
Sudah dua pekan berlalu,Juandra sangat di sibukan dengan pekerjaannya, dia benar benar seperti papinya sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya.meskipun begitu juandra tetap menyempatkan diri untuk selalu beristirahat.
Di tempat lain keyra pagi ini sudah mulai kembali bekerja di rumah sakit lagi setelah tiga minggu tidak masuk karena sakit dan lukanya belum juga sembuh,namun pagi ini keyra memutuskan kembali bekerja karena dia sudah sangat bosan berada dirumah.
Papanya mengijinkan keyra kembali bekerja dengan satu syarat, dia tidak berangkat menggunakan mobil sendiri lagi tapi sekarang di antar oleh pak asep,keyra lansung menyetujui permintaan papanya dari pada dia diam dirumah.
Keyra berangkat dengan pak asep menuju rumah sakit, sampainya di rumah sakit dia tidak sengaja melihat mobil juandra terparkir disana.
"Dia pagi begini sudah disini?" Guman keyra sambil berjalan masuk menuju ruangannya.
"Selamat pagi dokter.." sapa suster yang melihat keyra sedang berjalan menuju keruangannya.
" selamat pagi juga." jawab keyra lalu kembali meneruskan langkah kakinya menuju ruangannya,sampainya disana dia tidak melihat Juandra ada di ruangannya begitu juga di ruangan istirahatnya.
"Mungkin dia sedang ada urusan di rumah sakit ini?" guman keyra lalu duduk di kursinya,tidak lama suster asisstennya datang menghampirinya.
"Dokter ahkirnya anda masuk juga, dokter benaran udah sehat..?" tanya perawat itu penasarannya.
"Sudah..kamu ngak perlu khuatir keadaan saya..,apa jadwal saya hari ini?" tanya Keyra yang membuat suster itu memberikan buku jadwal keyra biasanya.
"Dokter tidak ada jadwal apa pun." jawab suster itu membuat keyra mengkerut keningnya.
"Tidak ada?.bagaimana bisa Tidak ada?, Semalam kan saya sudah mengatakan sama kamu kalau saya masuk hari ini" tanya keyra heran.
__ADS_1
"Benaran Dokter tidak ada., tapi Ini ada surat dari kepala rumah sakit untuk anda." ucap suster itu memberikan selembar kertas kepada keyra yang lansung di terima keyra lalu membacanya,mata keyra lansung membesar melihat nama yang sangat dia kenal memberikan persetujuan di surat itu,juandra pasti sengaja menyuruh dia tidak melakukan apa apa pikir keyra.
Keyra bangun dari tempat duduknya ingin berjalan menuju ruangan Hendri selaku kepala rumah sakit tersebut.
"Dokter mau kemana?" tanya suster.
"Saya mau menemui pak Hendri sebentar." jawab keyra lalu berjalan menuju lantai atas dimana itu tempat Dokter Hendri berada,Dia adalah anak buah orang kepercayaan Juandra.
Tok..tok..
Hendri yang masih bicara santai dengan juandra lansung teralihkan suara ketukan pintu ruangannya.
. "Masuk." ijin Hendri.
"Ada apa Dokter keyra..?" Tanya Hendri sedangkan juandra pura pura tidak menghiraukan keyra ada disana.
"Pak saya ingin menanyakan mengenai surat ini,apa maksud dari surat ini pak? Kenapa saya tidak bisa ikut bekerja di tim saya.?sebagai seorang dokter saya tidak menerimanya pak,banyak pasien saya saat ini sudah menunggu kehadiran saya mengobati mereka pak." ucap keyra. Mendengar itu Hendri melirik kearah juandra yang tidak perduli dengan keadaan saat itu.
"Dokter keyra,saya mengetahui apa yang terjadi dengan Dokter,seharusnya masa penyembuhan dokter masih satu pekan lagi,sebab luka anda masih belum sembuh total. Hanya satu minggu ini seperti di dalam surat tersebut,saya mengijinkan anda memeriksa pasien tapi tidak hal yang lain." jelas Hendri membuat keyra melihat kearah juandra masih saja posisinya seperti tadi.
Karena kesal tidak di ijinkan melakukan hal lain selain memeriksa pasien saja,
keyra berjalan kearah juandra lalu menarik tangan juandra untuk mengikutinya keluar dari ruangan Hendri,semantara hendri setelah kepergian mereka berdua,dia tersenyum kemenangan saat ini pasti juandra yang akan mendapatkan amukan keyra. Di luar keyra menatap tajam kearah juandra.
__ADS_1
"Pasti kak juan yang sengaja membuat peraturan ini kan?,jangan mencampuri urusan pekerjaan dengan keinginan kamu,aku seorang dokter bukan seperti dirimu..Banyak nyawa orang di luar menungguku dengan tangan ini mengobati mereka, jika mau menghuatirkan keadaanku tidak begini kak caranya"kesal keyra.
Sret...keyra lansung menyobek surat itu menjadi beberapa bagian lalu memberikannya kepada juandra.
"Aku tidak mau mengikuti aturan mu yang tidak masuk akal itu." setelah mengatakan itu keyra lansung pergi meninggalkan juandra,sedangkan juandra bukannya marah dia malah tersenyum melihat kemarahan keyra.
Juandra berjalan menuju ruangan keyra, menyusul kesana dimana keyra masih sangat kesal kepadanya.
"Mau apa kesini?" tanya keyra kesal, tampa menjawab ucapan keyra,juandra duduk di hadapan keyra lalu menarik kursi keyra tepat kehadapannya membuat Wajah mereka berdua sampai bertemu,seketika itu wajah keyra berubah jadi gugup,juandra juga membuat keyra melototkan matanya karena juandra merangkul pinggangnya.
"Aku yang membuat peraturan itu demi kesehatan kamu,aku lebih memahami seorang dokter asal kau tau. Menurutlah atau aku tidak mengijinkan mu bekerja lagi,kau cukup diam dirumah menungguku." ucapan juandra membuat keyra mengerutkan keningnya.
"Bicara apa kamu kak??" tanya keyra tidak mengerti ucapan juandra.
"Menurutlah,hanya seminggu saja. Setelah itu kamu bisa bekerja sesuai kamu inginkan." ucap juandra.
"Tapi...aku." ucapan keyra terhenti karena terkejut juandra memegang luka yang ada di perutnya.
"Kamu merasakan ini masih sakit bukan?,bagaimana bisa kamu mengutamakan orang lain semantara kondisi kamu masih sakit." ucapan juandra membuat keyra terdiam,dia memang masih belum pulih sepenuhnya, ini saja dia memaksa papanya ingin bekerja lagi.
"Menurutlah padaku.Aku akan kembali kekantor,bekerjalah yang tidak membuatmu kelelahan." ucap juandra lalu melepaskan rangkulan tangannya di pinggang keyra kemudian dia pergi dari ruangan keyra. Sedangkan keyra yang saat itu kembali menyentuh perutnya merasakan kenyamanan hangatnya bekas tangan juandra merangkulnya tadi.Tidak lama susternya datang, mengatakan ada pasien yang harus segera di periksa kondisinya. Keyra lansung pergi kesana sambil mengingat kembali ucapan juandra padanya.
.
__ADS_1