
Di markas Andreu tengah menunggu anak buah putranya membawa luke yang rupanya masih hidup dan Jose orang kepercayaan putranya juga, yang berhianat kepada putranya.
"Katakan apa yang membuatmu tega dengan putraku.Kau lupa kau bisa hidup karena putraku!!" ucap Andreu dingin menatap kearah jose yang sudah babak belur tubuhnya.
"Maafkan saya Tuan Besar." hanya itu kata yang bisa jose ucapkan. Andreu masih terdiam,namun dia masih terus
Menatap jose.
"Potong jarinya yang sudah berani memanah putraku!!" perintah andreu mendengar itu Jose hanya pasrah, saat itu juga anak buah juandra lansung memotong kedua tangan jose.
Aaakh...triak jose sangat kuat karena kesakitan.
"Mungkin putraku masih memberimu belas kasih.tapi tidak denganku." ucap Andreu sangat menyeramkan jiwa mafianya kembali menyala.
"Bawa dia kekandang coldy" ucap Andreu lagi yang saat itu lansung di laksanakan anak buah juandra,mereka lansung membawa Jose masuk kedalam kandang Harimau putih milik putranya.
"Luke putra Zurd,kelicikan mu menurun sekali dari zurd.o.. aku salah,maksudku zeus. Ibumu ****** yang sangat cerdik bisa menyetubuhi dua saudara sekaligus."andreu masih mengantungkan ucapannya,sedangkan Luke yang tidak bisa lagi bicara karena lidahnya sudah di potong Berto sebelumnya,Luke sangat marah mendengar itu.
"zeus,kau tau dia mati itu karenaku, begitu juga zurd.seharusnya kau mengincarku bukan putraku. Kau dengan putraku hanya berurusan wilayah."
Dor Dor...andreu lansung menembak kedua tangan Luke membuat dia meringis.
"ini sebagai hadiah kau sudah menyentuh putraku" Andreu kemudian mengambil ponsel yang Zarel berikan,lalu Andreu memperlihatkan seorang wanita dan seorang anak laki laki tengah di tembak mati saat itu.melihat itu luke memberontak ingin menyerang andreu namun di tahan oleh anak buah juandra.
"kenapa?kau ingin marah.asal kau tau Aku bukan orang yang bisa mengampuni keturunan yang terus menerus menganggu keluargaku.Habisi dia." ucap Andreu lalu memerintahkan anak buah putra mengeksekusi terahkir Luke. Andreu keluar dari sana lalu berjalan menuju keruangan putranya yang saat itu di temani Zarel.
"Ini jalur pertahanan setiap Negara Tuan..,dari sini kami bisa melihat kalau ada yang bermasalah di dalam intelijen negara tersebut kami dengan suka rela membantu mereka." jelas zarel.
"Aku tidak menyangka putraku sejenius ini.." ucap andreu kagum dengan markas milik putrannya.
__ADS_1
"lanjutkan pekerjaanmu atau beristirahatlah.terimakasih kau sudah terus bersama putraku." ucap andreu menepuk bahu Zarel yang di angguki zarel saat itu.
Andreu lansung membawa nathan dan lainnya kembali pulang menuju kerumah sakit lagi.
Di rumah sakit evelyn sedang menuju ruangan dokter Dego.
Tok tok.. "masuk" ucap Dego menyuruh masuk,Evelyn masuk bersama pria tadi.
"Eve..?" Kening Dego mengkerut melihat pria yang bersama evelyn masuk keruangannya.bahkan tangan mereka saling berpegangan.
"Tunggu..!!,jadi maksud om wanitanya om itu eve??" mendengar itu wajah evelyn lansung memerah bagaikan tomat masak.
"Benar benar Tidak ku sangka." ujar Dego lagi.
"Apa yang tidak kau sangka?" tanya pria itu,yang ternyata pria itu adalah Dion pratama adik dari nathanuel Damian pratama.
"Cinta sekarang tidak memandang usia, tapi aku acukan jempol untuk om." lanjut Dego.
"Membuat mataku sakit saja kalian,Ada apa kalian menemuiku?" tanya Dego ahkirnya menanyakan maksud kedatangan mereka berdua keruangannya.
"Dok aku mau menanyakan keadaan juandra?" ucap evelyn. Mendengar itu Dego menghelakan napasnya.
"Saat ini kondisinya masih belum stabil,
racun yang masuk kedalam tubuhnya karena panah itu sangat cepat menyebar,aku sudah memberikan suntikan obat untuk menghentikan penyebaran racun itu,tapi aku masih ragu ini akan berhasil." ucap Dego memberitahu evelyn.
"Apa om Andreu belum ada bicara dengan Dokter,sebaiknya juandra bawa saja kembali kenegara C, setauku di rumah sakit milik mereka sudah ada alat yang bisa menetralkan racun itu." ucap evelyn menanyakan Dego mengenai kondisi juandra.
"kami sudah bicarakan itu.kita masih melihat kondisi juandra sampai besok pagi. Jika dia belum juga sadarkan dirinya, kemungkinan jalan satu satunya dia harus di bawa kembali pulang ke Negara C." ucap Dego.
__ADS_1
"Iya Dok,Kasian sekali keyra,pasti dia sangat terpukul sekali melihat suaminya seperti ini." ucap evelyn pilu yang saat itu lansung Dion usap bahunya.
"Hmm..itu pasti.kita semua berdoa semoga juandra akan sadar dalam 24 jam ini."
"Amin." jawab mereka bersamaan.
"kalau tidak lagi yang ingin kalian yang tanyakan,kalian boleh keluar. Aku mau mau menemui juandra." ucap Dego.
"Baik dokter." evelyn dan Dion bangun dari tempat duduk mereka.
"jangan lama lagi om,nanti keburu di ambil orang" ledek Dio.
"Tidak akan lama lagi." jawab Dion lalu keluar dari sana.
"Ikutlah keruanganku sebentar." ucap Dion lalu menarik tangan evelyn menuju ruangannya. Sedangkan Dego dia sudah berjalan menuju ruangan juandra.
"Tante" ucap Dego yang melihat amira belum juga tidur,amira bangun dari pembaringannya.
"ada apa Dego..?" tanya amira.
"Tante beristirahat saja,aku hanya mengecek kondisi juandra." ucap Dego lalu berlalu masuk kedalam.sampai di dalam,dia melihat keyra tengah tidur duduk sambil memegang tangan juandra.tidak ingin menganggu, Dego perlahan berjalan menuju menitor juandra.Dia melakukan pemeriksaanya.
"Syukurlah detak jantungmu sudah normal.." ucap Dego sedikit lega,karena melihat kondisi jantung juandra sudah normal tidak seperti tadi Grafisnya melemah.Dego mendekati telinga juandra.
"Lihatlah istrimu Juan,dia begitu setianya menunggumu,dia sangat mengharapkan kesadaranmu segera. Aku tau kau pria yang kuat,berjuanglah Bro" ucap Dego. Kemudian dia keluar dari ruangan juandra.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1
Upnya akan lama ya teman teman, Anakku lagi sakit.mohon doanya atas kesembuhan anakku.๐๐๐