
Hari ini sofia melakukan operasi transplantansi hatinya,berkat bantuan juandra mereka mendapatkan orang yang mau mendonorkan hatinya kepada Sofia.
Bareil juga ikut menunggu jalannya operasi Sofia,wajah mereka penuh dengan ketegangan.
"Mudah mudahan berhasil ya pa" Ucap mama sofia berharap operasinya berjalan dengan lancar.
"Iya ma..kita berdoa saja semoga semuanya berjalan sesuai rencana" jawab suaminya.
Melihat ketegangan di wajah orangtua sofia dan keluarganya,Bareil menyuruh asistennya membelikan beberapa minum untuk mereka.
Aku berharap operasimu berjalan dengan lancar Sofia,maafkan aku selalu berburuk sangka padamu dulu.
Guman Bareil menangkupkan tangannya mendoakan kelancaran operasi sofia saat itu.tidak lama asistennya datang membawa minuman kehadapan Bareil, Bareil mengambilnya lalu mendekati orantua Sofia dan juga adik adiknya sofia.
"Jangan khuatir nyonya,percayakan Dokter Dego bisa menyembuhkan Sofia." Bariel meletakan minuman kearah meja di depan mereka.
"Minumlah,Agar kalian merasa lebih tenang." ucap Bareil lagi.
"Terimakasih Tuan" ucap adik sofia yang di angguki Bareil.
Bersamaan dengan itu ponsel Bareil berdering yang lansung dia ambil dan dia angkat.
"Hallo Ma.." jawab Bareil.
"Gimana B? sofia sudah masuk keruangan operasi?" tanya mamanya.
"Sudah ma sepuluh menit yang lalu.., Ma Aku kembali nanti malam ma.." ucap Bareil memberitahu mamanya.
"Iya B,mama juga berdoa disini supaya operasinya berjalan dengan lancar." ucap maora memberitahu dirinya ikut mendoakan sofia.
"Iya ma,papa mana ma?" tanya Bareil.
"Papa mu sudah berangkat kekantor.Ya sudah mama tutup ya,mama juga mau berangkat kekantor kamu." ucap maora.
"Baik Ma,mama berhati hatilah." pesan Bareil.
"Iya B." maora mematikan sambungan teleponnya bersama Bareil.
Bareil menyimpan kembali ponselnya kedalam jasnya.dia pun kembali duduk di tempatnya tadi.
*
*
*
Di Negara C,Juandra sangat di sibukan dengan pekerjaannya.
"Bos kita ada metting Bersama Nona Serly di restoran siang ini." ucap Berto.
"Hmm.." Juandra kembali melihat pekerjaannya.
__ADS_1
Deringan ponsel juandra berbunyi ternyata istrinya yang tengah menghubunginya saat itu.
"Ada apa baby?" tanyanya saat sudah mengalihkan telepon mereka dengan vedio call.
"Suamiku,Aku mau makan di restoran X, Nggak sendirian,aku mau mengajak dokter sila bersamaku." ucap keyra memberitahu suaminya.
"Baiklah,tapi Vloya akan tetap bersamamu." ucap juandra mengijinkan istrinya.
"Terimakasih suamiku,tentu saja dia akan ikut.daddy yang semangat kerjanya." ucap keyra dengan wajah imutnya.
"I love you suamiku." ucap keyra.
"Hmm" jawab juandra,dia bingung mau menjawabnya karena Berto dan Zelo tengah berada di ruangannya,mereka tengah membahas perkerjaan.
"Kok jawabnya Hmm aja suamiku, jawab bilang I love you to istriku" protes keyra tidak menerima jawaban suaminya, melihat wajah cemberut istrinya,juandra mendekatkan mulutnya kearah layar.
"I love you to" bisik juandra.
"Nggak kedengaran suamiku, ulangi lagi.
Jawab yang benar suamiku.." rengek keyra.
"I love you suamiku.." Ulang keyra kuat disana.
"I LOVE YOU TO ISTRIKU" ucap juandra lantang.
Huk..huk huk.. Seketika itu Zelo dan Berto bersamaan tersedak minuman mereka mendengar Bosnya mengatakan kata keramat itu di depan mereka. Juandra mengahkiri pembicaraannya dengan istrinya.
"Tidak ada Bos,leher saya gatal Bos" jawab Berto berpura pura mengaruk garuk lehernya dengan senyum senyum begitu juga Zelo dia juga mengaruk tengguknya.
"Iya Bos saya juga Bos."
Juandra menatap mereka berdua bergantian membuat mereka salah tingkah.
"Menikah sana,biar tau gimana memiliki istri." ujar juandra.
"Gimana mau menikah,Bos saja belum merestui" Guman Berto yang masih terdengar oleh juandra.
"Lanjut.." juandra menyuruh Berto melanjutkan menjelaskan perencanaan pekerjaan mereka. Sampai jam menunjukan pukul sepuluh barulah mereka menyudahinya. Mereka bertiga bersiap siap menuju restoran X.
"Kita metting di restoran X?" tanya juandra.
"Iya Bos" jawab Berto membuat juandra teringat dengan istrinya juga mau pergi kesana. Juandra melanjutkan langkah kakinya keluar dari ruangannya menuju parkiran.
"Ya ampun tiga pangeran sedang lewat, aku betah sekali bekerja kalau sudah melihat mereka." guman karyawan melihat juandra,Berto dan Zelo melewati ruangan mereka.
"Aa ya kamu benar,walaupun nggak bisa di miliki yang penting bisa memandang mereka aku udah bahagia.." ungkap satunya lagi.
"Aku dengar istrinya Tuan Muda tengah hamil Muda." ucap satunya lagi.
"Iya aku pun dengarnya begitu,iii.. Nggak kebayang gimana wajah anak mereka nanti, gimana ya pasti cantik dan tampan Secara orangtuanya tampan dan cantik.." ucap satunya memuji ketampanan juandra dan kecantikan keyra.
__ADS_1
"Iya.. Kamu benar pastinya cantik dan tampanlah kayak orangtuanya. Kita dokan saja semoga di lancarkan sampai persalinan nanti." ucap satunya mendoakan kehamilan keyra. Mereka semua mengucap Amin lalu kembali mengerjakan pekerjaan mereka.
Juandra dan dua asisstennya Tiba di restoran itu, mereka lansung masuk kedalam.
"Keyra bukankah itu suami kamu?" ucap sila membuat keyra menoleh kearah yang sila lihat,benar ternyata itu suaminya.
"mungkin mereka mengadakan metting disini sila." ucap keyra tidak mau berburuk sangka kepada suaminya.
"Keyra.. Lihat bukan itu putrinya Tuan zidan,sepertinya suami kamu metting bersama dia. Iih..aku nggak suka lihat dia itu kamu juga pasti taukan dia wanita seperti apa..?" ucap sila kembali mengunyah makanannya.
"Iya sila,tapi aku percaya suamiku." sila menganggukan kepalanya.
"Iya keyra,Aku juga yakin suami kamu itu tipe pria yang setia sama pasangannya." ucap sila.
"Kamu mau bilang sama seperti kekasihmu bukan..." tawa mereka berdua pecah. Dokter sila adalah kekasihnya Hendri sahabatnya juandra yang dia percayakan mengelola rumah sakit milik keluarga Gilbert.
"Bos Nona sudah berada disini" bisik Berto.
"Biarkan saja." jawab juandra.
"Silahkan Duduk Tuan Juandra." ucap serly dengan gaya centilnya.
"Lansung saja,saya tidak punya waktu mengurus hal tidak penting." ucap juandra membuat serly gagap,dia lansung menyuruh seketarisnya memulaikan presentasi mereka. Hampir satu jam metting itu di lakukan barulah selesai.
"Tuan kita makan siang dulu bagaimana? Aku sudah memesan makanan untuk anda." ucap serly.
"saya banyak pekerjaan." ucap juandra lalu keluar dari ruangan itu yang di ikuti Berto dan zelo. Juandra menghentikan langkah sejenak lalu melirik kearah istrinya yang saat itu tersenyum kearahnya. Juandra memberikan kodenya untuk istrinya menemuinya di mobil.
"Sila kamu tunggu sebentar ya aku mau menemui suamiku dulu" sila menganggukan kepalanya. Keyra berjalan pelan menuju parkiran, dia masuk kedalam mobil suaminya. Juandra lansung mengangkat tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Mamy dan anak anak sudah makannya?" tanya juandra mengusap lembut perut keyra.
"Belum daddy, kami masih makan.." jawab keyra membuat juandra tersenyum.
"Aku baru saja metting dengan putri Tuan Zidan,jangan berpikir yang bukan bukan oke.kamu sedang hamil,aku tidak mau kalian tidak sehat." ucap juandra mengecup kening keyra.
"Emm..Aku percaya padamu suamiku." jawab keyra.
"Hmm..memang harus percaya. Kamu adalah wanita satu satunya aku miliki." ucap juandra serius lalu mengecup sekilas bibir istrinya.
"Aku masih mau melihat proyek di kota A,kamu berhati hati jalan dengan anak anak kita" ucap juandra lalu mengingatkan istrinya.
"Iya suamiku." keyra turun dari pangkuan suaminya, dia melambaikan tangannya dan keluar dari mobil suaminya kembali masuk kedalam menemui sila,
Sedangkan juandra lansung melajukan mobilnya menuju tempat yang akan dia tuju.
"segera selidiki siapa wanita itu, aku mau kau menyingkirkan wanita itu. Berani sekali dia mau merebut juandra dariku." ucap Serly dengan pikiran jahatnya. Dia tadi tidak sengaja melihat Keyra masuk kedalam mobil juandra sampai keyra kembali keluar dari mobil itu.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1