Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 54


__ADS_3

" Pak.. Pak Mail ... Sini pak " Langit memanggil Pak Mail


" Iya pak dokter, ada yang bisa saya bantu ? " tanya pak mail


" Sini masuk Pak makan dulu "


" Waduh, jadi ngerepotin nih pak " Pak mail kepada Langit


" Deuhh Pak mail pura-pura " Deni terkekeh


" Ari kamu Deni, malu atuh saya teh "


" Engga apa-apa Pak Mail, ini kan tadi ada rejeki dari Kinan, ayo kita makan bersama-sama "


" baik kalau begitu pak " Pak mail masuk kedalam rumah


" Den, tolong siapkan dan ambil piring 3 ya "


" Siap pak dokter "


Deni menyiapkan makanan disimpan dan ditata di atas meja, mereka bertiga makan bersama, selain tadi ada makanan yang dikirim oleh Bu kades seperti biasa ia akan memasakkan untuk Langit makan ditambah makanan kiriman dari Kinan.


" Wah kalau tiap hari begini, saya mah ga apa-apa jaga di rumah pak dokter setiap hari juga " Pak mail tertawa


Deni dan Langit menyusul pak Mail tertawa, mereka makan bertiga sambil bercengkrama, perbincangan tiga generasi berbeda namun tetap mengedepankan tata krama dan sopan santun.


...----------------...


Dilain tempat Senja sedang dinas di rumah sakit, ia banyak melayani pasien hari ini, ia merasa sangat lelah di tambah bobot tubuhnya semakin berat karena kehamilan nya semakin hari semakin membesar.

__ADS_1


Senja dipaksa menjadi seseorang yang tangguh dan mandiri, sedari awal menikah sampai sekarang ia mengandung, ia masih harus melakukan apapun itu sendiri, bukan karena Langit tidak bertanggung jawab atas dirinya, namun karena tugas yang membuat mereka tetap menjalani pernikahan jarak jauh.


" Sayang.. sabar yaa kamu, demi masa depan kamu juga kamu harus berjauhan sama papa Langit " Senja mengelus-elus perutnya di sela-sela istirahat teraba tendangan dari dalam perut seolah sang janin mengerti apa yang diucapkan oleh mama nya.


" kamu kuat,mama juga menjadi kuat " Senja kembali berucap ke arah perutnya yang sudah semakin membesar


Tiba-tiba dokter Camelia, rekan kerjanya yang sudah menjadi dokter senior masuk ke ruang jaga.


" Hayook.. lagi berbicara sama siapa ? " Dokter Camel menggoda


" eh.. dokter camel.. engga kok hehehe " Senja hanya tertawa kecil


"hmm.. pasti kamu rindu suami kamu ya ? " tanya dokter camel


Senja hanya tersenyum


" Iyaa dok Aamin.. "


" kamu dinas sampai sore hari ini ? " tanya dokter camel


" iya dok "


" hmm.. hati-hati yaa.. semangat.. saya pulang duluan "


" iya dok terimakasih banyak "


" sama-sama " Camel sambil berlalu meninggalkan Senja di ruang Jaga.


Tidak lama terdengar suara pintu diketuk

__ADS_1


tokk...tok..tokk...


" Ya... " Senja menyahut


ceklek pintu dibuka


" permisi dok, ada pasien baru " salah satu perawat memberitahu Senja


" oh oke..saya kedepan '


" baik dok " perawat kembali berlalu disusul oleh Senja di belakang nya.


Senja berjalan pelan-pelan tidak seperti sebelum hamil jika ada pasien baru ia bisa langsung berjalan secepat kilat.


Ia menemui pasiennya setelah memeriksa dan mendiagnosa awal, ia mengkonsultasikan dengan dokter senior apakah pasien harus di rawat inap atau rawat jalan, setelah selesai dengan pasien Senja kembali ke ruang jaga, karena untuk Senja ia diberikan toleransi untuk beristirahat di ruang jaga dokter, tidak berjaga di depan meja pelayanan.


Jam menunjukkan waktunya Senja pulang, ia sedang bersiap-siap, ia merasa ada berbeda, yaa... ia belum mendapatkan kabar dari Langit hari ini, ia pun lupa tidak memberikan kabar duluan, ia mengambil ponselnya lalu memencet panggilan video ke Langit suaminya.


Lama hanya terdengar nada sambung..


" kemana sih kak Langit " batin Senja


" sesibuk itukah dia di Desa " gumam Senja


Karena telepon nya tidak diangkat, Senja memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, ia berniat untuk nanti saja menghubungi Langit kembali jika sudah di rumah.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2