
Keyra bersama mama mertuanya dan mamanya serta tantenya sudah masuk kedalam.
"masuklah sayang,temui suamimu." keyra menganggukan kepalanya mendengar ucapan mertuanya, dia pun masuk menemui juandra.
sampainya di dalam keyra lansung meneteskan air matanya melihat suami di penuhi dengan alat medis di tubuhnya. Perlahan keyra mengambil tangan suaminya,tangannya yang satu membelai rambut suaminya.
"Suamiku..,Aku disini."
hiks..hiks..keyra menangis sesegukan.
"Kamu sudah berjanji akan selamat, kenapa kamu membohongiku, cepatlah sadar suamiku." Ucap keyra dalam tangisannya.
"Kamu berjanjikan,mau membawaku pergi honeymoon kesini,cepatlah sadar. Aku menunggumu suamiku." sambung keyra lagi.
Cup..keyra mencium kening suaminya dengan lembut,sampai air matanya ikut membasahi kening suaminya.
setelah itu,keyra duduk lagi mendekati ranjang suaminya.tangannya tidak dia lepaskan dari tangan suaminya.
"Kamu tau suamiku,aku sekarang terbiasa tidur di pelukmu,karena itu tidurku tidak bisa nyenyak saat kamu tidak ada di sampingku,aku merasa nyaman dalam pelukanmu.
Kamu lihat aku memakai bajumu kesini suamiku."
Keyra kembali mencium tangan suaminya.
"Cepatlah sadar suamiku.." ucap keyra masih menangis.
Keyra bangun lalu mendekatkan wajahnya kearah telinga suaminya.
"Cepatlah sadar suamiku. Aku akan menemui lagi nanti,disini ada mamy ingin menemuimu." ucap keyra kembali mencium kening suaminya lalu dia berjalan keluar.
sampainya di luar mamanya dan mertuanya lansung bangun,keyra lansung memeluk tubuh mamanya.
Hiks..hiks.."Aku Nggak tega lihat keadaan suamiku seperti ini ma.." Ucap Keyra.
mendengar itu amira lansung masuk keruangan putranya,sampainya disana, dia juga seperti menantunya berlinang air matanya,melihat tubuh putranya di penuhi alat medis.
"Son..." hiks..hiks..amira menangis.
"Son..ini mamy son..,cepatlah sadar sayang mamy..." Amira tidak bisa lagi meneruskan ucapannya,dia begitu terpukul melihat keadaan putranya, dia kembali mengingat kejadian saat dia di culik dulu,dimana dia tengah mengandung putranya itu. Dia berjuang mempertahankan kandungannya. Sekarang putranya yang terbaring bahkan belum juga sadarkan dirinya.
Cup...amira mencium kening putranya.
__ADS_1
"Cepat sadar ya sayang..,kasian istri kamu,dia sangat sedih melihat keadaan kamu seperti ini son..,cepatlah sadar sadar sayang.." ucap amira kemudian berjalan mendekati tirai lalu membukanya agar bisa terlihat oleh mereka dari ruangan tunggu. Elisa dan maora lansung melihat kearah kaca itu. Mereka juga sangat sakit melihat keadaan juandra.
amira keluar menemui menantunya, lalu memeluk tubuh keyra,membuat keyra kembali berlinang air matanya.
"Sabar ya sayang,mamy yakin suamimu akan segera sadar." keyra hanya menganggukan kepalanya mendengar ucapan mertuanya.
"Iya mam.." ucap keyra dalam tangisannya.
"Mbak aku masuk ya.." ucap maora yang di iyakan amira.
Kini Giliran maora masuk,sama seperti keyra dan amira,dia juga bergitu ikut terpukul melihat keadaan ponakannya itu.banyak kata yang maora bisikan di telinga juandra,setelah itu dia keluar. Kini Giliran Elisa yang melihat menantunya.dia juga sama menangis melihat menantunya seperti ini keadaannya.
saat itu juga rombongan Andreu masuk, mereka lansung terdiam karena melihat juandra dari batasan dinding kaca. Sebagai papinya,Hati andreu begitu sakit melihat putranya seperti ini. Memorynya kembali mengingat istrinya dulu.andreu mengingat kembali perjuangan mereka berdua membesarkan anak semata wayang mereka dengan kasih sayang berlimpah.
Disisi itu Keyra mendekati papanya lalu memeluk tubuh papanya. Sedangkan amira dia memeluk suaminya.
"Hubby..anak kita by.." hiks..hiks..hiks.. Tangisan amira dan keyra bersamaan, tidak terasa andreu meneteskan air matanya.
"Aku yakin putra kita bisa melewati masa ini honey,putra kita anak yang kuat. Bahkan masih dalam kandunganmu dia sudah merasakan racun." ucap andreu sambil mengusap belakang istrinya.
tidak lama elisa keluar,Andreu pun masuk menemui putranya.
"Son..papi ada disini.cepatlah sadar kami semua disini menunggu kamu,kamu putra papi yang kuat." andreu mengusap kepala putrannya,lalu membuka sedikit baju yang juandra pakai melihat tubuh putranya.terlihat bekas luka tembakan dan panah di perut dan di dadanya seperti yang Dego jelaskan tadi sudah di jait dan di berikan perban.
"cepatlah sadar son.." bisik andreu di telinga juandra. Setelah itu dia keluar menemui keluarganya yang kemudian mereka bergiliran lagi melihat juandra.
Hingga hari sudah menjelang sore, setelah mereka makan bersama di ruangan itu,Andreu memberitahui istrinya,bahwa mereka akan ke markas juandra, disana tinggallah Dion,Bareil dan rendi di suruh andreu menjaga para wanita.
****
Di negara C
Geril kembali memanas karena tadi menerima telepon dari andreu mengatakan putra putrinya terlibat dalam masalah yang membuat juandra tidak sadarkan diri saat ini.Geril begitu sangat malu sekali mengetahui anak anaknya.sampai dia berpikir apa yang salah dalam didikannya sehingga anaknya seperti ini.
Geril lansung membuat jadwal penerbangan saat itu juga bersama istrinya menuju negara G. Ayura masih di tahan oleh anak buah juandra sedangkan Gerath, dia masih dalam perawatan di rumah sakit karena keadaannya masih melemah.
Kembali kenegara G,Evelyn dan Soraya baru tiba di negara itu,mereka berdua lansung menuju rumah sakit. Sampai disana mereka berdua lansung masuk keruangan juandra.
Evelyn dan soraya menyalimi tangan amira,lalu yang lainnya. Saat mereka menoleh kearah dinding kaca. Evelyn dan soraya lansung terdiam kaku melihat keadaan juandra.
"kakak duluan dek." evelyn masuk kedalam, sampainya di dalam evelyn benar benar terkejut melihat keadaan adik sepupunya itu.
__ADS_1
"Juan..ini mbak.cepatlah sadar,kasian istrimu,dia disini yang sangat terpukul melihat keadaanmu." ucap evelyn sambil mengusap kepala juandra. Evelyn masih membawa juandra bicara,setelah itu dia pamit keluar. Dan sekarang kini Giliran soraya yang masuk. Sama seperti kakaknya dia juga terkejut. Soraya juga berharap kakaknya itu cepat sadar.setelah itu dia juga keluar menemui tantenya.
"Kalian sudah makan..?" tanya amira.
"Belum tant,nanti saja kita bisa cari makan sendiri.mereka om kemana tant?" ucap evelyn lalu menanyakan para lelaki.
"mereka om kalian lagi keluar." jawab amira.
"emm.tante aku mau menemui dokter Dego,aku ingin menanyakan keadaan juandra " ucap Evelyn yang di iyakan amira.
Saat itu juga keyra juga masuk kedalam menemui suaminya ingin menemani suaminya,berharap suaminya segera sadar.
Di luar evelyn tengah berjalan menuju ruangan Dego,namun di tiba tiba di tarik masuk kedalan ruangan.
Hap..
tap..pintu ruangan itu lansung tertutup.
"Sudah lama sampainya?" tanya pria itu sambil merangkul pinggang ramping evelyn,semantara evelyn masih kesal karena pria itu.
"Mas ngangetin deh, aku sama soraya belum lama sampai. Jangan begini nanti ada yang lihat gimana??" tanya evelyn.
"Maka mata mereka akan aku congkel.." jawab pria itu asal.
Buk..pukulan evelyn mengenai Dada pria itu.
"Ngomongnya..,lepas mas. Aku menemui Dokter Dego." ucap evelyn membuat wajah pria itu dingin.
"kamu tidak merindukanku Hmm..?" tanya pria itu.
"Apaan sih mas,kita itu baru ketemu kemarin..jangan lebay deh mas." ucap evelyn.
"Tapi aku masih ingin dengan kamu seperti ini." ucap pria itu.
"nanti saja ya, nanti aku menemui kamu keruangan oke.aku mau menemui dokter Dego,aku mau tau keadaan juandra." ucap evelyn lagi.
"Aku ikut.." pria itu melepaskan rangkulannya lalu mengemgam tangan evelyn lalu membawanya keluar dari ruangan itu menuju ruangan Dego.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐๐,dan komentar๐๐ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐๐.
__ADS_1
Upnya akan lama ya teman teman, karena lagi di sibukan dengan pekerjaanku.๐๐๐