
"segera temui putramu katakan apa yang Aku katakan tadi,setelah itu bawa putramu kemari. Jika dia setuju cepat lakukan Autopsi ulang sedangkan aku akan membuat rencananya disini, Karena Aku mencurigai siapa yang melakukan ini." Ucap Gerson lagi.
"Bisa aku tau siapa orang yang kau curigai?" tanya Andreu.
"Dia pria yang anda tanyakan dengan Ayura di rumah tadi." jawab Gerson membuat Andreu terkejut.
"Bagaimana kau bisa mencurigai orang itu,menurutku tidak mungkin?." Ucap Andreu tidak percaya.
"Mungkin saja.Ini masih kecurigaanku,
bukti bahwa dia melakukan hal itu tentu saja belum ada,tapi mengarah kesana Ia Anda tau kenapa?,Karena waktu itu saat kami berlibur di Kota X,Kami sempat bertemu dengannya lebih tepatnya saat itu Ayura yang melihat mereka dan memberitahuku kalau wanita yang bersamanya mirip sekali dengan menantumu,namun saat itu aku tidak menghiraukan ucapan ayura karena aku pikir itu tidaklah penting,bukan juga urusanku dan aku tidak seramah itu dengannya." Ucap Gerson sejenak menghentikan ucapannya.
"Sejak itu juga Ayuraku setiap malam bermimpi di datangi wanita yang tidak dia kenal wajahnya terus meminta tolong pada Ayuraku." sambung Gerson lagi.
"Sebenarnya siapa dia Gerson?." Tanya Andreu mengenai pria tadi.
"Dia ponakan om Daren temannya papi lebih tepatnya ponakan tante Rani.
Kami mengenal namanya Roby Marendra, pria itu dulunya ramah dan sangat Humoris sebelum kematian mantan kekasihnya,namun sejak kejadian itu aku mendengar dia berubah menjadi pria yang pendiam dan tertutup.
mengenai pekerjaannya dia seorang dokter,yang aku tau juga dia pernah bekerja di Negara kalian namun setelah itu Aku tidak pernah mendengar kabarnya karena bagiku tidak penting mengetahui informasi mengenai dia." Ucap Gerson menceritakan sedikit informasi mengenai Roby kepada Andreu.
"Roby...?" Andreu sedang mencoba mengingat - ingat wajah pria itu namun dia sama sekali tidak mengingatnya dimana dia pernah bertemu.
"Wajahnya sangat tidak asing sekali,
rasanya aku pernah melihatnya tapi aku lupa dimana?." Ucap Andreu.
"Apa putramu pernah berurusan dengan para dokter di rumah sakit kalian?" tanya Gerson.
"Setauku tidak pernah." jawab Andreu.
"Apa mungkin menantumu?,maksud saya mungkin ada dokter yang bekerja disana yang sudah lama menyukai menantumu?." ucap Gerson.
"Aku juga tidak tau,nanti aku coba menanyakan hal ini kepada juandra. Tapi aku merasa sangat aneh dan ini di luar pikiranku bisakah dia melakukan rencana sebesar itu jika dia hanya seorang dokter?." ucap Andreu.
"Pertanyaan Anda sangat menarik,tapi saya rasa anda sendiri bisa menjawabnya." ucap Gerson.
__ADS_1
"Kau benar benar membuat pak Tua ini mengingat kembali masa muda dulu." Ucap Andreu.
"Usiamu memang Tua pak Tua,tapi seorang jenius tidak akan lupa kejeniusannya Tuan Andreu." Ucap Gerson meledeki Andreu.
"Baiklah aku mengalah." jawab Andreu.
"Mengenai rencananya bagaimana?." tanya Andreu.
"Anda urusi saja dulu masalah dengan putra anda,mengenai rencananya bagaimana,itu urusan saya,Kalian cukup ikuti saja permainan manis sayaa." jawab Gerson.
"Baiklah." jawab Andreu.
***
Di Negara C.
Juandra sedang menekan kepalanya karena sedikit pusing,barusan saja anak buahnya mengatakan jika papinya pergi diam diam menuju negara kekasihnya Ayura kemarin menggunakan penerbangan umum.hal itu membuat juandra curiga dan juga bingung.
"Kenapa papi tidak memberitahuku mengenai kepergiannya kesana, kenapa papi pergi diam diam kesana?,Apa yang papi cari kesana?,menjalin hubungan bisnis tidaklah mungkin!,Sebenarnya apa yang papi rencanakan?." pikir Juandra.
"Bagaimana Zarel?"Tanyanya.
"Maaf Tuan,Aksesnya sama sekali tidak bisa Tuan,Negara itu sangat sulit di tembus pengamanannya seperti sebelumnya." jawab Zarel.
"Baiklah." Ucap juandra lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Papi membuatku sangat curiga,waktu itu dia bertemu diam diam dengan manusia sombong itu dan sekarang papi malah kesana menemuinya,benar benar membuatku semakin penasaran.?" ucap Juandra.
"Manusia sombong itu juga bagaimana bisa membuat jaringan pengamanan sekua itu?." ****...Kesal juandra mematahkan bolpoinnya,dia tidak bisa sama sekali mengetahui keadaan papinya dan informasi mengenai papinya berada disana.
"Tunggu!!,Apa mungkin dia hacker lion Golden yang mestirius itu?,Tapi itu tidak mungkin..?, tidak mungkin manusia sombong itu pemiliknya?." Ucap Juandra berpikir Gerson mungkinkah dia Hacker yang sangat jenius yang sampai sekarang tidak di ketahui identitasnya.
Haaaah..." benar-benar membuat kepalaku sakit,Aku kira akulah orang paling jenius tapi aku akui manusia sombong itu sangat Jenius dariku." Ucap Juandra mengusap wajahnya.
***
Masih di kantornya,Gerson tersenyum menyeringai melihat tabnya karena sesuatu yang barusan Rehan kirim untuknya, Gerson memutarkan tapnya kearah Andreu Duduk.
__ADS_1
"Lihat putramu,dia mencoba meretas jaringan keamanan Negara ini,tapi dia lupa dia berhadapan dengan siapa?." ucap Gerson.
"Sepertinya dia sudah mengetahui jika aku berada disini." ucap Andreu.
"Tentu saja." jawab Gerson.
"Aku akui kau sangat jenius dalam pengamanan identitas Negara ini,tapi boleh Aku tau apa yang membuat kalian bermusuhan?" tanya Andreu.
"Bermusuhan?,aku merasa tidak pernah bermusuhan dengannya.putramu hanya salah paham padaku.Aku pernah bertemu dengan mereka saat mereka di Negara G.Aku juga ada disana untuk menghadiri acara pertemuan petinggi seluruh pengusaha terkaya di seluruh Dunia ini untuk membahas problem kemiskinan Di setiap Negara. Saat itu Aku tidak sengaja melihat istrinya hampir terpeleset,jadi aku berusaha ingin membantu istrinya tapi Putramu malah mengatakan aku ingin menganggu istrinya.Dia tidak mempercayaiku saat itu,aku menyuruh Rehan memperlihatkan cctv dan disitulah terbukti aku tidak bersalah,tapi putramu tetap saja mengataiku ingin merebut istrinya." Ucap Gerson.
"Anda tau,Saat itu juga pengelihatanku memberiku bayangan yang akan terjadi dengan menantumu,putramu pasti masih ingat apa yang sudah aku katakan padanya." Ucap Gerson.
"Kau tau yang akan terjadi?." tanya Andreu.
"Dan benar terjadi." Ucap Gerson. Mendengar itu Andreu menjadi diam, rasanya tidak percaya tapi anak muda di depannya ini memang sungguh bisa membuatnya terdiam,perkataannya sangat membumkam mulutnya.
"Tuan Anda ada pertemuan dengan Gubernur Junsen." ucap Rehan.
"Tuan Andreu,Aku ada meeting di luar, Anda bisa kembali kerumah untuk melanjutkan istirahat anda,jika anda masih mau mengelilingi Kota ini anak buahku akan mengantarmu." Ucap Gerson.
"Baiklah, saranmu juga tidaklah buruk." jawab Andreu.
Gerson menyuruh pengawalnya mengantar Andreu yang ingin mengelilingi Kota itu. Mereka bersamaan keluar dari ruangan Gerson menggunakan Lif belakang yang lansung menuju mobil mereka. Sampai di bawah Gerson dan Andreu berpisah karena mereka menuju arah yang berlawanan.
"Iya Mamy..?" jawab Gerson saat ini mamynya tengah menghubungi dirinya.
"Udah pulang,kenapa nggak bilang mamy?.Antar Ayura kemari mamy sangat merindukan dia." Ucap Mamynya.
"Aku masih sibuk mam,nanti pengawalku saja yang mengantar Yura kerumah." Ucap Gerson.
"Baiklah son,kamu pulang kesini juga nanti ya?,kalau begitu mamy mati matikan."
"Iya mam." jawab Gerson,saat itu juga mamynya mematikan sambungan telepon mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏
__ADS_1