
Di kediaman Nathan.
Nathan tengah mengobrol dengan Andreu dan juga Juandra,namun berapa belas menit kemudian Juandra berpamitan ingin beristirahat kekamarnya,sedangkan Anak anaknya tengah bermain dengan Davin di kamar mereka.
"Geril baru saja menghubungiku, sebentar lagi calon menantunya akan kemari katanya dia ingin memakai lapangan." Ucap Nathan.
"Apa calon menantunya Putra Jordan?" Ucap Andreu bertanya memastikan calon suami Ayura Putra dari Jordan atau tidak.
"Geril bilang sih Iya,tapi aku belum pernah melihatnya.Kalau tidak salah dia baru pertama kali ini kemari." jawab Nathan.
"Ayo ikut denganku." ucap Andreu bangun yang membuat Nathan juga bangun lalu mengikuti langkah Andreu menuju keluar rumah.
"Hubby kalian mau kemana?" tanya Amira melihat Suaminya ingin pergi.
"Kami mau berlatih dulu honey." Ucap Andreu lalu berjalan menuju istrinya dan lansung mencium sekilas bibir istrinya.
"jangan terlalu lama nanti kita mau makan malam bersama di rumah Mitha." Ucap Amira.
"Tidak akan lama honey,jam 3 kami pasti sudah kembali, kami pergi dulu." jawab Andreu lalu kembali melangkahkan kakinya menuju keluar,sampainya di mobil mereka berdua lansung pergi menuju lapangan berlatih yang tidak jauh dari rumah nathan.
"Kenapa kita kemari kak..?" tanya Nathan.
"Aku mau bertemu dengan Gerson." jawab Andreu lalu keluar dari mobil,
begitu juga Nathan.
"Tuan.." Sapa anak buah mereka.
"Apa Gerath dan Temannya sudah datang..?" tanya Nathan.
"Belum Tuan." jawab anak buahnya.
Bersamaan dengan itu,Mobil Gerath masuk kehalaman tempat tersebut membuat Andreu dan nathan bersamaan menoleh kearah mobil tersebut.
"Mereka temannya papa yang memiliki tempat ini.Ayo kita keluar."Ucap Gerath lalu keluar begitu juga Gerson.
"Om..." Sapa Gerath menyalami tangan andreu dan nathan namun tidak dengan Gerson,dia masih menatap dua pria paruh baya itu dengan mata Elangnya.
"Om kenalkan ini calon suami Adikku Gerson." Ucap Gerath memperkenalkan Gerson kepada nathan dan Andreu.
Nathan mengulurkan tangannya membawa Gerson bersalaman, dengan wajah sangarnya Gerson menyambut uluran tangan Nathan,
kemudian kini Giliran Andreu juga mengulurkan tangannya yang juga di terima oleh Gerson.
"Tuan Andreu Gilbert Edizon." Ucap Gerson membuat Andreu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kau mengetahui Namaku..?" tanya Andreu.
"Saya tidak pernah lupa dengan siapa saya pernah berurusan meski itu urusan kecil." jawab Gerson.
"Hmm,kau memang keturunan Mata Biru itu." Ucap Andreu.
"Saya merasa kedatangan anda kemari tidak hanya kebetulan?" Ucap Gerson mengandung arti lain membuat Andreu kembali tersenyum tipis.
"Sepertinya aku harus bertemu dengan Papimu untuk belajar lagi,kau membuatku tidak bisa mengelak." jawab Andreu.
"Saya tidak menyukai urusan pribadi di campur adukan dengan pekerjaan tapi untuk kali ini ada pengucualian,saya anggap anda menemani saya berolahraga."jawab Gerson.
"Tentu saja aku tidak akan menolak kesempatan ini." Jawab Andreu.
"Om sudah mengenal Gerson..?" tanya Gerath.
"Tentu saja Om mengenalnya,papa kalian teman Om." jawab Andreu.
"Hmm baiklah." jawab Gerath.
"Gerson kakak tidak bisa menemani kamu,karena istri kakak meminta di belikan makanan yang harus segera di antar kerumah sekarang,kamu bisa berlatih dengan mereka. Nanti kakak jemput lagi."Ucap Gerath.
"Hmm..Tidak masalah." Jawab Gerson.
"Om saya permisi dulu." Ucap Gertah berpamitan.
"Kak..Istriku memintaku kembali." ucap Nathan.
"Pergilah,sampaikan pada istriku Aku belum kembali." ucap Andreu.
"Baik kak." Ucap Nathan kemudian lansung pergi dari sana.
Di dalam lapangan itu,Gerson memulai latihan menembaknya,dia bahkan meminta anak buah nathan mengeluarkan senjata yang bisa menembak untuk menepati sasaran jarak jauh.
"Disini tidak ada." Ucap Andreu mendekati Gerson.
"Salahmu disini pak Tua." Ucap Gerson lalu mengambil senjata miliknya sendiri kemudian menembaki sasaran dengan jarak cukup jauh yang ada di lapangan itu bahkan sasaran itu hancur tidak tersisa.
Hal itu membuat Andreu kaget tidak percaya apa yang Gerson lakukan dengan senjatanya yang sangat mungil itu.
"Saya sudah mengetahui apa yang mau anda bicarakan Pak Tua." Ucap Gerson.
"Jika kau sudah mengetahuinya,Apa bisa Permintaan pak Tua ini kau bantu?" Ucap Andreu menatap Gerson.
"Kenapa kau yakin saya mau membantu anda?." Ucap Gerson menatap Andreu.
__ADS_1
"Aku sedikit tau mengenai keluargamu, kalian sangat menjunjung tinggi kebaikan meski kalian terkenal sangat kejam dari pada kami.Kau tau seluruh wilayah mana sudah kami telusuri tapi hanya Wilayahmu saja yang tidak karena aku sangat mengetahui batasku." Ucap Andreu.
"Ada Orang yang anda anggap keluarga tapi sebenarnya dia menganggap anda musuh pak Tua dan Anda sangat mempercayai dia,Anda bahkan tidak mempercayai orang itu akan melakukannya. Pernahkah anda memikirkan itu.?" Ucap Gerson kembali menembak sasaran namun membentuk semulasi untuk Andreu mengerti maksud Ucapannya.
"Saya mengetahui bagaimana anda Pak Tua,saya tau bagaimana Anda melakukan musuh anda tapi sayangnya Anda selalu menganggap orang yang sudah kalah akan berubah.itu kesalahan anda." Ucap Gerson.
Andreu hanya terdiam mendengar setiap perkataan yang Gerson ucapkan, andreu sampai mengkerutkan keningnya mencerna setiap maksud dari ucapan Gerson padanya.
"Juandra Gilbert Edizon,pria yang menolak cinta kekasihku,tapi Saya sangat berterimakasih padanya karena dia tidak menerima cinta Ayura.
putramu,dia sama bodohnya dengan mu pak Tua." Lanjut Gerson.
Gerson kembali menembak sasaran di depannya dengan membuat sebuah semulasi yang kembali memberikan teka teki kepada Andreu.
"Anak muda kau sengaja ingin bertemu denganku? Ini bukan latihan?." ucap Andreu yang lansung mendapatkan senyuman menyeringai dari Gerson.
"Aku mahir dalam segala apapun pak Tua,untuk apa saya belatih dengan lapangan yang sangat kecil seperti ini,
milikku bahkan 3x lipat lebih besar dari ini." Ucap Gerson sombong dengan mata elangnya menatap Andreu lagi.
"Saya akan membantu Anda, tapi dengan satu syarat." Ucap Gerson.
"Kau bisa meminta apapun padaku." jawab Andreu.
"Berikan Aku pulau Tiga pusaran milikmu." Ucap Gerson.
"Untuk apa kau menginginkan pulau itu?,Kau bisa meminta yang lain." Ucap Andreu heran.
"Itulah kebodohan yang kalian lakukan, hanya memandang keindahan sebuah pulau tapi tidak tau apa yang bisa anda lakukan disana untuk menghasilkan Uang." Ucap Gerson.
"Pulau itu sudah lama tidak kami urus semenjak istriku di culik dan di bawa kesana dan aku tidak mau mengingatkan kebodohanku lagi." Ucap Andreu.
"Dan kebodohanmu terulang lagi kepada putramu..." Gerson
Menggantung Ucapannya membuat Andreu menatap kearahnya.
"Jordan Berneo murai,Pria yang sangat mengilai istrinya yaitu mamyku,tetapi papiku tidak pernah mencampur aduk urusan pribadi dengan pekerjaan. Kau tau bahkan sampai saat ini tidak ada yang tau seperti apa wajah mamyku?,
Anda bisa mengerti maksud dari ucapanku Tuan Andreu Gilbert Edizon." Ucap Gerson menekan ahkir dari Ucapannya.
"Aku akan memberikan padamu pulau itu bahkan lebih dari itu,Asal kau bisa memastikan___"
"Memastikan menantumu masih hidup!!" Ucap Gerson memotong Ucapan Andreu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
Episode selanjutnya akan berkaitan dengan novel *perjuangan Cinta.* Putra Tunggal dari Jordan Berneo murai dan Naira putri tama. tapi disini nggak banyak akan di ceritakan.