
"Ada apa juand?" tanya mama elisa melihat menantunya berjalan tergesa gesa.
"mama ikutilah kekamar" juandra berjalan cepat menuju kamarnya lagi yang di ikuti mertuanya dari belakang.
sampai kedalam elisa sangat terkejut melihat putrinya terbaring pingsan, elisa mencari minyak kayuh putih lalu mendekatkan kehidung Keyra,dia mulai mengerakan matanya perlahan dia mulai membukanya.
"Sayang kamu nggak apa apa kan?" keyra menatap suaminya.
"Nggak apa apa ma,keyra hanya kelelahan saja ma.." jawab keyra.
"Baiklah kalau begitu beristirahatlah, nanti mama resepkan vitamin untuk kamu bisa cepat pulih." ucap mamanya yang di anggukinya.
Elisa keluar yang lansung bertemu dengan suaminya.
"keyra kenapa ma?" elisa tersenyum dia belum menjawab pertanyaan suaminya,
mereka berdua duduk di ruang tamu lagi.
"Menantu kita membuat putrimu hampir saja pinsan" Dio melongo.
"Oh Ya ? Mereka sudah melakukannya..
tapi keyra nggak apa apa kan,.?" tanya Dio.
"Nggak apa apa pa,dia hanya kelelahan. Sepertinya juandra membawa putri kita bermain lebih dari tiga jam terlihat jelas keyra sampai kelelahan begitu." ucap elisa masih tersenyum.
"Benar benar keturunan Gilbert hampir membuat putri kita pinsan." ucap Dio geleng geleng kepalanya.
"Biarkan saja,putri kita saja bisa mengimbangi suaminya" jawab elisa tertawa kecil.
"Ma..."
"Emm,kenapa?" tanya elisa masih tertawa.
tampa bicara lagi Dio lansung menggendong istrinya.
"Kau membuatku ingin, ayo kita habiskan malam ini dengan bercinta.." Bukk..elisa memukul dada suaminya.
"Sudah Tua,ingat punggungmu suka kambuh sakitnya." ingat elisa.
"Aku tau.kita pelan pelan." Dio membawa istrinya masuk kedalam kamar lalu meletakan istrinya di atas tempat tidur,Dio mulai mencumbu istrinya.
pasangan tak muda lagi itu memadu kasih juga malam itu.
Di kamar juandra mendekati istrinya lalu memegang tangan istrinya.
__ADS_1
"Maafkan aku." ucap juandra begitu tulus,keyra tersenyum kearah suaminya.
"Jangan minta maaf,aku tadi hanya kelelahan makanya aku tidur suamiku." keyra mengusap wajah suaminya lalu dia mengingat luka suaminya berdarah tadi.
"Bisa suamiku ambilkan kotak itu,luka mu harus segera di obatin." mendengar itu juandra berjalan menuju kotak yang istrinya tunjukan lalu mengambilnya membawanya kearah istrinya.
"Duduklah dan buka bajumu" juandra mengikuti apa yang istrinya katakan.
Keyra melepas perban yang sudah banyak darah itu lalu mulai mengantinya.
"Baby Apa milik mu sakit?" dengan malu malu keyra mengangguk,jujur dia merasakan kalau miliknya terasa sakit sekali bahkan sepertinya bengkak saat ini. Dia saja susah rasanya ingin bergerak.
"Aku lihat ya" ucap juandra membuat keyra melotot matanya.
"jangan..." keyra lansung menoleh sebab dia masih merasa malu, mendengar itu juandra berjalan menuju kamar mandi mengambil handuk kencil dan sedikit air hangat.
"Jangan menolak,aku bahkan sudah hafal setiap lekuk tubuh mu,ini semua karena aku. Aku mau melihatnya apakah bengkak atau tidak." juandra menyuruh istrinya berbaring di ujung kasur lalu dia mulai membuka selah paha istrinya,
perlahan juandra mengelap milik istrinya dengan lembut sampai bersih.
"Milikmu bengkak sekali baby. Maafkan aku ya." cup.. Juandra mengecup pelan milik istrinya untuk menghilangkan rasa sakitnya setelah itu meniupnya.
Emm Ahh.."Suamiku.. Berhenti" ucap keyra terbata bata.
"Sudah enakan kan?,kamu ada salapnya kan? Sini aku oleskan." tanya juandra ingin mengobati milik istrinya.
"Aku kekamar mandi dulu." juandra berjalan pelan,sampai di dalam dia lansung membersihkan miliknya dengan tersenyum.
"sekarang kau punya rumah terbaik untuk tiap saat kita masuki." juandra terus membayangkan percintaan dengan istrinya tadi membuatnya kembali ingin mengulangnya. Juandra sudah selesai membersihkan dirinya, dia kembali keluar dengan mengunakan handuk melilit di pinggangnya. Keyra melihat suaminya, dia kembali teringat berapa jam lalu suaminya mengagahinya sampai ingin pinsan.
"Aku tau tubuhku sangat indah istriku, kamu saja sampai ketagihan kan hmm" juandra menaik turunkan alisnya membuat keyra memerah wajahnya.
"Dasar mesum." mendengar itu juandra naik keatas tempat tidur lalu mendekat tubuh istrinya.
"Aku belum puas,kamu rasa dia masih saja bangun sejak tadi." ucap juandra menuntun tangan istrinya memegang rudalnya yang terlindung handuk putih. Keyra lansung menatap suaminya.
"Kamu mau bertanya kenapa dia bertambah besar,itu karena dia sentuh olehmu."
Bukk..keyra memukul bahu juandra karena malu suaminya jadi mesum sekarang. Keyra baring membelakangi suaminya menutupi wajah malunya.
juandra memindahkan rambut panjang istrinya,dia mulai menghirup harumnya kulit istrinya lalu mengecup bahu mulus istrinya dengan sangat lembut sampai ketelinga istrinya.
"Baby.." panggil juandra dengan suara sensualnya.perlahan juandra menarik tubuh istrinya untuk menghadap kearahnya,juandra menaikan baju tidur istrinya kemudian dia turun lalu kembali menyesap gunung kembar istrinya sudah bengkak oleh dirinya tadi.
Emm ahhh... "Suamiku,bisakah kita menundannya,kita makan malam dulu. Ini sudah jam delapan malam."ujar keyra masih menahan desahannya karena suaminya masih menyesap bukit kembarnya sacara bergiliran. Juandra menghentikan permainannya.
__ADS_1
"Baiklah,tapi nanti jangan menghentikanku lagi." keyra tersenyum.
"Aku milikmu" jawab keyra,mendengar itu juandra bangun lansung mengambil makanan yang tadi di antar bibik pelayan. Kali ini juandra menyuapi istrinya sedangkan keyra dia menyuapi suaminya.
"Kenapa menatapku begitu?" tanya juandra namun keyra menggelengkan kepalanya.
"Apa kita perlu pergi Honeymoon?" tanya juandra.
"Boleh..tapi lukamu belum sembuh bagaimana?" ucap keyra.
"Tidak masalah,aku sudah menjanjikan mu honeymoon di Negara G."
"Aku ingin di markasmu,kata papa disana sangat bagus..,aku istrimu belum pernah kesana." ucap keyra.
"Baiklah.jika itu kemauan kamu kita akan berangkat lusa."
"Kenapa nggak besok?"
"Aku masih ingin menyuruh Zarel mensterilkan semua tempat disana, agar istri cantikku ini leluasa melihat suasana pantai disana." ucap juandra dengan mencubit ujung hidung keyra.
mereka berdua baru menyelesaikan makan mereka.
Mereka berdua kembali baring menyandar.
juandra mengusap perut rata istrinya, "aku tidak sabar melihat perutmu membuncit."ucap juandra.
"Suamiku,kamu ingin memiliki anak pertama laki laki apa perempuan.?" tanya keyra.
"Dua duanya..semuanya sama." jawab juandra.
"Aku juga sama suamiku."
"Ayo kita lanjut." juandra dan keyra mulai menyatukan bibir mereka kembali. Yang berapa menit mulai turun kebawah menyesap lagi gunung kembar istrinya.
"Baby aku masuk ya.."
Juandra mengarahkan rudalnya kearah milik istrinya lagi.
Slrup...Ahhhh..." milikmu sungguh luar biasa baby.Ahh" recau juandra begitu juga keyra tidak lagi merasakan sakit yang ada terasa kenikmatan,milik suaminya membuatnya menginginkan suaminya.
Juandra kembali memompa istrinya kali ini dengan sangat lembut agar istrinya merasa nyaman dulu dan memintanya untuk menambah ritmenya.
"Tidak sakit lagi kan?" tanya juandra yang lansung di Geleng keyra.
"Malam ini aku tidak akan melepaskanmu istriku." juandra mulai menambah ritme permainan mereka berdua,yang membuat mereka berdua mendesah kuat dan bersautan. Juandra benar benar tidak melepaskan istrinya semalaman itu hingga pagi menjelang barulah mereka berdua menyudahinya dan tidur saling berpelukan.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.