar,


Kemudian dia memeluk istrinya lalu menangis.


"Eli anak kita Eli.." Ucap Dio ahkirnya tidak terbendung lagi air matanya pun keluar.Dio menghapus air matanya dan istrinya lalu menatap Amira.


"Kenapa kalian tidak memberitahu kami dari awal Ami..?" Tanya Dio.


"Kami bukan tidak mau memberitahu kalian tapi Juandra baru semalam kami beritahu karena kita sama tau juandra tidak akan mau percaya jika tidak di sertai buktinya.


Andreu juga tidak mau memberitahu kamu karena biar ini menjadi urusan andreu dan juandra.Dia tau kamu sibuk mengurus Mbak Elisa.." jawab Amira.


Tangisan Elisa semakin pecah karena mengetahui hal itu,dia menarik tangan Suaminya.


"Pergilah kesana,temui anak kita pa.." ucap Elisa masih menangis yang di mengerti Dio.


"Ami beritahu Andreu aku mau menyusul mereka,tolong Ami aku juga mau memastikan jika dia anak kami Ami.." Ucap Dio memohon.


"Aku coba menghubungi Andreu dulu,


karena sampai pagi ini mereka belum juga menghubungiku." Ucap Amira mengambil ponselnya namun bersamaan dengan itu Ponsel Amira berdering yang ternyata andreu yang tengah menghubunginya.


"Hallo hubby,syukurlah kamu menghubungiku.." ucap Amira.


"Kami baru sampai honey,kenapa?,Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Andreu.

__ADS_1


"Biar aku bicara padanya.." pinta Dio.


"Hubby Dio sama Mbak Elisa ada disini. Dio mau bicara." Ucap Amira memberikan ponselnya kepada Dio.


__ADS_2