Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
72


__ADS_3

Hari ini Bareil membawa kedua orangtuanya bertolak keNegara D untuk bertemu dengan orangtua Sofia. Kedatangan mereka belum di ketahui Sofia dan orangtuanya.


Bareil sengaja tidak memberitahu Sofia jika dirinya kesana.Setelah menempuh perjalanan selama berapa jam, ahkirnya mereka bertiga sampai di Negara D dengan selamat. Mereka lansung melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sakit.


"Katanya sofia sudah di bolehkan pulang,rawat jalan di rumah?" tanya Bareil,mereka sampai dengan orangtuanya lansung menemui Dego.


"Iya itu memang benar,dia sudah bisa di bawa pulang,kondisi kesehatannya cukup membaik." jelas Dego.


"Aah Syukur kalau begitu." ucap maora merasa lega mendengar apa yang Dego katakan.


"Ayo kita menemui orangtuanya sofia pa.." ucap Maora,mereka pun keluar dari ruangan Dego berjalan menuju ruangan sofia.


"Tuan Nathan..?" Ucap Papa sofia terkejut melihat kedatangan Bareil dan orangtuanya.


"Om saya mau menemui sofia." ucap Bareil meminta ijin,papa Sofia lansung mempersilahkan Bareil masuk kedalam.


"Silahkan Tuan muda." jawab papa sofia.


Bareil masuk kedalam ruangan Sofia yang mengejutkan sofia saat itu baru saja keluar dari kamar mandi.


"B..kamu disini?" tanya Sofia


"Hmm.." Bareil membantu Sofia berjalan. Sampainya di dekat ranjang sofia,Dia lansung memeluk tubuh sofia,dia sangat merindukan tunangannya itu.


"Aku sangat merindukanmu sofia.." ucapnya.Sofia membalas pelukan hangat Bareil berikan.


"Aku juga B.." ucap Sofia.


Bareil menguraikan pelukan mereka, lalu menaikan sedikit wajah sofia kearahnya,perlahan wajah Bareil mendekat kearah wajah Sofia.


Cup....Bareil mencium lembut bibir pucat sofia,********** hingga dalam sampai sofia terbuai oleh Bareil,namun berapa detik kemudian dia melepaskan tautan bibir mereka berdua.


"Kamu sudah bisa pulang,tadi Dego mengatakan padaku." ucap Bareil.


"Iya..aku sudah tau, Hari ini orangtuaku berencana membawaku pulang." jawab sofia.


"Kalian akan pulang keNegara B,Kita akan menikah minggu ini." Ucapan Bareil mengejutkan Sofia.


"Menikah minggu ini,tapi aku..."


"Kamu masih masa pemulihan? Aku sudah tau,justru itu aku akan mengurusmu sebagai tanda aku akan menebus kesalahanku padamu,karena dari dulu aku selalu mengabaikanmu dan berburuk sangka padamu." ucap Bareil.

__ADS_1


"Tapi B..apa kamu tau pemulihanku sangat lama..apa kamu siap menungguku.?" tanya sofia.


"Tentu saja aku sangat siap, Aku menikahimu bukan semata aku hanya menginginkan tubuhmu,aku ingin hidup bersamamu untuk selamanya Sofia,aku ingin kamu menjadi pendampingku,


menjadi ibu dari anak anakku nanti." Ucap Bareil serius, mendengar itu sofia kembali memeluk tubuh Bareil.


"Terimakasih B..,Aku mau menikah denganmu." ucap Sofia setuju menikah dengan Bareil.


"Hmms..,Aaah..aku sangat bahagia sofia." ucap Bareil.


****


Di luar tadi,Nathan membawa kedua orangtua sofia bicara di luar.


"Tuan Wilson,anda pasti sudah tau kedatangan kami kemari..?" tanya nathan.


"Ya Tuan,kalian ingin membicarakan lamaran resmi Tuan muda Bareil dengan putri kami..?" Ucap papa sofia.


"Tidak.." jawaban nathan membuat Tuan wilson dan istrinya kebingungan dengan maksud ucapan Nathan mengatakan Tidak.


"Kami tidak melamar putrimu,tapi kami akan lansung mengurus pernikahan mereka berdua. Kami akan menyampaikan keinginan Bareil bahwa dia ingin menikahi putri kalian dalam minggu ini." ucap Nathan menjelaskan maksudnya.


"Tapi Tuan,putri kami masih masa pemulihan,apa Tuan muda mengetahui itu..?" tanya papa sofia.


"Dia sudah tau semuanya,Kau tenang saja Tuan Wilson,putraku akan membahagiakan putrimu seumur hidupnya." Ucap Nathan yang di pahami papanya sofia.


"Sebagai orangtuanya saya selalu mendukung apapun kemauan putri saya Tuan,selagi itu menurut saya baik. Mengenai ini saya tentunya menyetujuinya Tuan,karena putri saya sudah sejak lama menginginkan putra anda,bahkan mencintainya sejak dia kuliah dulu,kami mengetahui itu awalnya ragu karena pria yang sangat dia cintai, dia inginkan adalah putra anda keturunan keluarga yang sangat di takuti seluruh Dunia,Tuan muda kedua dari keluarga Gilbert,Namun melihat kesabaranya kami memutuskan mendukung keputusannya." Ucap papa sofia bercerita.


"Aku baru mengetahui jika sofia sudah lama menyukai B putra kami, jika aku tau sejak awal tentu saja aku akan mendukung hubungan ini." ucap maora bahagia.


"Ya nyonya,Terimakasih nyonya." ucap mama sofia terharu.


"Baiklah,karena kalian sudah menyetujui keinginan Bareil,Saya akan mempersiapkan pernikahan mereka. Mengenai Acaranya B meminta untuk tidak mempubiskan dulu,Anda pun tau maksud saya Tuan wilson?." Ucap Nathan.


"Iya Tuan saya tau,kami tidak keberatan dengan itu.mengenai keluarga kami nanti saya sendiri yang akan menjelaskan kepada mereka." jawab papa sofia.


"Baiklah,Aku dengar sofia sudah boleh di bawa pulang jadi aku putuskan kalian lansung saja ikut bersama kami keNegara B, pernikahan akan di laksanakan disana di kediam kami 4 hari lagi." Ucap Nathan.


"Baik Tuan." jawab papa sofia setuju.


Setelah bicara cukup lama,mereka pun kembali lagi kerumah sakit menemui Bareil dan sofia.ketika masuk keruangan Sofia,mereka terkejut melihat keduanya tengah berciuman mesranya.

__ADS_1


"Astaga B..,main nyosor aja kamu.." maora menarik telinga putra sampai membuat Bareil kesakitan. Sofia dan orangtuanya tersenyum melihat Bareil saat itu di buat mamanya seperti itu.


"Aduh.. Ma sakit." ucapnya.


"Kamu taukan sofia masih sakit, awas saja nanti kamu tidak mengingat batasanmu." ucap maora dengan kata yang membuat Bareil mematuhi mamanya.


"Iya mamaku sayang." jawabnya.


"B..bawa sofia dan orangtuanya duluan kembali keNegara B,papa sama mama mau menemui kakek dan pamanmu dulu." Ucap nathan.


"Baik Pa,kalian menginap?" tanya Bareil.


"Tidak,kami akan balik nanti sore." jawab nathan.


"Mama juga sudah memberitahu bibik dan semua pelayan rumah kita untuk mempersiapkan kamar dan lainnya untuk keluarga istrimu." ucap Maora juga memberitahu Bareil.


"Baik ma..,"


Nathan dan maora berpamitan dengan mereka untuk duluan pergi,karena mereka akan menuju kediaman tirta pratama. Sedangkan Bareil lansung menyuruh orang orangnya mengemasi semua barang milik calon istrinya dan keluarganya.


Satu jam kemudian,mereka berangkat menuju bandara, tidak lama mereka sampai disana dan lansung masuk kedalam pesawat.


Setelah semuanya siap,mereka pun lansung mendarat menuju Negara B.


Di tempat lain,Nathan dan maora sudah sampai dirumah Damar dan keluarganya, mereka pun lansung di sambut semua keluarganya. Nathan lansung mendapatkan pelukan dari Damar dan papanya.


"Kalian menginap??" tanya Damar.


"Sepertinya tidak kak,kami pulang karena B sudah duluan membawa keluarga calon istrinya keNegara B." jawab maora.


"Jadi pernikahannya,kapan akan di laksanakan..?" tanya kakek Bareil.


"B meminta dalam minggu ini pa,kami kesini ingin memberitahu kalian. Aku sudah bicarakan ini dengan keluarga mempelai wanitanya,mereka menyetujui keinginan Bareil,jadi aku memutuskan 4 hari lagi acara pernikahannya di Gelar." Ucap nathan menjelaskan.


"Hmm..Baiklah. Kami akan kesana lusa." jawab kakek Bareil.


Mereka masih mengobrol santai dengan masih membahas pernikahan Bareil.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ๐Ÿ‘๐Ÿ‘,dan komentar๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.

__ADS_1


__ADS_2