
"Keyra mau papi yang membelikan makanan itu untuknya." Sambung juandra membuat Andreu menatap kearah menantunya. Semua yang ada disana melihat kearah Andreu ingin mendengar jawaban dari sang penguasa itu.
"Baiklah akan papi belikan." jawaban Andreu membuat mereka semua melongo karena selama ini pikir mereka siapa yang berani memerintahkan Andreu selain istrinya.
Keyra sangat bahagia mendengar mertuanya mau membelikan makanan yang dia inginkan sampai dia memeluk suaminya.
"Terimakasih papi." Ucap keyra.
"Hmm..,Berapa yang mau kamu suruh papi belikan?" Tanya Andreu.
Di samping Andreu Dio sudah menanti jawaban dari putrinya itu.
"Aku mau..Mau menyuruh papi membelikan untuk semuanya." jawab Keyra.
"Sudah ku duga And,kalian akan merasakan apa yang kami rasakan." bisik Dio tersenyum.
"Tentu saja aku tidak akan menolak." jawab Andreu.
"Baiklah,papi belikan. Son kamu kirim saja lokasi yang menjual makanan tersebut." Ucap Andreu bangun berjalan menuju kearah istrinya dan mencium bibir dan kening istrinya di hadapan semua anggota keluarganya.
"Aku pergi." Ucap Andreu lalu berjalan keluar yang di ikuti Rendi dari belakangnya.
"Benar benar pak Tua itu." Ucap Bareil bersama sofia Baru saja turun karena tadi Sofia kembali meminum obatnya. Saat itu keyra dan sofia lansung bertemu pandang.
"Kamu..??" Ucap Keyra mengingat Sofia.
Sofia tersenyum kearah Keyra.
"Aku sudah yakin jika wanita itu adalah kamu kak Keyra." Ucap Sofia tersenyum.
"Kenapa kalian?,apa sebelumnya pernah bertemu?." tanya Mama Maora.
"Iyaa Ma,Kak Keyra pernah menolongku saat aku masih kuliah dulu." jawab sofia.
"Benarkah itu sayang..?" Tanya mamy.
"Itu memang benar Mam." Jawab Keyra.
"Wah menantu kita ternyata sudah saling kenal,syukurlah kalau begitu." Ucap mamy Amira.
Bareil mendorong kursi roda sofia mendekati Keyra namun lansung di tahan oleh Keyra dengan kodean tangannya.
Huek..huek. Huek..
"Istriku tidak mampu mencium bau parfum kalian berdua." Ucap Juandra
"Tapi kami tidak mengunakan parfum kak." Ucap Bariel.
Huek..huek..huek.." Suamiku aku Tidak tahan lagi,aku mau kekamar." ucap Keyra lansung berlari kekamar dan lansung juandra kejar.
"Hati hati sayang berlarinya." triak mamy amira.
__ADS_1
"Kuat sekali dia mual mualnya, ingat aku waktu itu hamil ke sofia begitulah semua bau menyengat tidak mampu aku cium." Ucap mama sofia.
"Kalau saya dulu Nggak terlalu sih nyonya,hanya saja nggak mau jauh aja dari suami." Ucap mama Maora ikut bercerita.
Mereka terus bercerita mengenai masing masing kehamilan mereka dulu sampai Andreu kembali bersama rendi datang membawa pesanan menantunya. Amira lansung memberitahu menantunya kemudian malam itu mereka makan beramai ramai karena permintaan keyra. Setelah drama makan itu,mereka pun masuk kedalam kamar masing masing karena hari sudah menjelang jauh malam.
****
Pagi itu di Negara B,semua keluarga Besar Gilbert,tirta pratama dan juga keluarga wilson tengah berkumpul melakulan Gladi bersih persiapan pernikahan Bareil dan Sofia di Hotel yang sudah di persiapkan dengan sangat ketat.
Di tempat yang lain.
Di keluarga Gerilio Josua Eden, Geril dan istrinya sedang menjemput putri mereka yang mereka titipkan di lembaga sosial untuk mengubah prilaku putrinya agar menjadi lebih dari sebelumnya,Hari ini dia pulang karena dari pihak lembaga tersebut sudah mengijinkan dia untuk pulang dan berkumpul lagi bersama keluarganya.
"Mama.." Ucap Ayura memeluk tubuh mamanya yang sangat dia rindukan.
"Sayang..." Ucap mamanya kemudian mencium seluruh wajah putrinya.
"Kamu sangat kurus sekali sayang.." Ucap mamanya menangis bahagia karena Putrinya ahkirnya kembali bersama mereka lagi.
"Aku baik baik saja ma,Aku sengaja Diet ma.." Ucap Ayura menghibur mamanya.
"Papa.." Ucap Ayura lalu memeluk tubuh papanya,begitu juga papanya.
"Papa bahagia kamu sudah kembali Nak." Ucap papanya,Geril mencium puncak kepala putrinya.
"Ayo kita pulang." Ucap Geril,kemudian mereka berjalan menuju mobil setelah itu mereka lansung pulang menuju rumah mereka.
"Aku baik baik saja ma,mereka semuanya baik baik semua." Ucap Ayura sedikit berbohong.mitha melihat seluruh tubuh putrinya namun kemudian dia menemukan bekas luka di tangan kanan putrinya cukup besar membuat Ayura menggunakan baju panjang menutupinya.
"Ini apa?,Kamu bilang baik baik saja..?" tanya mitha lalu kembali menangis.
"Ma ini luka nggak sengaja aku dapat saat bekerja,mama jangan khuatir." Ucap Ayura menenangkan mamanya.
"Tapi lukanya tidak akan hilang nak kalau tidak di lakukan operasi." Ucap Mitha kemudian menghapus air matanya.
"Besok kita lakukan operasi ya sayang ya.." Ucap Mitha.
"Pa..lakukan sesuatu pa pasti mereka sengaja melukai putri kita pa.." Ucap Mita.
"Jangan pa,Ayura mohon.luka ini biarkan seperti ini,ini sangat berarti untuk ayura pa,Ini akan mengingatkan apa yang ayura lakukan dulu sangatlah tidak manusiawi pa.. Mungkin ini balasan ayura sudah berbuat jahat dulu pa." Ucap Ayura tersenyum.
"Pa..Ma..Ayura mau minta satu permintaan."
Geril membawa putrinya kedalam pelukannya.
"Kamu sudah Dewasa sekarang sayang.." Ucap Geril mengecup kepala putrinya.
"Apa yang mau kamu minta sayang.." Ucap Geril.
"Ayura mau tinggal di luar tampa nama keluarga Eden pa,Ayura ingin menjadi Ayura sendiri pa." Ucap Ayura membuat Mitha dan geril saling pandang.
__ADS_1
"Aku serius pa." Ucap Ayura.
"Baiklah,Akan papa ijinkan dengan satu syarat kamu masih terus papa awasi."
"Tidak pa,Ayura bukannya mau tinggal di luar rumah maksud ayura,Ayura mau tinggal di luar Negeri pa dengan tidak mengunakan identitas nama keluarga besar kita." Ucap Ayura.
"Tapi nak,kamu akan sulit tinggal di luar kalau seperti itu.." Ucap Mitha.
"Nggak Ma,kalian percayakan dengan Ayura.Ayura bisa menjaga diri ayura cukup kalian pantau saja dari jauh tapi jangan mencampuri apa yang ayura lakukan." Ucapnya lagi.
"Begini sayang,sampai rumah saja kita bicarakan lagi ya.." ucap papanya.
"Tidak pa.Ayura mau sekarang papa putuskan,setelah itu Ayura akan lansung berangkat pa,Ayura juga tidak mau Papa Mama mengatakan kepada siapa pun kemana ayura akan pergi." Ucap Ayura, mendengar itu mitha mengelengkan kepalanya lalu kembali menangis.
"Pa mama belum siap pa.." hiks...hiks..
"Ma please Ayura mau menebus semua dosa dosa Ayura ma.." Ucap Ayura.
Huuuuhs..Geril menarik napasnya lalu membuangnya,begitu sulit baginya memutuskan namun dia juga tidak mau mengecewakan putrinya.
."Baiklah Papa ijinkan kamu pergi sayang..."
"Paaa..." triak mitha tidak mau anaknya pergi lagi.
"Kemana kamu mau pergi..?" tanya Geril.
"Ayura ingin,,...............Pa." jawab Ayura membuat Geril terdiam.
"Paa..."hiks...hiks...hiks.."pa itu sangat jauh pa.." Ucap Mitha menangis.
"Baiklah sayang papa ijinkan kamu pergi kesana." Ucap Geril membuat istrinya semakin jadi menangis.
"Maa...please aku mau mengubah hidup aku ma..,jangan menangis ma,please dukung keputusan aku Ma.." Ucap Ayura.
Mitha mengusap air matanya lalu melihat kearah suaminya yang mengangguk pelan kearahnya.
"Baiklah mama setuju tapi dengan syarat,kamu akan tetap mengunakan Nama besar keluarga Besar kita disana,."
"Tapi Ma.."
"Dengarkan mama,dengan begitu kamu mudah mencari kerja yang layak sayang, dan kami juga akan memberikan kamu modal untuk membuka usaha kamu disana,selebihnya jika kamu tidak mau tidak apa tapi yang ini tolong nak mau ya,mama mohon.." Ucap mitha.
Ayura melihat kearah papanya lalu melihat lagi kearah Mamanya.
"Baiklah Pa,Ma Ayura setuju." jawabnya membuat Papa Mamanya memeluknya dengam Erat.
Hari itu Geril lansung mengurus keberangkatan putrinya pergi keNegara yang akan menjadi tempat tinggalnya yang Baru. Setelah selesai malam itu Ayura lansung berangkat kesana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
__ADS_1