Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 98


__ADS_3

Sudah hampir 6 bulan Langit dan Senja mendiami rumah barunya, setiap pagi Senja mempersiapkan kebutuhan Langit untuk bekerja, menyiapkan makan dan sesekali membawakan bekal untuk Langit.


Semua ia lakukan sendiri, karena Senja memilih untuk melakukan semua pekerjaan rumahnya sendiri, hanya saja ia meminta bantuan pengasuh untuk mengasuh Bintang disaat ia sibuk masak Bintang ada yang mengasuh.


" Kak.. sarapan nya udah siap " Senja menghampiri Langit yang sudah siap dengan jas putihnya


" Oke.. sarapan bareng yuu.. "


" okee " Senja dan Langit berjalan menuju ruang makan


" Oya .. Bintang mana ? " Tanya Langit


" Bintang selesai mandi tadi makan disuapin Lela, mungkin dihalaman belakang "


" Oh yaa " Langit mengangguk


Senja langsung menyendokan nasi goreng ke piring Langit dan piring nya, mereka makan bersama, setelah selesai Langit berpamitan menuju klinik, sebelumnya ia menemui dulu Bintang yang sedang diasuh oleh pengasuhnya.


" Sayangg... Bintang... Papa kerja dulu yaa.. baik-baik di rumah " Langit menggendong Bintang


Setelah puas menggendong Bintang kembali di titipkan ke Lela pengasuhnya.


Langit diantar Senja sampai depan pintu rumah, Langit masuk kedalam mobil mengemudikan mobil keluar halaman rumah, setelah mobil sudah tidak terlihat Senja kembali masuk kedalam rumah.


Ia menghampiri Bintang dan pengasuhnya.


" La.. sini bintangnya " Senja meminta Lela menyerahkan Bintang


" Oh ya bu.. " Lela ke Senja


" Makannya habis ga Bintang, La ? " Tanya senja sambil menggendong Bintang


" Alhamdulillah habis bu "


" Alhamdulillah, yaudah sekarang kamu makan dulu "


" iya bu saya permisi, sekalian saya cuci dan gosok baju-baju itu ya bu "

__ADS_1


" iya boleh terserah kamu saja "


" saya permisi ya bu kebelakang "


" Iya.. " Senja kembali ke dalam rumah mengajak Bintang, Senja tidak memaksa Lela untuk mengerjakan pekerjaan rumah karena tugas Lela hanya mengasuh Bintang, namun jika Bintang di asuh oleh Senja, Lela selalu meminta untuk mengerjakan pekerjaan rumah, karena ia merasa tidak ada kerjaan lain, jadi ia selalu membantu Senja sebisanya.


...****************...


Di klinik Langit sedang bersama pasien nya, pasien dari karyawan kantor Sandyakala Corp, ia akhir-akhir ini sering pusing, setelah diperiksa dan diberikan resep obat Langit seperti biasa kembali ke stasion perawat.


" Dok.. sebentar lagi jam makan siang, dokter mau titip makan ? " tanya Rizki


" boleh ki, tapi saya ga titip makan ya, saya titip beli jus buah naga aja "


" oh yaa.. lagi diet dok ? " Tanya Lengga


" engga, saya tadi udah dibekelin makan siang sama istri saya "


" hmm.. so sweet... " Lengga ke Langit


" eh dokter Langit, maaf dok.. maaf banget "


" Ga apa-apa santai aja " Langit tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


Mereka sudah sangat akrab dengan Langit, Langit pun sudah biasa bercanda bersama mereka.


" nanti kalo jus nya sudah ada bawa ke ruangan jaga ya.. saya mau makan di dalam, malu disini takut disidak pak Aksa hehehe "


Langit berjalan menuju ruang jaga


" Siap dok.. " Mereka bertiga tertawa


Lengga dan Rizki menuju kantin belakang perusahaan Sandyakala Corp, mereka berjalan menyusuri samping kantor.


" Ini kantor gede banget yaa Ki " Lengga memulai pembicaraan


" iyaa.. keren ya Pak Aksa masih muda sudah memiliki banyak Aset dan perusahaan "

__ADS_1


" iya bener.. istrinya cantik anaknya ganteng-ganteng lagi.. mantap sudah "


" hmm.. kenapa ? ngilerrr ? " tanya Rizki


" ngilerrr banget sih "


" kamu kalo mau dapetin semodelan Pak Aksa, kamu harus kaya Bu nika dulu, Ga "


" Ya ga mungkin lah ... aku ya aku aja ga mungkin bisa jadi orang lain ... "


" nah maka dari itu kunci nya kamu harus bersyukur .. udah ada orang baik yang selalu ngerti kamu, kamu cuekin aja "


" Lahh... siapa emang ? " tanya Lengga aneh


" ini.. aa Rizki... " Rizki dengan gayanya


" uwekkk... dihh... kepedean yaaa... " Lengga cemberut


" Hahahahahha.... santaiii Ga... becanda juga kali, tapi kita cocok loh, kita kan satu profesi pasti kita bisa ngertiin kerjaan satu sama lain, kaya dokter Langit sama istrinya kan sama-sama dokter tuh, cocok kan mereka "


" huuhhhhh..... tau ah "


" Bu biasa ya, nasi ayam kampung 1, kamu apa ki ? " tanya Lengga


" sama aja "


" dua bu berarti, sama jus buah naga satu, es teh nya 2 "


" Siap bu, ditunggu ya "


" oke "


Lengga dan Rizki menunggu pesanan nya datang, mereka kembali ngobrol sambil menunggu, sesekali Lengga dan Rizki terlihat akur sesekali mereka berdua terlihat seperti kucing dan anjing.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2