
Bareil baru saja menyelesaikan mandinya,dia kembali turun kebawah menemui adiknya yang masih menonton sejak tadi. Barei lansung duduk mendekati adiknya lalu mengusap kepalanya.
"Papa sudah bilang kalau kita akan Ketempat Opa oma besok?" tanya Bareil.
"Sudah kak,kak juan akan menikah dengan kak keyra bukan..?" ucap Bara.
"Hmm..ia." jawab Bareil lalu ikut memakan cemilan adiknya juga.
"kakak kapan.?.apa akan seperti om Dion yang sampai sekarang belum juga menikah..?" ledek Bara.
"Kau ini..tau apa masalah orang dewasa." geram Bareil lalu mengacak acak rambut adiknya.
"kakak...kan! rambutku jadi berantakan..
,kakak memang sama dengan Om Dion.." ucap Bara kesal.
"Kenapa nama om di bawa bawa hah.." ucap Dion mengejutkan mereka berdua ,dia masih berdiri di depan pintu utama dengan tangannya di masukannya kedalam saku celanannya.Bara dan Bareil lansung menoleh.
"Om Dion..Om disini?" ucap Bara terkejut,
Dio berjalan menghampiri dua keponakannya itu lalu ikut duduk bersama mereka.
"Ia..om ingin liburan semantara waktu." jawabnya.
"Kenapa kau menatap om seperti itu?" tanya Dion melihat Bareil terus melihat kearahnya.
"Angin apa membawa om kesini?,aa apa.." terputus.
"Jika sudah tau diamlah." ucap Dion menghentikan ucapan ponakannya.
"Hmm..ada bayaran untuk itu!" ucap Bareil menaikan sebelah alisnya membuat Dion melongo.
Yaak.." ponakan latnat."
"Tidak perduli" jawab Bareil.
"satu pulau DC akan menjadi milikmu tapi dengan satu syarat," Dion menggantung ucapannya.
"Apa??" ucap Bareil.
"jangan beritahu siapan pun dulu,
sebelum om yang mengumumkannya."
"Apa yang mau kau umumkan?" tanya nathan baru saja datang mendengar setengah pembicaraan putranya dan adik bungsunya. Mereka bertiga menoleh kearah Nathan.
Nathan duduk mendekati Dion,yang saat itu menoleh kearah Bareil dengan tatapan untuk tidak memberitahu nathan perihal apa yang mereka bicarakan.
"Kenapa kau tidak menjawab Dion.?" tanya nathan.
"Kak Damian,kami hanya mengobrol saja, aku sedang membuat sesuatu yang nanti kalau sudah selesai akan aku beritahu kepada kalian." jawab Dio.
"Baiklah.kau sudah lama sampai?" tanyanya kepada adiknya itu.
"Baru saja..,dimana kakak ipar?aku tidak melihatnya.." ucap Dion lalu menanyakan maora.
"Masih di kamar.Besok kami akan pergi keNegara C,kau akan ikut atau disini.?" tanya nathan.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan ikut,lagi pula Tuan muda andreu mengundangku, papa sama kak Damar juga keacara pernikahan Tuan meda kecil." Ucap Dion membuat nathan menatap lekat adiknya.
"Mengundang kalian..?,Damar tidak memberitahuku!" ucap nathan.
"Dia sibuk dengan cucunya,makanya melupakanmu..?" jawab Dion.
"Baiklah.kau beristirahatlah aku akan keluar sebentar " ucap nathan bangun dan pergi menuju keluar rumahnya. Sedangkan Dion dan Bareil kembali melanjutkan ucapan rahasia mereka, sedangkan Bara dia sibuk menonton karena dia di ajarkan maora tidak boleh ikut campur dalam pembicaraan orang dewasa.
****
Di Negara C.
Juandra Baru saja tiba di rumahnya,dia lansung menuju kamarnya setelah menyapa oma opanya.sampai di kamarnya,juandra segera ingin membersihkan tubuhnya karena sudah merasa lelah ingin segera beristirahat,
jam sudah menunjukan jam 8 malam.
Tring....terdengar suara ponsel berbunyi.
juandra berbalik melihat ponselnya yang ternyata keyra menghubunginya. Juandra mengangkat vedio call dari keyra seketika itu,keyra lansung menutup matanya.
"Saya mau mandi,kau menelpon..,ada apa?" tanya juandra menyadari keyra terkejut melihat tubuhnya tidak memakai bajunya lagi,terlihat jelas bentuk kotak kotak perutnya.
"ka..kalau begitu mandilah dulu,nanti saja ngomongnya." jawab keyra gugup dengan matanya masih tertutup.
"Baiklah,setengah jam lagi aku menghubungimu." jawab juandra mematikan vedio call keyra, lalu berjalan menuju kamar mandinya dengan tersenyum.
"Dasar tidak tau malu.." Guman keyra lalu berjalan menuju sofanya menonton drama kesukaannya sambil menunggu juandra menghubunginya.
Sepuluh menit kemudian juandra telah menyelesaikan acara mandinya,dia segera berganti pakaian karena ingin menghubungi keyra lagi.Setelah selesai juandra lansung duduk menyandar di tempat tidurnya lalu mencoba menghubungi keyra.
Tut....tut...
"Saya baru selesai mandi." ucap juandra lansung memberitahu keyra.keyra terdiam sejenak melihat tunangannya itu begitu sangat tampan menurutnya, apalagi saat ini juandra mengunakan baju kaos warna putih saat itu.
"Emm..Kakak sudah makan malam?" tanya keyra.
"Memakanmu saja saya belum?" keyra lansung melototkan matanya mendengar ucapan juandra.
"Maksud kakak??" tanya keyra.
"Lupakan,tadi kamu menghubungi saya mau bicara apa?" tanya juandra.
"Itu.Besok bisakah kakak menemaniku melihat Gaunnya..,tapi kalau nggak bisa, aku bisa bersama mama." ucap keyra, juandra belum menjawab namun dia terus menatap wajah cantik tunangannya itu.
"Jam berapa akan kesana?"Tanya juandra.
"Mama sama tante menyuruh pagi kesana..,soalnya siang ada yang mau di lihat juga untuk persiapan pernikahan kita." jawab keyra.
"Tunggu saja,besok pagi saya kesana.." ucap juandra yang di angguki keyra, kemudian mereka terdiam sejenak.
"Saya tidak terbiasa vedio call selama ini" ucap Juandra jujur.
"A..aku juga..,kalau kakak merasa lelah beristirahatlah,matikan saja teleponnya.." jawab keyra.
"Tetaplah begini" ucap juandra kemudian mulai berbaring,keyra pun mengikuti keinginan juandra.
"Boleh aku tanya sesuatu kak..?" ucap keyra.
__ADS_1
"Hmm..tanyakan saja" jawab juandra masih terus menatap keyra di layar ponselnya.
"tadi papa bilang kalau kakak mengubah tempat acara resepsinya, boleh aku tau alasannya..?" ucap keyra.
"Nanti saya jelaskan,bersiaplah saya akan menjemputmu." ucap juandra bangun yang mengejutkan keyra.
"A..apa!,Kakak mau kemari?" tanya keyra.
"Hmm..bersiaplah.saya berangkat sekarang.." ucap juandra lalu mematikan sambungan vedio call mereka, juandra tiba tiba saja ingin sekali bertemu dengan Tunangannya. Juandra turun kebawah,dia lansung bertemu dengan mamamynya.
"sayang..kamu mau keluar..?" tanya mamynya.
"Iya mam,menemui keyra.nanti pulang juan lansung ke Apartemen saja mam.." ucap juandra yang mendapat senyuman dari mamynya.
"Baiklah..mamy paham,jangan melakukannya sebelum kalian menikah oke.." ucap mamynya menggoda putranya.
"Aku tau,kalau begitu juan pergi mam.."
Cup...ucap juandra lalu mencium pipi mamynya,setelah itu dia lansung berjalan keluar menuju mobil sportnya dan lansung melajukannya menuju rumah keyra.
Dua puluh lima menit kemudian ahkirnya juandra sampai di kediaman Dio,dimana disana Dio dan elisa sudah menunggunya.
"Om..Tante." sapa juandra.
"Keyra sedang bersiap siap,Apa kalian akan menginap..?" tanya Dio yang mengerti maksud juandra mengajak putrinya keluar.
"Jika Tante tidak keberatan..?" jawab juandra lalu menengok kearah mama mertuanya.
"Tidak..tante percaya sama kamu." ucap elisa.
Tidak lama keyra datang lalu menghampiri mereka dengan pakaian sederhana, namun bagi juandra,
penampilan keyra sangatlah cantik menurutnya.
"kalau begitu kami pergi Dulu Om,
tante." pamit juandra akan membawa keyra keluar.
"Ia.kalian berhati hatilah." jawab elisa yang di angguki mereka berdua.
mereka berdua lansung keluar,sampai di mobilnya,juandra membukakan pintu untuk keyra setelah itu juandra masuk lalu melajukan mobilnya.
"Kak kita mau kemana..?" tanya keyra penasaran kemana tunangannya akan membawanya pergi.
"kamu akan mengetahuinya nanti." jawab juandra melihat sebentar kearah keyra.
dua puluh menit kemudian mereka sampai di Sebuah mall,yaitu milik keluarga Gilbert.
"Ayo kita masuk.." ucap juandra sudah memakaikan Topi, maskernya tidak lupa kaca mata hitamnya,lalu membawa keyra masuk kedalam mall tersebut.
"Kenapa mallnya tiba tiba jadi sepi?" Guman keyra yang masih bisa terdengar oleh juandra.
"saya yang sudah mengosongkan tempat ini." jawaban juandra membuat keyra melihat kearahnya.
"saya tidak mau kehadiran kita di ketahui banyak orang." jawab Juandra lalu perlahan mengandeng tangan keyra untuk masuk kedalam.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutny๐๐ฑ๐๐