
Sudah hampir 30 hari Langit menjalani pendidikan koas, ia sesekali menanyakan kabar ke Senja, ia pun terkadang merasa khawatir kepada istrinya. Senja sepulang kampus ia akan ke rumah Langit terlebih dahulu, jika sudah memasuki waktu malam Senja akan pergi kerumahnya menginap bersama kedua orangtuanya, karena Senja masih merasa takut jika harus di rumah sendiri malam hari.
Hari ini Senja pulang kuliah sore hari, seperti biasa ia langsung masuk ke kamarnya, lalu ke kamar Langit untuk mengambil pakaiannya. Dikamar Langit ia melihat sekeliling kamarnya, kasur yang rapih, perabotan yang rapih, Senja belum pernah tidur di kamar itu karena kamar mereka terpisah.
Ia memandangi foto langit satu per satu dan ada satu foto yang membuat ia semakin ingin memperhatikan ia kenal dengan orang yang ada di foto itu, diambil nya foto itu ia lalu tersenyum itu foto Langit dengan dirinya semasa Langit SMA dan Senja baru masuk SMP dibalik foto itu ada tulisan " best friend forever "
" Kak Langit masih menyimpan foto ini " gumam Senja
" hmmm.. kak... sepi loh disini ga ada kakak.. kenapa hati aku ngerasa kosong ga ada Kak Langit disamping aku ? " Senja terus bergumam
" apa aku kangen kak Langit ?? arghhhh engga aku cuma ngerasa sepi aja, aku ke rumah ibu ahh.. "
Senja buru-buru keluar kamar Langit, ia menuju kamar nya berganti pakaian, lalu turun ke lantai bawah menuju rumah ibunya ke sebelah rumah Langit, tidak lupa ia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.
Setiap kali Senja merasakan sesuatu yang beda pada hatinya, ia selalu menepisnya sendiri, ia belum yakin dengan perasaannya sekarang.
...----------------...
Di Rumah Senja
" Assalamu'alaikum bu.... " Senja masuk kedalam rumah
" Waalaikumusalam.. Senja... sudah makan nak ? " tanya ibu
" Sudah bu "
__ADS_1
" dimana ? "
" di kampus tadi "
" Ayo makan sekarang "
" masih kenyang bu "
" kamu jarang makan disini sekarang, paling cuma tidur aja, kenapa ? kamu masak sendiri ? " tanya ibu
" kadang-kadang bu hehehe "
" nanti ibu belikan bahan makanan yaa, supaya kamu ga perlu beli keluar jadi kalo mau apa-apa tinggal bikin aja "
" makasih bu, ga usah engga apa-apa aku aja, Kak Langit kan sudah memberikan uang belanja untuk aku "
" iya bu, katanya kak Langit, kak Langit punya tabungan jadi itu semua diberikan ke aku sekarang "
Saat mendengar itu, ibu Senja terharu dengan sikap Langit, ia tetap memperhatikan kewajiban nya kepada Senja.
" sayang... ibu minta kamu sayangi suami kamu ya.. doakan dia "
" hemm... aku selalu mendoakan nya kok bu "
" iyaa.. " ibu memeluk Senja
__ADS_1
" Ya Allah... mungkin sudah saat nya aku membuka hati untuk menerima Kak Langit di hati aku.. aku ga mungkin ngecewain ayah dan ibu, aku juga tidak memiliki alasan untuk tidak baik kepada Kak Langit " Batin Senja
" Bu, aku ke kamar dulu ya, aku masih ujian jadi mau menghafal dulu "
" Iya nak.. " ibu tersenyum
Senja menuju kamar nya, ia hanya berdua dengan ibu dirumah karena Ayah ada praktek sore, jadi kemungkinan ayah akan pulang malam.
Senja masuk ke dalam kamarnya, ia duduk di sofa kamar, membuka-buka buku, lalu mengeluarkan ponselnya dari saku baju, siapa tahu ada pesan yang masuk, benar saja ada beberapa pesan yang masuk salah satu nya dari Langit, Senja langsung membaca pesannya.
" Senja .. kamu sedang apa ? semangat kuliah nya ya, kamu masih ujian kan, maaf kakak kadang telat-telat memberi kabar ke kamu, kamu baik-baik yaa.. kalo jadwal engga di rubah, minggu depan kakak dapat libur, kakak akan pulang dulu .. karena Alhamdulillah disini kakak dapet konsulen yang baik.. see u "
Senja tersenyum membaca pesan dari Langit, ia langsung membalas pesannya.
" Alhamdulillah aku baik kak, semua baik kok disini, ibu reva dan ayah Lukman juga sering menghubungi aku, aku tiap malem tidur di rumah ibu karena takut di rumah sebesar itu sendiri, kak langit juga semangat ya.. aku selalu tunggu kak Langit "
Pesan terkirim ke Langit, Senja kembali menghafal untuk ujian praktek besok sampai dirasa ia sudah faham baru senja akan beristirahat tidur.
Dilain tempat Langit sedang beristirahat setelah menangani beberapa pasien hari ini, setelah bimbingan dengan konsulen Langit kembali ke Mes karena jadwal dinas nya sudah selesai akan dilanjutkan kembali besok.
Langit mengambil ponselnya untuk mengirim pesan kepada Senja, tidak lama Senja membalas pesannya. Langit pun tersenyum setelah membaca balasan pesan dari Senja, di akhir pesan yang membuat hati Langit seperti ada kupu-kupu yang berterbangan.
" Mungkinkah Senja sudah bisa menerima aku bukan hanya sebagai sahabatnya melainkan suaminya sekarang " batin Langit
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ