
Di rumah utama Gilbert,nathan dan maora serta Bareil berpamitan dengan keluarga mereka untuk kembali pulang malam itu juga menuju negara B karena perusahaan disana tidak ada yang mengurusnya selama mereka tinggal kesini.
"Sampai nanti kabari aku." ucap andreu menyuruh adiknya memberitahu kedatangan mereka.
"Baik kak." jawab maora.
setelah itu mereka lansung berangkat menuju bandara.
Saat dalam perjalanan maora mengingat sesuatu di benaknya.
"B..kau sudah mendengar Sofia sudah berapa hari ini tidak masuk kerja?" tanya mamanya.
"Tidak ma,mama tau dari mana dia tidak masuk kerja?" tanya Bareil.
"Dari pak Hadi HRD kita,tadi dia mengabari mama bilang kalau sofia sudah tiga hari ini tidak masuk kerja." jawab mamanya.
"Apa mungkin dia sakit?"Guman Bareil.
"kamu bilang apa B..?" tanya mamanya karena suara Bareil tidak terdengar olehnya.
"A..itu ma apa mungkin dia sakit, waktu itu berapa kali aku pernah lihat dia minum obat sebelum jam makan siang." ucap Bareil.
"Emm begitu,mungkin saja. Kamu punya nomor dia nggak,kalau punya hubungi dia tanyakan,dimana dia sekarang? Kalau benaran sakit nanti kita jenguk dia." ucap mamanya.
"Iya ma nanti aku coba tanyakan dia. Ma menurut mama kalau seseorang makannya semuanya hambar atau pun makannya hanya sayuran,itu sakit apa ma..?" tanya Bareil.
"Hatinya" jawab papanya.
"Hatinya,maksud papa?" tanya Bareil.
"Bisa jadi hatinya terinfeksi parah." jawab nathan lagi.
"Tidak mungkin sofia sakit itu..?" Guman Bareil lagi.
Tidak lama mereka sampai di bandara, mereka pun lansung berangkat menuju bandara.
****
Di rumah sakit.
"Sini berbaringlah denganku." ucap juandra kepada istrinya.
"Nanti aku menyentuh lukamu bagaimana?" ucap keyra.
"Berbaringlah." mendengar itu keyra perlahan berbaring di dekat suaminya, Saat itu juga juandra mengeser tubuh istrinya kearahnya lebih dekat.
__ADS_1
"Jangan terlalu dekat nanti aku bisa mengenai lukamu." ucap keyra sedangkan juandra tidak memperdulikan ucapan istrinya,dia malah membawa tubuh istrinya terhempit kearahnya. Juandra menatap kearah istrinya,tangannya perlahan memegang dagu istrinya.
Cup...juandra mencium bibir istrinya dengan lembut yang perlahan di balas istrinya,ciuman mereka masih berlanjut hingga lima menit kemudian mereka berdua menyudahinya. Juandra menyatukan keningnya kearah kening istrinya.
"Aku menginginkanmu istriku." ucap juandra.
"Bagaimana? Kamu lagi sakit. Tunggulah sembuh ya.." ucap keyra.
"Baiklah." jawab juandra kemudian menurunkan tubuhnya sedikit lalu membawa wajahnya ketengah dua Gunung kembar milik istrinya dan membenamnya disana,juandra pun tertidur lelap setelah itu mungkin karena efek obat yang dia minum.
keyra tersenyum melihat suaminya sudah telelap tidur dalam pelukannya.
Tidak lama ponsel juandra berbunyi yang lansung di lihat oleh keyra ternyata Zarel mengirm pesan memberitahu juandra kalau Zero sudah siuman,hanya saja kondisinya masih sangat lemah. Keyra lansung membalas pesan Zarel berterimakasih kepada zarel sudah memberitahunya besok kalau juandra sudah bangun dia akan mengatakan pesan itu kepada juandra,begitu pesan yang di kirim keyra kepada Zarel.
****
Pagi pun menyapa,keyra dan juandra belum juga bangun sampai mereka mertuanya datang,mereka berdua masih terlelap tidur. Dio dan elisa hanya tersenyum melihat posisi tidur menantunya yang seperti bayi meminta peluk ibunya.
"Keyra bangun sayang..," bisik mamanya membuat keyra mengerakkan matanya lalu membukanya.
"Mama..,kalian sudah datang..?" tanya keyra yang di angguki mamanya.
"Bangunkan suamimu,jam delapan dia akan melakukan pemeriksaan lagi" bisik mamanya.
"Iya ma..bentar lagi aku bangunkan." jawab keyra.
"Iya ma."jawab keyra.
Elisa dan Dio keluar dari ruangan itu menuju ruangan Uap untuk menyiapkan pengecekan ulang tubuh juandra lagi.
"Suamiku...bangun..." ucap keyra lembut di telinga suaminya.bukannya bangun juandra malah semakin erat memeluk tubuh istrinya.
"Bangun suamiku..kamu akan di periksa lagi pagi ini..bangun ya.." ucap keyra mengusap kepala suaminya. Perlahan juandra mulai membuka matanya.
"Ini sudah jam berapa?" tanya juandra.
"Sudah jam 7,nanti jam delapan kamu akan di periksa lagi.tadi papa mama ada kesini sebentar mengantar makanan untuk kita,terus mama ada bilang kalau papi belum kesini pagi ini soalnya harus kekantor dulu ada metting penting." ucap keyra.
"Hmm..baiklah."jawab juandra,keyra mulai bangun lalu membantu suaminya bangun juga.
"sini aku bantu kamu sikat Gigi." ucap keyra mengambil sikat gigi suaminya kemudian memberikannya kepada suaminya,juandra pun mulai menyikat Giginya sampai selesai.setelah itu keyra mengelap wajah suaminya.
"Suamiku sudah bersih dan wangi." ucap keyra tersenyum.
"Sarapan ya.." juandra hanya menganggukan kepalanya.keyra mengambil bubur untuk suaminya lalu menyuapi suaminya.saat itu mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan elisa dan Dio masuk keruangan itu.
__ADS_1
"Masih sarapan rupanya.." ucap Elisa.
"Gimana bubur yang mama masak, enak?" tanya mama elisa.
"Ini baru enak ma,tidak seperti semalam tidak ada rasanya." jawab Juandra.
"Syukurlah kalau enak,nanti mama akan buatkan lagi kalau kamu suka." ucap elisa senang menantunya menyukai bubur yang dia buatkan.
"Setelah ini apa saya boleh pulang pa,saya kurang menyukai bau rumah sakit." ucap juandra.
"Nanti kita lihat pemeriksaan kamu, kalau semuanya benar benar bersih, kamu boleh pulang rawat di rumah saja." jawab Dio.
"Iya pa."
"Sudah selesai." ucap keyra baru selesai menyuapi suaminya sarapan.
"Kalau begitu mari kita keruangan Uap,biar cepat selesai." ucap Dio.
"Kamu disini saja,jangan keluar." ucap juandra membuat elisa dan Dio melirik kearah putrinya.
"Iya suamiku." jawab keyra.
Dio membantu juandra menaiki kursi roda lalu mendorongnya menuju keluar.
"Sayang suami kamu kenapa?" tanya mama elisa masih belum menyusul mereka berdua.
"Sepertinya juandra cemburu ma,aku semalam nggak sengaja bicara dengan dokter roby saat aku ngambilin pakaianku di ruangan aku." jawab keyra.
"Emm begitu,nanti kita ngobrol lagi. Mama mau menyusul papamu dulu." ucap elisa lalu pergi dari sana.
Sampainya elisa disana pemeriksaan juandra lansung mulai oleh Dio dan elisa.selama tiga jam sudah pemeriksaan itu di lakukan keseluruhan tubuh juandra yang pada ahkir baru selesai. Kali ini juandra masih belum sadar karena di berikan obat bius tadinya. Dio dan elisa kembali membawa juandra menuju ruangannya.
Sampainya disana,dengan di bantu oleh perawat dan Dokter hendri. mereka mengangkat pelan tubuh juandra berpindah keranjangnya.
"Gimana pa hasilnya?" tanya keyra kepada papanya.
"Puji Tuhan,semuanya sudah bersih. Tinggal pemulihan luka lukanya, terutama yang perlu kita perhatikan hatinya." ucap papanya membuat keyra sangat senang.
"Iya pa,makasih pa" ucap keyra memeluk papanya.
"sama sama,suami kamu bisa bawa pulang kita rawat dia di rumah saja, biar papa mama bisa bantu kamu ngerawat suami kamu." ucap papanya.
"Iya pa." jawab keyra.
Setelah itu mereka bertiga sambil menunggu juandra siuman,mereka mengemasi semua barang yang akan di bawa pulang.Dio juga tidak lupa mengabari Andreu mengatakan kondisi juandra sekarang.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.