
Juandra dan Berto sudah sampai di kantor.
"katakan pada Zelo siapkan barang barangku 2 jam lagi kita berangkat. Saya mau menemui papi dulu"
"Baik Bos." jawab Berto lalu dia berjalan masuk ruangannya sedangkan Juandra lansung menuju keruangan papinya.
Tok..."Juan pi" panggil juandra,pintu ruangan papinya terbuka otomatis juandra lansung masuk melangkah kakinya mendekati orangtuanya yang saat itu tengah duduk di sofa.
"Ada apa son..?" tanya andreu melihat putranya terlihat kesal.
"papi sengaja mengerjaiku??" andreu mengeryitkan keningnya tidak mengerti maksud ucapan putranya.
"papi mengerjaimu??,rasanya tidak.."
jawab andreu namun berapa detik kemudian andreu barulah mengerti.
"apa rekan bisnis kita menyuruh putrinya menemui kamu ?" tebak Andreu.
"Hmm,rasanya aku ingin melenyapkan mereka" Geram juandra,mendengar itu amira duduk mendekati putranya.
"Dulu papimu juga begitu son,bahkan ada mamy juga mereka berani menggoda papimu,tapi papi kamu lansung menegaskan mereka dengan mengancam akan membatalkan kerja sama itu jika mereka tidak bisa bersikap dengan baik." ucap mamynya lalu memberikan secangkir teh untuk putranya.
"Di minum dulu biar kesalnya reda" sambung mamynya.
"Apa yang Mamy kamu katakan memang benar,kejadian tadi anggap sebagai awal pelajaran untuk kamu son menghadapi mereka" ucap Andreu.
"Iya pi.ini ada surat undangan dari Tuan rehan ulang Tahun pernikahan mereka, Papi sama mamy saja yang kesana juan tidak bisa,nanti juga juan akan pergi lagi." ucap juandra tidak ingin menghadiri ucara tersebut.
"Baiklah.papi juga tidak akan memaksa kamu kalau tidak mau, kamu jadi berangkat Hari ini?" ucap andreu.
"Jadi pi." jawab juandra.
" Oh ya Son..kamu sudah ada jengukin keyra Belum? Mamy dengar dia udah pulang kerumah kemarin.." tanya amira kepada putranya.
"Belum mam..," jawab juandra terputus.
"Belum?,semalam apanya kalau tidak menjenguk??" ucap Andreu keceplosan membuat juandra menatap tajam kearah papinya, semantara papinya tersenyum menggoda putranya.
"kamu ada kerumah om Dio kamu semalam?,kok hubby nggak bilang juan ada kesana?" ucap mamynya lalu bertanya dengan suaminya.
__ADS_1
"Hanya sebentar mam,itu pun tidak bertemu dengan dia,juan mengantarkan hadiah dari soraya." jawab juandra membawa nama adik sepupunya.
"Memangnya hadiah apa?" tanya mamynya yang penasaran.
"Juan Tidak tau mam,soalnya dalam bungkusan" jawab Juandra berbohong.
"mamy boleh bertanya sesuatu?" tanya mamynya tiba tiba.
"Tanyakan saja mam" jawab juandra kemudian meminum tehnya.
"Mamy mau tanya,kamu sama keyra itu gimana??,mamy dengar ahkir ahkir ini kamu dekat dengan keyra? Sering ngajak dia makan bersama." tanya mamynya mencoba menanyakan putranya dengan pertanyaan yang bisa di mengerti putranya.
"Maksud mamy suka gimana ?"Tanya juandra.
"Apa kamu suka dengan keyra son?,
menyukai keyra."tanya mamynya.
"Suka bagaimana mam? tanya juandra belum juga mengerti maksud ucapan mamynya,membuat papinya menepuk keningnya melihat putranya tidak mengerti dengan ucapan istrinya, Sedangkan amira dia melemaskan diri ternyata putranya sama seperti suaminya tidak peka dengan itu.
"Ya ampun anak mamy...menyukai itu sama dengan tertarik,apa kamu tidak ingin menjadikan keyra kekasih kamu..?" Juandra hanya merespon diam ucapan mamynya membuat papi melihat itu lansung.
papinya lansung tertawa terbahak bahak tidak bisa lagi menahan kegeliannya karena melihat ekpresi putrabya sangat lucu bagi andreu,bahkan putranya lebih lebih parah darinya.
juandra hanya mengeryit kening melihat papanya tertawa senang.
"Juan mamy tanya kamu lagi,kamu harus jawab lansung pertanyaan mamy?" juandra mengangguk kepalanya setuju
"bagaimana rekasi kami pertama kali melihat keyra.??"
"Dia wanita yang berbeda menurut juan, cantiknya alami,dan cerdas,dan juga mestirius." jawab juandra.
"sejak kapan kamu merasa ingin selalu bertemu dengannya.?"
"Sejak pertama kali bertemu" jawab juandra.
"Kalau ada pria yang mendekati keyra saat ini,kamu marah tidak?"
"mamy pertanyaan macam apa ini?,
__ADS_1
mamy terus saja bertanya ,memangnya semua itu ada kaitannya dengan menyukai dia" ucap juandra.
"Iya..tentu ada kaitannya itu artinya kamu sudah jatuh cinta dengan keyra... juandra mamy.." Geram mamy sudah merasa kesal karena putranya belum juga paham apa yang dia jelaskan.
"Cinta?? Cinta maksud apa??.
Seketika itu andreu kembali tertawa karena anaknya sudah membuat mamynya sampai kesal.
"Hubby.... Bantuan dong jelasin sama anak kamu itu.." kesal keyra karena suaminya terus tertawa.
"Oke.. akan papi bantu jelaskan,begini ya son...,papi cerita pengalaman papi aja sama kamu waktu dulu Sama mamy kamu.dulu papi pertama kali ketemu mamy kamu waktu di restoran milik paman kamu,papi lansung tertarik dengan mamy kamu,tertarik melihat mamy yang menurut papi wanita yang sangat cantik dari wanita wanita pernah papi lihat,kemudian kita bertemu lagi saat mamy kamu mengikuti seleksi jadi seketaris papi,mamy kamu kembali membuat papi menganguminya,terus berlanjut saat mamy sudah jadi seketaris papi,papi mulai sering dibuat mamy kamu marah sendiri kalau mamy kamu sedang di hubungi orang yang papi tidak ketahui, papi juga lansung marah marah melihat mamy kamu memainkan ponselnya sambil tersenyum,sampai pada waktu itu papi membajak ponsel mamy karena ingin mengetahui siapa yang berkirim pesan dengan mamy kamu, hingga kemudian om Dio menyadari papi mengatakan sikap papi seperti itu karena papi menyukai mamy kamu,tidak mau kehilangan mamy kamu makanya papi lansung meminta mamy jadi istri papi meskipun papi belum tau artinya cinta.seiringnya berjalannya waktu cinta papi tumbuh dengan sendirinya,papi lebih Posesif takut kehilangan mamy, sampai kalian di culik waktu itu cinta papi semakin dalam untuk kalian." jelas andreu dengan menceritakan kembali saat pertama kali kisahnya bersama istrinya.
Mendengar itu Juandra terdiam untuk mencerna setiap ucapan papinya.
"Apa artinya aku sudah memiliki perasaan suka dengan keyra?kemarin keyra melihatku bersama raya,dia lansung mematikan telepon kami..maksud apa mam??" Tanya Juandra kepada mamynya.
"apa kamu kuatir melihat dia seperti itu?kamu ingin rasanya segera menjelaskan padanya sebenarnya raya adik sepupu kamu?" Tanya mamynya yang angguki juandra.
"Ya mam..Aku sudah menjelaskan padanya tapi dia masih saja dingin sikap dengan ku." jelas juandra membuat andreu melirik istrinya.
"Kamu ada mengatakan kata kata menyinggung perasaan dia?" tanya mamynya lagi.
"Tidak mam..terahkir juandra hanya mengatakan juan tidak mau memiliki kekasih karena itu tidak lah penting.
bukan kah benar juan memang tidak ingin memiliki kekasih,juan ingin seperti papi.." penjelasan juandra membuat papi dan mamynya sama sama menepuk kening mereka membuat juandra mengeryitkan keningnya.
"Apa perkataan juan salah.?" tanyanya.
"Tentu saja salah lah son..kau tidak lansung bilang alasanya kalau kamu mau lansung menikah?" juandra lansung menggeleng kepalanya.
"nanti jelaskan sama keyra kalau tidak kamu jelaskan, keyra akan beranggapan kamu memainkan perasaannya,mamy menyakinkan kalau dia juga sudah menyukai kamu." ucap amira.
"Apa begitu mam..??" amira mengangguk kepalanya membenarkan apa yang dia katakan tadi kepada putranya.
"Nanti juan jelaskan sepulang dari Negara A mam..,kalau begitu juan mau berangkat dulu" juandra menyalimin tangan mamynya lalu mencium pipi mamynya begitu juga kepada papinya.
"berhati hatilah son" ucap andreu.
"Iya pi.." jawab juandra, lalu dia lansung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan papinya menuju ruangannya karena sebentar lagi dia akan pergi lagi untuk mengantikan papinya mengurus pekerjaan mereka.
__ADS_1