
"Honey...?" andreu lansung memeluk tubuh istrinya,dia baru saja pulang dari kantornya.
"Hubby,perasaanku sangat tidak tenang mengenai putra kita hubby.." ucap amira memberitahu suaminya.
"tenanglah,aku sudah menyuruh Boby mencari tau apa yang terjadi dengan putra kita,tapi mereka tidak ada yang bisa di hubungi." ucap Andreu sambil menenangkan istrinya.
"Hubungi Dego,dia pasti ikut kesana Tuan Muda." ucap Dion yang ikut dalam pembicaraan andreu dan istrinya, mereka semua tengah berkumpul di ruang keluarga rumah itu karena di kejutkan dengan amira di dapur tadi juga memecahkan satu gelas kaca.
"Kau benar,aku melupakan anak itu." ucap Andreu lansung menghubungi Dego.
Tut...Andreu sedang menghubungi Dokter Dego yang merupakan sahabat putranya itu namun belum dia angkat.telepon yang ketiga kalinya barulah Dego mengangkatnya.
"Hallo..,Tunggu sebentar...Tingkatkan lagi kecepatannya, kita harus bisa menyadarkan dia.." Dego masih memberikan instrukisnya dengan tim dokternya untuk menyadarkan Gerath.
"Dego ini om,siapa yang kalian tolong, dimana Juandra?,om tidak bisa menghubunginya.." mendengar itu Dego menegang.
"Om kami tengah menangani Gerath,dia sudah di berikan obat bius beracun." kening andreu mengkerut karena mendengar Gerath berada disana.
"Gerath berada disana?" tanya andreu membuat mereka disana melihat kearah andreu.
"Aku juga belum tau om,kenapa Gerath dan ayura bisa berada di pulau itu. Juandra dan lain masih disana.aku tidak di ijinkan juandra meninggalkan kapal ini." jelas Dego membuat andreu terdiam.
"Hubungi om jika juandra sudah kembali." ucap andreu yang di iyakan dego kemudian,dia mengahkiri telepon mereka.
"Gimana hubby..? apa maksud Dego bilang Gerath disana.?" tanya amira mendengar semua pembicaraan suaminya dengan Dego.
"Iya kak..bagaimana keadaan Juan dan Bareil??" maora juga ikut bicara. Wajah mereka penuh dengan ketegangan.
"Aku juga belum tau apa yang sebenarnya terjadi, juandra dengan yang lain belum kembali dari pulau tempat luke berada.,Gerath menghirup Gas beracun bahkan Ayura berada disana. Dego juga tidak tau kenapa mereka berdua bisa berada disana." jelas Andreu membuat mereka terdiam.
Di depan pintu keyra dan papa mamanya mendengar ucapan andreu.
"Apa maksudmu And,apa yang terjadi dengan menantuku??" tanya Dio yang saat itu sedikit mendengar pembicaraan mereka tadi.
"Rend siapkan keberangkatan kenegara G,hubungi Hansel dan Boby." ucap andreu.
"Aku akan ikut kak" ucap nathan.
"Saya juga Tuan muda." nathan dan Dion juga ingin ikut bersama andreu menuju negara G.
"Tidak.aku percayakan disini padamu nathan,dan kau Dion,kita boleh mengosongkan wilayah ini." ucap andreu.
"And..ijinkan aku ikut,aku ingin mengetahui keadaan menantuku." ucap Dio.sedangkan Andreu belum menjawab dia malah berjalan mendekati menantunya lalu mengusap kepala keyra.
__ADS_1
"Papi tau kamu yang sangat menghuatirkan keadaan Juandra, papi tidak mengijinkan kamu ikut,biarkan papi dan papamu yang kesana melihat suamimu." mendengar itu keyra lansung berlutut di depan andreu.
"Aku mohon pi,ijinkan aku ikut pi.., aku mau memastikan suamiku baik baik saja pi..aku mohon pi." semua yang melihat keyra yang sampai memohon kepada andreu ikut bersedih dan khuatir dengan keadaan juandra dan lainnya.
Andreu masih terdiam.namun teralihkan deringan ponselnya berbunyi.
****
"Juandra..!!"
"Bos..!!"
Triak Bareil,Berto dan zarel bersamaan.mereka bertiga lansung memegang juandra yang sudah hampir terjatuh.
"Juan..kau dengar aku.juandra terus buka matamu..juandra.." triak Bareil panik melihat keadaan juandra.
"kejar Jose Zarel..!!" ucap juandra lemah dengan segera zarel berteriak menyuruh seluruh anak buah mereka berpencar untuk menemukan Jose.
"Cabut panah ini.aku tidak apa apa." ucap juandra lagi lalu dia memejamkan matanya dan tidak sadarkan dirinya.
mereka bertiga kembali berteriak memanggil nama juandra.
"Juandra!!,buka matamu,buka..!!" ucap Bareil begitu panik melihat keadaan kakaknya.
kau jadi seperti ini.maafkan aku Bos.buka matamu Bos.." tangisan Berto pecah melihat keadaan juandra begitu juga zarel.
Mereka bertiga lansung mengangkat tubuh juandra yang lansung di bantu anak buahnya menuju kapal pesiar.
Tidak lama mereka sampai di kapal persiar itu.
"Dego..!!!," triak Bareil menggema membuat Dego keluar dari ruangan Gerath terkejut melihat keadaan juandra.
"Ya Tuhan,juandra.!!" triak Dego.
"Lansung bawa dia keruangan operasi." ucap Dego.
"Bos..kau harus selamat Bos,Bos hukum aku nanti saat kau sadar,ini semua salahku.." Berto terus menyalahkan dirinya.
"kalian Tunggu disini." ucap Dego lalu menutup ruangan operasi dia mulai melakukan operasi kepada juandra,
dengan perlahan Dego mencabut Dua belati beracun di arah belakang juandra.
Dego melihat bekas satu mata panah beracun di dadanya, ada juga bekas tembakan mengenai Perut kirinya. Dego terus berusaha menyelamatkan juandra.
__ADS_1
"Bagaimana ini Tuan muda,kita harus melaporkan keadaan Tuan muda juandra" ucap Zarel.
"Biar aku yang akan menghubungi mereka,kalian disini saja." ucap Bareil kemudian berjalan kearah tempat yang sepi. Dia ingin memberitahu keluarganya mengenai keadaan kakaknya.
****kejadian sebelumnya.****
Riska masih terus menyerang juandra dengan brutalnya.
"Riska kendali dirimu?" ucap juandra sudah mengunci tubuh riska.
"lepas..lepaskan aku." riska memberontak.
"Akan aku lepaskan tapi kendalikan dirimu,kita bisa bicarakan ini dengan baik baik." mendengar itu tubuh riska melemah,seketika itu riska menangis.
Hiks..hiks.."Tuan jahat,Tuan jahat..Tuan sudah membuatku tidak ingin hidup lagi. Karena Tuan,hidupku hancur, dan wanita tadi dia sudah menjebakku sampai aku menjadi wanita menjijikan..Tuan kau sungguh jahat.." riska memukul tubuh juandra berkali kali meluapkan semua emosinya yang hanya juandra tahan.
"semua terjadi bukan karena ku riska,kau tau bagaimana kau dulu. Masalah wanita tadi aku tidak tau apa yang dia lakukan padamu.sadarlah jalan mu yang salah membuatmu seperti ini riska" ucap juandra membuat riska kembali marah lalu mendorong kuat tubuh juandra.
"Kaulah yang menyebabkan semua ini terjadi!!" triaknya kembali ingin menyerang juandra namun dia tidak sengaja melihat kearah kiri kanannya, dari kirinya ada sesorang ingin melepaskan panah kearah juandra,dan dari kananya ada luke memegang pistol.sedangkan di belakang ada sesorang yang juga ingin menikam juandra.
"Tuanku awas..!!"triak riska lansung memeluk tubuh juandra.
Slrup slrup.. satu anak panah mengenai belakang riska menembus dada juanda saat di hendak melindungi juandra. Satu panah lagi lansung mengenai dada juandra karena riksa tidak sepenuhnya melidungi juandra.
Slrup..slrup..
Dor..
Bersamaan dengan itu dua belati dan satu tembakan mengenai tubuh juandra,
riska menarik pistol juandra dan lansung menembak mati Luke dan juga orang yang melempar balati kearah juandra setelah itu riska tidak sadarkan dirinya lagi.
"Ris..riksa.." juandra mengumpulkan tenaganya untuk mencabut panah yang membuat riska menempel di tubuhnya, setelah terlepas riska lansung terjatuh disisi juandra,sedangkan juandra,dia mulai terbatuk darah.
Huk..huk..
Bersamaan dengan itu,Bareil,Berto dan juga Zarel datang.mereka sangat terkejut melihat keadaan juandra yang saat itu sudah mau terjatuh namun dengan sigap Bareil,Berto dan Zarel menahannya.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1
Upnya akan lama ya teman teman, karena lagi di sibukan dengan pekerjaanku.๐๐๐