Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda 2
84


__ADS_3

"Memastikan menantumu masih hidup!!" Ucap Gerson memotong Ucapan Andreu.


Andreu sangat terkejut Karena Gerson lansung mengetahui apa yang ingin dia katakan.


"Tidak perlu terkejut jika saya bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Anda." ucap Gerson lalu dia


mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Jemput aku sekarang juga." Ucap Gerson menyuruh asisstennya menjemputnya kesana.


"Besok saya kembali,saya memberi anda waktu satu minggu untuk memasuki wilayah saya tampa syarat." Ucap Gerson kemudian dia pergi meninggalkan Andreu dari sana.


Andreu mengukir senyumannya karena senang usahanya bertemu dengan Gerson secara pribadi membuahkan hasil. Andreu pun melangkahkan kakinya pergi dari sana juga menuju rumah Nathan.


Andreu sampai di rumah nathan dengan di wajahnya kembali tersenyum.


"Hubby kenapa kamu senyum senyum sendiri?" Tanya Amira menyelidik.


"Ikut aku kekamar,Nanti aku jelaskan." Ucap Andreu lalu membawa istrinya menuju kamar mereka. Sampai di dalam Andreu mengunci pintu lalu membawa istrinya duduk Di sofa.


"Honey tadi aku bertemu Dengan Gerson calon suami Ayura." Ucapnya.


"Emm terus...?" Tanya Amira.


"Dia mau membantuku memastikan apa yang selama ini menganjal hatiku Honey.." Ucap Andreu.


"Hubby...,Sudah cukup hubby, kita sudah mengiklaskan keyra kenapa kamu kembali mengungkit lagi kematian menantu kita,kamu juga melihat saat itu kejadiannya bagaimana,kalau juandra tau dia akan kembali hancur hubby." Ucap amira.


"Tidak honey..kamu harus percaya padaku. Aku masih tidak percaya Keyra sudah tidak tiada. Tolong honey sekali lagi biarkan aku menyelidiki masalah ini lagi. Aku sangat kasihan dengan putra kita dan juga cucu cucu kita..,Aku merasa tidak yakin itu menantuku,hati hati ku benar tidak mempercayai itu honey.." Ucap Andreu berlinang air matanya.


Amira memeluk suaminya lalu mengelus belakang suaminya.


"Kamu lihat bagaimana cucu cucu kita, bagaimana putra kita honey.." ucap Andreu sangat sedih mengingat putra dan cucunya.


"Baiklah aku akan mengijinkan kamu Tapi Aku mohon jangan sampai juandra mengetahui rencanamu ini. " Ucap Amira.


"Terimakasih honey." Ucap Andreu tersenyum.


"Iya Hubby,mandi gih sana ini udah sore,sebentar lagi kita mau kerumah Geril." Ucap Amira.


"Baiklah.." andreu mencium kening istrinya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Di tempat lain,Gerson baru sampai di kediaman Utama Geril sudah malam hari.


"Kamu dari mana saja?,tadi kakak puas mencari kamu tau?,setidaknya balas pesanku." kesal Ayura.


Gerson tidak menjawab namun dia malah mengendong tubuh Ayura membawanya menuju kamarnya.


"Nander...,lepasin malu di lihatin sama oma opa." triak Ayura.


"Aku tidak perduli." jawabnya.


"Saya permisi Opa Oma.." Ucap Gerson membuat mama papa Geril tertawa kecil.


"Iya nak.." jawab opa Ayura.


Mereka berdua sampai di kamar, Gerson meletakan Ayura di atas tempat tidurnya lalu dia membungkukan tubuhnya kearah Ayura.


"Apa kau mulai cemburu,Aku tidak mengabarimu Hmm..?" Tanyanya.

__ADS_1


"A..aku..tidak___"


Cup...Gerson mencium kening Ayura membuat Ayura Menghentikan ucapannya. Kemudian dia kembali berdiri tegak lalu membuka baju kemejanya membuat Ayura kerap kali melihat kejadian itu tidak sadar menelan air ludahnya.


"Tidak baik membayangkan hal kotor di otakmu." Ucap Gerson melempar baju kemejanya kearah wajah Ayura.


"Siapa juga yang berpikiran kotor.." kilah Ayura.


"Besok pagi Aku harus kembali,tadi aku pergi bersama Rehan." Ucap Gerson lalu berjalan masuk kekamar mandi.


Melihat itu Ayura berpindah menuju sofa lalu menonton flm drama kesukaannya.kalau keluar nanti dia pasti mendapatkan hukuman Dari Gerson,dia tidak mau hal itu terjadi.


lima menit kemudian Gerson keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan handuk namun dia lansung masuk keruangan ganti.tidak lama dia keluar dari sana dengan setelan pakaian santainya berjalan mendekati Ayura dan duduk lalu memeluk tubuh Ayura.


"Yang tadi benaran mau balik besok..?" tanya Ayura.


"Hmm,Ada pekerjaan yang tidak bisa Rehan wakilkan..," Ucap Gerson kemudian memegang dagu Ayura.


"Minggu depan kamu sudah harus kembali,jika tidak,minggu depan akan menjadi hari pernikahan kita." ucap Gerson mengancam kekasihnya itu.


Buk..Ayura memukul lengan Gerson mendengar ucapan kekasihnya itu.


"Jangan mengamcamku,aku pasti kembali minggu depan." jawab Ayura kesal.


"Ayo kita menikah malam ini,?" Ucap Gerson menggoda Ayura.


"Nander...kau jangan Gila.." Ucap Ayura kesal namun Gerson,dia malah tersenyum.


"Aku bercanda,Aku tidak mungkin menikahimu tampa kehadiran orangtuaku." Ucap Gerson lalu memeluk kekasihnya itu.


"Ayo kita kebawah sepertinya mereka om dan Tante sudah datang." Ucap Ayura.


"Kamu duluan saja,Aku mau melihat laporan yang Rehan kirim sebentar." Ucap Gerson.


***


Di ruang tamu depan,Rombongan nathan sekeluarga sudah datang yang lansung di sambut Geril dan mitha juga orangtua Geril.


"Mbak...ahkirnya kita ketemu lagi." Ucap Amira tengah memeluk tubuh mitha.


"Iya Ami..mbak juga senang banget kamu kesini." Ucap Mitha.


"Dean,Desya salim oppa oma dulu." Ucap Amira.


"Hay Opa oma.." Sapa Deysa lalu menyalami tangan mitha dan juga Geril begitu juga Dea namun dia tidak bicara apapun.


"Wah Udah besar cucu cucu Oma..,Namanya siapa?" tanya mitha.


"Deysa Oma, ini kakak Dean.." jawab Deysa.


"Nama yang bagus,Tampan dan cantik banget kalian sayang.." Ucap mitha.


"Udah besar mereka sekarang ya Ami.. Nggak terasa." Ucp Mitha.


"Iya mbak..Itulah taunya udah sebesar sekarang." Ucap Amira.


"Ayura mana mbak..?" tanya Maora.


"Iya mbak mana Ayura..?" tanya Amira juga menanyakan Ayura.

__ADS_1


Dari tangga Ayura turun mendekati kearah mamanya.


"Ma..Aunty..." sapa Ayura lalu menyalami tangan Maora dan Amira yang saat itu lansung di peluk Amira.


"Sayang aunty rindu sekali sama kamu, ahkirnya sekian tahun kita nggak pernah ketemu sekarang bertemu kamu lagi." Amira memegang pipi Ayura.


"Maafkan Aunty sayang.." Ucap Amira yang mendapat senyuman dari Ayura.


"Iya aunty.." Jawab Ayura.


"Oma..Tante ini siapa?" tanya Desya membuat Ayura menoleh kearah Deysa dan Dean yang saat itu tengah menatap kearahnya.


"Mereka siapa Aunty?" tanya Ayura membuat Amira menatap kearah mitha dan Geril namun detik kemudian Amira memahami maksud dari tatapan Geril dam mitha.


"Sayang..Kenalkan ini Aunty Ayura anaknya Oma mitha dan Opa Geril." Ucap Amira memperkenalkan Ayura kepada Dean dan Deysa.


"Yura mereka berdua anak juandra dan keyra." Ucap Amira membuat Ayura menatap lekat wajah mereka berdua lalu duduk berjongkok di hadapan Deysa dan Dean.


"Hay Sayang..kenalkan Aunty Ayura." Ucap Ayura tersenyum.


Pap..Dean lansung memeluk tubuh Ayura membuat Ayura terkejut begitu juga mereka semua melihat itu.


"Berani sekali kamu Memeluk wanita milikku." Dean melepaskan pelukannya dari ayura lalu menatap kearah Gerson dengan mata tajamnya.


"Nander.." Ucap Ayura.


Gerson mendekat kearah Ayura,lalu dia yang berjongkok di depan Dean.


"Kamu belum meminta ijin memeluk wanita milikku,hukumanmu peluk Uncle juga." Ucap Gerson membuat mereka tersenyum mengetahui jika Gerson bisa juga bercanda.


Pap..Kali Ini Desya yang memeluk tubuh Gerson.


"Uncle tampan sekali.." Ucap Deysa membuat mereka semua kembali tersenyum bahkan tertawa kecil.


"Kamu Dengar Yura,bahkan dia mengatakan Aku tampan..?" Ucap Gerson mengedipkan matanya kearah Ayura.


"Gerson jangan merayu cucuku." Ucap Andreu.


"Aku tidak pernah merayu wanita,mereka yang datang padaku seperti ini___"


Aukh..."Sakit Yura..,Kau mau aku menggedongmu seperti dia.?" Ayura semakin kesal mendengar Ucapan Gerson.


"Ancle tidal adil." Ucap Dean membuat mereka kembali saling pandang, sejak kapan Dea mau bicara banyak dengan orang asing bahkan meminta di gendong. Tampa bicara Gerson membawa Dean kedalam gendongannya juga.


"Sekarang sudah Adil bukan..?" Ucap Gerson.


"Turun sayang nanti Uncle capek loh Gendongin kalian." Ucap Amira.


Gerson menurunkan mereka berdua lalu bersamaan mengusap kepala mereka berdua.


"Semuanya sebelum kita makan malam, aku mau memperkenalkan Calon suami Ayura, Dia Gersonnander Berneo Murai." Ucap Geril. Satu persatu dari mereka menyalami tangan Gerson.


"Maaf Aku terlambat." Ucap Juandra yang membuat Ayura menoleh.


"Kak Juan.." Guman ayura namun masih terdengar oleh Gerson,saat itu juga Gerson menarik pinggang Ayura lalu memeluknya.


Juandra berjalan mendekati semuanya.


"Kau!!" Ucap Juandra terkejut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan setia menanti setiap lanjutan Episode Novelku ini,bantu like dan komentar yang baik biar Author semangat Update,jika ada salah ketik nanti akan di perbaiki tulisannya.🙏🙏


__ADS_2