
Dua Bulan berlalu.
Keyra sudah kembali bekerja di rumah sakit milik suaminya.Sedangkan juandra dia sudah kembali memimpin perusahaan milik papinya yang masih di awasi papinya. Setiap siang suaminya selalu menjemputnya membawanya kekantor setelah itu kembali mengantarnya kerumah sakit lagi, malamnya juandra kembali menjemputnya untuk kembali keapartemen mereka berdua. Begitulah rutinitas keyra dan juandra lakukan dua bulan pernikahan mereka.
Besok adalah Hari pertunangan Dion dan evelyn,semua keluarga sudah berkumpul di Negara itu,bahkan keluarga Dion juga sudah sampai juga di sana.
Amira sibuk ikut mempersiapkan pertunangan keponakannya itu.
"Ami menantu kamu mana sayang?" tanya Bundanya melihat keyra belum juga sampai di rumah kediaman Marsel itu.
"Tadi aku hubungi dia bilang masih ada jadwal operasi pagi ini bund,mungkin siang baru kesini." jelas amira kepada bundanya.
"Oh begitu,ya nggak apa apalah kalau emang dia sibuk,bunda hanya kangen aja sama dia sudah lama tidak mampir kesini sama suaminya." keluh bunda merindukan keyra.
"Iya Bund,tapi nanti malam dia pasti kesini sama juandra bund." ucap Amira.
"Tant..,bantu eve pilihkan baju tant.." ucap evelyn yang baru saja datang menemui amira.
"Bunda kamu mana..? Kenapa nggak sama soraya aja." ucap amira.
"Bunda lagi lihatin bibik memasak, tante kan tau bunda nggak mau pesan makanan keluar maunya memasak di rumah. Kalau soraya sama saja tante pasti pilihannya nggak cocok dengan aku." ucap evelyn.
"Baiklah,sini tante bantu.kami kedalam dulu ya bund.." bunda menganggukan kepalanya. Amira tengah membantu evelyn memilihkan Baju yang akan dia kenakan di acara pertunangannya malam ini.
*
*
*
*
Di kantor Juandra masih di sibukan dengan berkas pekerjaannya.tiba tiba dia mengingat istrinya yang tadi pagi tidak mau sarapan sama sekali. Juandra mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya.
Tut....keyra belum juga mengangkatnya.
Tut...kedua kali belum juga keyra mengangkatnya.
"Apa mungkin tengah di ruang operasi.?" guman juandra. Dia mencoba sekali lagi menghubungi istrinya.
"Ya suamiku.." jawab keyra.
"Kamu lagi apa?" tanya juandra.
"Aku baru selesai dari ruangan operasi, kenapa?" jawab keyra lalu menanyakan suaminya.
"kamu belum makan apapun sejak pagi, sudah makan belum?" mendengar itu keyra baru teringat kalau dirinya belum makan sama sekali.
Hehe.." belum suamiku,tapi aku nggak ada rasa lapar.." jawab keyra.
"Aku kesana bawakan makanan bagaimana? Kamu mau makan sesuatu?" tanya juandra.
__ADS_1
"Emm apa ya.., Bawa aku Bakso Rudal sama bakso iga aaja suamiku" pinta Keyra.
"Kamu meminta bakso rudal,bukannya milikku sudah ada?" mendengar itu keyra menjelingkan matanya.
"Itukan lain suamiku,kalau aku makan milikmu,nanti nggak ada lagi aku minta tiap malam.." ucap keyra dengan wajah malu malunya. Juandra tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya yang malu malu.
"Baiklah,sepuluh menit aku sampai. Aku tutup ya." keyra menganggukan kepalanya.
Juandra lansung berangkat menemui istrinya. Sebelum itu dia membeli pesanan istrinya. Tidak lama dia sampai di rumah sakit.
"Tuan Juandra.." juandra menghentikan langkah mendengar siapa yang memanggil namanya.
"Aku lihat anda sering sekali kerumah sakit ini?sindir dokter roby.
"Jagalah cara bicaramu jika kau tidak ingin di tendang dari sini" juandra lansung meninggalkan dokter roby menuju ruangan keyra.
"Apa sebenarnya hubungan keyra dengan putra Tuan andreu itu?, aku harus mencari tau." Guman dokter roby.
Kret... Juandra masuk keruangan istrinya.
"Oh sudah sampai rupanya.." ucap keyra lalu mengambil bungkusan di tangan suaminya,keyra mengambil mangkuk lalu menghidangkan makanan itu di mejanya.
"Jika tidak ada lagi pekerjaanmu,aku antar kamu pulang duluan,nanti kita akan pergi keacara pertunangan kak eve." ucap juandra.
"Aa ya aku hampir lupa suamiku, baiklah. Antar aku lansung kerumah paman dan bibik saja suamiku." pinta keyra.
"Baiklah." jawab juandra.
"Makan saja,aku masih kenyang.." ucap juandra menolak,membuat wajah keyra berubah cemberut,karena kasihan dengan istrinya.juandra menarik tangan keyra untuk menyuapi dirinya.
"Sesuap saja ya,kamu tau aku tidak menyukai makanan seperti ini." ucap juandra yang di angguki keyra senang.
"Baby..?" panggil juandra.
"Emm ya.." jawab keyra dengan mulutnya penuh dan terus mengunyah bakso rudal bergiliran juga memakan bakso Iga pesanannya.
"Tidak biasanya kamu makan sebanyak ini baby?." tanya juandra keheranan melihat cara makan istrinya.
"Enak banget suamiku,lagian aku sudah lama tidak memakannya. Pulang nanti belikan lagi ya suamiku bakso iganya saja,ini enak sekali."kening juandra mengeryit mendengar permintaan istrinya.
"Mau lagi..?" keyra menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Iya..ini enak sekali suamiku." jawabnya.
"Hmm Baiklah." jawab juandra mengikuti kemuan istrinya. Sepuluh menit kemudian barulah keyra menyudahi makannya. Juandra lansung membawa istrinya keluar untuk pulang menuju rumah pamannya.
"Suamiku,bangunkan aku jika kita sudah sampai.." ucap keyra saat sudah di dalam mobil.
"Baiklah," cup... Juandra mengecup kening istrinya setelah itu melajukan mobilnya menuju rumah kediaman marsel pamannya. Setengah jam kemudian mereka sampai,namun keyra masih saja tertidur lelap. Tidak mau membangunkan istrinya,juandra lansung mengendongnya masuk kedalam rumah.
"Istri kamu kenapa son?" tanya amira panik melihat putranya mengendong istrinya. Begitu juga keluarga amira lainnya menoleh kearah juandra mengendong istrinya.
__ADS_1
"Istriku hanya tertidur my" jawab juandra.
"Bawa saja istrimu kekamar samping eve juan" ucap Hesti. Juandra lansung membawa istrinya menuju kamar itu yang di ikuti amira.
"Keyra kenapa Nak?" tanya bunda.
"Kata juan tidur bund,mungkin kecapean bund" jawab amira.
"Emm..biarkan saja dia istirahat." ucap bundanya lalu pergi dari kamar cucu menantunya.
"Mamy aku mau kembali kekantor sebentar,nanti aku kesini lagi." ucap juandra memberitahu mamynya.
"Son..kamu yakin keyra cuma ketiduran kenapa mama lihat wajahnya pucat sekali,apa dia sakit..?" tanya mamynya, juandra lansung menelisik wajah istrinya
,apa yang mamynya katakan benar ternyata wajah istrinya sangat pucat sekali.
"Baby..baby bangun...," bisik juandra di telinga istrinya.
"Suamiku mana baksonya," ucap keyra mengigau, amira mengkerut keningnya mendengar ucapan menantunya.
"Di rumah sakit keyra sudah menghabiskan dua porsi bakso mam, tadi dia meminta lagi,melihatnya tidur aku tidak singgah membelinya." jelas juandra.
"Sayaang..,keyra ini mamy sayang. Bangun sayang.." amira memyentuh tangan menantunya,keyra mulai membuka matanya melihat suami dan mertuanya di depannya.
"Kita sudah sampai?" tanya keyra lesu.
"Sudah..," jawab juandra.
"Baksoku mana suamiku?" tanya keyra membuat juandra keglagapan.
"Kamu tidur,jadi aku tidak singgah membelinya." jawab juandra membuat keyra cemberut.
"Aku mau kembali kekantor sebentar tidak apakan aku tinggal,kan ada mamy." ucap juandra namun keyra mengelengkan kepalanya.
"Nggak mau,aku mau ikut." ucap keyra berubah manja bahkan bergelanyut di lengan suaminya.
"Tadi kamu sendiri mau kesini duluan, tinggal saja ya..aku tidak lama oke." ucap juandra membujuk istrinya.
"Iya sayang,tinggal saja ya. Nanti juan belikan bakso untuk kamu lagi gimana..?" ucap amira ikut membujuk menantunya yang tiba tiba bersikap manja seperti ini.
"Baiklah mamy,tapi suamiku jangan lupa baksonya 2 porsi." pinta keyra.
"Baiklah,nanti aku belikan lagi." cup.. Juandra mencium kening istrinya lalu bibir istrinya.
"Aku berangkat." juandra lansung pergi dari sana menuju kantornya.
"Sayang..mamy boleh tanya sesuatu?" tanya amira,mendengar itu keyra tersenyum kearah mertuanya.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1