Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
22


__ADS_3

Di negara B.


"Dia?? Seketarisku ma?" ucap Bareil menunjuk kearah wanita yang terpilih menjadi seketarisnya.


"Iya.kenapa B?,kalian sudah saling kenal?"


"Tidak." jawab mereka bersamaan membuat maora tersenyum.


"Sepertinya kalian sudah saling kenal,


baguslah. Sofia tadi saya sudah jelaskan sama kamu semua pekerjaan kamu,


Mulai sekarang kamu bekerja dengan putraku." ucap maora yang di angguki.


"Baik Nyonya."


"B..ingat pesan mama!!" ucap Maora menajamkan matanya kearah putrannya.


"Iya." setelah itu mamanya pergi dari ruangan putranya menuju ruangan suaminya. Sedangkan Bareil dan sofia saling pandang,Bareil berjalan mendekati sofia sampai wajah mereka bertemu tidak ada jarak. Bareil merangkul erat pinggang Sofia lalu menghempitnya.


"Rencana apa yang ingin kau lakukan.


Katakan? Aku bukan orang bodoh bisa kau tipu."tanya Bareil menyelidik.


"rencana apa? Aku serius mau bekerja kok." jawabnya.


"jangan pura pura baik,kau itu putri seorang pengusaha kaya raya,kenapa kau mau bekerja jauh jauh kesini kalau kau tidak ada maksud lain.?" ucap Bareil masih saja menanyakan tujuan sofia.


"Ya ampun kau ini,selalu saja menuduhku,tidak bisakah sedikit saja kau tidak menuduhku?.aku serius kalau aku benar ingin bekerja bahkan orangtua ku mengijinkan aku bekerja disini kok..,Tuan Bareil Tirta pratama yang terhormat,sekarang saya sudah menjadi seketaris anda. saya akan mulai bekerja hari ini. Saya permisi." sofia lansung melepaskan tangan Bareil dengan kasar lalu pergi dari ruangan Bareil menuju ruangannya di depan.


" wanita itu berani sekali dia." geram Bareil lalu berjalan menuju kursi kebesarannya,dia mulai dengan mengerjakan pekerjaannya. Tidak lama pintu ruangannya terbuka lagi.


"Wanita sialan..apa lagi..?" triak Bareil.


"B..kau bilang aku wanita?ck..Keterlaluan" Bareil menoleh yang ternyata Gerath yang masuk keruangannya,Gerath Jhosua Eden putra pertama Gerilio jhosua Eden.


"Kau juga datang bisa tidak mengetuk pintu dulu!!" Ucap Bareil sedangkan Gerath tidak menghiraukan ucapan Bareil dia lansung duduk didepan Bereil.


"Jangan marah trus nanti kau suka"Ucap Gerath.


"kalau mau meledekku lebih baik kau pergi saja dari ruanganku." ucap Bareil mengusir Gerath membuat Gerath tersenyum.


"B..ada yang ingin aku bicarakan."ucap Gerath.


"nanti malam saja jika mengenai semalam,aku benar sibuk saat ini." ucap Berel dengan tangan dan matanya melihat kelayar laptopnya.

__ADS_1


"Baiklah." ucap Gerath lalu pergi dari ruangan Bareil.


****


Di negara C.


Juandra dan Berto sedang melakukan metting di luar bersama rekan bisnis papanya di sebuah restoran. sampai disana Juandra menatap tajam kearah Berto.


"Kau bilang Tuan rehan yang datang kenapa ini putrinya." geram Juandra berbisik di telinga Juandra.


"maaf Bos,saya juga tidak tau kalau putrinya yang gantikan Tuan rehan." jawab Berto juga tidak menyangka bakalan putrinya Tuan rehan yang datang.


"Silahkan Duduk Tuan," ajaknya, mereka berdua pun duduk,juandra lansung mengajak wanita itu lansung membahas pekerjaan mereka. Jika juandra pokus dengan membahas pekerjaan berbeda dengan wanita itu terus menatapnya dengan tatapan menginginkan juandra.


metting mereka ahkirnya selesai.


"Tuan..,papa mengundang anda di acara ulang tahun pernikahan mereka besok." ucap wanita itu lalu memberikan surat uandangan resmi itu meletakan di dekat tangan juandra,dia sengaja menyentuh tangan Juandra.membuat juandra menajamkan matanya.


"jaga batasan anda nona" ucap juandra menajamkan matanya membuat wanita itu ketakutan,Juandra mengelap tangannya dengan tisu setelah itu dia lansung pergi dari sana bersama berto.


"Dasar cowok sok jual mahal, tapi tidak apa sepertinya senjatanya cukup besar bisa memuaskanku.., awas kau ya tunggu saja aku akan menaklukan kau juandra." ucap wanita itu dengan pikiran liciknya.


"Wanita sialan.." juandra terus mengerutu sejak tadi,mendengar itu Berto tidak berani menegur Bosnya takut nanti dia yang di jadikan Bosnya pelempiasan.


sampai dalam mobil juandra lansung mengantikan jasnya yang sempat di sentuh oleh wanita tadi.


"Baik Bos."


Si bos kalau tiap saat ada wanita menyentuh tangannya begini gimana ya,nggak sayang apa jas mahalnya selalu di buang?


Batin Berto bicara.


"Jangan mengumpatiku,kalau kau mau ambil saja jas itu tapi jangan bekerja denganku lagi." Berto selalu kalah kalau Bosnya sudah begini,selalu saja mengetahui isi pikirannya.


"Tidak Bos.." jawa Berto lalu melajukan mobil mereka menuju restoran milik pamannya yaitu marsel. setibanya disana Juandra lansung masuk bersama berto kedalam.


"juan..." juandra menyalami tangan pamannya.


"Paman ini ada bungkusan dari mamy untuk kalian" ucap juandra memberikan bungkusan itu kepada marsel.tadi pagi mamynya ikut kekantor bersama papinya menyuruh juandra mampir kerestoran pamannya mengantarkan bungkusan itu.


"kakak" triak cempreng Soraya mendekati juandra dan ayahnya..


"kau..tidak bisakah tidak berteriak?" ucap juandra datar.


"susah kak kalau nggak teriak.." ucap Raya memamerkan gigi putihnya membuat Ayahnya geleng kepalanya mendengar jawaban anaknya,nggak evelyn atau pun soraya mereka suka sekali berteriak.

__ADS_1


"Sampain sama mamy kamu,terimakasih dari paman.." ucap Marsel.


"Baik paman,kalau begitu juand pergi"


"Tunggu! Kak." mendengar itu juandra tidak jadi melangkah kakinya,soraya mendekat kearah Berto melewati juandra.


"kak boleh minta nomor kakak" ucap soraya membuat marsel dan juandra terkejut,juandra lansung menarik telinga soraya sampai soraya di depannya.


Aukh..."sakit kak..." Gaduh raya,namun juandra tidak perduli dia trus menarik telinga soraya.


Tak..Aukh..."kakak jahat sekali..sakit tau." ucap Soraya kesakitan.


"kalau kau tidak segera balik sampai besok pagi,Faselitas kamu disana kakak suruh papi tarik semuanya dan juga paman,kakak larang membiayai kuliah kamu juga." ucap juandra menajamkan matanya membuat nyali soraya menciut dan ketakutan.


"Iy..iya.malam ini soraya baliknya.kakak nyebalin,raya kan hanya ingin minta nomor kak berto doang.." Gerutu soraya.


Tak..juandra kembali menyentil kening soraya membuat dia kembali kesakitan.


"kuliah yang benar,baru bisa kau minta nomornya kalau tidak Berto akan kakak kirim jauh jauh dari sini" mendengar itu soraya melototkan matanya dan gelengan kepalanya.


"paman kami pergi" ucap juandra yang di angguki marsel lalu mereka berdua pergi dari sana dengan Berto mengukir senyumnya sedikit melihat tingkah soraya yang menurutnya lucu dan menarik.


"Raya raya..kamu nakal sekali nak,malu maluin ayah aja,lain kali jangan begitu.. tu lihat kakak kamu marah kan?" ucap marsel membuat soraya terdiam.


"maaf Yah..,lain kali raya nggak gitu lagi, raya akan benar benar kuliahnya biar bisa dapatin abang Berto" ucap raya kelepasan membuat marsel geleng geleng kepala.marsel mengusap kepala anaknya.


"jangan berhayal tinggi dulu nak nanti kalau terjatuh sakitnya itu akan membekas" ucap marsel lalu duluan berjalan meninggalkan anak bungsunya masuk kedalam lagi.


"Apaan sih ayah bukannya mendoakan yang baik malah mendoakan yang jelek" omel soraya lalu menyusul ayahnya masuk kedalam,dimana disana ayah dan bunda sedang memakan kue buatan tante amiranya,mereka mengobrol sambil bercanda.


***


Di dalam mobil juandra menatap tajam kearah Berto membuat berto menelan air ludahnya dengan kasar.


"Bos..jangan menatap saya seperti itu Bos,maaf kalau saya ada salah Bos." ucap Berto.


"Kau membuat adikku nakal,apa kau menyukai adikku juga??" tanya juandra menyelidik, lagi lagi membuat Berto terdiam kaku.


"Bos..ka..kalau saja jujur bagaimana Bos?" ucap Berto.


"Gajimu bulan ini saya potong,berani sekali kau membuat adikku tidak pokus kuliahnya." ancam juandra membuat Berto melemas.


"Bos jangan begitu Bos..saya juga nggak tau sejak kapan menyukai nona Raya Bos."


"kau mau curhat denganku??"

__ADS_1


Glek...Berto benar benar ingin rasa menengelamkan dirinya kelaut karena selalu saja salah bicara.


__ADS_2