Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
110


__ADS_3

"And..bagaimana?" tanya Dio mengenai cucu mereka. andreu menarik napasnya perlahan membuangnya, lalu melihat keseluruh keluarganya yang masih berkumpul di ruangan keluarga itu.


"Berikan dia waktu,kalian semua tau Dean sangatlah berbeda dengan Desya yang bisa menerima apapun saat itu menurutnya itu benar,tapi tidak dengan Dean." Ucap Andreu lalu melihat kearah keyra yang masih menangis.


"Bersabarlah menantuku,perlahan Dean pasti mau menerima kamu mamynya.Kamu tidak perlu khuatir,


nanti perlahan dia akan mengerti,dia sekarang hanya marah sebentar." Ucap Andreu memberitahu Keyra.


Juandra mengusap belakang istrinya untuk memberinya ketenangan.


"Jangan menangis lagi,nanti kita berdua bersama sama membujuknya okey.." mendengar itu keyra menganggukan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu,lebih baik kita makan dulu setelah itu baru kalian beristirahat.."Ucap Amira yang setujui mereka semua.mereka semua pun pergi menuju ruang makan.


"Aku mau mamy yang suapin.." Ucap Desya yang saat ini dalam gendongan juandra,membuat semuanya tersenyum begitu juga keyra.


"Baiklah sayang,tentu saja mamy akan suapi kamu.."


Yey....sorak Deysa bahagia.


Mereka semua sudah berada di meja makan,dimana meja itu penuhi dengan makanan yang sengaja Amira siapkan untuk menyambut menantunya.


Tidak lama,Dean datang bersama susternya lalu ikut duduk bersama mereka makan.


keyra melihat kearah suaminya lalu melihat lagi kearah putranya yang saat itu acuh sekali sikapnya kepadanya.


"Dean mau Oma suapin..?" tanya Amira.


"Tidak Oma,Dean bisa makan sendiri. Dean sudah terbiasa makan sendiri." Jawab Dean menekan ucapannya sambil menatap kearah kerya tengah menyuapi Desya tapi matanya melihat kearah Dean juga,hati keyra teriris mendengar itu,tampa sadar air matanya menetes,Dia pum meneruskan menyuapi putrinya karena permintaan putrinya.


"Mamy kenapa menangis..?" tanya Desya yang lansung mendapat Gelengan kepala dari mamynya. Mereka semua mendengar itu begitu kasian dengan keyra pasti dia sedih karena Dean mengabaikannya sejak tadi.


"Mamy nggak nangis sayang,mata mamy hanya mati kelilipan." jawab keyra tersenyum.


"Nani Dean mau makan di ruang bermain saja." Ucap Dean yang lansung turun dari bangkunya kemudian pergi dari ruang makan itu, dengan cepat susternya mengikuti kemauan anak majikannya.


semua yang melihat kepergian Dean menarik napas mereka.


"Kalian makanlah duluan,Aku mau menemui putraku." Ucap juandra.


"Jangan memaksanya juandra." Ucap Andreu memberi peringatan kepada putranya.

__ADS_1


"Aku tau pi." jawabnya kemudian dia menyusul putranya menuju ruangan bermain.


"Boy..boleh daddy masuk..?" tanya Juandra namun tidak di jawab oleh Dean,dia terus memainkan mainan yang Gerson berikan padanya.


Perlahan juandra berjalan lalu duduk mendekati putranya.


"Daddy baru melihat mainan ini boy.., bagus sekali..Dimana kamu membelinya??"tanya juandra.


"Om Gerson yang belikan." jawab Dean,membuat kening juandra mengeryit.


Gerson memberikan anakku mainan?, kapan dia memberikannya,sejak kapan mereka berdua seakrab ini?


Pikir Juandra dalam hatinya menatap putranya tengah asik sekali memainkan mainannya sambil makan.


"Ternyata Om Gerson yang ngasi kamu mainan..,pantasan saja mainannya sangat bagus seperti ini. Daddy boleh pinjam..?" Ucap Juandra.


"Daddy sudah besar tidak boleh memainkan mainan anak anak." jawab Dean.


"Siapa bilang..,Daddy juga punya banyak mainan robot walaupun sudah besar begini." jawab Juandra membuat Dean menghentikan permaianannya.


"Daddy banyak robot..?"


"Hmm Iya..,Ini daddy lihatin sama kamu vedionya." Ucap juandra mengambil ponselnya lalu membuka vedio robot robotnya yang ada di markasnya.


"Daddy mau membawanya kemari, tapi Opa Sama Oma tidak mengijinkan." jawab juandra.


"Sayang sekali.Aku mau melihat robotnya dadd.." Ucap Dean yang kembali mendapat suapan dari daddynya.


"Hmm....Besok saja kita melihatnya,


kamu mau..?" Ucap Juandra.


Dean terdiam mendengar jawaban daddynya.


"Dean tidak suka daddy berjanji,daddy sudah berapa kali mengingkari janji daddy."


Deg! Juandra tersadar karena ucapan putranya,dia memang sering mengingkari janji putranya. Juandra meletakan piring makanan putranya keatas meja sampingnya, perlahan juandra mengangkat tubuh putranya keatas pangkuannya.


"Dean marah sama daddy karena itu..?" tanya Juandra menatap mata putranya.


"Daddy sering mengabaikan janji padaku.apa aku harus menjawabnya lagi..?" jawab Dean membuat juandra sakit dadanya menyadari kesalahannya.

__ADS_1


"Maafkan daddy boy,tapi sekarang daddy tidak akan mau berjanji padamu lagi,daddy akan membuktikannya.hmm" ucap Juandra mengusap kedua pipi putranya.


"Baiklah dadd,buktikan sama Dean kalau ucapan daddy adalah benar." ucap Dean.


"Baiklah boy..,boy daddy mau bicara sama kamu,ini soal mamy." ucap juandra masih menatap putranya.


"Waktu itu kamu sempat bilang sama daddy untuk mencari mamy lalu kamu juga menyuruh daddy membawa mamy kembali pulang..,kamu bilang mamy masih hidup,tapi daddy saat itu tidak memahami ucapan kamu namun daddy lansung mengerti setelah Opa kamu mengatakan sama daddy." juandra menghentikan sejenak ucapanya lalu memegang kedua tangan putranya.


"Daddy memenuhi permintaan kamu boy,Daddy membawa kembali mamy kalian,tapi kenapa kamu tidak mau menemui mamy boy,bisa kasi tau daddy alasannya..?" ucap juandra sebisa mungkin bicara dengan bahasa yang bisa di mengerti putranya, juandra tidak menyadari putranya sangat jenius bahkan pikirannya sudah seperti orang dewasa namun hal itu hanya di ketahui Opa Opanya saja.


Dean belum menjawab ucapan daddynya,dia masih menatap mata daddynya.


"Daddy selalu memberikan Dean pertanyaan dan pertanyaan,tapi daddy lupa selama ini daddy mengabaikan kami terutama Dean.


Daddy pulang malam,daddy hanya perduli dengan wanita yang ada dalam kuburan itu.daddy tau kami hanya baik baik saja,daddy tidak tau bagaimana kami di tempat sekolah, bagaimana kami di tempat bermain, bagaimana kami melihat anak anak di luar sana pergi bersama orangtuanya.


Sekarang daddy membawa wanita yang kalian yakini mamy kami,apa Dean akan bisa menerima semua ini seperti kalian,tidak dadd..,Daddy mau Dean mengerti perasaan kalian, bagaimana dengan perasaanku daddy..?" Setelah mengatakan itu Dean pergi meninggalkan daddynya menuju kamarnya,saat itu juga dia bertemu keyra di depan pintu yang juga mendengar ucapan putranya.


Juandra benar benar sangat terkejut dengan apa yang putranya katakan, dia baru memahami putranya sangatlah memahami pikiran orang dewasa.


Keyra mendekati suaminya,saat itu juga juandra membawa istrinya kedalam pelukannya.


Hiks...hiks...hiks..


"Ini semua salahku.." ucap keyra dalam tangisannya.


"Aku salah menilai putra kita hanya anak biasa seperti anak kecil pada umumnya baby.." Ucap Juandra benar benar sakit perasaannya, merasa sangat bersalah sekali dengan putranya.


"Ini bukan salahmu,ini salahku. Sejak awal aku sudah lalai menjaga kalian, bahkan aku juga tidak memberikan banyak kasih sayang padanya, karena aku hanyut dengan perasanku yang tidak menerima kepergianmu baby.."


Mendengar Ucapan suaminya, kerya semakin menangis..


"Saat ini kita harus menyakini dia kalau kita sangat mencintai dan menyayanginya.Aku benar benar sungguh menyesali telah mengabaikannya baby, maafkan aku ini semua salahku,maafkan aku." ucap juandra menatap istrinya dengan air matanya juga mengalir namun lansung di hapus oleh keyra.


"Nanti kita bersama sama menyakinkan putra kita,ini juga kesalahanku juga suamiku." Ucap Keyra.


Mereka berdua kembali berpelukan memberikan kekuatan dan semangat untuk menyakinkan putra mereka nantinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay kakak semua jangan lupa dukungan kalian,like dan komentar yang baik supaya author semangat Update.😊🙏

__ADS_1


Jika ada salah dalam penulisan,akan menyusul di perbaiki.🙏


__ADS_2