
Bareil Baru saja sampai di Negara B,Dia lansung membawa sofia dan orangtuanya menuju kediaman Utama keluarga nathan.
Sampainya disana,sofia dan orangtuanya terperangah melihat rumah Utama Nathan yang seperti istana itu.
"Mari kita masuk." ucap Bareil.
"Kak" Bara lansung memeluk tubuh kakaknya. Bareil mengusap kepala Adiknya lalu melepaskan pelukannya.
"Siapa mereka?" tanya Bara melihat kearah Sofia dan orangtuanya.
"Ini kak sofia calon istri kakak,dan mereka orangtuanya. Mereka akan tinggal disini sampai acara pernikahan kakak ." jelas Bareil.
"Jadi ini kakak ipar Bara seperti kak keyra..?" tanya Bara.
"Iya.." mendengar itu Bara lansung menghampiri Sofia lalu ingin memeluk tubuh sofia namun di hentikan Bareil.
Iss" dasar pelit,aku hanya ingin memeluk kakak ipar seperti kak keyra." omel Bara membuat sofia dan orangtuanya tersenyum.
"Bukan begitu,kak Sofia masih sakit di perutnya, bekas jaitannya masih belum sembuh seperti kak juan dulu,kalau kamu memeluk kak sofia dengan seperti itu akan menyakiti kak sofia." jelas Bareil.
"kak Sofia sakit..,Iyalah." ucap Bara mengerti.
"Aku mau main basket dulu kak.., mari kakak ipar,om tante.." ucap Bara lalu pergi dari hadapan mereka.
"Ayo aku antar kalian kekamar." Ucap Bareil.
"Tuan muda.." sapa bibik pelayan.
"Bik mama sudah memberitahu bibik kan..,?"
"Sudah Den,selamat Datang Tuan,nyonya dan Nona. mari saya antar." ucap bibik mengantar mereka menuju kamar mereka.
"Ini kamar untuk Tuan nyonya,dan di sebelahnya kamar untuk Nona." jelas bibik pelayan.
"Terimakasih bik." ucap Sofia begitu juga orangtuanya.
"Om dan tante silahkan kalian beristirahat." ucap Bareil .
"Baik Tuan muda." Tuan wilson lansung mengajak istrinya masuk kedalam kamar.
"Ayo aku antar kamu kekamar."Ucap Bareil lalu menuntun sofia masuk kedalam kamarnya. Sampai di dalam Bareil membantu Sofia untuk duduk di atas tempat tidurnya.
"B..tadi adik kamu bilang kakak ipar kalian Keyra namanya,rasanya aku tidak asing mendengar nama itu." Ucap Sofia bertanya.
"Dia istri kak Juandra,Nama panggilan istrinya Keyra.Keyra anak dari paman Dio dan tante Elisa." Jelas Bareil.
__ADS_1
"Dia Dokter spesialis penyakit dalam bukan..?"
"Hmm iya,kenapa kau bisa tau?" jawab Bareil lalu bertanya dengan sofia.
"Rasanya dia wanita yang sama menolongku dulu,pada waktu itu sakitku kambuh,tiba tiba ada seorang wanita menolongku dan membawaku kerumah sakit. Saat aku sudah sadar aku melihat dia masih berada disana menungguku, Namun kemudian dia pamit denganku karena dia ada kerjaan yang harus dia selesaikan,tapi sebelumnya dia sempat mengenalkan namanya,Dia hanya menyebutkan namanya Kerya." Ucap Sofia.
"Mungkin saja,mereka pasti akan datang kepernikahan kita nanti,kamu bisa melihatnya apakah dia wanita yang sama dengan yang sudah menolongmu atau bukan.." ucap Bareil lalu membantu Sofia baring dan menyelimuti tubuh sofia.
"Istirahatlah,Aku mau keruang kerjaku sebentar." Ucap Bareil yang di angguki sofia.
sebelum keluar,Bareil tidak lupa memberikan ciuman di kening sofia, setelah itu barulah dia keluar dari kamar Sofia.
*
*
*
Di Negara C.
Kerya tidak lagi di ijinkan Juandra bekerja karena melihat kondisi istrinya terus mual dan muntah setelah usia kehamilannya yang ketiga bulan ini. Namun Anehnya Keyra tidak akan kambuh mual dan muntahnya jika dekat dengan suaminya.
Karena itu,Juandra memutuskan membawa istrinya ikut bersamanya bekerja.
"Baby Aku ada metting sebentar,kamu istrirahat ya.."
"Tidak lama hanya satu jam saja.." jawab juandra.
"Baiklah.." ucap Kerya lalu duduk bersandar di atas tempat tidur.Juandra membuka baju kemeja yang sudah dia pakai lalu meletakannya di atas perut buncit istrinya.
Cup..Juandra mencium perut istrinya berulang kali.
"Daddy kerja dulu ya,jangan nakal, kasian mamy kalian.." ucap Juandra kembali mencium perut istrinya. Setelah itu dia mengecup bibir dan kening istrinya.
"Aku pergi dulu ya.." Ucap juandra.
"Pakai dulu bajumu suamiku.." ucap Keyra membuat juandra teringat kalau dirinya masih telanjang dada.
"Aa Aku hampir lupa..,"Ucapnya, juandra menuju lemari mencari baju lagi untuk dia pakai,karena baju yang sudah dia pakai dari pagi tadi sampai siang itu sudah dia lepas dan dia letak diatas perut istrinya,jika tidak begitu istrinya akan mual dan muntah. Setelah memakai bajunya juandra keluar dari kamar itu menuju ruangan metting yang akan segera di mulai.
Di kamar,keyra sedang asik menonton flm karton kesukaannya,namun suara ponselnya mengalihkan matanya.
"Hallo Mamy.." jawab keyra yang saat itu tengah mengangkat vedio call dari mamy mertuanya.
"Gimana kabar kamu sayang sama cucu cucu mamy?" tanya Amira.
__ADS_1
"Sehat mamy,hanya saja cucu cucu mamy sedikit manja dengan daddy mereka. Sekarang" jawab keyra.
"Manja gimana..sayang??" tanya mamy amira.
"Sekarang aku sering mual dan muntah my,tapi kalau dekat dengan juandra nggak my..,semenjak tiga minggu lalu kayak gini,sekarang kami aja ikut juand kekantor.." Ucap keyra bercerita dengan mertuanya,Mendengar itu Amira tersenyum.
"Ada ada saja cucu cucu oma,tidak mau jauh dari daddy ya..,juand mana sayang?" ucap amira.
"Iya mamy,Juand masih metting my.
mamy kapan pulang aku kangen sama mamy.." ucap Keyra.
"Sepertinya kami belum pulang sayang, mamy telepon kamu mau mengabari kalian kalau 4 hari lagi acara pernikahan Bareil.kalau kamu sehat bisa terbang,kalian usahakan Datang sayang.
Mamy juga merindukan kamu dan cucu cucu oma.." ucap mamy amira memberitahu.
"Emm gitu,iya mamy nanti aku kasi tau juand my," jawan keyra.
"Iya sayang,kalau mama papa kamu udah mamy kasi tau.katanya masih mau nanyain kalian juga." Ucap mamy amira lagi.
"Iya my..keyra sih mau aja my,tapi mamy taulah juand seperti apa posesifnya apa lagi sekarang aku udah hamil.."
"Iya sayang,begitulah papi kamu dulu sayang..,Ya sudah kamu istirahat ya. Jangan lupa banyak minum air putih sayang,Da da sayang.."
"Iya mamy,da da mamy.." jawab Keyra.
Amira menyudahi pembicaraan mereka.
Keyra meletakan ponselnya,dia kembali menonton flm karton kesukaannya. Sampai berapa menit kemudian keyra terlelap tidur.
Di ruangan metting, juandra masih meminpin jalannya metting,sampai lima belas menit kemudian metting itu ahkirnya selesai juga.
Juandra keluar dari ruangan metting menuju ruangannya,dia masuk kedalam kamarnya,sampai di dalam dia tersenyum melihat istrinya terlelap tidur.
Juandra merapikan anak rambut istrinya lalu mencium bibir istrinya,juandra keluar dari sana karena dia mau melanjutkan pekerjaannya.
"Bos ini berkas yang anda minta." Ucap Berto meletakan berkas tersebut di depan juandra.
"Berto, kamu pergilah keluar belikan saya pizza." ucap juandra membuat Berto melongo.
"Baik Bos." Berto lansung pergi keluar mencari pesanan atasannya.
"Tidak hanya Nona,Sekarang Bos juga ikutan Ngidam." Guman Berto.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.