Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
26


__ADS_3

Di Negara B, Bareil bersama Gerath tengah menuju Bar,tidak lama mereka sampai disana dan lansung masuk keruangan yang sudah Gerath pesan. Sampai di ruangan itu,seperti biasa Gerath dan Bareil,mereka berdua sudah di lansung sediakan berapa botol minuman mahal,Bareil mengambil minuman tersebuk lalu mulai meminumnya.


"Gerath masalah Adik mu, aku tidak Bisa membantumu begitu juga orangtuaku.


kau tau dia salah,kesalahannya sangat Fatal,hukuman itu masih belum pantas dia dapatkan dengan apa yang dia lakukan,jika keluarga orang lain adikmu sudah di penjara.biarkan saja semantara ini Ayura seperti ini." ucap Bareil tidak ingin membantu Gerath mencari cara meringankan hukuman dari orangtuannya.


Gerath hanya diam mendengar apa yang Bareil katakan.


"Apa kau tidak menyukai adiku lagi.?" pertanyaan Gerath membuat Bareil mengeryitkan keningnya.


"Tidak ada hubungan menyukai adik mu dengan masalah ini Gerath,kau lihat masalah kebelakang lagi,semua masalah yang terjadi kepadaku dan kak juan karena adikmu itu,kau jangan menutup mata,kau tau semuanya Gerath." Bareil meninggikan Bicaranya saat menbahas masalah Ayura.


"Sebagai kakaknya kau seharusnya membantunya untuk berubah,jangan mengulangi lagi kesalahan kesalahannya bukan malah membelanya." ucap Bareil kemudian bangun dari tempat duduknya menuju keluar dan pergi dari Bar itu. Di dalam Gerath terus meminum meminumannya sambil mencerna setiap ucapan yang Bareil katakan padanya.


Bareil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi melintasi jalanan malam itu,di tengah perjalanannya Bareil menurunkan kecepatan mobilnya lalu berhenti di sebuah taman kemudian dia keluar dari mobilnya lalu masuk kesana. Saat Dia mengelilingi Danau yang ada di taman itu Bareil lansung memicingkan matanya karena melihat seorang yang sangat dia kenal.


"Apa yang dia lakukan disini?" Gumannya kemudian tidak lama Bareil melihat seorang pria datang menghampiri Wanita itu.


"Apa semua wanita seperti dia,suka sekali berganti pasangan kencan, benar benar sungguh mengelikan.." Umpat Bariel,yang di bicarakan Bareil saat ini adalah Sofia, saat dia mengelilingi Danau di taman itu dari jauh dia melihat sofia juga berada disana,awalnya wanita itu sendiri namun berapa menit kemudian seorang pria muda darinya menghampiri Sofia, Bareil berpikir sofia wanita yang suka berganti teman pria karena dulu setiap kali Bareil melihat Sofia sejak mereka masih sama sama kuliah di pakultas yang sama,Bareil tidak mengetahui jika Sofia memiliki saudara laki laki. Saat ini juga Sofia bersama adiknya yang tadi sore datang menemuinya.


Bareil memilih kembali kemobilnya dan pergi dari sana pulang menuju kerumahnya.


****..."kenapa aku tiba tiba memikirkan wanita itu" ucap Bariel sambil memukul setir mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga dia sampai dirumah.


****


Pagi menyapa Negara C, keyra yang terbangun meraba raba meja kecilnya untuk mengambil ponselnya yang tengah bergetar menganggu tidurnya.

__ADS_1


Hmm.."Hallo.."suara khas keyra baru bangun tidur belum menyadari dia sedang mengangkat vedio call dari Juandra yang saat itu melihat keyra masih memejamkan matanya.


"apa begini gayamu bangun tidur putri pemalas..??" keyra lansung membuka matanya terkejut melihat wajah juandra yang sudah terlihat segar dan rapi dengan baju kerjanya.


"Aku tau aku tampan jadi jangan terkejut begitu" keyra menyandarkan tubuhnya di ujung tempat tidurnya.


"kenapa menghubungiku sepagi ini?,


wajar saja kalau aku masih mengantuk." ucap keyra tidak memperdulikan apa yang juandra katakan.


"Tapi aku disini sudah pagi." ucap juandra sambil memasang dasinya.


"iya itu disana.., Eh Kenapa memakai dasi tidak sesuai dengan bajumu?." ucap keyra tiba tiba memprotes dasi yang juandra pakai tidak sesuai dengan baju kemeja putihnya.


"Aku hanya membawanya dua ini saja" juandra memperlihatkan Dasinya kearah keyra yang berwarna biru navi dan hitam.


"Kak juan." panggil keyra.


"Hmm..kau mau mengatakan sesuatu?" tebak juandra yang saat itu kembali duduk dengan menatap wajah keyra yang masih mengantuk.


"Tidak ada,hanya saja aku mau tidur lagi. mataku masih mengantuk kak,ini baru jam setengah 5 pagi." ucap keyra merosotkan tubuhnya kembali baring.


"Baiklah.tidurlah." ucap juandra lalu mematikan sambungan telepon mereka berdua membuat keyra melototkan matanya.


"Ya ampun..apa yang mbak eve bilang benar,Dasar kaku,batu es. Udah gangguin tidur aku main matiin aja teleponnya." omel keyra yang kesal sekali dengan juandra kemudian dia memejamkan matanya,Keyra tidak bisa tidur lagi karena dia terus mengingat juandra yang lansung mematikan sambungan telepon tadi, keyra memilih bangun lalu berjalan menuju ruangannya.


Sedangkan Juandra setelah memutuskan sambung teleponnya dengan keyra, dia bangun dari tempat duduknya dengan memegang jasnya berjalan menuju pintu keluar menemui Berto yang saat itu sudah menunggunya. Mereka berdua lansung pergi dari Apartemen juandra menuju tempat pertemuan dan juga melihat beberapa proyek milik papinya yang ada disana nantinya.

__ADS_1


Juandra saat itu tiba tiba tersenyum kecil sambil memegang Dasinya,


membuat Berto yang saat itu melihatnya terheran.


"Bos sarapan dengan makanan yang saya pesankan?" tanya Berto.


"apalagi kalau bukan itu,memang ada apa??" jawab juandra dengan santai.


"Saya aneh saja Bos,anda tiba tiba tersenyum." ucap Berto penasaran dengan Atasannya yang tiba tiba tersenyum tadi.


"Bukan urusanmu." jawab juandra.


"Bos menurut informasi,putra alm.." ucap Berto terputus.


"Aku sudah mengetahui sejak dulu.kita harus berhati hati,bisa saja dia punya maksud lain,dia putra pria itu pasti darahnya akan mengalir di tubuhnya itu begitu juga kelicikannya." ucap Juandra memberitahu Berto yang di pahami oleh Berto


"Baik Bos.."


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang agar bisa segera sampai di tempat pertemuan itu. Ahkirnya mereka berdua sampai, juandra dan Berto datang kesana lansung disambut oleh penyelengara pertemuan itu.


"Selamat pagi Tuan Muda" Juandra hanya mengangguk kepalanya lalu berjalan meneruskan langkah mereka berdua menuju ruangan pertemuan, sampai disana semua petinggi perusahaan yang hadir disana sangat terkejut dengan kehadiran juandra bahkan ada yang tidak mengenal juandra itu siapa?.


"Terimakasih Tuan Muda Glibert sudah hadir di pertemuan ini,satu kehormatan bagi kami atas kehadiran anda sebagai pemegang saham terbesar disini.dan untuk kalian yang sudah hadir disini perkenalkan Beliau ini adalah putra Tunggal Tuan Andreu Gilbert Edizon, dia sekarang menjadi penerus kerajaan bisnis milik ayahnya,dia adalah Tuan Juandra Gilbert Edizon." mendengar itu semua yang ada disana lansung memberikan penghormatan kepada juandra,sedangkan juandra hanya menampilkan wajah datarnya karena dia sudah mengetahui semua isi pikiran masing masing dari mereka yang hadir disana.


"Lanjutkan.saya tidak memiliki banyak waktu mengurus hal yang tidak penting seperti yang ada di isi kepala kalian." ucap juandra yang membuat merrka semua yang ada disana menegang.


Acara itu pun di mulai dengan ketegangan dan banyak hal yang juandra beritahu kepada mereka,bahkan ada yang lansung juandra tolak bahkan di berhentikan aliran dana perusahaannya.

__ADS_1


__ADS_2